Selasa, 16 Okt 2018 01:21
  • Home
  • Politik
  • Anggota DPRD Gerindra Ributi Realisasi Bansos Pemprov Sumut

Donal: Kenapa Pimpinan DPRD Lembek Berhadapan Dengan Gubernur

Anggota DPRD Gerindra Ributi Realisasi Bansos Pemprov Sumut

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Rabu, 15 Nov 2017 10:05
Dok
Donald Lumbanbatu meluapkan amarahnya di hadapan Asisten Hukum Pemprovsu, Sulaiman SH (kiri) disaksikan Sutrisno Pangaribuan.

Permainan Pemprov Sumut dalam mengolah realisasi usulan dana bantuan sosial untuk rumah ibadah, mulai mendapatkan respon keras dari anggota DPRD Sumut.

Kemarin sore menjelang malam, Selasa (14/11/2017), anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, Donal Lumbanbatu, mengamuk di depan pintu utama gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan.

Donal yang tampak mengenakan kaos oblong warna oranye, celana jeans dan topi mengaku kesal terhadap Pemerintah Provinsi dan Sekretariat DPRD Sumatera Utara, karena dirinya merasa dipermainkan.

"Rapat-rapat apa lagi kalian sudah mau malam ini? Rapat ta*k kucing. Enggak ada gunanya rapat-rapat lagi DPRD ini. Macam bukan manusia saja kami ini kalian bikin. Ta*k ini semua," ujarnya dengan suara tinggi.

Sontak, kegaduhan itu mengundang perhatian sejumlah SKPD maupun anggota dewan yang lain untuk bertanya kepada Donald. 

Selidik, punya selidik, ternyata mantan Ketua Komisi B ini baru saja dari Kantor Sekwan, yang ada di belakang gedung paripurna.

Dia mempertanyakan realisasi usulan dana bantuan sosial untuk rumah ibadah. "Sudah lama saya usulkan, tapi kemarin katanya tunggu dan sabar. Tadi saya tanyakan lagi, katanya ada yang hilang beberapa. Ini apa maksudnya? Itu untuk rumah ibadah, bukan untuk saya pribadi. Tidak akan masuk ke perut saya itu," ujarnya.

Dia menyesalkan sikap pimpinan dewan yang terkesan sangat "lembek" jika berhadapan dengan Pemprovsu dalam membela kepentingan rakyat. Seolah-olah, para legislator harus tunduk dan patuh atas apa yang diinginkan oleh Pemprovsu.

"Saya seperti orang yang tidak berguna di mata konstituen. Pimpinan dewan pun tidak pula mau mengakomodir keperluan dewan. Jangan dikiranya saya ini tidak bisa makan kalau bukan jadi anggota DPRD ini. Sekali lagi, ini bukan untuk pribadi saya, ini adalah untuk pembangunan rumah ibadah, masa iya dimain-mainkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, setiap anggota dewan dapat jatah menyalurkan bantuan sosial untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah ibadah sebesar Rp 1 miliar. Dari jumlah itu, bisa dibagi-bagikan lagi, tergantung kebutuhan masing-masing rumah ibadah. Tapi hingga kini, hal itu tidak terealisasi.

"Saya jadi malu. Seharusnya DPRD Sumut sebagai sebuah lembaga negara bisa mendesak Pemprovsu untuk merealisasikannya, karena memang ada payung hukumnya," tegas Donald.

Sutrisno mengaku diminta uang pelicin oleh Staf Kantor Gubernur

Menyambung ucapan itu, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan mengatakan hal yang sama. Tapi lebih parahnya, Sutrisno malah dimintai sejumlah uang oleh seorang oknum staf Biro Pembinaan Sosial (Binsos) Pemprovsu, berinisial JS.

"Kalau abang masih belum apa-apa. Saya dimintain uang lagi. Berani kali. Setingkat staf saja berani meminta uang dalam pengurusan pencairan dan Bansos ini. Dikiranya uang bantuan untuk pembangunan mesjid dan gereja ini mau saya proyekkan? Kurang ajar sekali. Nanti saya cari orangnya," ujar Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan bahwa oknum itu mengaku meminta uang dengan alasan operasional. Permintaan itu disampaikan via telepon seluler di nomor 085261877***.

"Oknum itu beralasan belum bisa bekerja melakukan survei karena belum ada perintah dari atasan. Dia juga menyebut uang itu untuk keperluan operasional saja, agar semuanya segera diurus. Berani dia minta itu. Saya diamkan saja," ujarnya.

Dengan gambaran situasi ini, semakin menegaskan bahwa Pemprovsu tidak pernah menghargai DPRD Sumut. 

Sutrisno juga menuding Pemprovsu hanya menjadikan lembaga ini sebagai lembaga "stempel" untuk mengesahkan apa yang diinginkan, bukan membangun kemitraan dalam pembangunan daerah.

"Jadi anggota DPRD Sumut ini tidak ada lagi harganya di mata Pemprovsu dan jajarannya. Kami hanya disuruh menyetujui apa yang mereka inginkan. Dan sayangnya, sikap yang ditunjukkan oleh hampir semua anggota DPRD Sumut hari ini adalah seolah mengamini "pelecehan" itu dengan bersikap pasrah dan tidak menunjukkan sesuatu yang bernilai, sehingga tidak lagi diremehkan," ujarnya.

Sementara Asisen Hukum Pemprovsu mengaku tidak bisa mengomentari lebih lanjut. Dia mengatakan, jika sesuatu berkaitan dengan hukum, barulah dia bisa masuk ke ranah itu.

"Cuma itu yang bisa saya sampaikan. Karena bukan persoalan hukum yang bersinggungan dengan Pemprovsu," ujarnya santai sambil berlalu.

Editor: Budi

T#g:BansosGerejaGerindraMasjidSutrisno Pangaribuan
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Okt 2018 05:14

    Babinsa Serut Koramil 0824/14 Panti Bantu Masyarakat Kerjabakti Bangun Masjid

    Pada Sabtu (13/10/2018) Pukul 07.00 Wib bertempat di Dsn Krajan Ds Serut Kec panti Kab Jember dilaksanakan kerjabakti masyarakat dengan sasaran pembangunan Masjid yang sebelumnya berupa mushola dibesa

  • Sabtu, 13 Okt 2018 14:03

    Pembangunan Menara Masjid Uswatun Hasanah, AKBP Frido Situmorang, SIK Sumbang 100 Sak Semen

    Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, SH SiK, beserta Jajaran Polres Labuhanbatu, menggelar "Jumat Berkah" di Masjid Uswatun Hasanah Lingkungan Paindoan Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau

  • Kamis, 11 Okt 2018 15:11

    Danrem 132/Tadulako Cek Bantuan dan Kondisi Warga di Daerah Terisolasi

    Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di wilayah Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018 lalu, mengakibatkan banyak jalur transportasi darat yang terputus sehingga

  • Selasa, 09 Okt 2018 16:09

    Gereja di Manado Ikut Ajukan PTSL, Sekretaris Gereja: Terimakasih Pak Jokowi

    Rumah ibadah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang berdiri di Kel. Buha, Kec. Mapanget Kota Manado, Sulawesi Utara ikut menjadi peserta Pendaftaran Tanah Sertifikat Lengkap (PTSL) yang kini

  • Selasa, 09 Okt 2018 06:29

    DPRD Labuhanbatu Soroti Tewasnya Suheri

    DPRD Kabupaten Labuhanbatu, menyoroti peristiwa tewasnya warga Paindoan Rantauprapat, bernama Suheri (43 tahun), setelah ditangkap personil Sat Narkoba Polres Labuhanbatu, Jum'at (5/10) kemarin.D

  • Rabu, 03 Okt 2018 11:03

    Cipayung Kota Medan Gelar Aksi Solidaritas Untuk Bangsa

    Puluhan mahasiswa dari kelompok Cipayung Kota Medan menggelar aksi solidaritas untuk bangsa di kantor Gubernur Sumatera Utara, jalan Diponegoro Medan, Selasa (2/10/2018).Hendra Manurung, Ketua GMKI Me

  • Senin, 01 Okt 2018 18:31

    GMKI Medan Gelar Aksi Solidaritas Kecam Penyegelan Gereja di Jambi

    Limapuluh mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) melakukan aksi solidaritas terkait penyegelan rumah ibadah di Kota Jambi. Aksi serentak GMKI seluruh Indonesia di 34 Provinsi ini di

  • Senin, 24 Sep 2018 19:04

    Polsek Sei Kanan Laksanakan Giat Gangguan Kamtibmas Minggu Berkat

    Polsek Sei Kanan melaksanakan giat "Minggu Berkat" yang bertujuan menjalin kebersamaan di tengah jemaat/masyarakat. Kegiatan ini diharapkan membangun terjalinnya kerjasama dalam hal mengantisipasi gan

  • Senin, 24 Sep 2018 12:04

    Prajurit TNI Bersama Warga Bersihkan Puing-Puing Masjid

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) masih terus melakukan upaya-upaya dalam rangka membantu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa yang terjadi

  • Kamis, 13 Sep 2018 18:03

    Plt Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Sidak, Ditemukan ASN Bolos dan Sampah Menumpuk

    Plt Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, sekitar pukul 10.00 wib pagi, tiba-tiba melakukan sidak mendadak di sekitar gedung lantai bawah Kantor Bupati di bagian jajaran Kesekretaria

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak