Kamis, 26 Apr 2018 18:27
  • Home
  • Pemilukada
  • Wanita Paruh Baya Menangis Berharap Sihar Jadi Pemimpin

Wanita Paruh Baya Menangis Berharap Sihar Jadi Pemimpin

DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 15 Apr 2018 19:15
Dok
Sihar jadi perawat dadakan di Jalan Ulayat Raya Desa Adat Kec Hamparan Perak Kab Deli Serdang, Sabtu (14/4).
Aksi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjadi perawat dadakan di pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis terhenti. Adalah jeritan tangis wanita paruh baya yang menghentikan aksinya Sihar kemudian menanyakan keluhan sakit apa gerangan yang dirasakan warga tersebut, sebelum ia mendapat pemeriksaan medis.

Wanita bernama Nurhaya itu tak kuasa menahan tangis saat mengetahui kolesterolnya tinggi. Kondisi ini sempat menarik perhatian warga lain yang tengah antre berobat. Tak ayal, hiruk pikuk pemeriksaan dan pengobatan gratis yang digelar Perempuan DJOSS For Sumut di Jalan Ulayat Raya Desa Adat Kec Hamparan Perak Kab Deli Serdang, terhenti sejenak, Sabtu (14/4/2018).




Kepada Sihar, Nurhaya mengaku bahwa kondisi yang tengah dijalaninya harus menanggung beban hidup seorang diri. Sang suami yang telah meninggal dunia, mengharuskan dirinya berjuang seorang diri menghidupkan keempat anaknya yang masih kecil. "Saya harus berjuang sendiri Pak. Saya harus menafkahi anak-anak saya yang masih kecil-kecil Pak. Suami saya meninggal dua tahun lalu," ungkap Nurhaya kepada Sihar.

Dirinya pun berharap, Sihar yang berpasangan dengan Djarot memberikan perhatian serius terhadap masyarakat yang kurang mampu. "Saya doakan Bapak memimpin Sumut ini. Saya mohon, tolonglah orang-orang seperti saya Pak. Dengan keterbatasan kondisi saya seperti ini, masih membutuhkan bantuan," harapnya.

Sihar pun mencoba menenangkan Nurhaya. Dirinya terus mengelus punggung wanita 65 tahun itu agar tenang. Sihar menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan Nurhaya dengan gula darah dalam kondisi normal, namun tidak sejalan dengan pemeriksaan kolesterol yang tinggi, disebabkan teringat dengan almarhum suaminya dan juga beban hidup yang harus ditanggungnya. Kata Sihar, kondisi ini pula yang membuat Nurhaya lupa akan kondisi kesehatannya.

"Ibu Nurhaya ini teringat suaminya yang meninggal dua tahun lalu. Membuat dia sangat sedih, kesulitan hidup yang harus ditanggung seorang diri termasuk anak pertamanya, Ririn kelas 1 SMA hanya mengikuti sekolah paket. Beban hidup ini yang membuat dia lupa akan segala sesuatu dan larut dalam kesedihan yang membuat kesehatan tidak baik," ungkap Sihar.

Katanya, pemerintah dengan kondisi ini harus hadir di tengah masyarakat. Dimana, kesehatan baik yang didapat sang ibu, juga menghasilkan kesehatan dan pendidikan yang baik bagi anak. "Warga yang baik akan menghasilkan keluarga yang baik dan akan berkontribusi bagi Sumut. Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, harus memberikan kesehatan dan pendidikan masyarakat yang baik dan lengkap," jelas Sihar.

"Edukasi tentang kesehatan harus dijalankan di masyarakat. Kita akan pertajam penetrasi sehingga warga bisa mendapatkan program sosial security yang meng-cover kesehatan," tambah pria ramah itu.

Sihar mengakui, dirinya bersama Djarot memprioritaskan kesehatan bagi masyarakat. Program kesehatan yang dirancang dengan Kartu Sumut Sehat memfokuskan masyarakat kurang mampu yang tidak masuk dalam BPJS Kesehatan. "Program kesehatan melalui kartu Sumut sehat kita memiliki anak-anak yang sehat, kuat dan pintar. Begitu juga perhatian kesehatan bagi kaum ibu-ibu," tuturnya.

Sihar menambahkan, hal yang sama juga dalam bidang pendidikan, juga menjadi perhatian utama DJOSS. Pria murah senyum itu tak menampik bahwa kondisi sekarang banyak masyarakat harus berjuang untuk bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Proses sekarang memang kita dalam kesulitan, tapi yakinkan kepada kami, bahwa kita bisa bersama-sama keluar dari kesulitan itu. Namun, anak-anak kita harus tetap sekolah. Ini akan kami implementasikan dalam Sumut Pintar. Ini membantu masyarakat dalam hal pendidikan. Anak-anak kita semua harus tetap mengenyam pendidikan mereka," pungkas Sihar.

Editor: Herda

T#g:miskin
Berita Terkait
  • Minggu, 25 Feb 2018 16:15

    Pemprovsu Berupaya Maksimal Alokasikan Anggaran PKH

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mendampingi Menteri Sosial Idrus Marham menyerahkan Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat Kota Medan di

  • Sabtu, 24 Feb 2018 10:24

    10 tahun, Sahiruddin Dg. Nompo hidupi keluarga dengan Rp16 ribu per hari

    Hijrah dari kampung halaman Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto Sulawesi-Selatan dan memilih hidup di tanah rantau, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi keputusan yang sudah sep

  • Sabtu, 09 Sep 2017 02:09

    LPM Unimed Bekali Ekonomi Produktif Anak Jalanan

    Unimed sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi di Sumatera Utara tidak ingin berada di menara gading dengan program-program yang hanya menyentuh pendidikan tingkat tinggi.

  • Minggu, 30 Jul 2017 12:20

    Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

    Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar

  • Selasa, 25 Agu 2015 10:54

    Satgas Indobatt Bangun 3 Pompa Air di Wilayah Darfur, Afrika

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid (United Nations African Union Mission In Darfur) membangun 3 (tiga) Pomp

  • Kamis, 23 Apr 2015 20:14

    Wali Kota Salurkan Bantuan Beras 16 Ton pada Warga Kurang Mampu

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menyerahkan bantuan beras kepada 1.600 warga kurang mampu di jalan Berlian Sari, kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kamis (23/4). Bantuan beras s

  • Jumat, 06 Mar 2015 22:04

    Pemko Tebingtinggi Latih Warga Pra Sejahtera Buat Keset Kaki

    Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja setempat melatih 50 orang warga pra sejahtera yang masuk dalam kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) membuat kerajinan keset

  • Sabtu, 06 Sep 2014 18:26

    Pameran Rumah Rakyat 2014 di Medan tanggal 11-19 September nanti

    Kementerian Perumahan Rakyat menggelar Pameran Rumah Rakyat sepanjang pertengahan akhir 2014 di berbagai daerah dengan tujuan menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah guna lebih mudah dalam memilik

  • Senin, 22 Jul 2013 08:40

    90% Keluarga di China Punya Rumah Sendiri

    Demikian temuan hasil survei yang dilakukan Institut Ilmu Sosial, Universitas Peking yang dipublikasikan baru-baru ini.Menguti hasil survei tersebut, kantor berita Xinhua melaporkan lebih dari 10% rum

  • Rabu, 22 Mei 2013 09:52

    4.500 Warga Miskin Direncanakan Dapat Beras Gratis

    Pemerintah Kota Medan berencana melakukan program penyaluran beras peduli bagi 4.500 kepala keluarga yang kurang mampu di Kota Medan yang tidak mendapatkan jatah beras miskin.     Menur

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak