Kamis, 16 Agu 2018 08:02
  • Home
  • Opini
  • Wawasan Kebangsaan, perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme

Wawasan Kebangsaan, perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme

Medan (utamanews.com)
Oleh: Hari Mulyanto, M.Sc. (Alumni Tannas UGM)
Jumat, 25 Mei 2018 11:55
Dok Pribadi
Hari Mulyanto dan keluarga
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan sudah final, tetapi semenjak reformasi kembali terusik setelah banyak perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme di sana-sini.

Kenapa ini bisa terjadi ? Mungkin ada sedikit pencerahan yang perlu kita bagi disini.

Kita harus ingat bahwa NKRI terbentuk dan berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka, karena adanya kesepakatan dari para pendiri bangsa untuk merdeka pada 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan semboyannya "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Di Indonesia ada banyak suku bangsa seperti Jawa, Sunda, Ambon dan masih banyak lagi lainnya. Demikian pula agama yang dianut para pemeluknya ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha yang sudah sejak lama hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lainnya.



Para pendiri bangsa ini telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Namun sayangnya, nilai-nilai luhur Pancasila tersebut mulai sirna tatkala masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan yang ditandai Gerakan Reformasi Nasional tahun 1997 dengan tumbangnya rezim Orde Baru yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Euforia reformasi telah melunturkan nilai-nilai kebangsaan yang telah melekat dan menyatu dengan perilaku bangsa Indonesia, tak terkecuali pengamalan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.

Sejarah kembali terulang, ketika Orde Baru berkuasa semua tatanan yang berbau Orde Lama disingkirkan demikian halnya pada saat era reformasi bergema, semua bau Orde Baru dianggap salah dan harus direformasi. Tidak terkecuali dengan Pancasila yang merupakan ideologi negara.

Ingat !!! bahwa Pancasila bukan peninggalan Orde Baru atau Orde Lama, tetapi Pancasila adalah Dasar Negara, Ideologi Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.

Pancasila mengajarkan kita untuk mengakui adanya Tuhan dalam sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila juga mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang adil dan beradab sebagaimana tertuang dalam sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab; dalam sila yang ketiga Persatuan Indonesia, Pancasila mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini mutlak karena bangsa Indonesia terdiri dari berbaga suku bangsa, budaya dan agama. Dalam sila ke empat Pancasila, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Terkandung makna bahwa dalam rangka membangun dan menentukan arah perjalanan bangsa harus didasari adanya permusyawaratan yang mewakili seluruh rakyat Indonesia. Dan pada sila kelima, Pancasila mengajarkan tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kelima sila dalam Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan ajaran agama yang ada di Indonesia.  Pancasila memang bukan agama, tetapi merupakan ideologi untuk mempersatukan perbedaan yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Kalau masyarakat Indonesia sudah tidak paham dengan ideologi negara, maka akan timbul berbagai rongrongan dari berbagai kelompok bangsa yang ingin memperjuangkan ambisinya tanpa memperhatikan kelompok lain.

Negara tanpa ideologi akan rapuh dan sulit untuk bersatu dalam mencapai cita-cita nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945...yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, .....

Pancasila akhir-akhir ini hanya diucapkan oleh Inspektur Upacara dan ditirukan oleh peserta upacara setiap sebulan sekali. Pancasila seakan sirna, dan tidak ada lagi penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

Sebagai Ideologi Negara, maka Pancasila harus kita pedomani dalam rangka menentukan arah pembangunan bangsa, sebagai Ideologi Negara maka Pancasila harus kita hayati untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tercipta kedamaian dan kesejahteraan bangsa dan sebagai Ideologi Negara, Pancasila harus kita amalkan untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dan berkeadaban, sehingga mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Sam

T#g:Wasbang
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Agu 2018 02:09

    Aster Panglima TNI: Generasi Muda Perlu Miliki Karakter Pancasilais

    Dengan pesatnya perkembangan zaman dan bergantinya generasi dari tahun ke tahun berimplikasi terhadap tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin besar. Menjawab tantangan tersebut generasi muda pener

  • Jumat, 03 Agu 2018 20:23

    Jajaran Kodim 0824 Jember Eksis Berikan Materi Pada Program 1 Sekolah 1 TNI

    Di beberapa sekolah di wilayah jajaran Kodim 0824 Jember sedang dilaksanakan pemberian materi Program Satu Sekolah Satu TNI, yang dikenal dengan Program S3T. Materi yang disampaikan diantaranya Peratu

  • Rabu, 25 Jul 2018 00:25

    Danramil 0824/22 Balung Berikan Wasbang pada ibu-ibu PKK

    Danramil 0824/22 Balung Kapten Inf Rochmanu sebagai pemateri Bela Negara Penyuluhan Kesadaran Bela Negara (PKBN), di Kantor Kecamatan Balung Kab Jember, Selasa (24/07/2018).Kegiatan ini dilaksanakan p

  • Kamis, 19 Jul 2018 23:19

    Dandim 0824: Pemberian Materi PBB dan Wasbang Bagian Dari Pemantapan Generasi Bangsa

    Pelajar dan generasi muda adalah bagian terpenting  dari warga negara, karena mereka adalah tunas-tunas bangsa yang sudah semestinya berhak mendapatkan pelatihan ketrampilan dan pemahaman terhada

  • Selasa, 17 Jul 2018 16:47

    Tahun Ajaran Baru Sekolah, Jajaran Kodim 0824 Banjir Permintaan Pemateri PBB dan Wasbang

    Pembukaan Tahun Ajaran Baru sekolah yang mulai masuk pada hari Senin (16/07/2018) ini menjadi kesibukan tersendiri bagi sekolah-sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas, utamanya dalam

  • Jumat, 13 Jul 2018 15:13

    Danramil 0824/25 Jenggawah Beri Wasbang pada Siswa SMK Roushatuth Tholabah

    Kapten Inf Ismianto selaku Danramil 0824/25 Jenggawah menyampaikan materi wawasan kebangsaan (Wasbang) pada siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Roudhatuth Tholabah di Dusun Kebunsadeng Desa Ke

  • Kamis, 12 Jul 2018 11:12

    Koramil 0824/23 Wuluhan Bekali Wasbang dan PBB Pada Siswa SMK Nadlatul Tholabah Yasinat

    Bertempat di halaman Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nadlatul Tholabah Yasinat Desa Kesilir Kecamatan Wuluhan Kab Jember, pada Rabu (11/07/2018) pagi, dilaksanakan Masa Orientasi Sekolah (MOS) kepada

  • Minggu, 03 Jun 2018 00:03

    Danramil 0824/13 Rambipuji Beri Wasbang Menangkal Pengaruh Radikal

    Danramil 0824/13 Rambipuji Kapten Inf Endro Bawono KH, mengisi wawasan kebangsaan (Wasbang) 63 orang siswa-siswi SMA Muhammadyah Rambipuji Kec Rambipuji Jember, Sabtu (02/05/2018).Sebagai pemateri pad

  • Kamis, 03 Mei 2018 07:03

    Danramil 0824/04 Sukowono Berikan Wasbang

    Camat Sukowono, Ka UPT Pendidikan Kec Sukowono Abd Hapi, Danramil 0824/04 Sukowono Kapten Inf Jarwo Adi P, Kapolsek Sukowono AKP Subagyo serta Kepala Sekolah, Guru dan perwakilan wali murid keseluruha

  • Sabtu, 28 Apr 2018 15:28

    Kodim 0824 Jember Laksanakan Serangkaian Kegiatan Komunikasi Sosial

    Kepala Staf kodim 0824 Mayor Inf Sampak menghadiri Kegiatan Komunikasi Sosial dan Wawasan Kebangsaan Jember, Kamis (25/04/2018).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak