Selasa, 22 Mei 2018 19:07
  • Home
  • Opini
  • Sebarkan Pesan Damai Dalam Menghadapi Teror Di Indonesia

Sebarkan Pesan Damai Dalam Menghadapi Teror Di Indonesia

Medan (utamanews.com)
Oleh: Hanief Al-Amiri, Konsultan PSDM
Selasa, 15 Mei 2018 15:05
Ist
Ilustrasi
Teror bom bunuh diri meledak lagi di Indonesia! Haruskah kita panik? Jelas jawabannya TIDAK. Hilangkan rasa takut terhadap kemungkinan ancaman dari berbagai pihak yang tidak bertanggungjawab dan dengan motif yang berusaha mengacaukan kestabilan kondisi keamanan di negara kita.

Kita harus tetap tenang dalam menghadapi aksi-aksi teror semacam ini, jangan terpancing informasi-informasi yang menyudutkan sebagian atau salah satu pihak yang belum bisa dipastikan kebenarannya, jangan pula ikut-ikutan menyebarkan foto atau video kondisi pasca pengeboman maupun korban karena hal tersebut malah akan memicu ketakutan di masyarakat dan sesungguhnya hal inilah yang diinginkan oleh para pelaku teror tersebut, yaitu menyebarkan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Jauh lebih bermanfaat jika kita lebih banyak menyampaikan pesan-pesan yang menyebarkan kedamaian agar aksi-aksi semacam itu tidak terjadi kembali di masa yang akan datang.

Kenapa menebarkan pesan damai penting untuk saat ini? Karena ancaman radikalisme dan terorisme masih berpotensi meledak di negeri kita. Paham kekerasan dengan mengatasnamakan perjuangan agama ini, sangat disayangkan. Agama yang seharusnya menjadi sarana mendamaikan, tapi justru digunakan sebagai alat pembenaran untuk melakukan kekerasan. Bom bunuh diri dianggap jihad. Mati melawan pemerintah dianggap syahid. Sungguh sangat ironis. Padahal jihad yang sesungguhnya adalah melawan diri sendiri, agar bisa mengendalikan nafsu.



Indonesia merupakan negara yang aktif dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Semangat di atas tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Dalam pembukaaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya", sehingga kita sebagai warga Negara sudah sewajarnya saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi menjaga keutuhan Negara dan menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama.

Jika konstitusi kita menegaskan agar aktif dalam menciptakan perdamaian, sudah semestinya warga negaranya juga ikut aktif menciptakan perdamaian. Minimal perdamaian dalam diri, dalam keluarga, dan lingkungan sekitar kita. Dengan berperilaku sesuai Pancasila, atau sesuai agama dan kepercayaan kita, sudah merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan perdamaian.Wujud dari perdamaian itu adalah, tidak ada kebencian dan kekerasan. Yang ada adalah rasa saling menghormati antar sesama, rasa saling toleransi, dan rukun antar umat beragama. Di luar itu, sikap gotong royong juga merupakan upaya untuk menciptakan suasana yang damai. Sudahkah diantara kita melakukan hal di atas? Jika belum, tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Intinya, berbuat menebarkan pesan damai tidak ada kata terlambat. Menebarkan pesan damai harus dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Meski Indonesia merupakan negara yang toleran, faktanya masih ada sebagian masyarakat kita yang cepat marah yang karena persoalan sepele. Kekerasan mudah terjadi hanya karena provokasi. Ke depannya, provokasi semacam ini diharapkan tidak terjadi lagi. Masyarakat harus cerdas dan bisa memilah, mana provokasi mana yang bukan. Lihatlah Indonesia sebagai negeri yang tenteram, yang mengakomodir keberagaman. Lihatlah Indonesia sebagai negeri yang rukun, tanpa ada kebencian dan kekerasan. Itulah Indonesia yang sebenarnya.

Rangkaian kekerasan teroris di minggu ini maupun berbagai ajakan kekerasan pun mulai marak di dunia maya dan lingkungan kita, harus dilawan dengan pesan damai. Mungkin saja, pihak-pihak yang menyebarkan kebencian tersebut, masih belum sadar. Mari kita sadarkan mereka secara damai. Dengan menebarkan kedamaian, secara tidak langsung kita mendidik generasi kedepan menjadi generasi damai.

Apabila kita cermati pengertian manusia sebagai makhluk individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial yang diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu/manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhan. Dalam menjalani kehidupan sosial dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya salah satunya adalah perbedaan kepercayaan/agama.

Dalam menjalani kehidupan sosial tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama atau ras. Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian.

Bila kita pahami secara mendalam, sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama tak mengajarkan dalam perjuangan menegakkan kebenaran dengan cara membunuh orang lain apalagi diri sendiri, agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme. Terorisme itu produk dari kebencian, kesesatan berpikir dan berkeyakinan serta pelampiasan dari kecongkakan orang sombong.Tindak kekerasan, dengan alasan apa pun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran.

Sebagai penutup, saya ikut berbelasungkawa atas korban kekejaman teroris dan kepada keluarganya mudah-mudahan diberi kesabaran. Saya berharapsemoga aparat yang berwajib segera mengungkap dalang dari peristiwa berdarah yang keji ini dan kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap gerak gerik orang mencurigakan di lingkungan masing-masing.

Editor: Sam

T#g:Teror
Berita Terkait
  • Jumat, 18 Mei 2018 15:18

    Insiden Surabaya, Momentum Bangsa Indonesia Untuk Memiliki Satu Musuh Bersama

    Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabay

  • Kamis, 17 Mei 2018 15:17

    Teror Bom Surabaya dan Urgensi Revisi UU Terorisme

    Setelah kasus serangan narapadina terorisme di Mako Brimob, berita tentang terorisme datang dari Surabaya. Publik digegerkan dengan aksi satu keluarga yang meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja. Mi

  • Rabu, 16 Mei 2018 15:16

    Kondisi Polisi Korban Samurai Teroris Mulai Membaik

    Anggota Polri Riau yang kepalanya terkena samurai teroris tadi pagi, Kompol Farid Abdullah, telah selesai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau dan kondisinya sudah stabil dan terus

  • Rabu, 16 Mei 2018 02:16

    Tetap Tenang Menghadapi Aksi Terorisme

    Kejadian Terorsime di Indonesia saat ini menjadi sangat kritis, Pasca serangan di Mako Brimob Kelapa Dua minggu lalu, kemarin, teror kembali terjadi diSurabaya. Ledakan yang diduga bom bunuh diri di S

  • Minggu, 13 Mei 2018 22:03

    Teroris: Kita Tidak Takut!

    Pasca aksi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Indonesia kembali berduka. Puluhan orang yang akan mengikuti ibadah pagi ini menjadi korban kebiadaban teroris. Tetes darah dan air mata anak bangsa

  • Minggu, 13 Mei 2018 17:33

    AM Hendropriyono: Singkirkan Semua Bualan Tentang HAM Teroris!

    Masyarakat jangan panik. Kekuatan mereka yang seperti puncak gunung Krakatau ini berpotensi meletus lagi, tapi Polri dan TNI akan mampu meredamnya. Program deradikalisasi yang sudah jalan, sudah

  • Kamis, 10 Mei 2018 15:40

    5 Polisi Tewas Diserang Teroris, Negara Sampaikan Bela Sungkawa

    Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada lima prajurit Polri yang gugur dalam insiden penyerangan di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua."Saya juga tel

  • Kamis, 25 Jan 2018 10:45

    Panglima TNI: Penanggulangan Terorisme Demi Keutuhan NKRI

    Sesuai UU TNI Nomor 34 tahun 2004 Pasal 7 Ayat (2) menjelaskan bahwa Tugas Pokok TNI melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang di dalamnya tertera b

  • Senin, 11 Des 2017 19:01

    Densus Tangkap 4 Terduga Teroris dari Riau

    Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Kepolisian Republik Indonesia melakukan penangkapan terhadap empat terduga teroris di berbagai wilayah di Provinsi Riau.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat

  • Sabtu, 09 Des 2017 16:29

    Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 di Surabaya

    Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap seorang terduga teroris di Jalan Ampel Kembang Nomor 25 Surabaya, Sabtu, (9/12/2017).Kapolres Pelabuhan Tanju

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak