Jumat, 24 Nov 2017 17:59

Romantisme Politik Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Bireun, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.
Kamis, 24 Agu 2017 10:24
Dibaca: 156 kali
Dok
Presiden dan Wakil Presiden serta para mantan Presiden RI berfoto bersama di Istana Negara, 17 Agustus 2017.

Kehadiran Mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 72 di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (17/8) merupakan salah satu simbol romantisme terkait dengan situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia. Tak ayal bila pertemuan tersebut menjadi sorotan utama yang menarik perhatian publik seantaro Indonesia.

Hal ini berkaca setelah 13 tahun lamanya, kedua tokoh negara tersebut tidak pernah hadir bersama-sama dalam acara peringatan hari Kemerdekaan RI di Istana Negara, dimana kala itu Megawati Soekarno Putri masih menjabat sebagai Presiden dan SBY menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Namun demikian, di tahun 2014, sejak SBY memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati dan mulai bergerilya untuk mengikuti pemilihan Presiden hingga terpilih, membuat hubungan keduanya menjadi retak, layaknya tak berujung.

Sama halnya di tahun 2009, dimana pada Pilpres kedua bagi SBY dan tetap berivalitas dengan Megawati kala itu hingga dimenangkan SBY sebagai calon petahana bersama dengan Boediono, membuat hubungan keduanya semakin renggang hingga terlihat dari kosongnya kursi undangan terhadap Mantan Presiden Kelima Republik Indonesia.

Praktis, selama dua periode atau sepuluh tahun kepemimpinan SBY, Megawati sebagai kelompok oposisi pemerintah tidak pernah hadir dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka, malah justru diwakilkan oleh sang suami Alm. Taufiq Kiemas dan anaknya, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator pada bidang Kebudayaan Puan Maharani. Biasanya, sang putri Mantan Proklamator Soekarno justru lebih memilih untuk memimpin upacara di Kantor DPP PDIP Perjaungan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Setelah PDIP berhasil mengantarkan Jokowi ke tampuk tinggi pimpinan pemerintah Indonesia, Megawati untuk pertama kalinya hadir kembali ke Istana sejak perayaan HUT RI tahun 2015. Berbeda dengan SBY, sejak meninggalkan kursi Presiden RI, sejak tahun 2015 dan 2016, dirinya lebih memilih untuk merayakan hari kemerdekaan RI di kampung halamannya di Pacitan, Jatim. Baru kemarin, tepat pada 17 Agustus 2017 kemarin, Megawati dan SBY bisa kembali bersama-sama merayakan hari jadi Indonesia di Istana Merdeka.

Meskipun dalam acara kemarin keduanya tidak berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain, namun demikian kehadirian dua negarawan tersebut sedikit banyak dapat dijadikan simbol bahwasanya romantisme politik Indonesia mulai eksis dan lahir kembali. 

Terlebih usai acara, Presiden Jokowi mengajak semua mantan Presiden yang hadir untuk masuk ke dalam istana dan berfoto bersama. Megawati mengambil posisi paling tengah diapit Presiden Jokowi dan JK. Mantan Presiden Habibie berada di posisi paling kanan di sebelah Ibu Negara Iriana Jokowi, SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengambil posisi sebelah Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Tak hanya itu, setelah acara foto bersama tersebut, semua Mantan Presiden RI melanjutkan kegiatannya dengan jamuan makan siang dan ramah tamah. 

Banyak pihak yang berpersepsi bahwa kedatangan Mantan Presiden Keenam RI, SBY ke HUT RI di Istana Merdeka kemarin, diartikan sebagai indikasi adanya kecenderungan persatuan di antara keduanya menjelang Pilpres tahun 2019. Tak sedikit juga pihak yang menyangkal bahwa bertemunya dua partai yang berivalitas selama ini tidak dapat dikaitkan dengan spektrum politik masa depan.

Namun setidaknya dari pertemuan kemarin, semua pihak dapat dikatakan sepakat dengan kata romantisme politik dalam bingkai persatuan dan kesatuan kemerdekaan. Salah seorang pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Arie Sujito sempat menuturkan bahwa pertemuan Megawati dan SBY kemarin sedikitnya bisa menunjukan kepada dunia bahwa tidak ada dendam antar para pemimpin bangsa dan cenderung memikirkan kepentingan rakyat selaku kepentingan lebih besar ketimbang persoalan pribadi.

Editor: Sam

T#g:HUT RIJokowiMegawatiSBYtoleransi
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Nov 2017 21:57

    Presiden Jokowi dan Tengku Erry Mampir Di Gubernuran

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendarat di Kualanamu International Airport (KNIA) dalam rangka kunjungan kerja meresmikan pembukaan Musyawarah Nasional ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM

  • Jumat, 17 Nov 2017 21:27

    Jokowi Buka Munas KAHMI

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ditandai dengan pemukulan Gordang Sambilan di Hotel Santika Dyandra Medan

  • Jumat, 17 Nov 2017 14:57

    Presiden Hadiri Munas KAHMI di Medan

    Usai menghadiri acara Sarasehan Nasional DPD RI, Presiden Joko Widodo langsung bertolak menuju Provinsi Sumatera Utara guna melakukan kegiatan kunjungan kerja.Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakus

  • Rabu, 15 Nov 2017 03:55

    Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi

    Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan kita kepada Negara. Hal ini menjadi wajar apabila didasari oleh motif kepentingan bangsa dan negara. Namun, apa kita sudah bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini?

  • Selasa, 14 Nov 2017 03:24

    Indonesia Negeri Toleran

    Toleransi berdasarkan kajian kata berasal dari bahasa latin "tolerantia" yang berarti kelonggaran, kelembutan hati, keringanan dan kesabaran. Secara etimologis istilah "tolerantia" dikenal dengan sang

  • Senin, 13 Nov 2017 08:41

    Surya Paloh Sebut Dirinya & Jokowi Sepakat Dukung Tengku Erry

    Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) H Surya Paloh tidak dapat menutupi kegembiraannya menyaksikan belasan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/11/2017).Di hadapan

  • Senin, 13 Nov 2017 08:33

    Bertemu Presiden Jokowi, PM Abe Puji Iklim Investasi Indonesia

    Menjelang perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang, kedua negara sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.

  • Minggu, 12 Nov 2017 16:12

    Tiba di Filipina, Presiden Hadiri KTT ASEAN di Manila

    Tarian massal yang diikuti ratusan penari sambut kedatangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Bandar Udara Clark Pampanga, Filipina, Minggu, (12/11/2017). Info diperoleh dari B

  • Sabtu, 11 Nov 2017 19:31

    Presiden Jokowi Bertemu dengan PM Australia di Viet Nam

    Mengawali kegiatan hari kedua berada di Da Nang, Viet Nam, Sabtu, (11/11/2017), Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull di Furama Resort Da Nang

  • Sabtu, 11 Nov 2017 11:01

    Presiden Tekankan Pentingnya Pembangunan Ekonomi Terbuka dan Inklusif

    Setelah tiba di Da Nang, Vietnam, Presiden Joko Widodo langsung mengikuti pertemuan APEC Business Advisory Council (ABAC) Dialogue dan pertemuan APEC-ASEAN Leaders yang digelar pada Jumat, 10 November

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak