Kamis, 23 Nov 2017 23:29
  • Home
  • Politik
  • Di Muhammadiyah Jember, Jokowi minta kita tidak kaget kalau toko-toko bakal banyak tutup

Di Muhammadiyah Jember, Jokowi minta kita tidak kaget kalau toko-toko bakal banyak tutup

Jember (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 14 Agu 2017 07:54
Dibaca: 1.441 kali
Humas Setkab RI/Agung
Presiden Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana, saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Minggu (13/8) sore.
"Dalam menghadapi perubahan, jangan berpikir monoton, jangan rutinitas berpikir karena ini kejar-kejaran, harus berani berubah."

Demikian disampaikan Presiden Jokowi, saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Jember, Minggu (13/8) sore.

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa ini pertama kali masuk ke sebuah universitas ditemani oleh Ibu Iriana. Kenapa? Jawabnya, lanjut Presiden, karena Ibu Iriana dulu kuliahnya di Universitas Muhammadiyah, di Solo, di Surakarta, jawabannya itu.

"Kalau ke universitas yang lain saya ajak enggak mau. Saya di rumah saja. Tapi begitu diajak ke Universitas Muhammadiyah Jember, saya ikut," jelas Presiden, yang tampak hadir didampingi Ibu Negara Iriana.

Berbicara masalah perubahan-perubahan yang akan dihadapi dalam 5-10 tahun ke depan, lanjut Presiden, adalah masalah visi harus diantisipasi. Perubahan sangat cepat sekali, menurut Presiden, jika tidak sadar, bisa ditinggal.

"Terutama, menyadarkan sumber-sumber daya manusia yang kita miliki. Kita harus sadar betul. Kalau tidak, saya enggak bisa bayangkan. Karena perubahan betul-betul cepat," tutur Presiden Jokowi.

Indonesia, tambah Presiden baru proses membangun MRT, baru proses membangun LRT, baru akan memulai kereta cepat, itu ramai, sedangkan di negara lain sudah ada hiperloop, gitu. Ia menambahkan bahwa proses perubahan teknologi yang cepat sekali, terutama IT, cepat sekali.

"Elon Musk juga berbicara masalah pengelolaan ruang angkasa, masalah pembayaran. Dulu mungkin 3-4 tahun yang lalu orang berbicara Paypal, sekarang Jack Ma sudah ganti lagi masuk ke Alipay. Cepat sekali. Uang kas kita sekarang masih hampir 90% kita masih membayar pakai uang kas, ada yang sudah mungkin pakai kartu kredit," jelas Presiden.

Cara antisipasi perubahan-perubahan, menurut Presiden, menyiapkan nilai-nilai ke-Indonesia-an, pembangunan karakter, dan sumber daya manusia. Ia menambahkan bahwa akan ada intervensi ideologi, nilai-nilai budaya, nilai-nilai sosial, nilai-nilai ekonomi yang tanpa disadari.

"Bisa lewat Facebook, bisa lewat Twitter, bisa lewat Instagram, bisa lewat Path, bisa lewat video blog. Cepat sekali, kaget nanti kita. Lho, anak-anak kita kok sudah bergerak ke Utara padahal harusnya yang bener ke Selatan," Presiden berikan gambaran.

Saat bertemu kepala pemerintahan negara lain, lanjut Presiden, banyak juga yang bingung bagaimana mengantisipasi itu. Presiden bercerita bahwa di beberapa negara, toko-toko sudah tutup, mal sudah tutup, karena pesan barang sekarang, beli barang sekarang, online semuanya.

"Di kita sudah mulai, sudah ada Blibli, sudah ada Bukalapak, sudah ada Matahari.com. Sekarang saya pun beli gado-gado aja bukan datang ke gado-gado, saya minta Go Food dikirim gado-gado, dateng gado-gado. Pesen sate enggak usah dateng ke warung sate, saya minta Go Food setengah jam sudah ada sate yang saya inginkan," tambah Kepala Negara.

Lebih lanjut, Presiden sampaikan untuk menitipkan, terutama kepada PB Muhammadiyah, baik yang ada di cabang Jember maupun secara umum di seluruh Indonesia, perubahan-perubahan ini yang perlu diantisipasi. Presiden sampaikan jangan sampai sekali lagi, nilai-nilai ke-Indonesia-an, nilai-nilai ke-Islaman kita tergerus gara-gara tidak siap mengantisipasi.

"Saya beberapa kali waktu ketemu Pak Rektor di Jember, ketemu Pak Rektor Muhammadiyah di Jogja, saya sampaikan kepada Bapak Menteri, mestinya kurikulum pendidikan di kita ini juga mulai harus diubah. Perguruan tinggi juga harus berani mengubah. Universitas Muhammadiyah Jember, juga berani harus berubah," tambah Presiden.

Di setiap universitas, tambah Presiden, mesti ada fakultas ekonomi, Fakultas hukum, fakultas sosial politik, ketiganya ini pasti ada. Mestinya, menurut Presiden, fakultas itu sudah berubah berganti, misalnya, fakultas manajemen logistik, fakultas manajemen retail, ya karena sudah berubah.

"Fakultas manajemen, apalagi, toko online. Loh, ini di negara lain sudah mulai ada gitu loh, saya ngomong ini di negara lain sudah mulai ada. Jadi kalau Universitas Muhammadiyah Jember memulai, universitas yang lain ditinggal nanti. Ya harus berani," tambah Presiden.

Dalam hadapi perubahan, menurut Presiden, jangan berpikir linier, jangan monoton berpikir, jangan rutinitas berpikir karena ini kejar-kejaran. Namun demikian, lanjut Presiden, basic nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai ke-Islam-an, nilai-nilai ke-Indonesia-an itu sudah harus baku.

Untuk mengejar, menurut Presiden, mestinya juga ada fakultas, yang ramai sekarang misalnya fakultas animasi, fakultas e-sport, fakultas video. Karena memang, tambah Presiden, sekarang ini perubahannya ke sana.

"Orang berjualan tidak di toko lagi kok, tidak di mal lagi. Sudah di online. Di negara lain sudah tergerus toko, mal itu sudah tergerus 30% karena pembelian lewat online. Hati-hati. Saya sudah menyampaikan kepada menteri, hati-hati mengantisipasi ini jangan sampai nanti toko-toko tutup kita kaget," Presiden mengingatkan.

Landscape ekonomi, menurut Presiden, paling kelihatan mengalami perubahan. Ia juga menambahkan bahwa landscape politik juga sama berkaca pada peristiwa keluarnya Inggris dari Brexit atau pemilu presiden Amerika yang ada perubahan dari hasil survei.

"Yang kedua saya titip. Negara kita ini negara besar, 17.000 pulau, 516 kota/kabupaten, 34 provinsi, 714 suku yang berbeda-beda, 1.100 lebih bahasa lokal yang berbeda-beda. Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia. Ini sudah menjadi hukum Allah, sudah menjadi takdir kita bahwa kita ini memang hidup dengan alam keragaman yang amat banyak. Agama beda, suku beda, tinggal di pulau yang berbeda-beda," pungkas Presiden seraya menyampaikan kekaguman Kepala Negara lain tentang keberagaman Indonesia.

Turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini Mendikbud Muhadjir Effendy dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. 

Editor: Budi

T#g:GoFoodJemberJokowiMuhammadiyah
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Nov 2017 11:52

    Bencana Putting Beliung Kembali Terjang Rumah Warga di Jember

    Hujan lebat disertai anging putting beliung pada Selasa (21/11/2017), Pukul 15.00 Wib kembali menerjang setidaknya  3 rumah warga masyarakat, 8 gudang tembakau dan 1 mobil pickup di desa Sruni da

  • Senin, 20 Nov 2017 22:50

    Tengku Erry Ajak Pemuda Muhammadiyah Bijak Manfaatkan Teknologi Digital

    Gubsu Tengku Erry Nuradi membuka Seminar Nasional dengan tema Peluang dan Tantangan Kemajuan Teknologi Digital bagi Wirausaha Muda dan Angkatan Kerja Indonesia yang diselenggarakan oleh PW Pemuda Muha

  • Jumat, 17 Nov 2017 21:57

    Presiden Jokowi dan Tengku Erry Mampir Di Gubernuran

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendarat di Kualanamu International Airport (KNIA) dalam rangka kunjungan kerja meresmikan pembukaan Musyawarah Nasional ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM

  • Jumat, 17 Nov 2017 21:27

    Jokowi Buka Munas KAHMI

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ditandai dengan pemukulan Gordang Sambilan di Hotel Santika Dyandra Medan

  • Jumat, 17 Nov 2017 14:57

    Presiden Hadiri Munas KAHMI di Medan

    Usai menghadiri acara Sarasehan Nasional DPD RI, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju Provinsi Sumatera Utara guna melakukan kegiatan kunjungan kerja.Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakus

  • Rabu, 15 Nov 2017 03:55

    Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi

    Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan kita kepada Negara. Hal ini menjadi wajar apabila didasari oleh motif kepentingan bangsa dan negara. Namun, apa kita sudah bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini?

  • Senin, 13 Nov 2017 08:41

    Surya Paloh Sebut Dirinya & Jokowi Sepakat Dukung Tengku Erry

    Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) H Surya Paloh tidak dapat menutupi kegembiraannya menyaksikan belasan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/11/2017).Di hadapan

  • Senin, 13 Nov 2017 08:33

    Bertemu Presiden Jokowi, PM Abe Puji Iklim Investasi Indonesia

    Menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, kedua negara sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.

  • Minggu, 12 Nov 2017 16:12

    Tiba di Filipina, Presiden Hadiri KTT ASEAN di Manila

    Tarian massal yang diikuti ratusan penari sambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandar Udara Clark Pampanga, Filipina, Minggu, (12/11/2017). Info diperoleh dari B

  • Sabtu, 11 Nov 2017 19:31

    Presiden Jokowi Bertemu dengan PM Australia di Viet Nam

    Mengawali kegiatan hari kedua berada di Da Nang, Viet Nam, Sabtu, (11/11/2017), Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di Furama Resort Da Nang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak