Kamis, 23 Nov 2017 01:31
  • Home
  • Politik
  • Alasan momentum, Amien Rais batal beberkan data pelanggaran KPK ke Pansus

Alasan momentum, Amien Rais batal beberkan data pelanggaran KPK ke Pansus

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dehar
Rabu, 19 Jul 2017 15:49
Dibaca: 213 kali
ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Amien Rais
Beralasan menunggu momentum yang pas, Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), batal membeberkan data yang dimilikinya sebagai bahan masukan terkait kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya datang atas inisiatif sendiri namun Ketua Umum PAN (Zulkifli Hasan) mengatakan agar saya menunggu momentum sebentar lagi karena apa yang saya sampaikan akan menggebrak KPK, nanti menambah gaduh," katanya di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (19/7).

Dia mengatakan dirinya sudah membuat makalah terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan KPK namun batal disampaikan ke Pansus Angket karena Ketum PAN menahannya untuk membeberkan ke Pansus.

Menurut dia, dirinya memiliki data-data yang kuat dan ia memiliki tanggung jawab moral sebagai warga negara untuk menyampaikannya kepada Pansus.

"Cuma momentumnya lebih tepat beberapa hari lagi dan Pak Novanto menjadi tersangka. Saya tahu apa yang terjadi di negeri ini, masa saya diam saja," ujarnya.

Amien mengatakan dirinya akan melengkapi beberapa dokumen yang dibawanya dan akan kembali untuk diberikan kepada Pansus Angket.

Dia menilai selama ini KPK sebagai lembaga ad hoc sudah agak kelewatan karena proses penyidikan dan penyelidikan yang dijalankannya cenderung tebang pilih.

"Jangan katakan ini melemahkan KPK, karena KPK itu memang lemah. Kalau KPK kuat, kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bank Century, Sumber Waras selesai tapi ini tidak," katanya.

Menurut dia kalau KPK kuat maka semua kasus tersebut selesai dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) tidak hanya sekitar Rp10 juta dan Rp400 juta.

Editor: Budi

T#g:Amien RaiskpkPAN
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Nov 2017 19:52

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Kasal Spanyol

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Spanyol Laksamana Teodoro Esteban Lopez Calderon yang didampingi oleh Duta Besar Spanyol Y. M.

  • Rabu, 22 Nov 2017 05:32

    Mengingat Kembali Asal Mula Pancasila

    Secara etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta India yang mengandung dua arti dan makna, di antaranya: Pancasyila, dimana panca berarti lima sedangkan syila dengan vocal I pendek

  • Sabtu, 18 Nov 2017 17:08

    Luhut Matangkan Persiapan Ngunduh Mantu Presiden di Medan

    Menteri Koordinator Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Sum

  • Rabu, 15 Nov 2017 10:05

    Anggota DPRD Gerindra Ributi Realisasi Bansos Pemprov Sumut

    Permainan Pemprov Sumut dalam mengolah realisasi usulan dana bantuan sosial untuk rumah ibadah, mulai mendapatkan respon keras dari anggota DPRD Sumut.Kemarin sore menjelang malam, Selasa (14/11/2017)

  • Senin, 13 Nov 2017 08:33

    Bertemu Presiden Jokowi, PM Abe Puji Iklim Investasi Indonesia

    Menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, kedua negara sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.

  • Sabtu, 11 Nov 2017 10:51

    Sutrisno: Sengkarut e-KTP Harus Diselesaikan Dengan Musyawarah

    Polemik KTP elektronik (e-KTP) dan keabsahan penggunaan hak suara dalam Pemilu harus segera diselesaikan.

  • Jumat, 10 Nov 2017 07:20

    Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Pahlawan Nasional

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada empat tokoh yang diberikan secara resmi oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo kepada ahli waris masi

  • Jumat, 03 Nov 2017 20:23

    Jokowi Nilai Prof. Lafran Pane Layak Jadi Pahlawan Nasional

    Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengusulkan agar pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Prof. Lafran Pane, yang lahir di Kabupaten Tapanuli Selatan pada 5 Februari 1922 dan wafat pada 2

  • Jumat, 03 Nov 2017 15:33

    Panwaslih: Seleksi PPK Nias Selatan terindikasi curang

    Seleksi penerimaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di kab. Nias Selatan tercoreng akibat adanya indikasi kecurangan.

  • Rabu, 01 Nov 2017 11:21

    Peringati Sumpah Pemuda, GMKI terbitkan buku dan aplikasi "GMKI Sinergi"

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar ini dilaksanakan se

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak