Selasa, 17 Jul 2018 10:39
  • Home
  • Pemilukada
  • Berbalik.... Survey Terkini, Djarot-Sihar Tinggalkan ERAMAS dengan selisih 5,6%

Berbalik.... Survey Terkini, Djarot-Sihar Tinggalkan ERAMAS dengan selisih 5,6%

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 10 Mei 2018 18:30
Dok Pribadi
Survey Pilkada.org
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam survei di media sosial, yang dilakukan di website http://pilkada.org/survey/

Amatan media ini, per hari Rabu tanggal 9 Mei 2018, pukul 11.50 wib, Djarot-Sihar meraih 52,8% suara mengalahkan pasangan Edy-Musa yang dipilih oleh 47,2% netizen.

Menanggapi hal ini, pegiat media sosial, Eko Marhaendy, yang terkenal dengan video viralnya berjudul "Kombur Politik Warkop Konstituen," menyatakan keunggulan ini sebagai titik kulminasi dari menguatnya partisipasi 'undecided voter' yang mulai memberikan keputusan. "Netizen itu kan bisa diklasifikasikan sebagai 'pemilih cerdas,' meski tidak bisa digeneralisir" jelasnya pada media ini, Kamis (10/5/2018).

"Mereka lebih berpeluang melakukan analisa dan perbandingan karena banyak membaca dan menerima informasi," tambah Eko lagi.

Menurut Eko, angka 'golput' sebenarnya lebih banyak disumbangkan oleh 'pemilih cerdas' dibandingkan masyarakat awam yang lebih pragmatis. Mereka sering mengasumsikan pilihan politik sebagai kesia-siaan karena tidak ada perubahan berarti yang bisa dbuat para pelakunya. Ia menegaskan fenomena meningkatnya elektabilitas Djarot-Sihar sebagai perulangan dari situasi Pilpres 4 tahun silam. "Dulu Jokowi juga kan banyak diserang berbagai isu yang membuat elektabilitasnya menurun. Tapi ada harapan baru untuk untuk Indonesia pada diri Jokowi, situasi itu yang pada akhirnya mendongkrak partisipasi pemilih sehingga kondisinya berbalik arah" jelas Eko.

"Hasil survei beberapa bulan terakhir memang sangat riskan, elektabilitas Djarot-Sihar masih berada di bawah Edy-Ijeck. Situasi itulah yang mendorong undecided voter (Netizen) mengambil keputusan yang mempengaruhi peningkatan elektabilitas Djarot-Sihar," pungkasnya.



Sebelumnya, 4 lembaga survey yang melakukan penelitian terhadap potensi kemenangan Pasangan Calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Sumatera Utara, memperlihatkan bahwa elektabilitas Djarot-Sihar, terus mengalami peningkatan.

Hal ini berbeda dengan elektabilitas pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang masih terbilang kumulatif. Dalam survey terakhir yang baru diumumkan lembaga riset PRC, elektabilitas DJOSS berada di angka 38,4 persen. Selisih 10,3 persen dengan ERAMAS yang berada di angka 48,7 persen.

Dan yang paling akhir hasil survey dari lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang diekspos oleh perwakilannya, Ade Mulyana, pada 27 April 2018, selisihnya ERAMAS vs Djarot-Sihar hanya tinggal 10%.



Hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan yang mengatakan, ektabilitas Edy Rahmayadi, yang tinggi sejak awal kini tidak kelihatan lagi. "Karena, Djarot berhasil mengidentifikasi kelemahan yang ada pada mereka. Dan adanya faktor eksternal yang turut mempengaruhi suara Djarot, yakni Relawan Jokowi," kata Dadang, Jumat (20/4).

Lebih jauh lagi, menurut Dadang, Pasangan ERAMAS seperti tidak punya strategi lain selain strategi agama. "Jadi mereka kehilangan variabel-variabel pengaruh yang lain. Jadi hanya satu variabel saja yang dominan. Dan itu, seolah-olah kalau menurut yang kita lihat, terjebak pada opini yang dikembangkan di tengah-tengah masyarakat, bahwa satu-satunya cara agar ERAMAS bisa menang adalah dengan isu agama," ujarnya.

Editor: Herda

T#g:Eko Marhaendysurvey
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Jun 2018 20:12

    Survei Terbaru, Djarot-Sihar Unggul

    Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) nomor urut 2, mengungguli Edy Rahmayadi-Musa Rajeck Shah (Eramas) nomor urut 1, beberapa hari menjela

  • Kamis, 31 Mei 2018 08:31

    HIMMAH Tebing Tinggi Ajak Generasi Muda Perangi Terorisme

    Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak generasi muda untuk berperan aktif perangi aksi terorisme di Indonesia.

  • Jumat, 20 Apr 2018 21:30

    Pengamat: Relawan Jokowi Jadi Faktor Trend Elektabilitas DJOSS Menanjak

    Dari empat lembaga survey yang melakukan survey Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendapat trend positif. Dari survey itu, elektabilitas Djarot-Sihar, ter

  • Sabtu, 24 Mar 2018 06:34

    Pemimpin Jujur Bersih lebih diinginkan daripada Tegas Berwibawa

    Masyarakat Sumatera Utara lebih menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih dibandingkan yang tegas dan berwibawa.

  • Selasa, 13 Feb 2018 07:43

    Batalnya Pencalonan Incumbent Hingga Gagalnya J.R Saragih, Eko Marhaendy: Konspirasi Politik Telah Menciderai Demokrasi

    Bukan kali pertama kabar "mengejutkan" mewarnai tahun politik di Sumatera Utara jelang pemilihan kepala daerah.

  • Senin, 04 Des 2017 07:04

    Survey: PDIP 30,2 persen, Golkar 12,5 persen, Gerindra 10,8 persen

    Indo Barometer merilis hasil survei mengenai sosok potensial di Pilpres 2019 mendatang. Berkaitan dengan itu, tidak mau ketinggalan dengan lembaga survei lainnya, Indo Barometer juga merilis hasil ele

  • Kamis, 14 Sep 2017 05:34

    Rumah Konstituen: Petahana Masih Diunggulkan Netizen

    Ada yang unik dari poling Rumah Konstituen yang mengambil tema "Memetakan Masa Depan Pembangunan di Sumatera Utara: Survei Harapan Netizen Melalui Pilgub 2018."

  • Sabtu, 19 Agu 2017 07:49

    Jokowi samakan kompetisi Paskibraka dengan persaingan negara

    Menurut Presiden Jokowi, mereka yang terpilih sebagai anggota Paskibraka adalah yang terbaik dari proses seleksi berjenjang yang cukup panjang. Mulai dari seleksi di Kabupaten Kota, naik ke Provinsi.

  • Senin, 10 Jul 2017 08:20

    The Research on the Image of the Caliphate Ideological and Political Doctrine and HTI by SMRC

    Various analysis tend to conclude the Caliphate ideological and political doctrine is the political system to be implemented by ISIS in Syria and Iraq now.

  • Kamis, 06 Jul 2017 06:56

    The Lastest Survey of SMRC is too earlier

    A survey released on Thursday suggests that the Jakarta gubernatorial election has not significantly altered the national political map ahead of the 2019 presidential and legislative elections.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak