Sabtu, 19 Agu 2017 10:44
  • Home
  • Politik
  • Dipimpin Wenis Tabuni, 215 Anggota OPM, Berikrar Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi (NKRI)

Dipimpin Wenis Tabuni, 215 Anggota OPM, Berikrar Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi (NKRI)

Puncak Jaya (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Minggu, 02 Jul 2017 23:52
Dibaca: 243 kali
Antara
Bupati Puncak Jaya, Henock Ibo menerima ikrar kebulatan tekad kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (1/7)
Melihat kemajuan pembangunan, peningkatan kesejahteraan dan masa depan Rakyat Papua, akhirnya kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengikrarkan diri kembali ke pangkuan ibu pertiwi dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar tersebut dilakukan oleh 215 orang, mewakili anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) dan simpatisan anggota separatis kelompok Goliat Tabuni yang bermarkas di wilayah Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya turun gunung berikrar masuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Sabtu (1/7/2017).

Dikutip dari MataIndonesia, Ikrar kesetiaan anggota dan diikuti simpatisan kelompok OPM ini dilakukan di lapangan Tingginambut, ditandai pembacaan Ikrar oleh anggota TPN-OPM Yesko Kogoya di depan Bupati Kabupaten Puncak Jaya Henock Ibo, Danrem 173/PVB Brigjen I Nyoman Cantiasa, Kapolres Puncak Jaya AKBP Hutabarat, serta Dandim Puncak Jaya.

Adapun Ikrar tersebut terdiri dari 5 butir pernyataan, yakni :

Pertama, setia kepada NKRI dan membela tanah air Indonesia serta mendukung Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Kedua, menolak kelompok anti pembangunan yang mengatasnamakan perjuangan kemerdekaan Papua dan menjadi musuh bersama.

Ketiga, menghentikan aksi-aksi bersenjata dan siap mendukung pembangunan di wilayah Puncak Jaya.

Keempat, bersedia mengajak seluruh saudara-saudara kami yang masih berada di hutan agar segera turun dan kembali kepangkuan NKRI.

Kelima, meminta kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri, agar menjamin keamanan, jika ada anggota TPN-OPM yang kembali dan menyerahkan amunisi atau senjata api dengan sukarela.


Tokoh OPM yang juga merupakan penasehat spiritual Goliat Tabuni, Wenis Tabuni, mengaku jika keinginan ikrar bergabungnya kembali dirinya bersama anggota dan simpatisan lain murni akibat keinginan hidup normal dan merasakan pembangunan pemerintah di wilayah Puncak Jaya, utamanya wilayah Distrik Tingginambut.

"Kami ingin hidup layak seperti saudara-saudara kami yang sudah bergabung dengan NKRI. Maka kami hari ini turun gunung untuk ikrar setia bergabung dengan NKRI," kata Wenis Tabuni.

Dikatakan, dirinya yang juga berhubungan saudara dengan Goliat Tabuni tersebut, meminta pimpinan OPM Goliat Tabuni untuk turut turun gunung dan membuka diri untuk bergabung dengan NKRI, sama seperti yang telah dilakukan olehnya bersama anggota dan simpatisannya. Wenis Tabuni berjanji akan ketemu dengan adiknya Goliat Tabuni.

"Karena saya kakaknya sudah turun dan bergabung bersama NKRI,"ucapnya.


Sementara itu, Bupati Kabupaten Puncak Jaya, Henock Ibo dalam kesempatan tersebut meminta Goliat Tabuni untuk turun gunung terhitung satu bulan ini.

Menurutnya sudah lama, dan sudah saatnya untuk turun gunung.

"Saya kasih waktu sebulan untuk Goliat turun. Mari bergabung dengan kami, untuk membangun Puncak Jaya," tandasnya.

Kegiatan tersebut di samping merepresentasikan kehendak masyarakat Papua, juga sebagai kelanjutan dari kegiatan tokoh-tokoh pemuda Papua yang diawaki oleh Yanto Eluay (Putra Theys Eluay) dan Nulce Monim (selaku Ondoafi Putali Sentani Tengah) Bapak Martinus Maware, SH Ketua LMA Kab. Jayapura menyatakan sikap dalam jumpa pers (29/06), bertempat di Pendopo Theys Kp. Sereh jalan Sentani-Kemiri Distrik Sentani Kota Kab. Jayapura yang intinya menolak separatisme dan isu Papua Merdeka. 


Editor: Sam

T#g:Goliat TabuniOPMPapuaWenis Tabuniikrar
Berita Terkait
  • Selasa, 15 Agu 2017 03:45

    Bukan hanya di Langkat, Warga Papua pun jadi korban UN Swissindo

    Misran Pasaribu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua, mengaku sudah mengetahui sejumlah warga di Jayapura terindikasi menjadi korban United Nations (UN) Swissindo.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 18:12

    Petugas temukan 4 ekor burung Cendrawasih Papua "tak bertuan" di Kualanamu

    Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisea Apoda) dari Surabaya, di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu. Inform

  • Selasa, 08 Agu 2017 19:38

    Anggota DPR RI dilaporkan selingkuh oleh istrinya ke MKD

    Yunike Howay, istri anggota Fraksi PDIP DPR Jimmy Demianus Ijie, melaporkan sang suami ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR dengan dugaan membawa perempuan lain yang bukan istrinya saat dilantik menjadi anggota DPR. Jimmy baru dilantik 18 Juli lalu.

  • Jumat, 04 Agu 2017 13:14

    Ratusan Peserta Ekspedisi NKRI 2017 tiba di Merauke

    797 orang peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 menggunakan Kapal Perang TNI AL KRI Teluk Bintuni-520 dengan Komandan Kapal Letkol Laut (P) R Yusup Yanto, M.Tr.Hanla tiba di pelabuhan Yos Sudarso Merauke-Papua, Kamis, (3/8/2017).

  • Selasa, 04 Jul 2017 15:44

    Internasionalisasi Kasus Biak Berdarah, Berhasilkah?

    Peristiwa "Biak Berdarah" atau dikenal dengan peristiwa Tower terjadi pada 6 Juli 1998.

  • Selasa, 27 Jun 2017 12:17

    Masyarakat Papua di Manado Ucapkan Selamat Ulang Tahun Buat Jokowi

    Tepat pada tanggal 21 Juni 2017 lalu, Presiden Jokowi berulang tahun yang ke-56. Masyarakat di Indonesia tentunya banyak yang memberikan perhatian dan ucapan selamat, tak terkecuali dari ujung timur Indonesia.

  • Minggu, 18 Jun 2017 17:08

    Pesantren Ini Dukung Irjen Pol Paulus Waterpauw Jadi Gubernur Papua

    Santri dan jamaah Pondok Pesantren (Ponpes) Istiqomah di Masjid Al Aqsa Merasugun Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua mendoakan dan mengharapkan agar Irjen Pol Paulus Waterpauw menjadi Gubernur Papua periode 2018-2022.

  • Minggu, 11 Jun 2017 08:11

    Kasdam I/BB Sambut 450 Personel Satgas Yonif 122/TS dari Papua

    Kasdam I/BB Brigjen TNI Tiopan Aritonang, SIP selaku Inspektur Upacara, menyambut Satgas Yonif 122/TS yang kembali dari melaksanakan tugas Pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini.Satgas

  • Kamis, 01 Jun 2017 02:01

    Kapolda Papua Boy Rafli Amar ingatkan bahaya hoax di media sosial

    Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, M.H., didampingi beberapa pejabat utama Polda Papua melaksanakan Shalat Tarawih di Masjid Al-Taqwa Hamadi Jayapura, Rabu malam (31/5).

  • Senin, 29 Mei 2017 08:49

    Main korek api di tempat tidur, 2 anak perempuan ini tewas terbakar

    Sungguh malang nasib 2 (dua) anak perempuan ini, Feby Rumbiak, 4 tahun, dan Paskhalina Rumbiak, 2 tahun. Keduanya meninggal dunia karena terbakar akibat bermain korek api di tempat tidur di rumahnya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak