Rabu, 20 Sep 2017 14:23

Melihat Titik Lahir Rohingya

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ardian Wiwaha, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.
Jumat, 08 Sep 2017 08:08
Dibaca: 203 kali
Republika
Pengungsi Rohingya di Indonesia.
Banyak versi yang menceritakan titik lahir kehidupan atau asal mula sejarah masyarakat Rohingya di Myanmar.

Rohingya merupakan sebuah kelompok etnis Indo-Aryadari Rakhine atau yang juga dikenal sebagai Arakanatau Rohang dalam bahasa Rohingya di Burma. Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Burma yang Sino-Tibet).

Menurut penuturan warga Rohingya dan beberapa ulama, mereka berasal dari negara bagian Rakhine, sedangkan beberapa sejarawan lain mengklaim bahwa mereka merupakan penduduk yang berasal dari Bengal lalu bermigrasi ke Myanmar, terutama perpindahan yang berlangsung selama masa pemerintahan Inggris di Burma. 

Pada batas tertentu, perpindahan tersebut terjadi setelah kemerdekaan Burma pada tahun 1948 dan selama periode Perang Kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971.

Muslim dilaporkan telah menetap di negara bagian Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan) sejak abad ke-16, meskipun jumlah pemukim Muslim sebelum pemerintahan Inggris tidak tidak diketahui dengan pasti. Setelah Perang Anglo-Burma Pertama tahun 1826, Inggris menganeksasi Arakan dan pemerintah pendudukan mendorong terjadinya migrasi pekerja dari Bengal datang kesana untuk bekerja sebagai buruh tani.

Diperkirakan terdapat lima persen dari populasi Muslim yang mendiami Arakan pada tahun 1869, meskipun perkiraan untuk tahun sebelumnya memberikan angka yang lebih tinggi. Inggris melakukan beberapa kali sensus penduduk antara tahun 1872 dan 1911 yang hasilnya mencatat peningkatan jumlah populasi Muslim dari 58.255 ke 178.647 di Distrik Akyab. 

Selama Perang Dunia II, pada tahun 1942 terjadi peristiwa pembantaian Arakan, dalam peristiwa ini pecah kekerasan komunal antara rekrutan milisi bersenjata Inggris dari Angkatan Ke-V Rohingya yang berseteru dengan orang-orang Budha Rakhine. Peristiwa berdarah ini menjadikan etnis-etnis yang mendiami daerah menjadi semakin terpolarisasi oleh konflik dan perbedaan keyakinan. 

Pada tahun 1982, pemerintah Jenderal Ne Win memberlakukan hukum kewarganegaraan di Burma, yang mana dalam Undang-undang tersebut berisikan tetang status penolakan terhadap status kewarganegaraan etnis Rohingya.

Sejak tahun 1990-an, penggunaan istilah "Orang-orang Rohingya" telah meningkat dalam penggunaan di kalangan masyarakat untuk merujuk penyebutan etnis Rohingya. Pada tahun 2013, sekitar 1,3 juta orang Rohingya menetap di Myanmar. Secara mayoritas mereka mendiami kota-kota Rakhine utara, di mana mereka membentuk 80-98% dari populasi penduduk.

Menelaah hasil pemberitaan dan investigasi media internasional dan organisasi hak asasi manusia menggambarkan kehidupan etnis Rohingya sebagai salah satu etnis minoritas yang paling teraniaya di dunia. Menghindari kekerasan di daerahnya banyak di antara orang-orang Rohingya yang melarikan diri ke pemukiman-pemukiman kumuh dan kamp-kamp pengungsi di negara tetangga Bangladesh, serta sejumlah besar orang Rohingya juga bermukim didaerah sepanjang perbatasan dengan Thailand. 

Sementara itu, lebih dari 100.000 Rohingya di Myanmar terus hidup di kamp-kamp untuk pengungsi internal dan mereka dilarang meninggalkan kamp-kamp pengungsian oleh otoritas setempat.

Rohingya telah menuai perhatian internasional setelah kerusuhan negara bagian Rakhine pada tahun 2012. Lalu pada tahun 2015 ketika berlangsungnya perhatian internasional atas Krisis Pengungsi Rohingya, dimana orang-orang Rohingya menempuh perjalanan laut yang berbahaya dalam upaya melarikan diri ke beberapa negara Asia Tenggara, Malaysia menjadi tujuan utama mereka. 

Kini, perhatian tersebut semakin menguat, tatkala isu agama menyulut pertumpahan darah di Rakhine.

Editor: Sam

T#g:IOMRohingya
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Sep 2017 08:46

    Bupati Tapteng dan Walikota Sibolga ikuti aksi Unjukrasa Peduli Rohingya

    Walikota Sibolga, Bupati Tapanuli Tengah bersama masyarakat lintas agama Sibolga Tapteng mengikuti aksi unjukrasa Peduli Rohingya dengan melakukan long march keliling kota Sibolga yang dimulai dari de

  • Jumat, 15 Sep 2017 17:35

    Peduli Rohingya, Masyarakat dan Ormas Langkat Turun ke Jalan

    Ribuan umat muslim dan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, juga etnis serta masyarakat Kabupaten Langkat, bersatu padu menggelar aksi solidaritas peduli Rohingya, Jumat (15/9/2017). Mer

  • Kamis, 14 Sep 2017 16:04

    Konflik SARA, Bungkus Kepentingan di Rohingya

    Akhir-akhir ini, pemberitaan media nasional maupun internasional tengah menyoroti krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Rakhine, Myanmar.

  • Kamis, 14 Sep 2017 07:34

    Pengurus Yayasan Vihara Buddha Narada Gelar Aksi Peduli Rohingya

    Dengan adanya toleransi, kita dapat menghargai dan menghormati kegiatan yang dilakukan masyarakat sekitar, khususnya kehidupan antar umat beragama.

  • Rabu, 13 Sep 2017 19:43

    FPMR Palas Kirimkan Dana Rp17,5 Juta untuk Muslim Rohingya

    Setelah delapan hari terakhir melakukan kegiatan penggalangan dana untuk membantu muslim Rohingya, mulai Hari Senin-Senin, (4-11/9/2017) lalu, Forum Peduli Muslim Rohingya Kabupaten Padang Lawas (FPMR

  • Selasa, 12 Sep 2017 17:02

    FKUB Deli Serdang Galang Dana untuk Muslim Rohingya

    Puluhan massa dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Deliserdang melaksanakan penggalangan dana untuk umat muslim Rohingya di persimpangan lampu merah Lubuk Pakam, pada Selasa (12/9/2017)

  • Selasa, 12 Sep 2017 10:52

    Bisnis Dibalik Konflik Rohingya

    Beberapa waktu belakangan ini tentu konflik Rohingya menjadi headline news di beberapa media baik di televisi maupun koran langganan pembaca.

  • Jumat, 08 Sep 2017 19:58

    Ratusan Massa Ormas Islam Aksi Damai di DPRD Deliserdang

    Ratusan massa gabungan Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam dan Masyarakat Deliserdang melaksanakan aksi demo di DPRD Deliserdang untuk aksi solidaritas Rohingnya, Jumat (8/9) sekira pukul 14.3

  • Kamis, 07 Sep 2017 15:37

    Pelajar Labura Galang Dana Peduli Rohingya di Myanmar

    Pembantaian terhadap etnis Rohingya oleh pasukan pemerintah Myanmar telah menjadi perhatian masyarakat internasional.

  • Kamis, 07 Sep 2017 11:57

    Rohingya dari Tahun ke Tahun

    Kekerasan kemanusiaan terbaru dan terbesar sepanjang abad ini kembali tertuju pada etnis Rohingya yang merupakan sebuah kelompok etnis Indo-Aryadari Rakhine atau yang juga dikenal sebagai Arakan atau

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak