Kamis, 13 Des 2018 07:46

Curhatan Guru Honorer Labusel Tentang Perjuangannya

Labusel (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 11 Mar 2018 15:11
Dok
Sihar mendengar keluhan seorang guru honorer di Labusel

Usai berkeliling di pasar tradisional Aek Nabara, Rantauprapat, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (10/3), Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut Sihar Sitorus berjalan kaki menelusuri jalan lintas Aek Nabara-Negeri Lama.

Di tengah perjalanan, Sihar berhenti sejenak di salah satu warung tenda yang menyediakan cendol. Jika biasanya Sihar singgah ditemani puluhan relawan, kali ini Sihar hanya masuk ke warung tersebut ditemani seorang stafnya.

Di warung tenda itu Sihar duduk dan meminta segelas cendol dingin, dan duduk di hadapan seorang perempuan muda yang juga sedang menikmati segelas cendol. Sihar pun menyapa perempuan yang diketahui bernama Mayani Rumapea. Warga Kecamatan Pangkalan, Kampung Padang itu ternyata seorang guru honorer yang mengabdi di salah satu sekolah Dasar di Kampung Bangun Kecamatan Kampung Rakyat Labusel.

Setelah memperkenalkan dirinya, guru honorer itu menceritakan bahwa sebagai guru honorer, perbulannya ia mendapatkan gaji Rp800 ribu. Mayani mengatakan, jika dilihat dari ukuran kebutuhan hidup, maka honor tersebut tidaklah cukup.

Karena itu, dia setiap bulannya ditopang bantuan dari oppungnya agar dapat mengabdi sebagai guru. "Saya harus terus mengabdi, karena saya guru. Kalau dari segi pendapatan sangat kurang. Tetapi saya punya tanggungjawab moral untuk terus mengajar," katanya.

Mayani berharap, agar pemerintah membantu operasional mereka. Sebab mereka adalah tenaga pengajar yang mengabdikan diri untuk para Siswa. "Kalau harapan kami, ada bantuan nantinya kepada kami pak. Agar kami dapat terus mengabdi. Mengabdi sebagai guru honorer untuk mendidik anak-anak di daerah Sumut," ujarnya.

"Angka gaji kami itu sangat kecil, sehingga kami berharap kelak apabila Djarot-Sihar terpilih, mereka memikirkan nasib kami. Mungkin nanti kami bisa dibantu dari APBD Provinsi," terangnya.

Menyikapi hal itu, Sihar mengatakan, mereka sedang mempersiapkan program pendidikan di daerah. Termasuk program pemaksimalan pengembangan dan memperjuangkan nasib para guru tersebut. Karena DJOSS berkomitmen membangun Sumut agar rakyat tidak bodoh, tidak lapar dan tidak sakit. "Gimana rakyat pintar kalau gurunya tersiksa. Jadi ini akan kita perjuangkan bersama," ujar Sihar.

"Karena dasar dari pendidikan ada pada guru yang menerapkan ilmu. Jika guru mengabdikan diri, maka kita harus menghargai pengabdian itu," tandasnya.
Editor: Herda

T#g:Honorer
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 25 Nov 2018 11:55

    Apakah Guru Masih Mampu Menjadi Pondasi Dalam Dunia Pendidikan Dan Negara?

    Guru merupakan salah satu faktor paling penting untuk menciptakan generasi-generasi penerus bangsa. Untuk dapat menciptakan generasi-generasi bangsa, guru harus mampu "di depan memberi contoh, di teng

  • Jumat, 23 Nov 2018 10:23

    Guru Honorer Sebagai Komoditas Politik

    Berdasarkan data dari Kemenpan RB, sejak 2005 hingga 2013 pemerintah telah mengangkat langsung 1,1 juta pegawai honorer menjadi PNS. Jumlah tersebut merupakan 25% dari keseluruhan PNS yang ada di Indo

  • Rabu, 14 Nov 2018 18:54

    FGHS Sarankan Pengurangan PTT di Kabupaten Simalungun Dikaji Ulang

    Ganda Armando Silalahi, Ketua Forum Guru Honorer Simalungun (FGHS) menyarankan agar pengurangan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pemerintahan Kabupaten Simalungun dapat dikaji ulang. Hal ini diungkapkan o

  • Jumat, 28 Sep 2018 11:58

    Sapma PP: Telantarkan Guru Honorer, JR Saragih Seperti Tidak Pernah Sekolah

    Sabaruddin Sirait, SH Ketua Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Simalungun, menyatakan jeritan Guru Honorer di Kabupaten Simalungun merupakan persoalan yang sudah

  • Selasa, 24 Apr 2018 19:44

    Mendagri akan beri sanksi Gubernur yang melanggar aturan

    Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa dirinya akan memberikan sanksi jika memang ada Gubernur yang melanggar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Republik Ind

  • Selasa, 24 Apr 2018 16:34

    FITRA Sumut Nilai Biro Humas Langgar SE Mendagri No. 814.1/169/SJ

    Setelah kurang lebih dua bulan terakhir mempelajari tentang pengadaan tenaga pendukung yang dilakukan oleh Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, akhirnya Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran

  • Kamis, 28 Des 2017 08:38

    Tetapkan UMK Rp2,1 Juta, Walikota Akui Gaji Honorer Tebingtinggi Hanya Rp1,3 Juta

    Walikota H. Umar Zunaidi Hasibuan mengumumkan Upah Minimum Kota (UMK) Tebing Tinggi tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp 173.462 atau 8,71% dari tahun sebelumnya."Berdasarkan Surat Keputusan Guber

  • Senin, 18 Des 2017 16:18

    Tengku Erry Jelaskan Soal Honor Guru Tidak Tetap & Non PNS

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menyerahkan Surat Keputusan (SK) penugasan untuk ribuan guru tidak tetap (GTT)/non PNS Serdang Bedagai dan Simalungun, Sabtu (16/12/2017). Para tenaga pengajar itu pun diminta

  • Kamis, 07 Des 2017 17:27

    Guru Honorer Paluta Tuntut jadi Pegawai Definitif

    Puluhan guru honorer menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pendidikan Paluta, Kamis (7/12/2017).

  • Rabu, 29 Nov 2017 19:49

    Kepsek SDN 0215 Diduga pecat guru honor yang cuti melahirkan

    Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 0215 Pasar Binanga, Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Kabupaten Padang Lawas (Palas), diduga telah melanggar aturan dalam Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketena

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak