Rabu, 19 Sep 2018 03:24
  • Home
  • Pemilukada
  • "Martabatisasi" Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

"Martabatisasi" Memiliki Multi Tafsir yang Menyakitkan bagi Warga Sumut

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 15 Mei 2018 19:36
bcl comm
Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah dan Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut dua Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus saat acara debat publik kedua yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulya, Sabtu malam (12/5).
Kata 'martabatisasi' yang dipopulerkan pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah dalam visi misinya kini menjadi kata vital bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Baik sebagai guyonan maupun sebagai jargon dinilai memiliki multi tafsir yang sangat menyakitkan.

Hal tersebut dipaparkan salah satu penggiat sastra Juhendri Chaniago dalam bincang-bincang bersama wartawan di salah satu restoran siap saji baru-baru ini. Penggiat sastra ini mengatakan, kata yang masuk dalam visi misi pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sumut nomor urut satu tersebut menunjukkan bahwa masyarakat belum memiliki martabat sehingga harus dimartabatkan.

Karena dari segi penggunaan kata, martabat memiliki arti sebagai tingkat harkat kemanusian atau harga diri. Sehingga jika ditambah akhiran atau sufiks dalam proses penggunaan kata tersebut maka menyatakan proses menjadikan atau penambahan.

"Dengan kata lain menjadikan, atau jadi sebelumnya tidak punya martabat sehingga harus dimartabatkan. Sementara martabat sendiri tolak ukurnya banyak, apakah agama, budaya atau hukum. Sehingga martabatisasi menghasilkan multi tafsir yang sangat menyakitkan. Karena jika disebut martabatisasi maka sebelumnya masyarakat Sumut tidak punya martabat, sayangnya dengan tolak ukur yang beragam tidak jelas ukuran martabat itu apa," terang penggiat sastra, Juhendri, Senin (14/5/2018) malam.



Juhendri yang pernah menjabat sebagai ketua salah satu komunitas sastra di Medan mengatakan bahwa pada prinsipnya ada kelatahan dalam pengucapan istilah-istilah yang bertujuan politis, yang pada akhirnya istilah itu sendiri yang menjadi boomerang dalam pengembangan politik itu sendiri. Di sisi lain tolak ukur bermartabat itu sangat banyak, contohnya dari ukuran agama, yang mana masing-masing orang berbeda, demikian juga budaya yang tolak ukurnya sangat berbeda-beda.

"Mungkin dari aspek hukum saja yang bisa kita tolerir. Mengingat saat ini banyak anggota dewan dan kepala daerah terjerat kasus korupsi. Karena para anggota dewan dan kepala daerah tersebut tidak bermartabat dari aspek hukum dan undang-undang. Sementara dari aspek agama dan budaya masyarakat tidak mungkin mau disebut tidak bermartabat, karena tolak ukurnya berbeda beda sesuai agama dan budaya yang dianutnya. Sehingga akan marah jika dikaitkan dengan martabatisasi, karena tidak bisa diukur," jelasnya.

Sekadar untuk diketahui, kata martabatisasi menjadi salah satu trending topic bagi sejumlah kalangan. Bukan hanya masyarakat, Calon Gubernur (Cawagub) Sumut, Sihar Sitorus juga mempertanyakan muatan arti kata martabatisasi, koletif-simbiotik yang tertuang dalam visi misi pasangan Eramas tersebut. Pertanyaan dilontarkan oleh penggiat sepakbola tersebut kepada pasangan nomor urut satu yang selama ini mempopularkan Sumut Bermartabat sebagai jargon politiknya saat debat publik kedua yang dilaksanakan KPU.
Editor: Herda

T#g:martabatMartabatisasiEramassastra
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 07 Sep 2018 17:07

    Pulang Dari Tanah Suci, Erry Berharap Sumut Lebih Bermartabat

    Mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi berharap kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara lebih baik, menjadi provinsi yang maju, rakyat sejahtera serta tidak ada lagi pejabatnya yang ters

  • Rabu, 05 Sep 2018 19:25

    Pasangan Eramas Resmi Dilantik Menjadi Gubernur, Ini Harapan dari Labuhanbatu

    Setelah resmi dilantiknya pasangan ERAMAS, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeck Shah, menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Utara masa bhakti 2018-2023, sejumlah elemen masyarakat berharap pemimpin ya

  • Rabu, 05 Sep 2018 11:25

    Sah. Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara

    Presiden Jokowi melantik sembilan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada Serentak 2018. Mereka resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9).Pelantikan i

  • Selasa, 24 Jul 2018 10:54

    Pimpin Apel Gabungan, Plt Bupati Labuhanbatu Sampaikan Kekuasaan itu tidak kekal selama-lamanya

    Plt Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dhalimunthe, ST.MT, mepimpin upacara apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di lapangan Diklat BKPP, dihadiri Sekdakab Ahmad Muflih, para

  • Jumat, 06 Jul 2018 16:06

    TERASA dan ERAMAS Unggul Di Rekapitulasi KPU Langkat

    Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Terbit Rencana PA- Syah Afandin (TERASA) mengantongi jumlah suara terbanyak pada Pilkada Kab. Langkat 2018.

  • Sabtu, 30 Jun 2018 07:00

    Rekapitulasi Sementara, ERAMAS Unggul di Stabat

    Rekapitulasi pleno perhitungan suara Pilkada Langkat dan Pilgubsu 2018 berlangsung di Aula Kecamatan Stabat, Jum'at (29/6/2018), hingga pukul 23.15 WIB telah menyelesaikan 4 desa yaitu Desa Mangg

  • Selasa, 26 Jun 2018 15:36

    ERAMAS Kalah Telak Lawan DJOSS, DPD KNPI Kota Medan Hapus Jajak Pendapat di Facebook

    Jajak pendapat berupa angket untuk netizen pengguna media sosial Facebook yang digelar oleh laman Facebook DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan, dengan objek pilihan ERAMAS dan DJOSS

  • Rabu, 30 Mei 2018 09:00

    Dukungan Masyarakat ke Eramas Kembali Susut

    Penarikan dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Eramas terus bertambah. Kali ini, giliran eks relawan Primbana Eramas (Primer) Deliserdang dan Serdang Bedagai, ya

  • Minggu, 13 Mei 2018 11:13

    Pendukung Eramas "Diturunkan" dari Panggung

    Pihak pelaksana kegiatan debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) menurunkan salah satu simpatisan pasangan nomor urut satu yang naik ke atas panggung sebelum acara debat selesa

  • Selasa, 08 Mei 2018 18:18

    Wow.... Relawan Eramas Kembali Dukung Djoss

    Relawan dan pendukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah berbalik arah dan mendukung dan mempercayakan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Situros untuk memimpin Sumatera Utara periode 2018-2023.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak