Minggu, 17 Des 2017 05:33

Waspada Model Serangan ISIS

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ardian Wiwaha, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Sosial Politik di Universitas Indonesia.
Kamis, 23 Nov 2017 08:53
Dibaca: 84 kali
Ist
Ilustrasi pemberitaan mengenai simpatisan ISIS di Medan

Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kelompok radikal dan ekstrimis Islamic State of Syria and Iraq atau yang dikenal dengan ISIS masih terus mencari pandangan publik dengan melakukan berbagai serangan yang mematikan. 

Mulai dari serangan yang berbentuk 'lone wolf' hingga serangan kelompok yang membabi buta melancarkan berbagai serangan baik berupa bom maupun serangan senjata tak berkemanusiaan.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di Markas Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat, yangmana diserang oleh dua orang yang tak dikenal pada Ahad, 12 November 2017 sekitar pukul 02.45 WIB. 

Tak hanya berupa penyerangan dan perlawanan terhadap pihak kepolisian, namun pelaku yang diduga terafiliasi dengan kelompok ISIS tersebut juga melakukan pembakaran gedung utama Mapolres yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Gunung Medang. 

Pada awalnya petugas melihat ada gumpalan asap tebal di bangunan utama Polres Dharmasraya. Sehingga petugas langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Kebakaran dan melakukan pemadaman. Namun demikian, ketika proses pemadaman berlangsung tiba-tiba dua orang yang tak dikenal yang diduga pelaku menghalangi pemadaman dan mengancam petugas. Tak ayal perlawanan yang menggunakan busur panah diberikan oleh dua orang tak dikenal tersebut  memaksa petugas untuk dilumpuhkan.

Apabila dilihat secara seksama, salah satu alasan utama kelompok ISIS melakukan berbagai serangan brutal dilandasi oleh khayalan kebangkitan khilafah global. Padahal yang terjadi, kelompok ISIS justru menghancurkan nilai keadilan dan kemanusian, serta melupakan Tuhan.

Kini semakin jelas apabila khilafah global yang didengungkan oleh simpatisan hingga kelompok afiliasi ISIS hanya berupa isapan jempol semata. 

Terdapat banyak motif yang digunakan ISIS dalam setiap aksi brutalnya, seperti alasan ekonomi dan perebutan kekuasaan. Namun yang pasti, ketidaksingkronan antara hati dan akal pikiran dapat menjadi benang merah penyebab sebagian orang dan/atau kelompok pro terhadap eksistensi ISIS.

Seperti di kawasan Iraq dan Syria, sangat tersurat ketika kelompok ISIS di daerah tersebut berjuang dan berperang hanya untuk menguasai ladang-ladang minyak yang ada. Motif mendulang kekayaan dapat dijadikan alasan dasar dari pergerakan mereka yang malah justru melupakan akhirat dan mendengungkan kekayaan duniawi. 

Di luar kebrutalan dan bertentangannya pergerakan kelompok ISIS dengan nilai-nilai agama, kekhawatiran saat ini justru menyelimuti kita semua dengan adanya keterlibatan anak-anak muda dalam pergerakan dan rekrutmen kelompok ISIS. Mereka kerap dijadikan ujung panah bagi kelompok laknat tersebut sebagai pelaku bom bunuh diri hingga eksekutor aksi teror lain.

Kini, kewaspadaan terhadap berbagai serangan dan potensi terorisme harus semakin ditingkatkan di seluruh penjuru negeri. Seluruh elemen bangsa baik dari ulama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, hingga penggiat dunia maya sekalipun harus bersatu padu menangkal pergerakan kelompok teroris baik secara maya maupun secara nyata. Sehingga bentuk kepedulian terhadap teror pun tidak semata-mata kita bebankan sepenuhnya kepada pemerintah. 

Diperlukan peran serta seluruh komponen bangsa dan semua lapisan masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dini, sehingga dapat membatasi langkah menyebarnya paham radikal berbasis agama yang tumpang tindih dengan keinginan dan kepentingan duniawi.

Editor: Sam

T#g:isisteroris
Berita Terkait
  • Senin, 11 Des 2017 19:01

    Densus Tangkap 4 Terduga Teroris dari Riau

    Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Kepolisian Republik Indonesia melakukan penangkapan terhadap empat terduga teroris di berbagai wilayah di Provinsi Riau.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat

  • Sabtu, 09 Des 2017 16:29

    Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 di Surabaya

    Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap seorang terduga teroris di Jalan Ampel Kembang Nomor 25 Surabaya, Sabtu, (9/12/2017).Kapolres Pelabuhan Tanju

  • Minggu, 12 Nov 2017 09:21

    Teroris bakar habis Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat

    Seluruh bangunan Mako Polres Dharmasraya Polda Sumatera Barat dan rumah serta mobil dinas Kapolres hangus terbakar dini hari tadi, Minggu (12/11/2017).Informasi beredar petugas berhasil menembak mati

  • Jumat, 10 Nov 2017 05:20

    KASAU: Faktor Ekonomi dan Kemiskinan Tidak Selalu Jadi Penyebab Aksi Terorisme

    Faktor ekonomi dan kemiskinan tidak selalu menjadi alasan utama munculnya aksi aksi terorisme maupun gerakan radikalisme di manapun termasuk Indonesia.

  • Sabtu, 19 Agu 2017 09:09

    Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

    Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

  • Jumat, 11 Agu 2017 09:31

    Panglima TNI Tinjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penanggulangan Terorisme di Anambas

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi meninjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penangg

  • Kamis, 03 Agu 2017 15:12

    Hadapi terorisme, perlukah libatkan TNI?

    Presiden Joko Widodo melalui Menkopolhukamdan Kemenkum HAM saat ini sedang intens melakukan pembahasan terkait revisi RUU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan DPR-RI.

  • Rabu, 02 Agu 2017 15:51

    TNI dan Ulama waspadai Sel-sel tidur teroris

    Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, peran Ulama dalam upaya merebut hingga mempertahankan Kemerdekaan tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti, I

  • Minggu, 30 Jul 2017 18:00

    Policy to block access Telegram : Efforts to tackle radical and terrorist propaganda

    Indonesia on Friday (14/7) blocked access to the encrypted messaging service Telegram, citing concerns that it was being used to spread "radical and terrorist propaganda" in the world's largest M

  • Rabu, 26 Jul 2017 13:16

    Buya Syafii: Rongsokan peradaban Arab justru 'dibeli' di sini

    Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi Pancasila. Demikian dikatakan oleh Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak