Selasa, 22 Mei 2018 18:58
  • Home
  • Pemilukada
  • "Martabatisasi" Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

"Martabatisasi" Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 15 Mei 2018 19:36
bcl comm
Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut dua Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Kata 'martabatisasi' yang dipopulerkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah dalam visi misinya kini menjadi kata vital bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Baik sebagai guyonan maupun sebagai jargon dinilai memiliki multi tafsir yang sangat menyakitkan.

Hal tersebut dipaparkan salah satu penggiat sastra Juhendri Chaniago dalam bincang-bincang bersama wartawan di salah satu restoran siap saji baru-baru ini. Penggiat sastra ini mengatakan, kata yang masuk dalam visi misi pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sumut nomor urut satu tersebut menunjukkan bahwa masyarakat belum memiliki martabat sehingga harus dimartabatkan.

Karena dari segi penggunaan kata, martabat memiliki arti sebagai tingkat harkat kemanusian atau harga diri. Sehingga jika ditambah akhiran atau sufiks dalam proses penggunaan kata tersebut maka menyatakan proses menjadikan atau penambahan.

"Dengan kata lain menjadikan, atau jadi sebelumnya tidak punya martabat sehingga harus dimartabatkan. Sementara martabat sendiri tolak ukurnya banyak, apakah agama, budaya atau hukum. Sehingga martabatisasi menghasilkan multi tafsir yang sangat menyakitkan. Karena jika disebut martabatisasi maka sebelumnya masyarakat Sumut tidak punya martabat, sayangnya dengan tolak ukur yang beragam tidak jelas ukuran martabat itu apa," terang penggiat sastra, Juhendri, Senin (14/5/2018) malam.



Juhendri yang pernah menjabat sebagai ketua salah satu komunitas sastra di Medan mengatakan bahwa pada prinsipnya ada kelatahan dalam pengucapan istilah-istilah yang bertujuan politis, yang pada akhirnya istilah itu sendiri yang menjadi boomerang dalam pengembangan politik itu sendiri. Di sisi lain tolak ukur bermartabat itu sangat banyak, contohnya dari ukuran agama, yang mana masing-masing orang berbeda, demikian juga budaya yang tolak ukurnya sangat berbeda-beda.

"Mungkin dari aspek hukum saja yang bisa kita tolerir. Mengingat saat ini banyak anggota dewan dan kepala daerah terjerat kasus korupsi. Karena para anggota dewan dan kepala daerah tersebut tidak bermartabat dari aspek hukum dan undang-undang. Sementara dari aspek agama dan budaya masyarakat tidak mungkin mau disebut tidak bermartabat, karena tolak ukurnya berbeda beda sesuai agama dan budaya yang dianutnya. Sehingga akan marah jika dikaitkan dengan martabatisasi, karena tidak bisa diukur," jelasnya.

Sekadar untuk diketahui, kata martabatisasi menjadi salah satu trending topic bagi sejumlah kalangan. Bukan hanya masyarakat, Calon Gubernur (Cawagub) Sumut, Sihar Sitorus juga mempertanyakan muatan arti kata martabatisasi, koletif-simbiotik yang tertuang dalam visi misi pasangan Eramas tersebut. Pertanyaan dilontarkan oleh penggiat sepakbola tersebut kepada pasangan nomor urut satu yang selama ini mempopularkan Sumut Bermartabat sebagai jargon politiknya saat debat publik kedua yang dilaksanakan KPU.
Editor: Herda

T#g:martabatMartabatisasiEramassastra
Berita Terkait
  • Minggu, 13 Mei 2018 11:13

    Pendukung Eramas "Diturunkan" dari Panggung

    Pihak pelaksana kegiatan debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) menurunkan salah satu simpatisan pasangan nomor urut satu yang naik ke atas panggung sebelum acara debat selesa

  • Selasa, 08 Mei 2018 18:18

    Wow.... Relawan Eramas Kembali Dukung Djoss

    Relawan dan pendukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah berbalik arah dan mendukung dan mempercayakan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Situros untuk memimpin Sumatera Utara periode 2018-2023.

  • Minggu, 06 Mei 2018 07:06

    Edy Rahmayadi Akui Djoss Lebih Berpengalaman dan Ingin Belajar

    Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengakui bahwa pasangan Calon Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus adalah pasangan yang lebih berpengalaman. Pengakuan tersebut disampaikan Edy Rahmayadi saa

  • Kamis, 03 Mei 2018 03:03

    Madina Bersatu Dukung DJOSS, Goodbye Eramas

    Relawan Madina Bersatu yang semula mendukung Eramas, pindah haluan dan mendukung pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS).Pengalihan dukungan it

  • Selasa, 24 Apr 2018 10:04

    KNPI Tebing Tinggi Dukung ERAMAS

    DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tebing Tinggi, menyatakan siap memenangkan dan mendukung Pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada Pilgubsu 2018 untuk wilayah Kota Tebing Tinggi.

  • Selasa, 06 Mar 2018 17:16

    Parsadaan Munthe/Dalimunthe Deklarasi Dukung ERAMAS

    Perkumpulan marga Munthe/Dalimunthe Kabupaten Labuhanbatu sudah menentukan sikap soal Pilgub Sumut.Pada pesta demokrasi 27 Juni 2018 nanti, Parsadaan Munthe/Dalimunthe menyatakan dukungan untuk pasang

  • Minggu, 04 Feb 2018 18:14

    Kalahkan PFI 3-1, Tim IWO Melaju ke Semifinal Liga Futsal Piala Eramas

    Tim Ikatan Wartawan Online (IWO) akhirnya berhasil melaju ke babak semifinal, setelah dalam pertandingan perdelapan final, Minggu (3/2/2018), berhasil mempecundangi tim unggulan Pewarta Foto Indonesia

  • Jumat, 22 Des 2017 10:12

    "Percuma Ikuti Lelang Jabatan di Labuhanbatu"

    Proses lelang jabatan di lingkungan Pemkab Labuhanbatu diduga curang. Pasalnya, proses lelang jabatan 15 posisi jabatan esselon II yang seharusnya dilaksanakan secara profesional diduga banyak melangg

  • Minggu, 17 Des 2017 21:37

    Legalitas Penerbitan Izin Industri PKS PT MAS Aek Kota Batu Labura & PKS PPSP Pulo Padang Labuhanbatu

    Aturan perundang-undangan merupakan 'jalan kebenaran' untuk mewujudkan Kemashlahatan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat, dengan demikian menjadi suatu keharusan kepara para penerima

  • Sabtu, 04 Mar 2017 10:10

    Usman Pelly: Walau berbeda, agama dan politik tidak bertolak belakang

    Agama dan politik, meskipun memiliki karakter dan kepentingan yang berbeda, tetapi keduanya tidak bertolak belakang. Agama melihat manusia seutuhnya, dalam alam kehidupan harmoni dengan lingkungan mas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak