Jumat, 20 Jul 2018 19:34
  • Home
  • Pemilukada
  • Batalnya Pencalonan Incumbent Hingga Gagalnya J.R Saragih, Eko Marhaendy: Konspirasi Politik Telah Menciderai Demokrasi

Batalnya Pencalonan Incumbent Hingga Gagalnya J.R Saragih, Eko Marhaendy: Konspirasi Politik Telah Menciderai Demokrasi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rls
Selasa, 13 Feb 2018 07:43
Dok Rumah Konstituen
Eko Marhaendy
Bukan kali pertama kabar "mengejutkan" mewarnai tahun politik di Sumatera Utara jelang pemilihan kepala daerah.


Setelah T. Erry Nuradi batal dicalonkan oleh partai pengusungnya; belakangan J.R Saragih dikabarkan gagal maju sebagai Calon Gubernur.

Berdasarkan Rapat Pleno terbuka KPU Sumatera Utara (12/2), pasangan J.R Saragih-Ance Selian dinyatakan tidak lolos karena terganjal persoalan ijazah. Kabar yang beredar menyebutkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menganulir legalisir ijazah JR Saragih yang berujung pada kegagalan pencalonannya.

Dua persoalan tersebut mengundang perhatian Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, Eko Marhaendy, berkomentar. Ia menyebut peristiwa itu sebagai "konspirasi politik" yang menciderai demokrasi.

"Banyak yang memprediksi pertarungan Pilgub di Sumatera Utara akan terjadi head to head sehingga rentan pergesekan karena lebih 'panas.' Tapi, persoalan yang paling krusial bukan di situ, ada yang jauh lebih prinsipil," terangnya.



Menurut Eko, tak banyak yang sadar bahwa demokrasi di Sumatera Utara sedang "terancam" sejak dibatalkannya pencalonan T. Erry Nuradi oleh partai pengusung. Keadaan itu semakin diperburuk dengan keputusan KPU Sumatera Utara yang tidak meloloskan pasangan JR. Saragih-Ance Selian karena permasalahan legalisir ijazah yang sangat debatebel.

"Di mana pun negara demokrasi di dunia ini, incumbentitu semestinya memiliki privilege untuk diusung kembali," papar Eko. 

"Lihat misalnya pencalonan Obama yang dilakukan melalui konvensi oleh Partai Demokrat pada periode pertama, kemudian diusung secara otomatis tanpa konvensi pada periode berikutnya," tambahnya lagi.

Terkait dengan gagalnya pasangan JR. Saragih-Ance Selian akibat legalisir ijazah, Eko justeru melihatnya sebagai "kebobrokan" KPU.

"JR. Saragih itu kan Bupati dua periode, dipilih dengan mekanisme demokrasi yang melibatkan KPU sebagai penyelenggara. Terlalu naif kalau hanya sekedar legalisir; tapi kalau ijazahnya yang dianggap bermasalah, bagaimana bisa KPU menetapkannya sebagai Bupati?" tanya Eko.

Lebih dari sekedar pernah menjabat Bupati, Eko juga menganggap kurang masuk di akal mempersoalkan keabsahan ijazah JR. Saragih mengingat ia merupakan lulusan akademi militer. "Apa mungkin JR Saragih mendaftar ke Akmil dengan ijazah yang bermasalah?" pungkasnya.

Eko menilai, telah terjadi dictatorship yang dibungkus dengan jargon demokrasi dalam peristiwa pembatalan pencalonan incumbent dan keputusan KPU yang menganggalkan pasangan JR. Saragih-Ance Selian. Atas dasar itu, Eko kemudian mendorong tim Rumah Konstituen melakukan kajian untuk merumuskan langkah-langkah terukur yang dapat ditempuh guna menyelamatkan iklim demokrasi di Sumatera Utara.
Editor: Tommy

Sumber: https://konstituen.online/arsip/441

T#g:Eko MarhaendyPilgubsu 2018Rumah konstituen
Berita Terkait
  • Kamis, 31 Mei 2018 08:31

    HIMMAH Tebing Tinggi Ajak Generasi Muda Perangi Terorisme

    Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak generasi muda untuk berperan aktif perangi aksi terorisme di Indonesia.

  • Kamis, 10 Mei 2018 18:30

    Berbalik.... Survey Terkini, Djarot-Sihar Tinggalkan ERAMAS dengan selisih 5,6%

    Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam survei di media sosial, yang dilakukan di website http://pilkada.org/survey/

  • Minggu, 18 Mar 2018 08:58

    Pernyataan Sikap "Pilgubsu Aman dan Damai" di Kualuh Selatan

    Unsur Pimpinan Kecamatan antara  lain Mayor Tamrin Hasibuan Danramil 01/AK, Iptu Muzakir Kanit Binmas Polsek Kualuh Hulu, H. Samsul Tanjung, ST MH Camat Kualuh Selatan Hariman, Spd., Sekcam Kualu

  • Rabu, 14 Mar 2018 07:44

    KPU Deli Serdang Terima 2022 APK dari KPU Sumut

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Deli Serdang menerima Alat Peraga Kampanye (APK) untuk pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) S

  • Kamis, 15 Feb 2018 17:45

    Gubsu Hadiri Deklarasi Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA pada Pilgub Sumut

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menghadiri deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang serta Politisasi SARA pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut 2018.Acara yang digelar Bawaslu Sumut tersebut berlangsung

  • Kamis, 15 Feb 2018 07:45

    Panwaslih Humbahas Deklarasikan Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

    Panwaslih Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) deklarasikan tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang berintegritas bertempat di Wisma Katolik Doloksanggul, Rabu (1

  • Rabu, 14 Feb 2018 05:04

    Dua Untuk Sumut dan Jokowi Dua Periode

    Setelah ditetapkan menjadi pasangan nomor urut dua dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut), pasangan Djarot-Sihar merasa sangat beruntung. Pasangan yang akrab disapa Djoss

  • Selasa, 13 Feb 2018 16:53

    Gubsu & Kapolda Tandatangani NPHD Pengamanan Pilkada Serentak 2018 Senilai Rp130 Miliar

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemprov Sumut untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Sumut 2018.Penandatanganan itu dilakukan bers

  • Kamis, 08 Feb 2018 18:28

    Gubsu Harapkan Pilkada 2018 Benar-benar Pesta Rakyat

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 8 kabupaten/kota secara serentak di Sumut tahun 2018 ini, benar-benar pes

  • Jumat, 26 Jan 2018 19:06

    Tengku Erry Yakin Sosok Plt Gubsu Usai 17 Juni Pilihan Terbaik

     Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan sosok Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu yang bakal menggantikan dirinya merupakan yang terbaik pilihan dari pemerintah pusat."Jabatan saya berakhir tanggal 17 Jun

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak