Jumat, 15 Des 2017 05:46
  • Home
  • Opini
  • Islam Indonesia, Islam yang Mengayomi

Islam Indonesia, Islam yang Mengayomi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sulistiyo Wardoyo, Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Brawijaya
Jumat, 08 Des 2017 06:18
Dibaca: 70 kali
Ist
Ilustrasi

Sudah merupakan hal yang wajar apabila menjelang Natal dan Tahun Baru pengamanan objek vital seperti gedung perkantoran dan tempat beribadah oleh aparat kepolisian akan semakin diperketat. 

Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aksi terorisme dan sebagainya. Sebagai bagian dari mayoritas, saya sebenarnya sangat malu dan cukup 'tidak nyaman' dengan kondisi demikan, mengapa? Sebab hal ini sedikit menandakan bahwa penduduk mayoritas di Indonesia, yakni pemeluk agama Islam, tidak bisa menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi pemeluk agama lain yang merupakan minoritas untuk beribadah. 

Hal yang dapat diperdebatkan memang, namun begitulah kenyataannya, sebab apabila mayoritas dapat melindungi minoritas, maka pengamanan tidak perlu dilakukan superketat hingga menyisir bagian-bagian pojok gereja atau mensiagakan aparat keamanan di sekitarnya.

Pada dasarnya setiap akhir tahun keadaan relatif kondusif. Kondisi tersebut menciptakan dua argumen, pertama keamanan yang disediakan mungkin terlalu berlebihan atau kedua, malah hal itulah yang menciutkan niat pelaku kejahatan sehingga mereka melakukan aksinya pada lain hari. Argumen kedua terdengar lebih rasional karena fakta-fakta yang terjadi menunjukan demikian.

Menengok kembali tahun  2000 silam, banyak sekali terjadi kasus hingga aksi Bom yang dideteksi terjadi di beberapa gereja di tanah air, seperti pelemparan bom Molotov ke gereja di Samarinda walaupun tidak dilakukan persis saat Natal yang terakhir kali hingga aksi terorisme yang dianggap paling sadis yakni di Thamrin beberapa tahun lalu.

Dapat diyakini bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia bersifat toleran dan tidak akan sampai hati membunuh atau meledakan bom di tempat ibadah agama lain atau tempat umum. Namun sayangnya, masih ada sebagian kecil masyarakat yang menganggap aksi keji pemboman tersebut sebagai jihad yang mulia. 

Ironisnya lagi, banyak pula yang diam dan tidak bersuara menentang hal tersebut, bahkan menuduh tanpa bukti yang jelas kalau aksi itu adalah konspirasi untuk menyudutkan umat Islam.

Jangan menutup mata jika lebih banyak umat Islam yang terbunuh oleh sesama umat Islam ketimbang umat agama lain yang terbunuh akibat ulah orang yang mengaku Islam. Pemboman di masjid di Sinai, Mesir beberapa waktu lalu cukuplah menjadi salah satu contoh. Aksi terorisme tersebut diduga kuat dilakukan oleh ISIS, korban yang tewas tidak main-main jumlahnya, lebih dari 200 orang. Namun bagaimana respon umat Islam di Indonesia? Umat seperti diam, tidak bersuara untuk mengutuk aksi tersebut. 

Bahkan dalam salah satu acara pada 2 Desember 2017, umat lebih tertarik untuk membahas masalah Viktor Laiskodat yang diduga menghina beberapa Parpol karena mengatakan Parpol tersebut mendukung kegiatan terorisme. 

Itulah cerminan umat sebagian umat Islam yang berfaham konservatif dan rentan ditunggangi oleh kepentingan politik maupun pendeknya pemahaman terkait ideologi dan agama Islam, sangat fokus pada pihak luar, dibandingkan pihak internal yang mencoreng dan menghancurkan Islam dari dalam. Karena perlu diingat bahwa Islam tidak akan hancur oleh pihak eksternal, namun oleh pihak internal

Sudah saatnya umat Islam seluruh Indonesia menyatukan suara dalam mencegah radikalisme dan terorisme. Caranya cukup mudah dengan bersikap awas dan bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang ingin menganggu saudara dalam kemanusiaan kita untuk beribadah menyembah Tuhan yang dipercayainya. 

Selain itu, aktivitas lainnya adalah dengan tidak menggangu peribadatan umat agama lain. 

Editor: Sam

T#g:Islam
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Nov 2017 20:50

    Gerakan Pemuda Islam Indonesia Segera Deklarasi Dukung Tengku Erry

    Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menilai kinerja yang ditunjukan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi dalam memimpin Provinsi Sumut cukup berhasil.Meskipun hanya sekitar dua tahun m

  • Rabu, 18 Okt 2017 17:38

    1.923 Prajurit dan ASN TNI Ikuti Tasyakuran Lintas Agama

    Mabes TNI menggelar Tasyakuran Lintas Agama yang diikuti 1.923 prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI, melaksanakan doa bersama kepada Allah SWT karena pelaksanaan rangkaian HUT ke-72 TNI tahun

  • Rabu, 11 Okt 2017 19:01

    Panglima TNI: Festival Film Nusantara Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

    Film-film Nominasi dalam Festival Film Nusantara merupakan karya anak bangsa yang sangat luar biasa, karena kita sejatinya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa bela negara, rasa optimisme dan ras

  • Sabtu, 23 Sep 2017 19:03

    Wabup: Tahun Baru Islam, Momen Peningkatan Amal Ibadah & Tahun Kebangkitan Deli Serdang

    Wakil Bupati Deli Serdang mengajak umat muslim untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah sebagai momentum peningkatan amal ibadah sekaligus membangun semangat kebersamaan untuk menjadi

  • Kamis, 21 Sep 2017 10:41

    Sambut Tahun Baru Hijriyah, Al-Qur'an Bergema di Masjid Labura

    Memasuki tahun baru Islam 1439 H, ratusan masyarakat Labura terdiri atas pelajar dari berbagai sekolah mengadakan khataman Al-Qur'an di Masjid Raya Al-Aman Aekkanopan, Rabu (20/9).Kegiatan ini di

  • Minggu, 17 Sep 2017 20:47

    Jokowi: Indonesia Tidak Pernah Berdiam Diri Terhadap Persoalan Umat Muslim di Dunia

    Sebagai negara besar dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga tidak pernah berdiam diri terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi umat muslim di dunia yang terjadi di negara-negara Mu

  • Selasa, 27 Jun 2017 19:17

    Pengamat: Bertemu GNPF MUI, Citra Jokowi Anti Islam Terbantahkan

    Hendri Satrio, Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, mengapresiasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

  • Kamis, 01 Jun 2017 21:01

    Ketua DPP KAUMI minta anak bangsa dapat memahami arti Pancasila

    Ditemui di ruang kerjanya, H. Irfan Hamidi yang merupakan Ketua DPP Kesatuan Aksi Umat Muslim Indonesia (KAUMI) menyampaikan pesannya terhadap anak bangsa generasi sekarang agar dapat memahami makna dan arti Pancasila.

  • Minggu, 21 Mei 2017 12:01

    Islam Itu Damai, Islam Itu Toleran

    Menyambut Hari Kebangkitan Nasional dan menyongsong datangnya Bulan Suci Ramadhan 1438 H, dilaksanakan pengajian dengan pembicara tunggal Hj Aisyaturrosidah dari Ponpes Al Qodiri Jember.

  • Kamis, 18 Mei 2017 09:18

    TK Islam Nurul Ilmi Wisuda 20 Orang Siswa Angkatan II

    Perlahan namun pasti, eksistensi TK Islam Nurul Ilmi Desa Sigorbus Jae Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas), terus melakukan kegiatan belajarnya untuk jenjang pendidikan setingkat TK/PAUD.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak