Selasa, 19 Jun 2018 02:04
Iklan Paslon Paluta
  • Home
  • Opini
  • May Day dan Deprivasi Relatif Buruh Pekerja

May Day dan Deprivasi Relatif Buruh Pekerja

Medan (utamanews.com)
Oleh: Moh. Ariyanto, aktivis muda NU
Sabtu, 28 Apr 2018 17:28
Ist
Ilustrasi
Selamat Puasa Paluta
Siklus problem pokok buruh terus berulang setiap menjelang May Day. Peringatan 1 Mei sebagai hari buruh internasional dianggap sebagai ajang evaluasi dan peluapan atau bahkan 'hari raya' bagi kaum dan aktivis buruh.

Dalam momentum ini tidak sedikit yang memanfaatkannya sebagai arena menyampaikan setiap keluh kesah standardisasi kehidupan buruh yang diklaim sebagai pilar utama perekonomian suatu bangsa. Model negara modern dengan sistem perekonomian yang mengandalkan investasi akibat dari kepentingan industrialisasi yang bahkan telah menyusup pada sektor tani, telah memposisikan buruh pekerja sebagai sentra yang menggerakan pertumbuhan ekonomi.

Realitas posisi buruh mestinya menjadi perhatian seluruh komponen negara bahwa kita (buruh) adalah elit. Dunia ketenagakerjaan saat ini masih sering mengalami kondisi miris karena tak berangsur cepat menempatkan buruh sebagai kelas tertinggi di negara ini. Pengetahuan tentang kelas masyarakat yang telah lama menimbun rendah buruh mesti diubah. Tentunya harapan demikian ini mesti diselaraskan oleh kebijakan publik maupun ilmu pengetahuan yang memperkuat.



Persoalan pokok normatif buruh dalam sektor ketenagakerjaan tidak hanya dialami oleh negara kita, juga dialami oleh setiap negara lainnya baik yang tertinggal, berkembang dan maju. Hematnya, perseteruan kelas di masa lalu telah menimbulkan duka akibat konflik yang berkepanjangan karena birahi rakus egoistis baik individu maupun golongan. Penulis sepakat dengan pola pikir Hans Albert yang menginginkan nalar kritis dari setiap persoalan yang muncul dan berusaha menunjukan konsekuensi untuk memecahkan persoalan kognitif, moral dan politik.


Kolaborasi dan Solidaritas Moral

May Day sejatinya perlu dimaknai sebagai ajang membangun kolaborasi moral sesama buruh pekerja bahwa jaminan kesetaraan status buruh sebagai masyarakat tanpa kelas mesti disadari sebagai sarana meningkatkan kapasitas diri. Kita (buruh) mesti memotivasi diri menjadi lebih baik dan menumbuhkan optimisme. Pasar tenaga kerja memang telah membuka persaingan, namun kondisi ini bukan lagi tentang peta persaingan antar manusia dan manusia lainnya. Membangun solidaritas akan membantu dan mengangkat moral sesama buruh dan sebaliknya bila pasar tenaga kerja yang terbuka dipandang sebagai ancaman, tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah saling melemahkan di antara pekerja.

Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (Perpres TKA) sejatinya adalah angin segar bagi negara. Setiap buruh dapat bertukar pikiran dan cara kerja serta membangun solidaritas yang lebih kuat dalam jejaring antar negara. Perpres TKA tidak melepas secara bebas status dan hak tenaga kerja asing, mereka memiliki kewajiban yang harus ditunaikan agar memberi keuntungan positif bagi negara dan kita (buruh). Hanya saja, perlu pelbagai pengawalan agar efek seluruhnya dari kebijakan tersebut berjalan sesuai skenario yang membangun.

Prasangka negatif tentang Perpres TKA yang bergulir pada dasarnya akibat dari deprivasi relatif yang dirasakan oleh buruh. Kolektivitas buruh pekerja selama ini berjalan di atas ketidakpuasan yang dirasakan oleh mereka, tentu keadaan ini juga diperumit dengan stigma tambahan yang pada umumnya mendiskreditkan buruh pekerja sebagai kelas rendah. Sejalan dengan pendapat Ted Robert Gurr bahwa deprivasi relatif adalah ketidakpuasan yang dirasakan ketika apa yang seharusnya didapatkan tidak diterima dengan semestinya, deprivasi ini diperparah dengan adanya prasangka bahwa kaum tertentu mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan.




Tidak Ada Lagi Stigma Kelas Bawah

Salah satu solusi untuk mengurangi prasangka yang menyebabkan deprivasi ini adalah meningkatkan pengetahuan mengenai objek prasangka, dalam hal ini pemerintah dan TKA. Perlu disadari bahwa pemerintah memiliki kebijakkan yang memihak kepada kita (buruh). Pendekatan interaksi dengan buruh pekerja menjadi vital karena apabila deprivasi relatif ini diabaikan dapat mengarah kepada perilaku agresivitas kelompok tertentu.

Stigma kelas rendah para buruh pekerja tidak boleh lagi ada. Kampanye yang seharusnya dilakukan dalam momen 1 Mei 2018 ini adalah May Day is Fun Day yakni membangkitkan motivasi diri dengan suka cita bahwa tidak ada lagi stigma kelas bawah pada buruh yang semuanya ini mesti dimulai dari setiap diri. Hal ini adalah perjuangan dimana telah dimulai sejak peristiwa Haymarket, Chicago, Illinois, Amerika Serikat pada tanggal 4 Mei 1886 yang menjadi cikal-bakal peringatan hari buruh internasional yang merupakan peristiwa yang membentuk kolektivitas, solidaritas dan kohesivitas buruh pekerja mendapatkan martabatnya.

Menjadi pelopor dalam penggalangan kesadaran dan peningkatan daya pemahaman kaum buruh akan mekanisme kerja dan penyelesaian permasalahan di sektonya adalah solusi. Sejatinya etos kerja yang baik perlu beriringan dengan kapasitas pengetahuan keahlian yang mumpuni. Hubungan yang terjalin antara kita dan tenaga kerja asing setatusnya adalah hubungan simbiosis-mutualisme yang saling menguntungkan.

Editor: Sam

T#g:Buruh
Berita Terkait
  • Rabu, 02 Mei 2018 19:22

    Sihar: Djoss Hadir Menciptakan SDM Berdaya Saing

    Munculnya sejumlah persoalan dalam penanganan tenaga kerja dan persaingan dengan tenaga kerja asing dinilai sebagai bentuk dinamika dari sebuah perubahan. Kelahiran tenaga kerja asing kerap menjadi pe

  • Jumat, 27 Apr 2018 11:47

    Jaga Kran Komunikasi Untuk Kepentingan Pekerja Di Sumut

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mendorong peringatan Hari Buruh atau Mayday bisa digelar dengan perayaan yang penuh sukacita setiap tahunnya. Menjelang 1 Mei mendatang, seluruh pihak pun diingatkan untuk men

  • Rabu, 25 Apr 2018 18:55

    Kekurangan Upah Belum Dibayar, Karyawan PT NP Aksi Mogok Kerja

    Sebanyak 29 orang karyawan PT Nasangga Putra (PT NP), yang berlokasi di Desa Balakka Nalomak, Kecamatan Batu Nadua, Kota Padangsidimpuan melakukan aksi mogok kerja menuntut perusahaan segera membayark

  • Jumat, 13 Apr 2018 21:13

    KC FSPMI Tabagsel Desak Pemerintah Terapkan UU Ketenagakerjaan

    Jajaran pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Koordinator Daerah Tapanuli Bagian Selatan (KC FSPMI Tabagsel), yang membawahi 5 kabupaten/kota, yakni, Kabupaten Padang Lawas

  • Rabu, 04 Apr 2018 06:04

    PC SPEE FSPMI Tabagsel Dukung Calon Bupati Peduli Buruh

    Memasuki musim pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sejumlah daerah kabupaten/kota di daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), meliputi 5 kabupaten/kota, yaitu, Kota Padangsidempuan, Kabupaten Palas

  • Selasa, 03 Apr 2018 11:53

    Mesin PT Aroma Mega Sari Meledak, Tiga Karyawan Buruh Trauma

    Mesin Cyclone PT Aroma Mega Sari di Jalan Sei Blumai Hilir, Km 3,5 Dusun II, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa meledak pada Senin (2/4/2018) malam.Sebelumnya, lima orang karyawan yang berada di

  • Sabtu, 24 Feb 2018 19:24

    KC FSPMI Tabagsel Bentuk PUK SPL FSPMI PT Nasangga Putra

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kordinator Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan membentuk kepengurusan PUK SPL FSPMI PT Nasangga Putra. Kesediaan para pe

  • Kamis, 22 Feb 2018 20:32

    Tio Handoko, Ketum SP Bun PTPN III 2018-2022

    Tio Handoko terpilih dan dikukuhkan menjadi Ketua Umum SP Bun PTPN III (Persero) pada Musyawarah Luar Biasa Serikat Pekerja Perkebunan Tingkat Perusahaan (MUSLUBSERJATIP) PTPN III (Persero) di Gedung

  • Selasa, 06 Mar 2018 15:56

    FSPMI Palas Dukung Cabup Peduli Nasib Buruh

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Padang Lawas (Palas) bersama seluruh jajarannya, berkomitmen mendukung penuh paslon bupati dan wakil bupati Kabup

  • Jumat, 09 Feb 2018 08:39

    PHK Dari Perusahaan, Bukan Akhir Segalanya

    Di kalangan pekerja yang bergabung menjadi anggota serikat pekerja FSPMI di Provinsi Sumut, tentu sangat kenal dengan sosok inspiratif dan memiliki motivasi hidup yang cukup tinggi ini. Yap, beli

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak