Sabtu, 18 Agu 2018 23:49
  • Home
  • Opini
  • Vivere Pericoloso Solusi Menjaga Keutuhan NKRI

Vivere Pericoloso Solusi Menjaga Keutuhan NKRI

Pematangsiantar (utamanews.com)
Oleh: Lundu Feryanus Parhusip, Sekretaris DPC GMNI Pematangsiantar.
Rabu, 06 Jun 2018 10:36
Dok Pribadi
Lundu Feryanus Parhusip
"Ketika aku lahir, saat itu bukan hanya awal dari hari yang baru, tetapi juga awal dari abad yang baru."

Kutipan di atas adalah salah satu kata inspiratif dalam sejarah bangsa Indonesia pada penyambung lidah rakyat yang disampaikan oleh the founding father kita, Ir. Soekarno. Dalam kutipan itu juga terdapat makna tersirat yaitu "hidup berbahaya".

Dalam bahasa Italia hidup berarti vivere, sedangkan berbahaya berarti pericoloso. Vivere pericoloso ini dipopulerkan oleh bung Karno pada tahun 1964 sebagai judul pidato kenegaraan dalam memperingati HUT RI ke 19 tahun. Dalam pidatonya bung Karno mengatakan bangsa kita bukan bangsa tempe, melainkan bangsa paten dan pemenang. Vivere pericoloso. Mari kita bervivere pericoloso asal jangan kita bervivere pericoloso kepada Tuhan tanpa memandang dari segala aspek. Vivere pericoloso adalah untaian kata untuk seluruh rakyat Indonesia dalam hal kepribadian guna untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Dimana setiap individu harus memiliki fondasi dalam dirinya sendiri bahwa hidup itu berbahaya serta berharga dalam mempertahankan ideologi bangsa, sehingga mampu menentang hasutan maupun bisikan yang dapat mengancam NKRI melalui ideologi.

Tantangan terbesar kita saat ini selaku masyarakat yang berbangsa dan bernegara dalam satu payung Ideologi pancasila adalah mereka yang tak mengenal dan tak menghormati kebhinekaan tetapi mengatas namakan agama untuk merongrong keutuhan NKRI.

Seperti pesan bung karno kepada seluruh rakyat Indonesia "Negara ini, Republik Indonesia, bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apa pun, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!".

Oleh karena itu marilah kita ikut serta membahayakan hidup kita pribadi lepas pribadi demi menjaga keutuhan NKRI dengan menanamkan nilai nilai luhur pancasila di mulai dari hari ini.

Selamat merenungkan Haul Bung Karno 6 Juni 1901.

Pematangsiantar, 6 Juni 2018

Editor: Sam

T#g:GMNINKRI
Berita Terkait
  • Sabtu, 28 Jul 2018 13:08

    GEMMBIRA Sumut Deklarasi 2019 Tetap Indonesia

    Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Indonesia Raya (GEMMBIRA) Sumatera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) membahas seputar pergulatan dinamika politik nasional yang saat ini sedang berlangsung, di Cafe D'Jong Medan, Jumat (27/7).

  • Selasa, 26 Jun 2018 16:46

    DPK GMNI UNIMED Gelar Dialog Publik Bertema Soekarno

    Bulan Juni merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi kaum Nasionalis, karena pada bulan Juni, Bung Karno sebagai The Founding Father Republik Indonesia dilahirkan dan wafat, begitu juga dengan Panca

  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Minggu, 24 Jun 2018 11:04

    GMNI Sumut: Pilih Pemimpin berdasarkan Rekam Jejaknya!

    Menjelang berlangsungnya Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Sumut Pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut meminta masyarakat untuk memilih pemimpin ber

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:32

    Peringati Hari Pancasila, GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Tugu SIB

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Medan menggelar aksi dalam memperingati Hari Pancasila di Bundaran SIB kota Medan, Jumat (1/6/2018). Aksi ini menyampaikan bahwa pentingnya Pancasila untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:02

    GMNI Pematangsiantar membumikan Pancasila melalui Teater

    DPC GMNI Pematangsiantar mengadakan kegiatan teater dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 73 tahun yang lalu. Kegiatan teater ini meliputi pembacaan puisi, teatrikal sidang BPUPKI dala

  • Jumat, 01 Jun 2018 20:31

    Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Bangsa Indonesia

    Pancasila ialah dasar Falsafah Negara atau Ideologi Negara atau dengan arti lain Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sansekerta

  • Kamis, 31 Mei 2018 17:11

    Panglima TNI & Kapolri Dianugerahi Gelar Raja Penjaga NKRI

    Panglima TNI Masekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dianugerahi gelar Raja Penjaga NKRI oleh Datu Sila Dendeng Lombok H. Lalu Muhammad Putria, M.Pd. (Ketua Forum

  • Minggu, 27 Mei 2018 20:37

    DPC GMNI Pematangsiantar gelar PPAB

    Dalam menjalankan kaderisasi mewujudkan pemuda yang berkualitas, dan berintegritas, DPC GMNI Pematangsiantar menggelar PPAB (Pekan penerimaan Anggota Baru), di Bukit Hermon, Jumat-Minggu (25-27/5/2018

  • Senin, 14 Mei 2018 18:34

    GMNI Medan: Teror Bom adalah upaya memecah belah bangsa

    Belum lagi hilang dari ingatan, beberapa hari yang lalu kekejian para napi teroris di Mako Brimob. Minggu sekitar Pukul. 07.30 wib masyarakat dikejutkan kembali dengan berita, 3 Rumah Ibadah Gereja di

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak