Minggu, 22 Okt 2017 18:43

Williem Iskandar Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Tapsel (utamanews.com)
Oleh: KA/Ant
Senin, 02 Okt 2017 10:02
Dibaca: 181 kali
Dok
H Khoiruddin Nasution

Sati Nasution atau yang lebih dikenal dengan Willem Iskandar yang merupakan pelopor pendidikan yang berasal dari Tabagsel, Sumatera Utara, yang lahir pada tahun 1840 sudah selayaknya mendapatkan anugerah pahlawan Nasional dari Republik Indonesia dalam bidang Pendidikan. 

Hal itu diungkapkan, H Khoiruddin Nasution, yang merukan tokoh pemuda Tabagsel serta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara

"Layak dan sudah selayaknya Willem Iskandar atau Sati Nasution mendapatkan anugerah sebagai pahlwan Nasional dari Negara, hal itu sangat disayangkan," ujarnya, Senin, (2/10).

Khoiruddin yang bersemangat menceritakan hal tersebut, menambahkan, ingat pada tahun 1862 Willem pernah mendirikan Sekolah Guru (Kweekschool) di Tano Bato dan itu ada di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, jauh sebelum Ki Hajar Dewantara, yang secara swadaya dengan gedung sekolah yang sangat sederhana. 

Tano Bato merupakan Gudang Kopi Pemerintah Hindia Belanda. Willem melakukan terobosan gerakan pencerahan (Aufklarung) melalui pendidikan di Mandailing-Angkola, khususnya di Mandailing Orientasi, Cakrawala, Penalaran, Idealisme, dan Semangat pembaharuan di Mandailing.

Willem Iskander, yang lahir di Pidoli Lombang pada bulan Maret 1840, pada masa beliau pendidikan modern sudah ada, tapi pastinya harus ada pencari fakta sejarah tentang hal itu, jika perlu Dinas Pendidikan, Pemkot Padangsidimpuan juga harus terlibat. 

Khoiruddin Nasution yang juga sebagai, Ketua Demokrat Kota Padangsidimpuan, mengutarakan bahwa dalam buku yang dibacanya, dengan pengarang Basyral Hamidy Harahap, disebutkan bahwa Willem Iskander pernah tersadarkan, bahwa kemampuan berbahasa Melayu dan bahasa Belanda, adalah kunci gerbang ilmu pengetahuan ketika itu. Bahasa Mandailing diajarkan sesuai kaidah-kaidah bahasa. Sedangkan bahasa Belanda diajarkannya empat kali seminggu. Kemampuan berbahasa itulah yang mengantarkan para muridnya menjadi pengarang, penerjemah dan penyadur. Willem Iskander pun bekerja keras meningkatkan wibawa sekolah sebagai pusat kemajuan. 

Pernah kala itu, terjadi pertemuan Willem Iskandar selama tiga hari dengan Inspektur Pendidikan Bumiputera, Mr. J.A. Van Der Chijs di Tanobato, dan membuahkan banyak hasil. Gagasan Willem Iskander agar pemerintah memberikan beasiswa kepada guru-guru muda untuk belajar di Negeri Belanda, menjadi pemikiran pemerintah pusat. 

Kemudian ada gagasan pembaharuan pendidikan guru bumiputera yang disampaikan oleh Willem Iskander kepada Van der Chijs di Tanobato, 1866, dan pembahasan suratnya di Tweede Kamer, November 1869, telah membuahkan hasil. 

Van der Chjis membuat rencana jangka panjang dan jangka pendek peningkatan mutu pendidikan guru bumiputera. Satu yang penting, adalah pemberitahuannya kepada Willem Iskander, 1869, bahwa ia ditugaskan membawa dan membimbing delapan guru muda untuk meneruskan pendidikan di Negeri Belanda. Delapan guru muda itu masing-masing dua orang dari Manado, Mandailing, Sunda dan Jawa. 

Sementara itu, pada tahun 1871, Van der Chijs mendekritkan pembaruan sekolah guru bumiputera. Ia membuat sejumlah syarat yang harus dipenuhi setiap sekolah guru bumiputera. Dekrit itu berkaitan dengan gagasan-gagasan Willem Iskander. Tiga syarat penting seperti, Pertama, Sekolah guru harus menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kedua, Guru sekolah guru harus mampu menulis buku pelajaran. Ketiga, Bahasa daerah harus dikembangkan sesuai kaidah-kaidah bahasa.

"Jadi jelas sudah saatnya pemerintah melakukan penyelusuran sejarah terkait Willem Iskandar atau Sati Nasution, yang merupakan putra asli Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) tepatnya Mandailing Natal, untuk diberikan anugerah sebagai Pahlawan Nasional dari Negara, mengingat pada masa itu beliau sudah menanamkan dan pengembangan mutu pendidikan masa itu, yang menjadi refrensi pendidikan kita saat ini," tutur H Khoiruddin Nasution, SE, MSP yang tidak lama lagi menyelesaikan pendidikannya untuk S3-nya dengan gelar Doktor.

Editor: Windra

T#g:PahlawanpendidikanSati NasutiontapselWilliem Iskandar
Berita Terkait
  • Kamis, 21 Sep 2017 10:31

    Ribuan Siswa Padati GOR Lubuk Pakam, tonton film "Selembar Itu Berarti"

    Ribuan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Lubuk Pakam pada Rabu (20/9/2017). Ribuan pelajar ini menyaksikan pemutaran film 

  • Selasa, 12 Sep 2017 05:52

    Asrul Siregar Ramaikan Bursa Calon Ketua KNPI Tapsel 

    Asrul Siregar yang merupakan kader DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Tapanuli Selatan ikut meramaikan dan siap maju dalam bursa Ketua KNPI Tapanuli Selatan pada Musyawarah Daerah dalam wa

  • Selasa, 05 Sep 2017 19:45

    Bupati Tapteng Melayat Menantu Pahlawan Nasional Dr. FL. Tobing

    Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani dan Wakil Bupati Darwin Sitompul bersama jajaran pimpinan SKPD dan camat melayat almarhum Tiara Hutabarat (Op Raja Torina Tobing), menantu kedua dari Dr

  • Selasa, 29 Agu 2017 12:49

    Tengku Erry: Ayo Ke Perpustakaan

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengajak dan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara untuk lebih giat membaca buku.

  • Selasa, 29 Agu 2017 06:59

    Beri pendidikan dan kesiagaan bencana melalui tarian Maena

    Pendidikan dan pemahaman tentang bencana dan kesiagaan menghadapi perlu ditanamkan sejak dini terhadap anak-anak usia sekolah, sehingga kesiagaan terhadap resiko bencana alam terutama di daerah pantai

  • Minggu, 20 Agu 2017 12:30

    Kepengurusan KNPI Tapsel Diberhentikan, KNPI Sumut Bentuk Karateker

    Kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memasuki babak baru. Kepengurusan lama telah diberhentikan oleh DPD KNPI Sumatera &

  • Sabtu, 19 Agu 2017 02:09

    Gubsu Erry: Hargai Perjuangan Para Pejuang

    Sikap menghormati dan menghargai orangtua selalu ditunjukkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi. Silaturahmi baginya sangat penting dan banyak manfaatnya.

  • Selasa, 01 Agu 2017 07:11

    Masyarakat resah, pelaku mutilasi masih berkeliaran

    Masyarakat Tapanuli Selatan resah akan adanya dugaan pelaku kasus mutilasi atau pembunuhan dengan cara sadis memotong bagian tubuh korban, terhadap mayat yang ditemukan di Jalan Lintas Angkola Sangkun

  • Senin, 31 Jul 2017 10:10

    Tengku Erry Diberi Gelar Patuan Raja Hamonangan

    Dalam pertemuan silaturahmi dengan Raja-raja adat dan masyarakat se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi disambut meriah masyarakat dan diberi gelar Patuan Raja Hamonangan.

  • Kamis, 15 Jun 2017 15:35

    Warga bakar ban di jalan rusak, Titi Pahlawan

    Seratusan warga Medan Utara kembali melaksanakan aksi unjuk rasa yang kedua, hari ini, Kamis (15/6), setelah sebelumnya juga melakukan demo pada Selasa lalu, (13/6). Kali ini massa mulai 'be

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak