Kamis, 13 Des 2018 07:42

Tengku Erry: Stop Radikalisme Masuk Kampus

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Senin, 16 Okt 2017 17:56
Dok
Audiensi Panitia Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan di ruang kerja Lantai 10 Kantor Gubernur
Gubsu Tengku Erry Nuradi mendukung aksi kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme masuk kampus.

Dukungan itu disampaikannya saat menerima audiensi Panitia Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan di ruang kerja Lantai 10 Kantor Gubernur Jalan Dipenegoro Medan, Senin (16/10/2017).

Hadir pada audiensi tersebut para panitia Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan yakni Mhd Asaad, FR Tambunan, Kusbianto, Andi Siahaan serta sejumlah panitia lainnya. Sementara Gubsu didampingi Asisten Jumsadi Damadik, Kaban Kesbang Pol Suriadi Bahar, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis.

Menurut Gubernur, acara aksi yang direncanakan dilaksanakan pada 28 Oktober merupakan momen yang cocok karena selain hari Sumpah Pemuda juga direncanakan kehadiran Presiden Joko Widodo dalam rangka peresmian Bandara Silangit Toba Samosir. "Mudah-mudahan acara ini juga bisa masuk agenda Presiden yang kebetulan meresmikan  Bandara Silangit di Taput," ujarnya.

Sementara Mhd Asaad ketua dari tim audiensi juga Panitia Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan mengatakan acara tersebut direncanakan dihadiri 2.500 sampai 5.000 mahasiswa/mahasiswi. Para mahasiswa  berasal dari sejumlah kampus di Medan diantaranya USU, UISU, Unimed, UINSU, ITB, Unika, Nomensen dan kampus lainnya. "Kegiatan ini akan dilakukan  serentak di sejumlah kota besar di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini bertujuan mempertegas Perguruan Tinggi  se Indonesia bersama citivitas akademika di masing-masing kampus untuk melawan radikalisme dan intoleransi, serta menjadi benteng bagi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu juga akan mensosialisasi secara lebih luas di kalangan civitas akademika khususnya dan pada masyarakat secara umum, mengenai isi deklarasi tersebut, untuk secara bersama diaktualisasikan secara nyata dan kongkrit dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan sosial kemasyarakatan dengan berlandaskan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Editor: Budi

T#g:Jokowiradikalisme
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Rabu, 12 Des 2018 15:12

    Jokowi Anti Islam, Antara Persepsi dan Politisasi?

    Pasca berkembangnya kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jokowi kerap disebut sebagai Presiden yang anti terhadap Islam. Tak dapat dipungkiri, kasus Ahok yang

  • Minggu, 09 Des 2018 20:59

    H Usman Efendi Sitorus: Dukungan PW Al Washliyah pada Jokowi-Ma'ruf Bersifat Tawaran

    H Usman Efendi Sitorus menyatakan bahwa dukungan PW Al Washliyah pada Pasangan Jokowi-Ma'ruf Merupakan Tawaran Kepada DPP Al Washliyah.

  • Kamis, 06 Des 2018 21:26

    Pendidikan Sekolah Melawan Paham Radikalisme Di Indonesia

    Fenomena pemahaman radikalisasi relatif terabaikan pada tahap awal rantai pengaruh radikalisasi pada usia remaja di institusi/lembaga pendidikan sekolah. Para kalangan akademisi dan pengamat masih fok

  • Minggu, 02 Des 2018 18:12

    Ketua DPR: Indonesia Kondusif Kendati Ada Upaya Mengeskalasi Tensi Politik

    "Tidak ada kepanikan atau kemarahan dari pemerintah, kendati Penghinaan dan upaya pembunuhan karakter yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo nyaris tak berkesudahan"

  • Kamis, 29 Nov 2018 19:59

    Survei: 77,05 Persen Masyarakat Sumut Sudah Mantapkan Pilihan Capres

    Indopol Survey & Consulting merilis hasil penelitian mereka terkait peta kekuatan Capres-cawapres menjelang Pemilu 2019 di Sumatera Utara. Salah satu hasil yang terungkap adalah 77,05 persen masya

  • Kamis, 29 Nov 2018 17:29

    Survei: Jokowi-Ma'ruf Menang Di 21 Kabupaten/Kota di Sumut

    Indopol Survey & Consulting, merilis hasil survei Pilpres 2019, yang mereka lakukan di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 24 Oktober s.d 15 Nopember pekan lalu. Hasilnya pasangan Capres

  • Kamis, 29 Nov 2018 03:29

    Pengukuhan Jokowi Sebagai Pemimpin Muslim Dunia Yang Berpengaruh

    Presiden RI Joko Widodo dinobatkan menjadi salah satu tokoh muslim yang berpengaruh di dunia.

  • Senin, 26 Nov 2018 03:26

    Gaya kepemimpinan Soeharto bakal ditiru Prabowo, baik kah?

    Sedang booming soal ucapan Titiek Soeharto yang menyatakan bahwa jika Prabowo memenangkan pilpres maka gaya pemerintahan yang akan diberlakukan adalah gaya pemerintahan Soeharto. Seperti apa sih Soeha

  • Minggu, 25 Nov 2018 03:25

    Pentingnya Sifat Optimis Dalam Diri Pemimpin Negeri

    Kepemimpinan merupakan sebuah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari seorang pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam konteks negara, khususnya Indonesi

  • Selasa, 20 Nov 2018 17:30

    Cawapres Ma'ruf: "Beda Capres Tidak Perlu Bertengkar"

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan perbedaan pandangan politik tidak harus membuat perpecahan. Perbedaan itu harus jadi penyemangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan b

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak