Selasa, 24 Jul 2018 00:43
  • Home
  • Opini
  • Teror, Tidak Akan Menjadi Teror Bila Masyarakat Tenang

Teror, Tidak Akan Menjadi Teror Bila Masyarakat Tenang

Medan (utamanews.com)
Oleh: Siti Zaliha S.Psi., RelawanKemanusiaan RETAK
Selasa, 15 Mei 2018 09:15
CNN
Ilustrasi
Indonesia kembali digemparkan dengan serangkaian aksi terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengharapkan timbulnya situasi mencekam di tengah-tengah masyarakat. Dalam satu pekan ini, aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia terpapar di media massa dan media sosial.

Diawali dengan kerusuhan yang terjadi di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) KelapaDua, Depok pada hariSelasa, 8 Mei 2018. Saat itu, bentrokan terjadi antara personel kepolisian dengan narapidana dan tahanan kasus terorisme (Napiter). Kericuhan yang didugadipicu oleh persoalan makanan di sel Blok C ini berlangsung dari siang hari dan berlangsung selama kurang lebih 40 jam yang berakhir pada Rabu pagi, 9 Mei 2018. Kerusuhan yang terjadi menimbulkan korban jiwa dari pihak Kepolisian sebanyak 5 orang personil dan dari Napiter sebanyak 1 orang.

Aksi teror kembali terjadi pada hari Kamis, 10 Mei 2018 di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua, Depok yang menewaskan 1 orang anggota satuan intelijen Brimob yang ditusuk pelaku pada saat melakukan pengamanan di depan Rumah Sakit Bhayangkara. Pada aksi ini, pelaku akhirnya ditembak oleh rekan anggota yang saat itu mendengar adanya teriakan dari korban.



Tidak hanya itu, beberapa pelaku teror nampaknya melakukan pengintaian-pengintaian di sekitar Mako Brimob sehingga pada hari Sabtu, 12 Mei 2018 polisi kembali menangkap dua orang wanita yang diduga akan melakukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob. Kedua perempuan itu diketahui bernama Dita Siska Millenia, 18 tahun, dan Siska Nur Azizah, 21 tahun. Sejumlah barang bukti disita polisi, yaitu dua buah kartu tanda penduduk (KTP), dua unit Handphone, dan satu buah gunting.

Aksi yang terbaru, Minggu, 13 Mei 2018 terjadi di Surabaya. Pelaku teror melakukan aksi bombunuh diri di tiga gereja yaitu di Gereja Kristen Indonesia di jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria di Ngagel, dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno. Dari insiden tersebut, sejumlah warga sipil hingga petugas kepolisian menjadi korban. Diberitakan bahwa jumlah korban yang meninggal dalamkejadian ini sebanyak 8 orang, antara lain : 4 korban jiwa dari Gereja Santa Maria, 2 korban jiwa dari GerejaPantekosta, dan 2 korban jiwa dari Gereja Kristen Indonesia. Sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendataan dan penyelidikan dari aksi teror yang terjadi.

Serangkaian aksi teror ini tentu saja meresahkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keadaan yang cukup mencekam dengan teror-teror yang tersebar di beberapawilayah serta kekhawatiran yang terjadi berhasil membuat situasi dan kondisi di masyarakat menjadi lebih sensitif dan mudah panik. Masyarakat menjadi lebih mudah percaya dengan isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta banyaknya berita hoax yang inginmemperkeruh situasi. Belum lagi dengan kondisi saat ini dimana informasi dapat dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru, menimbulkan kekhawatiran lain dan menciptakan suasana menjadi kisruh. Berbagai pihak saling menyalahkan dan menuding pihak lain bertanggung jawab atas kejadian ini.

Kondisi masyarakat yang seperti inilah yang menjadi tujuan utama bagi para pelaku teror dalam melakukan aksi mereka. Masyarakat yang resah, panik, dan merasa tidak aman akibat dari intimidasi yang dilakukan para pelaku teror membuat mereka semakin bersemangat untuk kembali menciptakan aksi-aksi teror lain yang lebih meresahkan masyarakat. Terciptanya kondisi dan situasi yang tidak kondusif di masyarakat menjadi tolak ukur keberhasilan mereka dalam melakukan aksinya.

Oleh karena itu, untuk menggagalkan keberhasilan dari serangkaian aksi teror yang telah terjadi, kita sebagai masyarakat harus bijak menyikapi hal tersebut. Dengan tetap bersikap tenang namun tetap waspada terhadap sekitar kita, tidak mudah terpengaruh pada isu-isu yang dapat memecah persatuan, tidak ikut serta dalam menyebarkan isu-isu atau pemberitaan yang belum terjamin kebenarannya. Ada baiknya kita sebagai masyarakat dapat bersabar dan menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai kebenaran informasi terkait aksi teror yang terjadi. Sehingga kondisi dan situasi yang kondusif dapat tercipta di masyarakat.

Kita harusyakin bahwa masyarakat di Indonesia cukup cerdas dalam memberikan respon terhadap situasi yang saat ini terjadi. Dengan bersikap tenang dan menunggu kebenaran informasi, tidak begitu terpengaruh terhadap aksi teror yang terjadi serta tetap melakukan aktivitas seperti biasa akan menciptakan situasi yang lebih menenangkan dan perasaanaman bagi kita. Mari kita bersama, bersatu padu menghadapi ancaman teror dengan tetap bersikap tenang dan lebih banyak memberikan pesan-pesan yang berisi kedamaian dan ajakan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan sesama umat beragama.

Terakhir, ucapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada korban dan kelurga korban serangkaian aksi teror dalam pekan ini dan berharap semoga pihak berwajib dapat segera mengungkap dalang dari tragedi berdarah ini dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya.

Editor: Sam

T#g:bom
Berita Terkait
  • Kamis, 12 Jul 2018 09:22

    Polisi pastikan ledakan di Kebayoran Baru bukan bom

    Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar menyatakan bahwa ledakan di rumah toko Grand Wijaya II, Kebayoran Baru, disebabkan kebocoran tabung gas 12 Kilogram, bukan bom.

  • Minggu, 27 Mei 2018 22:27

    Penumpang Sebut "Ada Bom", Lion Air JT280 Rute Cengkareng-Kuala Lumpur Delay 3 Jam

    Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group memberikan keterangan resmi bahwa penerbangan bernomor JT280 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) menuju

  • Rabu, 16 Mei 2018 18:56

    Mengaku bercanda bawa bom, penumpang Lion Air JT 291 "diproses"

    Lion Air memberikan keterangan dan klarifikasi terkait terganggunya penerbangan Lion Air JT 291, Pekanbaru-Jakarta, hari ini, Rabu (16/5/2018), dikarenakan ada gurauan bom (bomb joke) dari seorang pen

  • Selasa, 15 Mei 2018 09:35

    Ketua DPRD Sumut: Percayakan Penanganan Teroris Kepada Pemerintah

    Wagirin Arman, Ketua DPRD Sumut, menyatakan keprihatinannya atas pemboman yang terjadi di 3 gereja dan Mako Polrestabes Surabaya.

  • Senin, 14 Mei 2018 18:24

    DPC Partai Gerindra Paluta Kutuk Keras Aksi Bom di Surabaya

    Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) H. Hariro Harahap SE M.Si mengutuk keras pelaku bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi, disusul bom di Sido

  • Senin, 14 Mei 2018 18:04

    Aksi 2.000 Lilin di Medan, Warga Tolak Aksi Teror dan Paham Radikal

    Seluruh lapisan masyarakat Kota Medan dan sekitarnya berduka atas tragedi teror bom di Kota Surabaya, dengan mengelar Aksi 2.000 Lilin di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (13/5/2018) malam.

  • Senin, 14 Mei 2018 17:54

    HMI: Negara Jangan Kalah Dengan Aksi Terorisme

    Dalam beberapa hari ini Negara sedang dihebohkan oleh aksi biadab terorisme yang beruntun. Dimulai dari aksi teroris yang terjadi di Mako Brimob beberapa hari yang lalu dan 5 kali bom bunuh diri yang

  • Minggu, 13 Mei 2018 15:33

    Cipayung Plus Kota Medan Kecam Teror Rumah Ibadah Surabaya

    Cipayung Plus Kota Medan menyatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban teror dan mengecam keras perbuatan teror terhadap 3 rumah ibadah di Surabaya. Demikian dikatakan oleh Hendra Manurung,

  • Minggu, 13 Mei 2018 13:43

    Relawan Kombatan Kutuk Keras Bom Surabaya

    Relawan Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumatera utara (Sumut) mengutuk keras aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi.Relawan untuk Pilpres 2019 pemenangan Jokowi

  • Minggu, 13 Mei 2018 12:03

    PDIP: Tidak Ada Toleransi bagi Terorisme

    Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah pada aksi terorisme.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak