Senin, 16 Jul 2018 10:05
  • Home
  • Opini
  • Pancasila, Pondasi dan Pedoman Bangsa Indonesia

Pancasila, Pondasi dan Pedoman Bangsa Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Hilmy Yahya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran
Minggu, 11 Jun 2017 21:21
Net
Ilustrasi
Dewasa ini banyak sekali kelompok kepentingan yang berupaya menggantikan keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara dan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Timbul sebuah pertanyaan apakah eksistensi ideologi Pancasila sudah tidak relevan dengan perkembangan era globalisasi dan demokratisasi yang nyaris tanpa batas, atau memang Pancasila dianggap sebuah sistem yang tidak mampu mengatur dan memecahkan seluruh permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia yang lebih demokratis dan lebih bebas dalam berbagai segi kehidupan.

Pancasila sebagai basis ideologi sekaligus identitas bangsa Indonesia yang diakui oleh seluruh dunia, perlahan mulai kehilangan cita dan impian utamanya. Konon berawal dari kebijakan rezim Presiden Soeharto yang dinilai oleh sebagian kelompok marginal menjadikan Pancasila sebagai alat politik, membuat keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia mulai digoyahkan melalui liberalisasi politik dengan mencoba menghapuskan kedudukan, fungsi serta implementasi Pancasila sebagai dasar Negara. Situasi tersebut semakin membuka peluang bagi adopsi azas-azas ideologi lainnya, tak terkecuali yang berbasiskan fundamentalis agama (religious-based ideology) untuk mempengaruhi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia, yang tujuannya tidak lain untuk menjadikan Pancasila tidak lagi menjadi common platform dalam kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia.

Kuatnya peranan globalisasi dan modernisasi di Indonesia saat ini, seolah mengancam ibu pertiwi melalui dua ideologi transnasional, seperti ideologi neoliberalisme dan fundamentalisme agama. Kecenderungan pemaksaan upaya perang doktrinasi ideologi transnasional untuk merongrong posisi sentral Pancasila sebagai dasar Negara, juga semakin gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menyuarakan penegakan Khilafah Islamiyah dan berkeinginan menggantikan ideologi Pancasila dengan sistem Khilafah yang dinilai sebagai sistem tunggal yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan bangsa Indonesia dari berbagai permasalahan yang melanda. 

Sistem demokrasi Pancasila yang telah menyatukan Nusantaratidak diakui dan bahkan dianggap produk kaum Thogut karena sebagai pembawa masalah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perang ideologi yang dilakukan cenderung mengilustrasikan kegagalan sistem demokrasi Pancasila dalam membawa perubahan bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penegakan Khilafah merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar, karena Khilafah dianggap solusi tunggal atas problematika tidak hanya di Indonesia, melainkan yang ada di dunia ini.

Nampaknya upaya kelompok-kelompok tersebut tidak serta merta mendapat dukungan seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan tanpa mengenyampingkan nilai-nilai ketauhidan individu, mayoritas rakyat Indonesia yang dominan umat muslim tidak menerima gagasan penegakan Khilafah yang selalu digaungkan diiringi dengan ilustrasi kegagalan Pemerintah Indonesia menerapkan sistem demokrasi Pancasila. Penolakan masyarakat akan upaya menggantikan ideologi Pancasila dengan sistem Khilafah, telah membumikan Pancasila pada bumi Ibu Pertiwi Nusantara. Namun demikian, upaya doktrinasi penegakan Khilafah Islamiyah di Indonesia akan terus digaungkan oleh kelompok tersebut memanfaatkan mulai menurunnya pemahaman dan penjabaran nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, terutama di kalangan generasi muda.

Pancasila dan Islam pada dasarnya tidak ada yang bertentangan. Bahkan Panitia Sembilan yang bertugas untuk merumuskan dasar Negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 yakni Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Moh. Yamin, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, Mr. Alexander Andries Maramis telah mengkolaborasi pemikiran antara kewajiban nilai-nilai Ketuhanan dan tatanan kehidupan sosial masyarakat. Hal itulah yang menjadikan bangsa Indonesia mempunyai jati diri dan mencerminkan wajah pribumi Nusantara.

Apabila ditelaah lebih mendalam, Rejuvenasi Pancasila merupakan salah satu  upaya yang dinilai dapat mengembalikan eksistensi Pancasila seperti yang dikonsepkan dan dicita-citakan para pendiri bangsa sebagai pondasi yang ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya. Rejuvenasi Pancasila dapat dimulai dengan menjadikan Pancasila kembali sebagai public discourse, wacana publik. Dengan menjadi wacana publik, sekaligus dapat dilakukan reassessment, penilaian kembali atas pemaknaan Pancasila selama ini, untuk kemudian menghasilkan pemikiran dan pemaknaan baru. Dengan demikian, menjadikan Pancasila sebagai wacana publik merupakan tahap awal krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila telah dinobatkan sebagai dasar negara Indonesia, ideologi pemersatu bangsa yang dijadikan landasan dalam kehidupan bernegara seperti yang diimpikan para pendiri bangsa (founding fathers) Indonesia. Sudah semestinya Pancasila ditempatkan secara terhormat dalam khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara. Posisinya sebagai panduan nilai dan pedoman bersama (common platform) untuk mewujudkan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia.

Editor: Sam

T#g:Pancasila
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:32

    Peringati Hari Pancasila, GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Tugu SIB

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Medan menggelar aksi dalam memperingati Hari Pancasila di Bundaran SIB kota Medan, Jumat (1/6/2018). Aksi ini menyampaikan bahwa pentingnya Pancasila untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

  • Jumat, 01 Jun 2018 20:31

    Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Bangsa Indonesia

    Pancasila ialah dasar Falsafah Negara atau Ideologi Negara atau dengan arti lain Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sansekerta

  • Jumat, 01 Jun 2018 15:11

    Plt Bupati Deli Serdang Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018, di Lapangan Alun-Alun Komplek Perkantoran Bupati pada Jumat (1/06/2018).Upacara

  • Jumat, 01 Jun 2018 11:51

    Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Sekdakab Paluta Bacakan Sambutan Presiden

    Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Burhan Harahap SH memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman kantor Bupati Padang Lawas Utara, Jumat (1/6/2018).

  • Kamis, 31 Mei 2018 10:41

    BPIP Jangan jadi Komoditas Politik Praktis

    Badan Pembinaan Idelogi Pancasila (BPIP) merupakan lembaga yang memiliki fungsi dan tanggungjawab penting dalam rangka menyukseskan program pemerintah yang juga bersumber dari semangat Pancasila, UUD

  • Rabu, 30 Mei 2018 08:10

    KH. Buya Syakur Yasin: Tidak Menerima Perbedaan Berarti Menolak Kebesaran Allah SWT

    Ponpes Cadangpinggan Indramayu dan Komunikonten mengadakan Tausiyah Kebangsaan dengan tema "Santri Melawan Hoax dan Penyalahgunaan isu SARA Untuk Keutuhan NKRI".Kegiatan ini diselenggarakan di Ponpes

  • Senin, 28 Mei 2018 13:28

    Memaknai Peringatan Hari Pancasila, Memperkuat Ideologi Negara

         Pada 1 Juni mendatang, kita akan memperingati hari lahirnya Pancasila. Penetapan Pancasila sebagai hari libur nasional juga menjadi kebijakan dari Presiden Joko Widodo yang te

  • Sabtu, 31 Mar 2018 09:31

    Bung Sahrul Rizal, SP (ENDO) Resmi Dilantik Sebagai Ketua PAC Bilah Hulu

    Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Bilah Hulu Sahrul Rizal,SP. atau biasa dipanggil Bung Endo, telah resmi dilantik oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT untuk me

  • Rabu, 21 Mar 2018 03:31

    Panglima TNI Ajak Mahasiswa Mengamalkan Nilai-Nilai Universal Pancasila

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak mahasiswa dan mahasiswi Indonesia untuk terus menggali dan mengamalkan nilai-nilai universal Pancasila tanpa ada batas dan sekat suku, agama maupun ra

  • Senin, 12 Mar 2018 21:42

    Prof Dr Yudi Latief Ajak Babinsa Galakkan Kamling Idiologi

    Usai menyelenggarakan saresehan bersama Babinsa dan anggota TNI lainnya pada Senin (12/03/2018), Prof Dr Yudi Latief langsung menuju ruangan Komandan Kodim 0824 Jember untuk transit sejenak dan wawanc

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak