Minggu, 24 Sep 2017 15:32
  • Home
  • Opini
  • Pancasila, Pondasi dan Pedoman Bangsa Indonesia

Pancasila, Pondasi dan Pedoman Bangsa Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Hilmy Yahya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran
Minggu, 11 Jun 2017 21:21
Dibaca: 281 kali
Net
Ilustrasi
Dewasa ini banyak sekali kelompok kepentingan yang berupaya menggantikan keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara dan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Timbul sebuah pertanyaan apakah eksistensi ideologi Pancasila sudah tidak relevan dengan perkembangan era globalisasi dan demokratisasi yang nyaris tanpa batas, atau memang Pancasila dianggap sebuah sistem yang tidak mampu mengatur dan memecahkan seluruh permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia yang lebih demokratis dan lebih bebas dalam berbagai segi kehidupan.

Pancasila sebagai basis ideologi sekaligus identitas bangsa Indonesia yang diakui oleh seluruh dunia, perlahan mulai kehilangan cita dan impian utamanya. Konon berawal dari kebijakan rezim Presiden Soeharto yang dinilai oleh sebagian kelompok marginal menjadikan Pancasila sebagai alat politik, membuat keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia mulai digoyahkan melalui liberalisasi politik dengan mencoba menghapuskan kedudukan, fungsi serta implementasi Pancasila sebagai dasar Negara. Situasi tersebut semakin membuka peluang bagi adopsi azas-azas ideologi lainnya, tak terkecuali yang berbasiskan fundamentalis agama (religious-based ideology) untuk mempengaruhi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia, yang tujuannya tidak lain untuk menjadikan Pancasila tidak lagi menjadi common platform dalam kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia.

Kuatnya peranan globalisasi dan modernisasi di Indonesia saat ini, seolah mengancam ibu pertiwi melalui dua ideologi transnasional, seperti ideologi neoliberalisme dan fundamentalisme agama. Kecenderungan pemaksaan upaya perang doktrinasi ideologi transnasional untuk merongrong posisi sentral Pancasila sebagai dasar Negara, juga semakin gencar dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menyuarakan penegakan Khilafah Islamiyah dan berkeinginan menggantikan ideologi Pancasila dengan sistem Khilafah yang dinilai sebagai sistem tunggal yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengeluarkan bangsa Indonesia dari berbagai permasalahan yang melanda. 

Sistem demokrasi Pancasila yang telah menyatukan Nusantaratidak diakui dan bahkan dianggap produk kaum Thogut karena sebagai pembawa masalah dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perang ideologi yang dilakukan cenderung mengilustrasikan kegagalan sistem demokrasi Pancasila dalam membawa perubahan bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Penegakan Khilafah merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa ditawar-tawar, karena Khilafah dianggap solusi tunggal atas problematika tidak hanya di Indonesia, melainkan yang ada di dunia ini.

Nampaknya upaya kelompok-kelompok tersebut tidak serta merta mendapat dukungan seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan tanpa mengenyampingkan nilai-nilai ketauhidan individu, mayoritas rakyat Indonesia yang dominan umat muslim tidak menerima gagasan penegakan Khilafah yang selalu digaungkan diiringi dengan ilustrasi kegagalan Pemerintah Indonesia menerapkan sistem demokrasi Pancasila. Penolakan masyarakat akan upaya menggantikan ideologi Pancasila dengan sistem Khilafah, telah membumikan Pancasila pada bumi Ibu Pertiwi Nusantara. Namun demikian, upaya doktrinasi penegakan Khilafah Islamiyah di Indonesia akan terus digaungkan oleh kelompok tersebut memanfaatkan mulai menurunnya pemahaman dan penjabaran nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, terutama di kalangan generasi muda.

Pancasila dan Islam pada dasarnya tidak ada yang bertentangan. Bahkan Panitia Sembilan yang bertugas untuk merumuskan dasar Negara Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945 yakni Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Moh. Yamin, KH. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikoesno Tjokrosoejoso, Mr. Alexander Andries Maramis telah mengkolaborasi pemikiran antara kewajiban nilai-nilai Ketuhanan dan tatanan kehidupan sosial masyarakat. Hal itulah yang menjadikan bangsa Indonesia mempunyai jati diri dan mencerminkan wajah pribumi Nusantara.

Apabila ditelaah lebih mendalam, Rejuvenasi Pancasila merupakan salah satu  upaya yang dinilai dapat mengembalikan eksistensi Pancasila seperti yang dikonsepkan dan dicita-citakan para pendiri bangsa sebagai pondasi yang ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya. Rejuvenasi Pancasila dapat dimulai dengan menjadikan Pancasila kembali sebagai public discourse, wacana publik. Dengan menjadi wacana publik, sekaligus dapat dilakukan reassessment, penilaian kembali atas pemaknaan Pancasila selama ini, untuk kemudian menghasilkan pemikiran dan pemaknaan baru. Dengan demikian, menjadikan Pancasila sebagai wacana publik merupakan tahap awal krusial untuk pengembangan kembali Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang dapat dimaknai secara terus menerus, sehingga tetap relevan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Pancasila telah dinobatkan sebagai dasar negara Indonesia, ideologi pemersatu bangsa yang dijadikan landasan dalam kehidupan bernegara seperti yang diimpikan para pendiri bangsa (founding fathers) Indonesia. Sudah semestinya Pancasila ditempatkan secara terhormat dalam khazanah kehidupan berbangsa dan bernegara. Posisinya sebagai panduan nilai dan pedoman bersama (common platform) untuk mewujudkan kesejahteraan kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia.

Editor: Sam

T#g:Pancasila
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:13

    Pemuda Pancasila Bukan Organisasi Preman

    Pemuda Pancasila merupakan lembaga dan organisasi massa berbasis pengkaderan, bukan organisasi preman.

  • Sabtu, 09 Sep 2017 15:59

    Tohom Purba Kandidat Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta 2017-2022

    JAKARTA (utamanews.com) - Sehubungan dengan berakhirnya periode Kepengurusan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta 2012-2017, nama KRT Tohom Purba, SH, SE, ST, IP, MM.,

  • Senin, 14 Agu 2017 20:54

    Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

    Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:52

    Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa

    Pancasila harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita

  • Jumat, 04 Agu 2017 20:04

    Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

    Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

  • Sabtu, 22 Jul 2017 09:22

    Panglima TNI : Untuk Pancasila apapun akan dilakukan

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, untukPancasila apapun akan dilakukan, hanya untuk Pancasila. 

  • Jumat, 21 Jul 2017 15:11

    Panglima TNI Ajak KAHMI Tetap Jaga Pancasila

    Pancasila sebagai Ideologi negara mengandung nilai-nilai Ketuhanan sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) harus tetap menjaga, mengamalkan dan mengi

  • Kamis, 20 Jul 2017 22:20

    Panglima TNI: Pancasila Sebagai Ideologi Negara Sudah Final

    Kita yang hidup sekarang bukan perebut atau pejuang kemerdekaan tetapi penikmat kemerdekaan, oleh sebab itu kita harus menjaga, mempertahankan dan mengisinya dengan pembangunan.

  • Rabu, 21 Jun 2017 22:41

    Memaknai Inklusif Pancasila

    Maraknya aksi intoleransi yang terjadi akhir-akhir ini dan munculnya pihak-pihak yang terus mempermasalahkan ideologi Pancasila untuk diganti dengan ideologi Khilafah mendorong pemerintah membentuk Un

  • Rabu, 21 Jun 2017 08:01

    KNPI Tebing Tinggi ajak seluruh elemen pemuda kokohkan Pancasila sebagai ideologi bangsa

    Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Tebing Tinggi (KNPI) Mhd Syahri Ramadhan Damanik SHI mengajak Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Mahasiswa dan Pelajar se-kota Tebin

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak