Minggu, 25 Feb 2018 17:03
  • Home
  • Pemilukada
  • Meski Beda Pilihan, Kondusifitas Sumut Harus Jadi Contoh pada Pilkada 2018

Meski Beda Pilihan, Kondusifitas Sumut Harus Jadi Contoh pada Pilkada 2018

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rls
Selasa, 01 Agu 2017 22:31
Dibaca: 396 kali
Dok
Gubernur Sumatera Utara dan Forkompimda bergandeng tangan menyukseskan Pemilukada 2018

Kondusifitas yang ada di Sumatera Utara (Sumut) khususnya pada saat momentum politik diharapkan bisa jadi contoh bagi daerah lain agar keberagaman dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga meskipun punya berbeda pilihan dan golongan.

Karenanya Gubsu Tengku Erry Nuradi berharap, pengalaman sebelumnya dalam pelaksanaan pesta demokrasi menjadikan Pilkada/Pilgub 2018 mendatang berlangsung sukses.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Erry Nuradi pada acara Coffee Morning Pilkada Serentak 2018, dengan tema 'Kita Ciptakan Sinergitas Pengamanan Guna Suksesnya Pilkada Gubernur dan 8 Kabupaten/Kota di wilayah Sumut' di Aula Tribrata Mapolda Sumut Medan, Senin (31/7/2017).

Hadir pada kesempatan itu Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw beserta jajarannya, Pangdam I/BB Mayjen TNI Cucu Sumantri, Ketua KPU Sumut Mulia Banurea beserta jajaran, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan dan jajaran, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Ketua MUI, Ketua FKUB, sejumlah Kepala Daerah dan para Kapolres serta undangan. Sementara Gubernur didampingi Kepala Badan Kesbangpolinmas Suriadi Bahar, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Agus Tripriyono, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Ilyas Sitorus.

"Tentu kita berharap bagaimana Pilkada yang akan kita laksanakan ini, menggembirakan. Karena yang namanya pesta, tentu harus gembira. Sumut sendiri sudah pengalaman menggelar Pilkada, pada 2015 kita terbanyak (23 daerah), 2017 paling sedikit (2 daerah) dan pada 2018 mendatang, ada 8 kabupaten/kota. Jadi kami ucapkan terimakasih atas kesediaan Kapolda menggelar Coffee Morning ini," ujar Erry.

Diakui Erry, anggaran yang disediakan dari APBD Sumut untuk Pilgub dan Pilkada 8 kabupaten/kota se-Sumut, tidak sedikit. Sebab untuk pemilihan, masih menggunakan kertas suara. Dari total sekitar Rp1,2 triliun, anggaran tersebut akan dibagi untuk tiga peruntukan yakni KPU, Bawaslu dan Keamanan. Sementara sudah disepakati untuk KPU sebesar Rp855 miliar.

"Anggaran ini sudah dihemat dari pengusulan sebelumnya, karena ada 8 kabupaten/kota yang juga menggelar Pilkada, sehingga bisa dikurangi," sebut Erry yang menyampaikan anggaran untuk Bawaslu Sumut sebesar Rp233 miliar.

Dengan besarnya pembiayaan, Gubenur Erry berharap dalam pelaksanaan Pilkada serentak nantinya, bisa berlangsung sukses. Sebab bukan hanya persoalan anggaran, tetapi yang paling penting dan mahal adalah bagaimana kebersamaan dan kekompakan masyarakat bisa terjaga. 

"Yang paling mahal adalah kekompakan kita bisa terjaga. Jangan sampai karena beda pilihan, hubungan menjadi kurang baik. Apalagi kita kan sudah pengalaman sejak 2005. Sehingga kondusifitas Sumut sebagai negeri berbilang kaum, bisa jadi contoh bagi provinsi lain di dalam keberagaman dan demokrasi," tegas Erry.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw berharap ada masukan dan informasi tentang kendala dan kesiapan seluruh pihak terkait dalam menghadapi pesta demokrasi yang akan datang. Sebab pengalaman di Pilkada DKI menunjukkan ada sebuah potensi menguatnya pertarungan entitas yang harus diantisipasi agar tidak terjadi di Sumut.

"Kita mencermati apa yang menjadi pikiran Gubernur dan seluruh pihak terkait, hanya itu inti dari pertemuan ini. Yang pastinya kita siap mendukung proses demokrasi yang berlangsung pada Pilkada 2018," jelasnya.

Ketua KPU Sumut Mulia Banurea menyampaikan, besarnya anggaran Pilkada serentak dikarenakan untuk bahan kampanye serta acara debat kandidat, keduanya difasilitasi oleh KPU melalui anggaran yang sudah disusun. Sehingga terjadi pembengkakan jumlah biaya yang dibebankan kepada negara yang dalam hal ini Pemprov Sumut.

"Kita berharap partisipasi pemilih bisa mencapai dua kali lipat dari sebelumnya. Kalaupun tidak bisa optimal sampai 80 persen, paling tidak 78,5 persen tingkat partisipasi," ujarnya.

Sedangkan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan menyampaikan pihaknya saat ini juga tengah merekrut anggota Panwaslu 33 kabupaten/kota. Namun ada beberapa daerah yang belum menganggarkan dana untuk pengawasan khusus 8 daerah yang menggelar Pilkada.

Dari 8 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2018, baru 5 daerah yakni Deli Serdang, Batubara, Dairi, Palas dan Taput yang sudah mengkonfirmasi ketersediaan anggaran APBDnya. Sedangkan Langkat dan Padang Sidempuan belum memberikan keterangan, serta Paluta yang baru mengalokasikan sebesar Rp200 juta.

Editor: Sam

T#g:pilgubsu
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Feb 2018 17:45

    Gubsu Hadiri Deklarasi Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA pada Pilgub Sumut

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menghadiri deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang serta Politisasi SARA pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut 2018.Acara yang digelar Bawaslu Sumut tersebut berlangsung

  • Kamis, 15 Feb 2018 07:45

    Panwaslih Humbahas Deklarasikan Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

    Panwaslih Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) deklarasikan tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang berintegritas bertempat di Wisma Katolik Doloksanggul, Rabu (1

  • Rabu, 14 Feb 2018 05:04

    Dua Untuk Sumut dan Jokowi Dua Periode

    Setelah ditetapkan menjadi pasangan nomor urut dua dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut), pasangan Djarot-Sihar merasa sangat beruntung. Pasangan yang akrab disapa Djoss

  • Selasa, 13 Feb 2018 16:53

    Gubsu & Kapolda Tandatangani NPHD Pengamanan Pilkada Serentak 2018 Senilai Rp130 Miliar

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemprov Sumut untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumut 2018.Penandatanganan itu dilakukan bers

  • Selasa, 13 Feb 2018 07:43

    Batalnya Pencalonan Incumbent Hingga Gagalnya J.R Saragih, Eko Marhaendy: Konspirasi Politik Telah Menciderai Demokrasi

    Bukan kali pertama kabar "mengejutkan" mewarnai tahun politik di Sumatera Utara jelang pemilihan kepala daerah.

  • Kamis, 08 Feb 2018 18:28

    Gubsu Harapkan Pilkada 2018 Benar-benar Pesta Rakyat

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 8 kabupaten/kota secara serentak di Sumut tahun 2018 ini, benar-benar pes

  • Jumat, 26 Jan 2018 19:06

    Tengku Erry Yakin Sosok Plt Gubsu Usai 17 Juni Pilihan Terbaik

     Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan sosok Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu yang bakal menggantikan dirinya merupakan yang terbaik pilihan dari pemerintah pusat."Jabatan saya berakhir tanggal 17 Jun

  • Minggu, 14 Jan 2018 17:14

    Daftar di Pilgub Sumut, Djarot Langsung Diserang Kampanye Hitam

    Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat langsung mendapat serangan black campaign sesaat setelah mendaftar di KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

  • Minggu, 14 Jan 2018 09:54

    Jelang Pilgubsu, Warga Palas Minta Jalan Provinsi Segera Diperbaiki

    Jelang pesta demokrasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018, warga masyarakat di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) berharap besar, agar jalan Provinsi y

  • Minggu, 07 Jan 2018 17:57

    Sah.. SBY Umumkan JR Saragih-Ance Selian untuk Pilgubsu 2018

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono resmi mengumumkan JR Saragih-Ance Selian bertarung di Pemilihan Gubernur Sumut 2018.Pengumuman ini dilaksanakan di Kantor DPP Partai Demokrat di kaw

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak