Jumat, 22 Jun 2018 08:30
Iklan Paslon Paluta

Puan Maharani: Guru Penentu Pendidikan Karakter Anak

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Sabtu, 27 Jan 2018 07:27
Humas Pemprov Sumut
Menteri Puan Maharani saat berada di Medan
Selamat Puasa Paluta

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Puan Maharani melakukan Temu Ramah dengan guru-guru di sekolah Cinta Budaya di Jalan Williem Iskandar, kompleks MMTC Pancing, Medan, Jumat (26/1/2018).

Hadir juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, anggota DPR RI Sofyan Tan, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution dan sejumlah tokoh masyarakat diantaranya Sihar Sitorus, 600-an guru dari Medan, Deli Serdang, Sergai dan Tebing Tinggi.

Temu ramah mengambil tema "Peran Guru Dalam Pembangunan Karakter Bangsa" tersebut menjadi tugas bagi para tenaga pengajar (guru) untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

"Bagaimana karakter anak-anak di masa depan, tergantung pada didikan keluarga. Sedangkan sebagian besarnya, pendidikan itu diberikan oleh guru di sekolah," sebut Puan.

Menurut Puan, pendidikan karakter bagi anak bangsa merupakan hal penting sebagai faktor penentu pembangunan bangsa di masa mendatang. Karena itu, menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak didik, adalah prioritas utama bagi sekolah dan seluruh guru. "Kalau kita tidak bisa memberikan pendidikan dan tauladan kepada anak bangsa, maka mereka tidak akan bisa menjadi seperti yang kita harapkan," sebut Puan .

Selain itu, dirinya juga menekankan bahwa kegiatan upacara bendera yang menjadi rutinitas sekolah setiap Senin khususnya, terpaksa harus dijaga. Begitu juga halnya seperti menamakan nilai Pancasila, lambang negara serta memperkenalkan para pahlawan nasional. Selain itu, juga tidak kalah penting, memberikan materi yang sesuai dengan usia anak-anak.

"Kita lihat, banyak lagu-lagu yang sebenarnya disuguhkan ke anak-anak tidak pas dengan usianya. Anak sekolah itu harus disuguhkan dengan materi yang sesuai dengan usianya. Sehingga perkembangannya sesuai tahapan pertumbuhannya," katanya.

Sementara Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa penghargaan kepada guru-guru adalah kunci bagi suatu negara bisa membangun karakternya dengan baik. Hal itu dicontohkannya dari sejarah perjuangan bangsa Jepang usai dihantam bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. "Kita lihat bagaimana Negara Jepang itu menghargai guru-gurunya. Setalah dibom Amerika, yang mereka cari adalah, berapa guru yang masih hidup pasca serangan tersebut. Karena itulah kita harus berterima kasih kepada peran dan jasa para guru," jelasnya.

Editor: Tommy

T#g:Guru
Berita Terkait
  • Senin, 11 Jun 2018 18:11

    Ikatan Guru Madrasah Sumut Deklarasikan Dukungan Untuk DJOSS

    Dukungan berbagai elemen masyarakat untuk pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) terus mengalir. Sebelumnya beberapa perkumpulan serikat buruh mendeklarasikan dukunganya kepada pasangan Djarot-Sihar (DJOSS).

  • Selasa, 08 Mei 2018 23:08

    Djarot Akan Tambah Insentif Guru Honor

    Tidak hanya masyarakat di Kecamatan Sei Lepan, namun masyarakat di Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat sangat antusias menyambut kehadiran Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat.Sedikit

  • Sabtu, 05 Mei 2018 11:35

    Kantor Bupati Tapteng Didemo Guru Honorer

    Gideon Purba bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 (FHK2) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Tapteng, Jumat (4/5/2018).

  • Rabu, 11 Apr 2018 15:11

    Diduga Pungli Sertifikat Guru, Kadisdik Dairi didemo Mahasiswa

    Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Membaca (Gema-Baca) dan Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (Garansi) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan A.H Nasution Medan

  • Rabu, 28 Mar 2018 05:28

    Sihar Dorong Kawasan Hamparan Perak Jadi Daerah Khusus Sejarah

    Cawagub Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menyambangi Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Senin (26/3) siang. Di hadapan masyarakat Hamparan Perak, Sihar menilai Hamparan Per

  • Selasa, 20 Feb 2018 17:10

    Pangudi Luhur: Tidak Ada Masalah dengan SKPI Sihar

    Beberapa waktu lalu, persoalan ijazah para calon yang mengikuti konstalasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) menjadi perbincangan dan sorotan publik. Sampai-sampai, permasalahan itu dibawa-baw

  • Jumat, 16 Feb 2018 15:46

    Guru Al-Washliyah Mengadu ke Djarot-Sihar

    Sejumlah guru honorer yang bertugas di kecamatan Galang, Sumut, mengadu kepada Pasangan Calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Djarot Sihar. Mereka menyampaikan keluhan mereka tent

  • Senin, 22 Jan 2018 10:12

    Prajurit TNI Gelar Kegiatan Cimic dengan Anak-Anak Sekolah di Lebanon

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) di bawah pimpinan Letkol Inf Arfan Johan W

  • Senin, 15 Jan 2018 16:45

    Parah, Guru SD Ini Rutin Konsumsi Sabu Selepas Mengajar

    Lukman alias Pak Guru (53) perilakunya tidak menggambarkan seorang guru. Sebagai tenaga pendidik seharusnya pria yang tinggal di Jalan Irian Gang Karya Nomor 63, Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, Kecama

  • Sabtu, 30 Des 2017 10:50

    Gubernur Tetapkan Honor Guru Tidak Tetap di Sumut Rp40.000,- per jam pelajaran

    Sebanyak 2.120 guru non PNS yang mengajar di SMA Negeri dan SMK Negeri se-Kepulauan Nias menerima Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara tentang pengangkatan sebagai Guru Tidak Tetap (GTT). SK terseb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak