Kamis, 14 Des 2017 22:37

Williem Iskandar Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Tapsel (utamanews.com)
Oleh: KA/Ant
Senin, 02 Okt 2017 10:02
Dibaca: 270 kali
Dok
H Khoiruddin Nasution

Sati Nasution atau yang lebih dikenal dengan Willem Iskandar yang merupakan pelopor pendidikan yang berasal dari Tabagsel, Sumatera Utara, yang lahir pada tahun 1840 sudah selayaknya mendapatkan anugerah pahlawan Nasional dari Republik Indonesia dalam bidang Pendidikan. 

Hal itu diungkapkan, H Khoiruddin Nasution, yang merukan tokoh pemuda Tabagsel serta Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara

"Layak dan sudah selayaknya Willem Iskandar atau Sati Nasution mendapatkan anugerah sebagai pahlwan Nasional dari Negara, hal itu sangat disayangkan," ujarnya, Senin, (2/10).

Khoiruddin yang bersemangat menceritakan hal tersebut, menambahkan, ingat pada tahun 1862 Willem pernah mendirikan Sekolah Guru (Kweekschool) di Tano Bato dan itu ada di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, jauh sebelum Ki Hajar Dewantara, yang secara swadaya dengan gedung sekolah yang sangat sederhana. 

Tano Bato merupakan Gudang Kopi Pemerintah Hindia Belanda. Willem melakukan terobosan gerakan pencerahan (Aufklarung) melalui pendidikan di Mandailing-Angkola, khususnya di Mandailing Orientasi, Cakrawala, Penalaran, Idealisme, dan Semangat pembaharuan di Mandailing.

Willem Iskander, yang lahir di Pidoli Lombang pada bulan Maret 1840, pada masa beliau pendidikan modern sudah ada, tapi pastinya harus ada pencari fakta sejarah tentang hal itu, jika perlu Dinas Pendidikan, Pemkot Padangsidimpuan juga harus terlibat. 

Khoiruddin Nasution yang juga sebagai, Ketua Demokrat Kota Padangsidimpuan, mengutarakan bahwa dalam buku yang dibacanya, dengan pengarang Basyral Hamidy Harahap, disebutkan bahwa Willem Iskander pernah tersadarkan, bahwa kemampuan berbahasa Melayu dan bahasa Belanda, adalah kunci gerbang ilmu pengetahuan ketika itu. Bahasa Mandailing diajarkan sesuai kaidah-kaidah bahasa. Sedangkan bahasa Belanda diajarkannya empat kali seminggu. Kemampuan berbahasa itulah yang mengantarkan para muridnya menjadi pengarang, penerjemah dan penyadur. Willem Iskander pun bekerja keras meningkatkan wibawa sekolah sebagai pusat kemajuan. 

Pernah kala itu, terjadi pertemuan Willem Iskandar selama tiga hari dengan Inspektur Pendidikan Bumiputera, Mr. J.A. Van Der Chijs di Tanobato, dan membuahkan banyak hasil. Gagasan Willem Iskander agar pemerintah memberikan beasiswa kepada guru-guru muda untuk belajar di Negeri Belanda, menjadi pemikiran pemerintah pusat. 

Kemudian ada gagasan pembaharuan pendidikan guru bumiputera yang disampaikan oleh Willem Iskander kepada Van der Chijs di Tanobato, 1866, dan pembahasan suratnya di Tweede Kamer, November 1869, telah membuahkan hasil. 

Van der Chjis membuat rencana jangka panjang dan jangka pendek peningkatan mutu pendidikan guru bumiputera. Satu yang penting, adalah pemberitahuannya kepada Willem Iskander, 1869, bahwa ia ditugaskan membawa dan membimbing delapan guru muda untuk meneruskan pendidikan di Negeri Belanda. Delapan guru muda itu masing-masing dua orang dari Manado, Mandailing, Sunda dan Jawa. 

Sementara itu, pada tahun 1871, Van der Chijs mendekritkan pembaruan sekolah guru bumiputera. Ia membuat sejumlah syarat yang harus dipenuhi setiap sekolah guru bumiputera. Dekrit itu berkaitan dengan gagasan-gagasan Willem Iskander. Tiga syarat penting seperti, Pertama, Sekolah guru harus menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kedua, Guru sekolah guru harus mampu menulis buku pelajaran. Ketiga, Bahasa daerah harus dikembangkan sesuai kaidah-kaidah bahasa.

"Jadi jelas sudah saatnya pemerintah melakukan penyelusuran sejarah terkait Willem Iskandar atau Sati Nasution, yang merupakan putra asli Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan) tepatnya Mandailing Natal, untuk diberikan anugerah sebagai Pahlawan Nasional dari Negara, mengingat pada masa itu beliau sudah menanamkan dan pengembangan mutu pendidikan masa itu, yang menjadi refrensi pendidikan kita saat ini," tutur H Khoiruddin Nasution, SE, MSP yang tidak lama lagi menyelesaikan pendidikannya untuk S3-nya dengan gelar Doktor.

Editor: Windra

T#g:PahlawanpendidikanSati NasutiontapselWilliem Iskandar
Berita Terkait
  • Senin, 04 Des 2017 04:04

    Gus Irawan: Menangkan Edy Rahmayadi di Pilgubsu 2018

    Partai Gerindra bertekad memenangkan calonnya, Edy Rahmayadi, di Pemilhan Gubernur Sumatera Utara pada 2018 mendatang.

  • Senin, 27 Nov 2017 20:07

    Lafran Pane Jadi Pahlawan Nasional, Keluarga Besar Pane di Pangurabaan Gelar Syukuran

    Ditetapkannya Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden RI, Joko Widodo  pada 9 November 2017 di Istana Negara, tentu memberi kegembiraan tersendiri bagi seluruh marga Pane ya

  • Rabu, 22 Nov 2017 11:02

    Nilai-Nilai Kejuangan Pahlawan Tidak Boleh Pudar

    Negara-negara di dunia pastinya pernah mengalami suatu perjuangan dalam mencapai tujuan bersama untuk membangun bangsanya ke arah yang lebih baik, baik berjuang melawan penjajah yang dilakukan oleh ne

  • Senin, 13 Nov 2017 10:41

    Brilian Moktar: Fraksi PDIP sedang upayakan tanah untuk Veteran

    Brilian Moktar MM, Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), mengaku bangga dengan para pahlawan kemerdekaan, karena mereka rela mengorbankan nyawa demi kehidupan merdeka yang dirasakan keturunannya saat i

  • Minggu, 12 Nov 2017 17:52

    Sindiran keras Putra Bung Tomo, Jangan Cuma Bisa Bilang NKRI Harga Mati

    Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan dalam rangka mengenang jasa par

  • Minggu, 12 Nov 2017 15:12

    Deputi Jakstra Bakamla RI Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72

    Guna memperingati Hari Pahlawan Ke-72 bertema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri", Bakamla RI melangsungkan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dipimpin Deputi Jakstra Irjen Pol Drs. Arifin M.H.,

  • Sabtu, 11 Nov 2017 20:41

    Mengenang Pengorbanan Jiwa dan Raga Para Pahlawan

    Kodam I/BB melaksanakan upacara Hari Pahlawan 10 November dalam rangka mengenang pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Upacara dipimpi

  • Sabtu, 11 Nov 2017 21:31

    Napak Tilas, Penghargaan dan Perhomatan Kepada Pejuang Bangsa

    Pelaksanaan Napak Tilas bertujuan untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang bangsa yang telah mengorbankan segala-galanya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia yang harus ditelada

  • Sabtu, 11 Nov 2017 10:41

    Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 di Markas Indobatt-03 Sudan

    Komandan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) 03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., bertindak selaku Inspektur Upacara, membac

  • Sabtu, 11 Nov 2017 10:31

    Pasukan Garuda Unifil 2017 Peringati Hari Pahlawan 10 November 2017 di Lebanon

    Prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian dunia PBB Unifil 2017 Lebanon peringati Hari Pahlawan yang digelar di empat tempat sesuai sektor penugasan masing-masing Satuan Tugas (Satgas), Jumat

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak