Sabtu, 24 Feb 2018 18:42
  • Home
  • Politik
  • DPRD Medan heran, harga kontrak Ruko Pemko di Petisah cuma Rp2 juta per tahun

Dewan Minta Pemko untuk Perkuat Pengelolaan Aset

DPRD Medan heran, harga kontrak Ruko Pemko di Petisah cuma Rp2 juta per tahun

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Satria
Selasa, 29 Agu 2017 14:19
Dibaca: 230 kali
Dok
Godfried Lubis

Sengketa melibatkan aset Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang kerap dimenangkan pihak lain, menimbulkan dugaan Pemko Medan kurang serius mempertahankan aset, dan bahkan tidak tertutup kemungkinan berkongkalikong dengan mafia.

Hal ini diamini oleh Golfried Lubis, anggota DPRD Kota Medan.

"Ini kan menjadi tanda tanya, mengapa Pemko Medan tak bisa mempertahankan asetnya? Dari tahun ke tahun aset Pemko Medan terus berkurang. Jika pun bersengketa, ujung-ujungnya selalu kalah,'' ujar Golfried Lubis, pada wartawan di ruang kerjanya, Senin (28/8).

Politisi Gerindra ini menyebutkan, sekitar 80 persen aset Pemko Medan bermasalah. Di antaranya, Lapangan Gajah Mada di Jalan Krakatau, Cadika Pramuka Jalan Abdul Haris Nasution, dan banyak lagi. 

Menurutnya, ada lima permasalahan aset. Pertama, memiliki surat tapi aset tak ada. Kedua, memiliki aset namun tak ada surat. Ketiga, surat ada, aset ada tapi tak bisa dimiliki.

"Keempat, mulanya aset terdaftar 5 hektar tapi di lapangan cuma 2 hektar. Dan yang kelima kebalikannya, terdaftar 2 hektar namun di lapangan 5 hektar,'' ujar Golfried seraya mencontohkan lagi, cagar budaya Jalan Hindu yang juga aset Pemko Medan, tapi tak bisa dikuasai. 

Hal itu didasarinya dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang setiap tahun selalu ada permasalahan aset. 

"Pansus aset pun tak tuntas hingga saat ini. Padahal banyak aset pemko yang bisa dikelola dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD)," sebut anggota Komisi D DPRD Medan ini.

Yang lebih mengherankan, lanjut Golfried, harga sewa ruko di depan Pasar Petisah yang merupakan aset Pemko, tapi harganya sangat murah. 

"Hanya dua juta setahun sewa rukonya, ini kan gak wajar. Ruko di pasar Petisah itu nilainya tinggi, puluhan juta. Kan aneh setahun hanya 2 juta sewanya,'' heran Godfried. 

Tak hanya di Pasar Petisah, Pemko Medan juga memiliki aset di Sambu, Pasar Bulan, Pringgan, Aksara dan banyak lagi. 

"Novotel Soechi itu juga aset Pemko, masa perjanjian kontraknya 25 tahun. Kalau tidak salah, 2017 ini sudah habis kontraknya. Begitu juga dengan Ramayana Pringgan, 2017 ini berakhir kontraknya," ungkapnya.

"Persoalan aset ini harus dituntaskan, perlu dilakukan implementasi dan pendataan ulang. Itulah makanya diperlukan ada pansus aset,'' katanya menyayangkan Pansus Aset yang juga belum tuntas hingga saat ini.

Editor: Budi

T#g:AsetDPRD MedanGerindraGodfried Lubispemko medan
Berita Terkait
  • Kamis, 08 Feb 2018 09:08

    Politisi Gerindra Pertanyakan Dasar Hukum Pembangunan Pasar Marelan

    Anggota Komisi C, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Dame Duma Hutagalung, mempertanyakan dasar hukum Surat Kerjasama (SK) yang diberikan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan kepada

  • Jumat, 12 Jan 2018 14:42

    Zahir-Oky Didukung Partai Gerindra, PPP, PKB, PBB dan PDIP

    Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Batubara, Ir H. Zahir MAP-Oky Iqbal Frima, SE diantar para partai pengusung dan pendukung saat mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Batubara

  • Jumat, 05 Jan 2018 20:35

    Gerindra Bantu Warga Cirebon Luka Bakar Kecelakaan Kerja di Bekasi

    Rukmantara, 54 tahun, warga Gang Bhakti, RT02/04, Desa Karang Sembung, Kecamatan Karang Sembung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menderita luka bakar yang tak kunjung sembuh di sebagian tubuhnya. Ia ju

  • Senin, 25 Des 2017 07:35

    PKS-Gerindra-PAN Koalisi di Pilgub 5 Provinsi, Termasuk Sumut

    Tepat menjelang perayaan Natal 25 Desember 2017, petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengumumkan kesepakatan mereka untuk berkoalisi di lima provinsi p

  • Senin, 04 Des 2017 04:04

    Gus Irawan: Menangkan Edy Rahmayadi di Pilgubsu 2018

    Partai Gerindra bertekad memenangkan calonnya, Edy Rahmayadi, di Pemilhan Gubernur Sumatera Utara pada 2018 mendatang.

  • Jumat, 17 Nov 2017 14:07

    Gerindra: Infrastruktur Tak Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

    Ferry Juliantono, Wakil ketua umum Partai Gerindra, mempertanyakan gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.Ferry menilai gencarnya pemerintah d

  • Rabu, 15 Nov 2017 10:05

    Anggota DPRD Gerindra Ributi Realisasi Bansos Pemprov Sumut

    Permainan Pemprov Sumut dalam mengolah realisasi usulan dana bantuan sosial untuk rumah ibadah, mulai mendapatkan respon keras dari anggota DPRD Sumut.Kemarin sore menjelang malam, Selasa (14/11/2017)

  • Sabtu, 28 Okt 2017 18:18

    Sugiat Santoso: Ijeck Figur Bersih dan Konsen pada Kepemudaan

    Ketua KNPI Sumut, Sugiat Santoso, menyatakan secara jelas dukungannya pada Musa Rajekshah alias Ijeck untuk maju pada Pilgubsu 2018.

  • Minggu, 08 Okt 2017 15:18

    Partai Gerindra Masih Buka Pintu Calon Alternatif di Pilgub Jabar 2018

    Sodik Mudjahid, Ketua DPP Gerindra, mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan  akan membuka pintu bagi pasangan calon alternatif, yang lebih kuat dengan pasangan lama yakni Dedi Mizwar dan Ahmad Syai

  • Senin, 07 Agu 2017 20:57

    PAW Eveready Sitorus Gerindra Terkesan Dipaksakan

    Ruben Tarigan, Wakil Ketua DPRD Sumut telah memimpin sidang paripurna pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sumut Fraksi Gerindra, yakni dari Eveready Sitorus ke Reki Nelson J Barus, hari ini, Sen

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak