Selasa, 11 Des 2018 04:02
  • Home
  • Opini
  • Menyoal Elegansi Dialektika Politik Amien Rais

Menyoal Elegansi Dialektika Politik Amien Rais

Medan (utamanews.com)
Oleh: Alan Hakim, Kord. Advokasi Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) untuk wilayah Yogyakarta.
Minggu, 22 Apr 2018 09:02
@topheboh
Amien Rais dan Ketua MUI
Nama Amien Rais kembali menjadi perhatian publik karena pernyataannya tentang "partai Allah" dan "partai setan" yang kemudian memantik sejumlah kontroversi di kalangan masyarakat. Pernyataan ini diungkapkannya dalam tausiah setelah sholat subuh di Masjid Baiturrahim, Jakarta.

Untuk lebih jelasnya, berikut kutipan tausiah Amien Rais tersebut: "Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan".

Lebih lanjut Amien menjelaskan, "Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,".



Ada banyak reaksi yang kemudian muncul menanggapi pernyataan Amien Rais tersebut. Beberapa elit politik turut memberikan komentar dan menyayangkan pernyataan Amien Rais karena dapat memberikan ruang untuk terjadinya perpecahan dalam masyarakat.

Tidak berhenti di situ, beberapa elemen masyarakat bahkan melaporkan Amien ke Mapolda Metro Jaya dengan pasal Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 156 A KUHP.

Terhadap persoalan pelaporan ini, biarlah mekanisme hukum berjalan sebagaimana mestinya. Dalam tulisan ini, saya lebih tertarik untuk membahas komunikasi politik Amien Rais yang dalam pandangan saya tidak mencerminkan elegansi seorang tokoh nasional yang dikenal sebagai bapak reformasi.

Benar adanya, jika dikatakan bahwa munculnya pernyataan itu dalam rangka memberikan dakwah keagamaan terhadap umat. Akan tetapi, tentu sulit sekali untuk mengatakan bahwa pernyataan Amien Rais tersebut tidak ada kaitannya dengankonfigurasi politik nasional menjelang pemilu 2019.

Terlebih Amien menyebutkan nama beberapa parpol yang dalam pandangannya termasuk dalam kualifikasi "Hizbullah" atau Partai Allah. Sehingga dapat memunculkan pandangan bahwa partai-partai selain itu termasuk "Hizbus Syaithon" atau partai setan. Komunikasi demikian tentu sangat kita sayangkan karena tidak menunjukan sikap elegansi politik dalam meraih simpati masyarakat.

Amien (begitu pula dengan para politisi yang lain) seharusnya mentauladani tokoh-tokoh politikus indonesia di masa lalu, seperti Agus Salim, Buya Hamka, Moh. Natsir, dan lain-lainnya. Mereka selalu tampil sebagai kritikus yang handal tanpa meninggalkan dialektika yang sopan tapi mengenai sasaran.

Agus Salim misalnya, salah satu konseptor pembukaan UUD 1945 ini pernah membalikkan sindiran yang dilontarkan oleh Muso yang notabene adalah lawan politiknya dengan cara yang begitu cerdas dan brilian. 

Seperti diketahui, Agus Salim memiliki jenggot yang cukup panjang. Sehingga dalam suatu forum ketika Agus Salim menaiki podium untuk berpidato, Muso mengembik "Mbeeek.." untuk menyindir penampilan Agus Salim yang menurutnya memiliki jenggot seperti kambing. Menyadari sindiran itu ditujukan kepada dirinya, Agus Salim menyahut, "Saya diundang untuk menghadiri forum manusia, tapi kenapa di sebelah sana ada kambing" seraya menunjuk asal munculnya suara 'mbek' tadi.

Begitulah para tokoh kita memberikan tauladan dalam berpolitik. Kritis merupakan keharusan dalam politik tapi bukan menjadi alasan untuk meninggalkan nilai kesopan-santunan. Oleh karena itu sudah seharusnyaAmien memberikan tauladan yang baik di tengah polarisasi umat Islam yang terpecah belah menjadi dua. Sebagai tokoh Amien tidak mencerminkan sosok figur reformatorsebagaimana dulu disandangnya.

Cara demikian, tentu tidak elok jika dipergunakan untuk mendulang simpati dari rakyat. Sikap demikiantidak memberikan edukasi politik kepada rakyat, melainkan memberikan contoh yang tidak baik. Lebih-lebih dengan menggunakan istilah agama demi mendapat simpati rakyat.

Cukup dengan cara membuktikan bahwa partai yang dibinanya merupakan partai yang berintegritas dan menyuarakan suara rakyat,rakyat akan dengan sendirinyabersimpati dan tertarik untuk memilih partai yang dipimpinnya.

Sudah saatnya Amien menyadari kesalahannya, saya sendiri yakin bahwaAmien menyadari kesalahannya, walaupun ia terpaksa melakukan kesalahan itu demi politik sesaat. Oleh karena itu, sudah seharusnya Amien melakukan taubat nasuha (niat untuk tidak mengulangi kembali). Mari ajari kami yang muda inicara berpolitik yang elegan bukan politik pragmatisyang menjadi penyakit bangsa ini. dan menghidari diksi-diksi yang berpotensi menjadi pemicu perpecahan umat yang sudah dibangun oleh Founding Fathers kita.
T#g:tokoh
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Jun 2018 18:16

    Nahkoda Kapal Wanita Pertama Indonesia, Captain Agustin Nurul Fitriyah

    Pekerjaan sebagai nahkoda kapal sangatlah tidak mudah. Karena harus mempunyai jiwa yang besar dan tangguh. Jiwa yang besar dan tangguh itulah yang dimiliki nahkoda cantik bernama Agustin Nurul Fitriya

  • Jumat, 01 Jun 2018 12:01

    Ini Pelajaran Berharga dari Ziarah Sihar Sitorus ke Makam Soetan Goenoeng Tuah Harahap

    Dalam kunjungannya di Tapanuli Bagian Selatan, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menziarahi makam Goenoeng Tuah Harahap yang merupakan tokoh pendiri kota Padang Sidimpuan yang dulunya bernama Kampung Baru, Kamis (31/5/201

  • Senin, 23 Apr 2018 22:23

    Sihar Kagum Sosok Almarhum Abdullah Eteng

    Cawagub Sumatera Utara, Sihar Sitorus mengaku kagum akan sosok almarhum Abdullah Eteng dan menurutnya beliau patut menjadi panutan pemimpin saat ini.Hal tersebut diungkapkan Sihar saat menghadiri peri

  • Senin, 23 Apr 2018 12:13

    Belasan Tahun, Warga Sosa Sukarela Atur Lalulintas di Pasar Ujung Batu

    Setidaknya, sejak tahun 2007 silam, seorang warga Desa Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), hingga kini terus mendedikasikan dirinya secara sukarela mengatur arus lalulintas di sekitar pasar tradisional di pusat Pasar Ujung Bat

  • Senin, 26 Feb 2018 08:26

    Ruangan Kantor Gubernur Dinamai dengan Nama-nama Mantan Gubsu

    Sebagai bentuk penghargaan kepada para mantan pejabat dan pensiunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi memberi nama ruanga

  • Senin, 26 Feb 2018 07:26

    Menilik Kisah Cinta Sihar Sitorus dan Istri

    Perjalanan kisah cinta Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus dengan sang istri, Patricia Siahaan, memiliki kesan tak terlupakan bagi keduanya.Pertemuan hingga perjalanan mahliga

  • Minggu, 18 Feb 2018 09:58

    Kompaknya Happy dan Patricia

    Kekompakan Patricia Boru Siahaan dan Heppy Ferinda sering menjadi perbincangan warga. Istri Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus tersebut ser

  • Senin, 29 Jan 2018 09:39

    Satgaskes TNI Selamatkan Nyawa Ibu Akibat Pendarahan Pasca Persalinan

    Tim Gabungan Satgaskes TNI bantu warga Asmat tidak hanya penanggulangan campak dan gizi buruk.

  • Kamis, 18 Jan 2018 17:18

    Anak Medan Jabat Komandan KN. Tanjung Datu 1101

    Letnan Kolonel Laut (P) Muhammad Dimmi Oumry, S.E., lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan-44 tahun 1998 dipercaya menahkodai kapal patroli terbesar milik Badan Keamanan Laut RI, KN. Tanjung Dat

  • Jumat, 13 Okt 2017 10:53

    Kasipem Medan Marelan: Ciptakan budaya antri agar dapat dilayani dengan baik

    Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Medan Marelan​, Juli, mengakui bahwa dalam menjalankan tugas ingin menciptakan budaya antri. Sehingga seluruh masyarakat dalam mengurus berbagai andministrasi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak