Senin, 10 Des 2018 12:31
  • Home
  • Opini
  • Wawasan Kebangsaan, perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme

Wawasan Kebangsaan, perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme

Medan (utamanews.com)
Oleh: Hari Mulyanto, M.Sc. (Alumni Tannas UGM)
Jumat, 25 Mei 2018 11:55
Dok Pribadi
Hari Mulyanto dan keluarga
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan sudah final, tetapi semenjak reformasi kembali terusik setelah banyak perilaku radikal dan intoleransi hingga munculnya aksi terorisme di sana-sini.

Kenapa ini bisa terjadi ? Mungkin ada sedikit pencerahan yang perlu kita bagi disini.

Kita harus ingat bahwa NKRI terbentuk dan berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka, karena adanya kesepakatan dari para pendiri bangsa untuk merdeka pada 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan semboyannya "Bhinneka Tunggal Ika" yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Di Indonesia ada banyak suku bangsa seperti Jawa, Sunda, Ambon dan masih banyak lagi lainnya. Demikian pula agama yang dianut para pemeluknya ada Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha yang sudah sejak lama hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lainnya.



Para pendiri bangsa ini telah sepakat menggunakan Pancasila sebagai Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Namun sayangnya, nilai-nilai luhur Pancasila tersebut mulai sirna tatkala masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan yang ditandai Gerakan Reformasi Nasional tahun 1997 dengan tumbangnya rezim Orde Baru yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Euforia reformasi telah melunturkan nilai-nilai kebangsaan yang telah melekat dan menyatu dengan perilaku bangsa Indonesia, tak terkecuali pengamalan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila.

Sejarah kembali terulang, ketika Orde Baru berkuasa semua tatanan yang berbau Orde Lama disingkirkan demikian halnya pada saat era reformasi bergema, semua bau Orde Baru dianggap salah dan harus direformasi. Tidak terkecuali dengan Pancasila yang merupakan ideologi negara.

Ingat !!! bahwa Pancasila bukan peninggalan Orde Baru atau Orde Lama, tetapi Pancasila adalah Dasar Negara, Ideologi Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.

Pancasila mengajarkan kita untuk mengakui adanya Tuhan dalam sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Pancasila juga mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang adil dan beradab sebagaimana tertuang dalam sila kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab; dalam sila yang ketiga Persatuan Indonesia, Pancasila mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini mutlak karena bangsa Indonesia terdiri dari berbaga suku bangsa, budaya dan agama. Dalam sila ke empat Pancasila, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Terkandung makna bahwa dalam rangka membangun dan menentukan arah perjalanan bangsa harus didasari adanya permusyawaratan yang mewakili seluruh rakyat Indonesia. Dan pada sila kelima, Pancasila mengajarkan tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Kelima sila dalam Pancasila tidak ada yang bertentangan dengan ajaran agama yang ada di Indonesia.  Pancasila memang bukan agama, tetapi merupakan ideologi untuk mempersatukan perbedaan yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Kalau masyarakat Indonesia sudah tidak paham dengan ideologi negara, maka akan timbul berbagai rongrongan dari berbagai kelompok bangsa yang ingin memperjuangkan ambisinya tanpa memperhatikan kelompok lain.

Negara tanpa ideologi akan rapuh dan sulit untuk bersatu dalam mencapai cita-cita nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945...yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan kesejahteraan umum; mencerdaskan kehidupan bangsa; dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, .....

Pancasila akhir-akhir ini hanya diucapkan oleh Inspektur Upacara dan ditirukan oleh peserta upacara setiap sebulan sekali. Pancasila seakan sirna, dan tidak ada lagi penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila.

Sebagai Ideologi Negara, maka Pancasila harus kita pedomani dalam rangka menentukan arah pembangunan bangsa, sebagai Ideologi Negara maka Pancasila harus kita hayati untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sehingga tercipta kedamaian dan kesejahteraan bangsa dan sebagai Ideologi Negara, Pancasila harus kita amalkan untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dan berkeadaban, sehingga mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Sam

T#g:Wasbang
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 06 Des 2018 02:06

    Danramil 0824/11 Sumbersari Beri Wasbang di Ponpes Nurul Islam

    Danramil 0824/11 Sumbersari Berikan Materi Wasbang Kepada 1000 Siswa Sekolah dibawah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam.

  • Kamis, 22 Nov 2018 20:22

    Generasi Muda Indonesia Perlu Miliki Mental Ideologi

    Sejalan dengan kemajuan zaman yang semakin modern, generasi muda harus mempersiapkan diri sebagai generasi penerus dan generasi pejuang yang tidak hanya dituntut untuk terampil, cerdas, dan kompetitif

  • Kamis, 15 Nov 2018 06:35

    Pemko Tebing Tinggi Selenggarakan Seminar Kebangsaan

    Wali Kota Tebingtinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, mengajak seluruh masyarakat  untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan mengingatkan agar jangan terpecah belah, gara-gara berbeda partai dan bed

  • Selasa, 06 Nov 2018 22:06

    Jadi Irup Upacara Bendera, Danramil 0824/15 Bangsalsari Berikan Materi Wasbang

    Danramil 0824/15 Bangsalsari Kapten Arm Hendra Faizar, jadi Inspektur Upacara (Irup) Bendera di SDN 02 Curah Cabe Desa Gambirono Kec Bangsalsari Kab Jember pada Senin (05/11/2018).Hadir pada Upacara B

  • Selasa, 06 Nov 2018 02:06

    Danramil 0824/04 Beri Wawasan Kebangsaan Kepada Perangkat, RW dan RT

    Bertempat di Balai Desa Sukowono Kec. Sukowono Kabupaten Jember pada Senin (05/11/2018) Pukul 07.00 Wib, dilaksanakan Apel Bersama Perangkat Desa Bersama RT dan RW Desa Sukowono dengan Komandan Apel B

  • Rabu, 10 Okt 2018 02:10

    Babinsa Paleran Beri Pelatihan PBB pada Siswa SD

    Sertu Muadi dan Serda Kusyono dari Koramil 0824/19 Umbulsari memberikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada 224 orang siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 04 Paleran Kec Umbulsari Kab Jembe

  • Jumat, 05 Okt 2018 00:05

    Koramil 0824/19 Beri Materi Kedisiplinan pada Siswa SMPN 2 Umbulsari

    Sebagai bagian dari kelanjutan program Satu Sekolah Satu TNI meskipun secara program kegiatan tersebut sudah berakhir, namun dalam kenyataannya seluruh Koramil Jajaran Kodim 0824 Jember masih melaksan

  • Selasa, 02 Okt 2018 06:02

    Dandim 0824 Berikan Materi Wasbang pada Mahasiswa Baru IKIP PGRI Jember

    Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar, mengisi Pemberian Materi Wawasan Kebangsaan dalam acara Pengenalan Kegiatan Kampus Mahasiswa Baru (PKK MABA) di aula Kampus Institut Keguruan Ilmu P

  • Jumat, 28 Sep 2018 09:28

    Dosen Sisingamangaraja XII Isi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Humbahas

    Mayor Holden Gultom (Pabung 0210/TU) Doloksanggul, Thomson Hutasoit (Kakan Kesbangpol Kab Humbahas), Dra. Ida L. Pasaribu, M. Pd (Nara sumber Dosen Sisingamangaraja XII Taput), Juan Sitorus (Kasi Inte

  • Senin, 17 Sep 2018 02:17

    Danramil 0824/13 Rambipuji Beri Materi PBB dan Wasbang pada Pramuka Saka Wira Kartika

    Bertempat di Lapangan Tennis Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) pada Minggu (16/09/2018) pagi, dilaksanakan pembekalan Pramuka Saka Wira Kartika 110 orang siswa yang baru bergabung dari Mad

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak