Selasa, 22 Mei 2018 11:22

Faisal Assegaf: Fadli Zon Arsitek Hoax

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 04 Mar 2018 09:54
Akurat
Fadli Zon

Ketua Progress 98 Faisal Assegaf menyatakan bahwa Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebagai orang yang selalu menyuarakan informasi yang belum tentu benar alias hoax, karena tidak sesuai dengan fakta. Bahkan ia menyebut kalau Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai orang yang dapat menggambarkan sesuatu yang hoax itu bisa mempengaruhi publik.

"Saya menemukan di sana ada arsitek-arsitek penyebab hoax, di antaranya yang disebut dengan dalang intelektual ya Fadli zon dan lain-lain. Itu arsitek (Hoax)," kata Faisal dalam sebuah diskusi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3).

Seharusnya, menurut dia, sebagai politisi dari partai oposisi pemerintah, Fadli Zon bisa memberikan solusi terkait permasalahan bangsa, bukan membela para pelaku yang selalu menyebarkan informasi hoax.

"Kalau dianalisa ya, dimungkinkan menjadi bapak hoax. Kita tidak akan jernih melihat kekuasaan dalam kerangka koreksi untuk memberikan solusi. Bagaiamana memberi solusi, sementara Fadli Zon itu semangatnya membela para pelaku hoax," ujarnya.

Lebih lanjut ia menilai, di dalam sebuah arus oposisi atau yang biasa disebut partai oposisi itu, bahwa sejumlah politisinya mempunyai dua macam watak dari sisi sosial politik. 

Bahkan Faisal pernah menjadi arsitek di pihak oposisi dari segi sosiogi politiknya. Selain itu ada juga oposisi yang terbelah menjadi dua watak.

"Ada satu watak oposisi yang memang seperti Fadli Zon. Ini saya bicara fakta, bahwa yang menggunakan semua perbedaan di media masa itu memakai bahasa penyuaraan kebencian terhadap kekuasaan. Dan mereka ini, mengakumulasikan semua isu yang dihasilkan oleh hoax, untuk menyerang kekuasaan," ujarnya.

Dari informasi hoax itu, kata dia, dalam rangka memainkan isu sara dan informasi yang sifatnya ujaran kebencian terhadap pemerintah yang saat ini berkuasa.

"Dalam memori koreksi (hoax) untuk menyerang kekuasaan dalam skala besar. Nah kelompok ini yang saya sebut dengan kelompok pengusung amarah, dan pengusung kebencian ya," ucapnya.

"Jadi contoh begini, saya tidak melihat pak Prabowo dengan Fadli Zon itu dalam mencermati fenomena politik identitas, isu-isu sara itu, dan kecamasan terhadap hoaks. Gerindra itu membuat satu posko gerakan antihoaks, antifitnah, itu tidak ada," tambah dia.

Ia menegaskan, partai Gerindra sebagai oposisi tidak memberikan solusi kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), tapi selalu menyerang penguasa dengan informasi hoax yang telah dikemasnya.

"Nah kelompok ini kemudian mengusung logika akal pendek mereka, sentimen emosional, dan isu sara sebagai satu sampah politik yang seringkali dikemas untuk menyerang suatu kepemimpinan nasional. Makanya (sebagai pengoreksi) mereka nggak ada solusi," tegasnya.

Selain itu, ia pun mengaku telah terjebak dengan permasalahan politik yang terjadi selama 3 tahun, sehingga membuat dirinya selalu memberikan kritikan kepada presiden Jokowi. "Selama tiga tahun saya sangat mengkritik pak Jokowi. Kemudian saya insyaf. Saya terjebak dengan situasi politik yang tidak sehat," katanya.

"Saya yang 10 tahun beroposisi di kepemimpinan SBY, Megawati, dan beroposisi di era Soeharto. Kalau saya melihat saat ini oposisinya itu abal-abal," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Fadli Zon telah melaporkan Ananda Sukarlan yang juga sebagai seorang pianis sekaligus komponis ternama, Ananda Sukarlan ke Bareskrim Polri.

Melalui akun twitternya, Fadli menduga Ananda telah menyebarkan informasi bohong atau hoax. Namun belum jelas informasi apa yang diutarakan Ananda sehingga dituding menyebarkan hoax.
Editor: Erickson

Sumber: http://m.akurat.co//id-171561-read-faisal-assegaf-sebut-fadli-zon-arsitek-hoax

T#g:Fadli Zonhoax
Berita Terkait
  • Minggu, 29 Apr 2018 03:29

    Pemilu yang semarak dan anti hoax berbasis transparansi informasi

    Diskusi publik yang berjudul "Peran Pers Dalam Mewujudkan Kampanye Pemilu Damai", telah diselenggarakan pada hari Kamis 26 April pukul 13.00-15.30 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5 Kota Bandung.

  • Selasa, 17 Apr 2018 10:47

    Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Sihar Ajak Masyarakat Berpikir Rasional

    Cawagub Sumatera Utara, Sihar Sitorus, mengajak masyarakat waspadai isu Suku Agama Ras dan Antar-golongan (SARA) dan berita hoax yang muncul. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat saat ini sangat bijaks

  • Rabu, 11 Apr 2018 20:11

    Walikota Buka Diskusi Menjaga Kerukunan dan Antisipasi Ujaran Kebencian SARA di Medsos

    Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM membuka resmi kegiatan menjaga kerukunan dan antisipasi ujaran kebencian SARA di media sosial, Selasa (10/4) bertempat di Aula Kemenag Kota Tebing Tinggi.

  • Rabu, 28 Mar 2018 09:48

    Media diharapkan berperan ciptakan Pilkada Damai Sultra

    Kendari Focused Group Discussion (FGD) oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Lembaga Studi Informasi Strategid Indonesia (LSISI), Selasa, mengharapkan

  • Selasa, 27 Mar 2018 04:27

    Bersama melawan hoaks yang merajalela

    Kemudahan dalam menyebar maupun mengakses segala informasi melalui media online, merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa. Tidak dapat dipungkhiri bahwa kemajua

  • Sabtu, 24 Mar 2018 09:04

    Akan Diadakan di Gedung Dewan Pers, Diskusi Upaya Konkrit Media Online Melawan Hoax dan Politisasi SARA

    Social Media for Civic Education (SMCE) akan mengadakan diskusi dengan tema "Menakar Upaya Konkrit Media Online dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA untuk Persatuan NKRI". Kegiatan ini akan dih

  • Jumat, 23 Mar 2018 07:33

    Media Ujung Tombak Perang Lawan HOAX dan Cegah PolItisasi SARA

    Media selain berperan menyebar informasi, juga diharapkan menjadi ujung tombak perang melawan HOAX yang sudah sangat akut dan membahayakan saat ini, disamping itu media juga dapat mencegah politisasi

  • Senin, 19 Mar 2018 03:59

    Sebar Hoax Megawati Larang Azan, PNS Guru SMA di Tanjungbalai Minta Maaf

    Rukiyah, Ibu Guru SMA berstatus PNS di Pematang Pasir, Tanjung Balai, Lampung, meminta maaf kepada PDIP karena menyebarkan berita palsu alias hoax tentang Megawati Soekarno Putri. Seperti apa?Akun Twi

  • Minggu, 18 Mar 2018 20:58

    AKP Afrino Chan: Pentingnya Keselamatan Berlalu Lintas dan Antisipasi Berita HOAX

    AKP. Afrino Chaniago, SH, Kasat Lantas Polres Sijunjung, menyampaikan pesan yang sangat penting pada giatnya di Aula SMKN 1 SIjunjung tentang kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas dan antipas

  • Minggu, 18 Mar 2018 13:18

    Ribuan Hoax Dibuat Menggiring Opini Publik

    Wali kota Medan, Dzulmi Eldin menyatakan bahwa tahun lalu 600 ribu hoax tersebar luas ke masyarakat. "Sebagian besar isinya berita palsu atau opini perseorangan yang dikemas dengan rapi untuk menggiri

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak