Minggu, 24 Sep 2017 13:34

Romantisme Politik Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Bireun, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.
Kamis, 24 Agu 2017 10:24
Dibaca: 113 kali
Dok
Presiden dan Wakil Presiden serta para mantan Presiden RI berfoto bersama di Istana Negara, 17 Agustus 2017.

Kehadiran Mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 72 di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (17/8) merupakan salah satu simbol romantisme terkait dengan situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia. Tak ayal bila pertemuan tersebut menjadi sorotan utama yang menarik perhatian publik seantaro Indonesia.

Hal ini berkaca setelah 13 tahun lamanya, kedua tokoh negara tersebut tidak pernah hadir bersama-sama dalam acara peringatan hari Kemerdekaan RI di Istana Negara, dimana kala itu Megawati Soekarno Putri masih menjabat sebagai Presiden dan SBY menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Namun demikian, di tahun 2014, sejak SBY memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati dan mulai bergerilya untuk mengikuti pemilihan Presiden hingga terpilih, membuat hubungan keduanya menjadi retak, layaknya tak berujung.

Sama halnya di tahun 2009, dimana pada Pilpres kedua bagi SBY dan tetap berivalitas dengan Megawati kala itu hingga dimenangkan SBY sebagai calon petahana bersama dengan Boediono, membuat hubungan keduanya semakin renggang hingga terlihat dari kosongnya kursi undangan terhadap Mantan Presiden Kelima Republik Indonesia.

Praktis, selama dua periode atau sepuluh tahun kepemimpinan SBY, Megawati sebagai kelompok oposisi pemerintah tidak pernah hadir dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka, malah justru diwakilkan oleh sang suami Alm. Taufiq Kiemas dan anaknya, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator pada bidang Kebudayaan Puan Maharani. Biasanya, sang putri Mantan Proklamator Soekarno justru lebih memilih untuk memimpin upacara di Kantor DPP PDIP Perjaungan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Setelah PDIP berhasil mengantarkan Jokowi ke tampuk tinggi pimpinan pemerintah Indonesia, Megawati untuk pertama kalinya hadir kembali ke Istana sejak perayaan HUT RI tahun 2015. Berbeda dengan SBY, sejak meninggalkan kursi Presiden RI, sejak tahun 2015 dan 2016, dirinya lebih memilih untuk merayakan hari kemerdekaan RI di kampung halamannya di Pacitan, Jatim. Baru kemarin, tepat pada 17 Agustus 2017 kemarin, Megawati dan SBY bisa kembali bersama-sama merayakan hari jadi Indonesia di Istana Merdeka.

Meskipun dalam acara kemarin keduanya tidak berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain, namun demikian kehadirian dua negarawan tersebut sedikit banyak dapat dijadikan simbol bahwasanya romantisme politik Indonesia mulai eksis dan lahir kembali. 

Terlebih usai acara, Presiden Jokowi mengajak semua mantan Presiden yang hadir untuk masuk ke dalam istana dan berfoto bersama. Megawati mengambil posisi paling tengah diapit Presiden Jokowi dan JK. Mantan Presiden Habibie berada di posisi paling kanan di sebelah Ibu Negara Iriana Jokowi, SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengambil posisi sebelah Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Tak hanya itu, setelah acara foto bersama tersebut, semua Mantan Presiden RI melanjutkan kegiatannya dengan jamuan makan siang dan ramah tamah. 

Banyak pihak yang berpersepsi bahwa kedatangan Mantan Presiden Keenam RI, SBY ke HUT RI di Istana Merdeka kemarin, diartikan sebagai indikasi adanya kecenderungan persatuan di antara keduanya menjelang Pilpres tahun 2019. Tak sedikit juga pihak yang menyangkal bahwa bertemunya dua partai yang berivalitas selama ini tidak dapat dikaitkan dengan spektrum politik masa depan.

Namun setidaknya dari pertemuan kemarin, semua pihak dapat dikatakan sepakat dengan kata romantisme politik dalam bingkai persatuan dan kesatuan kemerdekaan. Salah seorang pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Arie Sujito sempat menuturkan bahwa pertemuan Megawati dan SBY kemarin sedikitnya bisa menunjukan kepada dunia bahwa tidak ada dendam antar para pemimpin bangsa dan cenderung memikirkan kepentingan rakyat selaku kepentingan lebih besar ketimbang persoalan pribadi.

Editor: Sam

T#g:HUT RIJokowiMegawatiSBYtoleransi
Berita Terkait
  • Minggu, 17 Sep 2017 19:07

    Soal Sengketa Tanah, Kelompok Tani di Asahan Minta Perhatian Jokowi

    Sengketa tanah antara masyarakat Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dengan perusahaan perkebunan swasta, PT Jaya Baru Pratama (JBP), hingga saat ini masi

  • Minggu, 17 Sep 2017 11:17

    Kangen Cucu, Jokowi: Saya Juga Manusia Biasa

    Menutup hari yang penuh dengan kepadatan acara, Presiden Joko Widodo mengajak cucu kesayangannya, Jan Ethes untuk bermain berbagai wahana kereta di pusat perbelanjaan Solo Paragon, Sabtu malam, 16 Sep

  • Minggu, 10 Sep 2017 16:00

    Jokowi akan resmikan tol Jombang-Mojokerto

    Presiden Jokowi bertolak menuju Provinsi Jawa Timur, Minggu siang, (10/9), untuk meresmikan jalan tol Jombang-Mojokerto.

  • Minggu, 10 Sep 2017 07:40

    Jokowi: Baru 46 dari 126 juta lahan yang sudah ada sertifikatnya

    Presiden Jokowi mengemukakan, di seluruh tanah air ini ada 126 juta yang harus disertifikatkan, sekarang baru kurang lebih 46 juta, sehingga masih kurang banyak sekali. Ia menyebutkan, di kabupat

  • Kamis, 07 Sep 2017 06:17

    Bulan Ini, 2 Seksi Tol Medan-Binjai Dioperasionalkan

    Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sudah mulai rampung. Bahkan ditargetkan dalam bulan ini untuk seksi 2 yakni Helvetia-Sei Semayang dan seksi 3 Sei Semayang-Binjai akan diresmikan dan dioperasionalka

  • Senin, 04 Sep 2017 07:24

    Jokowi: Indonesia Berkomitmen Bantu Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar

    Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya aksi kekerasan di Rakhine State, Myanmar. 

  • Selasa, 22 Agu 2017 10:12

    Jaga Persatuan dan Kesatuan Dilandasi Semangat Bhinneka Tunggal Ika

    Salah satu upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang dilandasi semangat Bhinneka Tinggal Ika perlu ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan untuk mengajarkan etika dan moral ber

  • Selasa, 22 Agu 2017 02:52

    Pasukan Garuda Peringati HUT RI Ke-72 di Markas Indobatt-03

    Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Batalyon komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 di bawah pimpinan Letkol INF Syamsul Alam, S.E. sebagai Dansatg

  • Minggu, 20 Agu 2017 10:40

    Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C Memperingati HUT RI ke-72 di Afrika Tengah

     Dalam rangka memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kont

  • Minggu, 20 Agu 2017 08:50

    Ribuan Warga Masyarakat Kecamatan Buki Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan

    Malam resepsi kenegaraan dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 72 tahun 2017 yang diselenggarakan secara terpusat di Bumi Perkemahan Baruia, Kecamatan Buk

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak