Selasa, 22 Mei 2018 19:06

Teroris: Kita Tidak Takut!

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sutrisno Pangaribuan, ST., Sekretaris Komisi D/ Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara.
Minggu, 13 Mei 2018 22:03
Ist
Ilustrasi
Pasca aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Indonesia kembali berduka. Puluhan orang yang akan mengikuti ibadah pagi ini menjadi korban kebiadaban teroris. Tetes darah dan air mata anak bangsa kembali membasahi ibu pertiwi. Sungguh tindakan tanpa perikemanusiaan kembali dipertontonkan. Membunuh sesamanya untuk menciptakan kegaduhan nasional.

Ibadah yang dilakukan setiap hari minggu di gereja selalu berisi tentang kedamaian. Seluruh rangkaian ibadah akan berisi tentang kebaikan terhadap sesama manusia dan alam semesta. Dapat dipastikan tidak pernah dan tidak akan pernah ada ajaran gereja tentang kebencian, dendam, amarah. Sebab jika ada gereja yang mengajarkan kebencian, maka dapat dipastikan itu ajaran sesat, dan harus dibubarkan.



Maka jika gereja menjadi tempat persemaian cinta kasih dan damai sejahtera, apakah pantas gereja dan orang yang sedang beribadah di gereja dijadikan sasaran amarah dan kebencian? Tentu hanya teroris yang dapat menjawabnya. Gereja selalu mengajarkan cinta kasih sebagai solidaritas lintas batas, yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat primordial. Gereja tidak hanya mengajarkan kasih hanya kepada sesama, kelompok, teman, maupun seiman. Gereja bahkan mengajarkan harus, wajib dan mutlak mengasihi musuh. Setiap kali gereja menjadi sasaran teroris, maka sebanyak itu juga gereja mendoakan para teroris.

Kita pasti akan mendapati bahwa gereja tidak akan pernah mengutuk dan membalas tindakan teroris. Sebab gereja yakin bahwa kutukan dan pembalasan itu bukan hak manusia. Gereja akan selalu diam dan berdoa, dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Akan tetapi, sebagai negara hukum, gereja juga berhak meminta pertanggungjawaban negara untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia. Negara bertanggungjawab atas keamanan nasional pun menjamin kemerdekaan memeluk agama dan kepercayaan secara merdeka.

Untuk memastikan negara hadir, maka Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo selaku kepala negara dan kepala pemerintahan yang sah diminta untuk menggunakan seluruh kemampuan negara untuk memberantas teroris. Seluruh upaya melemahkan negara, harus dilawan. Warga negara berhak hidup rukun dan damai, tanpa teror dan tanpa intimidasi. Seluruh tindakan teror ini digunakan sebagai upaya memposisikan bahwa pemerintah lemah, tidak mampu mengantisipasi aksi terorisme. Sekali lagi, Presiden Joko Widodo diminta untuk memberi perintah yang tegas kepada Polri, BIN, BNPT, bahkan seluruh jajaran pemerintah harus proaktif untuk menghadapi teroris.

Kita memberi dukungan dan kepercayaan penuh kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo untuk menuntaskan kelompok sindikat teroris. Sekaligus juga kita meminta agar pemerintah memastikan bahwa seluruh korban akibat tindakan teroris ini mendapat perlindungan dan jaminan pengobatan hingga pulih kembali.

Kita juga menyampaikan pesan kepada pelaku, pendukung, dan simpatisan teroris, agar berhenti melakukan teror. Negara kita ini negara hukum berdasarkan Pancasila. Jika ada keinginan mengganti Pancasila, maka segeralah keluar dari NKRI. Indonesia didirikan sebagai tempat persemaian cinta kasih, kedamaian dan persaudaraan. Kita tidak membenci siapapun, akan tetapi Negara beserta seluruh rakyatnya telah bersatu dan sepakat bahwa teroris dan seluruh komponennya merupakan musuh negara. Maka musuh negara harus dibasmi, dilawan, dan dimusnahkan. Sebagai negara yang berdaulat, kita tidak takut kepada teroris.

Editor: Sam

T#g:PDIPSurabayateroris
Berita Terkait
  • Jumat, 18 Mei 2018 15:18

    Insiden Surabaya, Momentum Bangsa Indonesia Untuk Memiliki Satu Musuh Bersama

    Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabay

  • Kamis, 17 Mei 2018 15:17

    Teror Bom Surabaya dan Urgensi Revisi UU Terorisme

    Setelah kasus serangan narapadina terorisme di Mako Brimob, berita tentang terorisme datang dari Surabaya. Publik digegerkan dengan aksi satu keluarga yang meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja. Mi

  • Rabu, 16 Mei 2018 15:16

    Kondisi Polisi Korban Samurai Teroris Mulai Membaik

    Anggota Polri Riau yang kepalanya terkena samurai teroris tadi pagi, Kompol Farid Abdullah, telah selesai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau dan kondisinya sudah stabil dan terus

  • Rabu, 16 Mei 2018 02:16

    Tetap Tenang Menghadapi Aksi Terorisme

    Kejadian Terorsime di Indonesia saat ini menjadi sangat kritis, Pasca serangan di Mako Brimob Kelapa Dua minggu lalu, kemarin, teror kembali terjadi diSurabaya. Ledakan yang diduga bom bunuh diri di S

  • Senin, 14 Mei 2018 03:14

    Prihatin Tragedi Bom di Surabaya, Sihar Ajak Jaga Pluralisme

    Cawagub Sumatera Utara Sihar Sitorus turut berduka dan mengutuk keras atas tragedi ledakan bom di sejumlah gereja di Kota Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

  • Minggu, 13 Mei 2018 17:33

    AM Hendropriyono: Singkirkan Semua Bualan Tentang HAM Teroris!

    Masyarakat jangan panik. Kekuatan mereka yang seperti puncak gunung Krakatau ini berpotensi meletus lagi, tapi Polri dan TNI akan mampu meredamnya. Program deradikalisasi yang sudah jalan, sudah

  • Minggu, 13 Mei 2018 12:03

    PDIP: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

    Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah pada aksi terorisme.

  • Kamis, 10 Mei 2018 15:40

    5 Polisi Tewas Diserang Teroris, Negara Sampaikan Bela Sungkawa

    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada lima prajurit Polri yang gugur dalam insiden penyerangan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua."Saya juga tel

  • Sabtu, 05 Mei 2018 19:25

    Jangankan Debat, Menjadi Pelayan pun Djoss Sangat Siap

    Politisi senior dari PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menilai pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus siap menghadapi debat kandidat. Bukan hanya untuk debat kandidat, melayani masyarakat Su

  • Senin, 30 Apr 2018 04:30

    Japorman TSaragih: Tak Ada Alasan Tidak Memenangkan Djoss"

    Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Japorman Saragih, menegaskan tak ada alasan untuk tidak memenangkan Djoss di Pilkada Serentak 2018 Sumatera Utara, 27 April 2018 mendatang.Hal terseb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak