Selasa, 19 Jun 2018 01:51
Iklan Paslon Paluta

Sukses, Bermodal Bangkai Tikus

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Upa. Madyamiko Gunarko Haryoto
Senin, 28 Mei 2018 04:28
Twitter
Selamat Puasa Paluta

"Cukup dengan memungut bangkai tikus ini, siapapun dengan kecerdikan, memiliki kemungkinan untuk memulai usahanya dan menghidupi seorang istri." 

Demikian suatu saat diungkapkan Cullakasehi, seorang yang bijaksana dan pintar, sangat cermat dalam mengamati tanda-tanda dan gelagat pada suatu ketika di masa lampau di Benares.

Ucapannya terdengar oleh seorang pemuda dari keluarga baik-baik yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Pemuda itu yakin orang kaya tersebut hanya berbicara jika ada alasan di balik itu. Menuruti perkataan bendaharawan itu, ia memungut bangkai tikus, lalu menjualnya dengan harga seperempat sen ke sebuah kedai untuk dijadikan makanan bagi kucing di sana.

Dengan uang itu, ia membeli sirup gula dan membawa air minum dalam sebuah kendi. Ia mencari para pemetik bunga yang baru pulang dari hutan, memberikan sedikit sirup dan gula dan menyendokkan air untuk mereka. Setiap orang memberikan seikat bunga kepadanya. Dengan hasil itu, keesokan harinya, ia mengunjungi para pemetik bunga lagi, membawa sirup air minum yang lebih banyak dari sebelumnya. Sebelum mereka pergi pada hari itu, para pemetik bunga memberinya tanaman bunga dengan sebagian bunga masih berada di batangnya. Dalam waktu singkat ia telah mendapatkan delapan sen dari hasil tersebut.

Beberapa waktu kemudian, saat hari hujan dan berangin, angin merobohkan sebagian cabang yang telah busuk, ranting dan daun ke taman peristirahatan raja. Tukang kebun istana tidak tahu bagaimana cara membersihkan tempat itu. Pemuda itu muncul dan menawarkan diri membersihkan tempat itu jika ia boleh mengambil ranting dan daun tersebut. Tukang kebun menyetujui hal itu. Kemudian siswa Cullakasehi ini mulai membersihkan taman bermain anak-anak. Dalam waktu yang singkat, ia berhasil membuat anak-anak membantunya memungut setiap ranting dan daun yang ada di tempat itu dan menumpuknya di dekat pintu masuk dengan dengan memberi mereka sirup gula. Di saat yang sama, pembuat tembikar kerajaan sedang mencari bahan bakar untuk membuat mangkuk kerajaan. Ia melihat tumpukan kayu itu dan membeli semua kayu-kayu tersebut. Penjualan kayu itu memberikan enam belas sen kepada siswa Cullakasehi, ditambah lima buah mangkuk dan bejana.

Dengan dua puluh empat sen di tangan, sebuah rencana terpikirkan olehnya. Ia pergi ke arah gerbang kota, membawa kendi air dan menyiapkan minuman untuk lima ratus orang pemotong rumput. Saat mereka ingin membayar jasanya, ia akan memintanya jika membutuhkan pertolongan mereka.

Pada saat bersamaan terdengar kabar olehnya rencana kedatangan seorang pedagang kuda ke kota ini dengan membawa lima ratus ekor kuda untuk dijual esok hari. Mandengar berita itu ia meminta masing-masing pemotong rumput memberikan seikat rumput padanya dan jangan menjual rumput mereka miliki kepada pedagang kuda tersebut sebelum rumput miliknya terjual habis. Kondisi tersebut menyebabkan tidak bisa mendapatkan rumput pemuda tersebut seharga seribu keping. Pemuda tersebut juga melakukan hal lainnya kepada saudagar kapal. Secara keseluruhan, ia membawa dua ratus ribu keping uang saat kembali ke Benares.

Didorong oleh keinginan untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, pemuda itu mengunjungi 'cullakasehi'. 

"Bagaimana cara kamu menjadi begitu kaya?" tanya bendaharawan itu.

"Dalam empat bulan yang singkat ini, dengan mengikuti petunjuk yang anda berikan," jawab pemuda itu. 

Kemudian ia menceritakan kejadian itu secara lengkap, dimulai dengan bangkai tikus itu. Mendengar cerita itu, cullakasehi berpikir saya harus memastikan anak muda ini tidak jatuh ke tangan orang lain. Maka ia menikahkan pemuda ini dengan putrinya dan menyerahkan semua harta warisan keluarganya kepada pemuda ini. Saat bendaharawan itu meninggal, ia mengambil alih jabatannya.

Merenungkan cerita tersebut, sebagai mana diuraikan dalam "Manggala Sutta Buddha", bahwa salah satu berkah tertinggi adalah senantiasa bersikap rendah hati. Dimulai dari kerendahan hati dan modal kecil berupa bangkai tikus, pemuda yang yang cerdik dan terampil dapat menambah kekayaan. 

Hal ini mengingatkan kita harga diri dan kesombongan adalah dua hal terbesar dalam menghambat perkembangan diri. Mereka yang telah sukses dalam membuat kemajuan baik bisa saja mulai sombong dan mempaercayai bahwa mereka telah mengetahui segala hal dan lebih baik dari siapapun juga. Apabila hal ini terjadi, akan sulit untuk mempertahankan sikap yang benar dan sikap keterbukaan untuk belajar dari orang lain dan menerima ajaran yang lebih tinggi. 

Renungkanlah pemuda tersebutdengan rendah hati mau belajar dari orang lain dan berkenan memungut bangkai tikus untuk dijual sehingga pada akhirnya kekayaan dirinya pun berkembang.

Editor: Yaya

T#g:ekonomi
Berita Terkait
  • Minggu, 17 Jun 2018 21:57

    Usaha Cetak Foto Kebun Binatang Paluta Raup Untung

    Sejumlah usahawan muda yang melakoni usaha bisnis cetak foto di lokasi wisata kebun binatang yang berlokasi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meraup untung dari sejumlah pengunjung yang mendatangi lokasi wisata marga satwa tersebut

  • Selasa, 22 Mei 2018 16:22

    Sihar: Mahasiswa Harus Kreatif, Bantu Pemerintah

    Enterpreneur sukses, Sihar Sitorus menilai peran penting Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak bisa dikesampingkan begitu saja. UMKM inilah yang menjadi salah satu tonggak dasar perekonomian nasional.

  • Selasa, 22 Mei 2018 03:22

    Kondisi Ekonomi Indonesia di Tahun 2018

    Tahun 2018 merupakan tahun baru bagi semua orang di dunia, tentu saja di tahun ini banyak harapan baru untuk banyak orang dalam berbagai bidang. Kondisi ekonomi merupakan salah satu harapan yang paling banyak dicari.

  • Minggu, 06 Mei 2018 02:36

    Manfaat Kunjungan PM China, Secara Ekonomi dan Politik

    Indonesia akan kedatangan Perdana Menteri China Li Keqiang yang dijadwalkan melakukan lawatan ke Indonesia pada 6-8 Mei 2018.  Lawatan ini menurut Kementerian China merupakan undangan Presiden Jo

  • Jumat, 04 Mei 2018 19:14

    Sihar Sitorus: Ekonomi berkeadilan harus berproses dari hulu ke hilir

    Cawagub Sumatera Utara Sihar Sitorus mendorong penataan ekonomi dari hulu. Ini dilakukan agar dapat terwujudnya ekonomi berkeadilan dengan melibatkan berbagai pihak.

  • Selasa, 17 Apr 2018 18:57

    Bakamla RI Bahas Percepatan Perwujudan Ekonomi Maritim

    Badan Keamanan Laut RI membahas Percepatan Perwujudan Ekonomi Maritim Indonesia dalam Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Intensif Agromaritim Indonesia (I AM Indonesia

  • Sabtu, 24 Mar 2018 07:24

    Pemko Sibolga Akui Perekonomian Alami Penurunan

    Pemerintah Kota Sibolga mengakui bahwa perekonomian di kota ini mengalami penurunan.

  • Sabtu, 24 Mar 2018 04:44

    Melawan Guncangan Ekonomi Internasional

    Pergerakan nilai tukar rupiah tahun-tahun terakhir mengalami pelemahan yang cukup mengkhawatirkan, bahkan bulan Maret 2018 mencapai kurs 13.783. Semenjak bulan Februari 2018 secara perlahan nilai tuka

  • Minggu, 11 Mar 2018 00:41

    Jika Terpilih, Pedagang Meminta Djarot-Sihar Tata Pasar Aek Nabara

    Dalam blusukan dan pertemuan bersama masyarakat dan Pedagang di pasar tradisional Aek Nabara, Rantauprapat, Labuhan Batu, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (10/3), Calon Wakil Gubernur Sumut Sihar Sitorus

  • Selasa, 06 Mar 2018 09:56

    Ijeck: Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Lapangan Kerja Warga

    Perekonomian Sumatera Utara harus ditopang oleh sejumlah hal, salahsatunya ketersediaan lapangan kerja bagi warganya.Demikian dikatakan Calon Wagub Sumut nomor urut 1 H Musa Rajekshah saat menghadiri

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak