Jumat, 22 Sep 2017 18:29
  • Home
  • Opini
  • Radikalisme dalam Spektrum Politik

Radikalisme dalam Spektrum Politik

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ricky Rinaldi, Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
Kamis, 31 Agu 2017 11:41
Dibaca: 121 kali
Liputan6
Aksi massa menolak radikalisme
Radikalisme dan deradikalisasi merupakan dua istilah politik yang muncul dalam penanganan gerakan terorisme saat ini.

Karl Popper mendefinisikan radikalisme sebagai manifestasi atas penolakan terhadap proses modernisasi. Polanya mengarah pada upaya penggulingan atau paling tidak menentang kemapanan kekuasaan yang dianggap sebagai penyebab penderitaan rakyat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, radikalisme diartikan sebagai sebuah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis atau sikap ekstrim dalam suatu aliran politik.

Sementara di dalam Kamus Politik, pengertian radikalisme diartikan sebagai ide-ide politik yang mengakar dan mendasar pada doktrin-doktrin yang dikembangkan dalam menentang status quo.

Horace M. Callen mengemukakan tiga ciri khas radikalisme, yangmana pertama, radikalisme dimaknai sebagai bentuk reaksi terhadap kondisi yang sedang berlangsung. Dari reaksi-reaksi tersebut muncul sebuah evaluasi, penolakan atau bentuk perlawanan. 

Adapun umumnya permasalahan yang ditentang tersebut berupa asumsi, ide, lembaga atau nilai-nilai yang dipandang bertanggung jawab atas situasi dan kondisi yang terjadi.

Kedua, radikalisme tidak berhenti pada sekedar upaya penolakan, namun demikian terus berupaya mengganti tatanan yang sudah ada dengan bentuk tatanan nilai lain. Sebuah kelompok radikalis berusaha keras untuk menerapkan tatanan yang diyakini yang dipersiapkan mengganti tatanan sebelumnya.

Ketiga, kuatnya keyakinan kaum radikal akan kebenaran program atau ideologi yang mereka bawa. Sehingga dari tiga indikator radikalisme tersebut yang dimaksud oleh Horace M. Kallen dapat dijadikan rujukan dalam mengidentifikasi satu pemikiran atau gerakan yang bersifat radikal.

Radikalisme sarat akan nilai dan erat kaitannya dengan cita-cita yang diperjuangkan. Misalnya bersifat radikal dalam artian mencermati serta merespon setiap persoalan yang dihadapi sampai ke akar-akarnya (radic). Sikap radikal tersebut berpegang teguh pada azas dan dasar dari suatu ajaran secara ekstrim, intoleransi, anti-kompromi, dan anti-akomoditif dengan nilai-nilai lain.

Sementara dalam perspektif spektrum politik, Leon P. Baradat menyatakan bahwa pengertian radikalisme mengacu pada pemahaman seseorang atau kelompok yang secara ekstrim tidak puas dengan kondisi masyarakat yang ada. Mereka tidak sabar untuk menanti perubahan yang fundamental. 

Oleh karenanya, lebih lanjut radikalisme dalam spektrum politik dimaknai sebagai bentuk penolakan terhadap bentuk kekuasaan oleh orang-orang yang memiliki tingkat penolakan yang berbeda, mulai dari skala ekstrim hingga skala kecewa dan frustasi, yangmana masing-masing tingkatan memiliki cara dan aksi yang berbeda-beda mulai dari cara yang soft hingga cara-cara kekerasan dalam mencapai cita-cita dan harapannya.

Sumber: Buku "Deradikalisasi Terorisme: Menimbang Perlawanan Muhammadiyah dan Loyalitas Nahdatul Ulama", Tahun 2017, karangan Saefudin Zuhri

Editor: Sam

T#g:opiniRadikalradikalisme
Berita Terkait
  • Sabtu, 19 Agu 2017 09:09

    Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

    Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

  • Selasa, 08 Agu 2017 14:38

    Intervensi Pembangunan

    Pembangunan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah kesejahteraan suatu negara atau wilayah, yang meliputi beberapa faktor, di antaranya ekonomi, sosial, budaya dan politik.

  • Senin, 31 Jul 2017 03:50

    Siaran Televisi dan Distorsi Nilai Kebangsaan

    Subbanul Yaumi, Rijalul Ghoddi (Pemuda Hari ini adalah pemimpin Masa depan). Syair itu demikian akrab di setiap santri pondok pesantren. Demikian pula bagi masyarakat yang juga sesekali mendengarkan pesan itu melalui ceramah para kiai, ustadz di masjid at

  • Minggu, 23 Jul 2017 10:43

    Distorsi Opini Ala HTI

    Nama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akhir-akhir ini sering terdengar di berbagai media massa maupun media sosial.

  • Kamis, 13 Jul 2017 08:53

    Bertemu Irjen Paulus Waterpauw, ini yang disampaikan Kelompok Cipayung Plus

    Dukungan pada Polri terus mengalir dari sejumlah elemen masyarakat. Kali ini elemen mahasiswa memberi dukungan pada Polri melalui Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw.

  • Selasa, 11 Jul 2017 10:31

    Karakter Propaganda dan Radikalisme Dunia Maya

    Berdasarkan Data Pusat Media Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang tidak dipublikasi, situs dan akun media sosial radikal melakukan sejumlah upaya untuk melancarkan bentuk propaganda kelompok mereka.

  • Kamis, 29 Jun 2017 03:59

    Ini Prediksi Pengamat Intelejen Bila Rizieq Ditangkap

    Kasus hukum yang disandang oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab telah menimbulkan rumor dan pandangan serta prediksi sejumlah pengamat dan bahkan masyarakat awam.

  • Jumat, 16 Jun 2017 19:16

    Pembubaran HTI adalah penyelamatan ideologi negara

    Pemerintah akhirnya mengambil sikap terkait Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menkopolhukam, Wiranto melalui konferensi pers pada 08 Mei 2017 mengumumkan rencana pembubaran Ormas HTI yang selama in

  • Selasa, 06 Jun 2017 00:16

    Tekan Perkembangan Radikalisme, Pelindo I Serahkan Bantuan pada Ponpes Deradikalisasi di Sumut

    Berkembangnya aksi teror dan radikalisme di Indonesia turut menjadi perhatian BUMN di Sumut. Hal tersebut tercermin dari program PT. Pelindo I yang melakukan pembinaan terhadap Ponpes Al Hidayah pimpinan Khairul Ghazali.

  • Jumat, 02 Jun 2017 14:42

    Kapolres Nias Siap Fight Ormas Radikal

    Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga yang baru menjabat di Mapolres Nias mengaku siap memberantas serta menghadapi organisasi-organisasi Anarkis dan Radikal mana kala ada di Pulau Nias.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak