Minggu, 22 Jul 2018 15:59
  • Home
  • Pemilukada
  • Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Sihar Ajak Masyarakat Berpikir Rasional

Sikapi Isu SARA dan Berita Hoax, Sihar Ajak Masyarakat Berpikir Rasional

DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 17 Apr 2018 10:47
Dok
Sihar Sitorus menghadiri deklarasi Relawan Horas Indonesia di Wisma Mahinna Center, Minggu (15/4/2018).
Cawagub Sumatera Utara, Sihar Sitorus, mengajak masyarakat waspadai isu Suku Agama Ras dan Antar-golongan (SARA) dan berita hoax yang muncul. Namun, ia meyakini bahwa masyarakat saat ini sangat bijaksana dan rasional menyikapi kedua hal tersebut.

Hal tersebut dikatakan Sihar saat menyampaikan sambutan dalam deklarasi Relawan Horas Indonesia di Wisma Mahinna Center, Jalan Rela, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (15/4/2018) sore. 

"Saya dengar berita hoax yang muncul dan disebarkan soal putra daerah dan Pak Djarot yang dijadikan menteri. Ini semua tidak mendasar, tidak rasional," ungkap Sihar.

Pria berkacamata itu pun mengajak para relawan untuk berpikir logika. Ketika mereka dicalonkan memimpin Sumut dan tiba-tiba Djarot ditunjuk oleh Presiden RI Jokowi Widodo menjadi menteri dan menyerahkan kepemimpinan Sumut kepada dirinya, ini di luar logika. 

"Mari kita bongkar logikanya. Bayangkan, untuk menjadi pemimpin daerah, harus memberikan kemampuannya 1.000 persen untuk daerahnya. Kenapa berita hoax-nya bukan saya yang jadi menteri? Atau saya dan Pak Djarot menjadi menteri? Yang pasti, kami berdua mengabdi untuk Sumut. Ini gosip, hoax yang jangan didengar," jelasnya.

Maka dari itu, Sihar mengajak masyarakat berpikir rasional. Sumut yang berada posisi keempat terbesar nasional, sepatutnya dipimpin oleh pemimpin yang memiliki wawasan dan pengalaman yang luas. "Saya ingin memberikan edukasi, bahwa Sumut adalah provinsi terbesar keempat nasional. Artinya, Sumut ini membutuhkan pemimpin yang berwawasan nasional dan berwawasan rasional. Karena Sumut berpeluang menjadi lirikan investor internasional, serta wisatawan internasional," tegas Sihar.

Sebelumnya, Ketua Umum Djarot-Sihar Institute, M Salim Simangunsong mengatakan para Relawan Djarot-Sihar (DJOSS) sepakat untuk menyikapi isu SARA dan berita hoax dengan arif dan bijaksana. Para relawan pun siap mengawal dan mengantarkan DJOSS memimpin Sumatera Utara periode 2013-2023 mendatang.

Diyakininya, masyarakat Sumatera Utara pun sudah bijak menyikapi isu SARA yang muncul dan mengarah kepada paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut. "Isu SARA belakangan ini muncul, saya kira kita harus arif dan bijaksana menyikapi itu. Kita jangan terbawa arus isu yang muncul yang akhirnya merugikan paslon yang kita usung ini. Begitu juga masyarakat, saya kira pintar dan tak bisa dipecah belah," ungkapnya.

Ia menambahkan, sepatutnya masyarakat Sumut berterima kasih kepada paslon yang mengusung tagline 'Semua Urusan Mudah dan Transparan' itu. Sebab, Djarot yang sarat pengalaman dalam memimpin, yakni menjadi Wali Kota Blitar dan Wakil Gubernur dan Gubernur DKI Jakarta, bersedia untuk memimpin Sumut. "Begitu juga dengan Pak Sihar yang mengambil risiko keluar dari zona nyamannya. Pengalamannya sebagai pengusaha dan juga menggeluti dunia sepakbola nasional patutnya menjadi bagian terdepan perubahan Sumut," yakin Salim.

Dirinya pun mengajak seluruh relawan DJOSS untuk merapatkan barisan dan satukan visi misi mengantarkan Djarot-Sihar memimpin dan melakukan perubahan Sumut ke depannya. "Tinggal hitungan minggu kita menentukan siapa pemimpin Sumut ke depannya. Mari kita bekerja sama, kita pejuang perubahan, masa depan Sumut," pungkasnya.

Pada deklarasi tersebut, para relawan yang tergabung dalam Horas Indonesia se-Sumatera Utara sepakat memenangkan DJOSS menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023 mendatang. Sihar juga diberikan ulos sebagai tanda dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi pemimpin provinsi ini.

Editor: Herda

T#g:hoax
Berita Terkait
  • Senin, 02 Jul 2018 21:02

    Kapuspen TNI: Satuan Penerangan TNI Merupakan Pilar Penting Dalam Komunikasi Publik

    Tugas TNI khususnya Satuan Penerangan TNI sebagai public relations yang merupakan salah satu pilar penting dalam komunikasi publik dalam upaya menciptakan citra positif TNI. Demikian disampaikan Kapus

  • Jumat, 08 Jun 2018 12:38

    Mengapa Djarot Sihar Terus Diserang Hoax?

    Sejak ditugaskan sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Sihar seperti tak putus dirundung fitnah dan hoax. Alasannya sangat sederhana, pasangan ini berbahaya bagi kelompok tu

  • Minggu, 27 Mei 2018 08:27

    Ponpes Cadangpinggan Adakan Tausiyah Kebangsaan Untuk Keutuhan NKRI

    Dalam upaya untuk terus menguatkan persatuan NKRI, Ponpes Cadangpinggan, Indramayu dan Komunikonten mengadakan Tausiyah Kebangsaan dengan tema "Santri Melawan Hoax dan Penyalahgunaan isu SARA Untuk Ke

  • Minggu, 29 Apr 2018 03:29

    Pemilu yang semarak dan anti hoax berbasis transparansi informasi

    Diskusi publik yang berjudul "Peran Pers Dalam Mewujudkan Kampanye Pemilu Damai", telah diselenggarakan pada hari Kamis 26 April pukul 13.00-15.30 di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5 Kota Bandung.

  • Rabu, 11 Apr 2018 20:11

    Walikota Buka Diskusi Menjaga Kerukunan dan Antisipasi Ujaran Kebencian SARA di Medsos

    Walikota Tebing Tinggi Ir.H.Umar Zunaidi Hasibuan, MM membuka resmi kegiatan menjaga kerukunan dan antisipasi ujaran kebencian SARA di media sosial, Selasa (10/4) bertempat di Aula Kemenag Kota Tebing Tinggi.

  • Rabu, 28 Mar 2018 09:48

    Media diharapkan berperan ciptakan Pilkada Damai Sultra

    Kendari Focused Group Discussion (FGD) oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Lembaga Studi Informasi Strategid Indonesia (LSISI), Selasa, mengharapkan

  • Selasa, 27 Mar 2018 04:27

    Bersama melawan hoaks yang merajalela

    Kemudahan dalam menyebar maupun mengakses segala informasi melalui media online, merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang terus berkembang dari masa ke masa. Tidak dapat dipungkhiri bahwa kemajua

  • Sabtu, 24 Mar 2018 09:04

    Akan Diadakan di Gedung Dewan Pers, Diskusi Upaya Konkrit Media Online Melawan Hoax dan Politisasi SARA

    Social Media for Civic Education (SMCE) akan mengadakan diskusi dengan tema "Menakar Upaya Konkrit Media Online dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA untuk Persatuan NKRI". Kegiatan ini akan dih

  • Jumat, 23 Mar 2018 07:33

    Media Ujung Tombak Perang Lawan HOAX dan Cegah PolItisasi SARA

    Media selain berperan menyebar informasi, juga diharapkan menjadi ujung tombak perang melawan HOAX yang sudah sangat akut dan membahayakan saat ini, disamping itu media juga dapat mencegah politisasi

  • Senin, 19 Mar 2018 03:59

    Sebar Hoax Megawati Larang Azan, PNS Guru SMA di Tanjungbalai Minta Maaf

    Rukiyah, Ibu Guru SMA berstatus PNS di Pematang Pasir, Tanjung Balai, Lampung, meminta maaf kepada PDIP karena menyebarkan berita palsu alias hoax tentang Megawati Soekarno Putri. Seperti apa?Akun Twi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak