Selasa, 21 Nov 2017 09:49
  • Home
  • Opini
  • Ini Kegunaan Internet Untuk Teroris

Ini Kegunaan Internet Untuk Teroris

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ardian Wiwaha, Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia.
Senin, 17 Jul 2017 18:27
Dibaca: 292 kali
Ist
Situs media milik ISIS, Amaq News
Masih lemahnya upaya kontrol dan pengawasan secara masif dan komprehensif dari pemerintah terkait tindak terorrisme di internet, seringkali dimanfaatkan oleh beberapa kelompok radikal dan ekstrimis tidak hanya pada sarana prasarana propaganda.

Terlebih dengan dengan meningkatnya lalu lintas informasi di internet, membuat kelompok teroris semakin marak menggunakan media internet sebagai upaya untuk menyediakan pelatihan dan kiat-kiat untuk menjadi seorang teroris yang berani dan mandiri. Dalam sebuah laporan United Nations (UN) tahun 2012 berjudul 'The Use of the Internet for Terorrist Purposes', setidaknya terdapat enam tujuan kelompok teroris dalam memanfaatkan media internet

Media Propaganda
Merupakan salah satu tujuan utama dari kelompok terorris dalam menggunakan internet sebagai kepentingan untuk mendiseminasi propaganda mereka secara luas. Terlebih dengan upaya propaganda yang dilakukan bersifat beragam dan multimedia, menyajikan doktrin ideologis, instruksi, penjelasan, justifikasi, dan promosi aktivitas dan kegagahan mereka. Kemasan propagandanya pun juga sangat beragam mulai dari pesan virtual, presentasi, majalah, audio, video, hingga aplikasi games.

Rekrutmen
Internet bagi kelompok terorisme tidak saja digunakan untuk menyebarkan dan mempromosikan kekerasan, akan tetapi juga digunakan sebagai upaya untuk menjalin hubungan dengan audiens yang dijadikan target rekrutmen. Oleh karenanya, untuk kepentingan menjalin sebuah hubungan dalam rangka merekrut anggotanya, kelompok teroris acapkali menyediakan media chat group ataupun forum diskusi.

Ajakan untuk Bertindak
Apabila propaganda internet sepenuhnya digunakan untuk memamerkan kekerasan dengan harapan dapat menarik anggota baru, pada level ini kelompok teroris acapkali telah menyiapkan berbagai materi dan data yang dapat dibaca hingga diunduh yang berisikan tentang ajakan untuk melakukan aksi teror. Seperti halnya pada kasus penemuan akun 'batalyon was sunah waljihad', yang menyebarkan rilis-rilis seputar perilaku jihad, namun isinya cenderung berisikan rentang ajakan untuk melakukan kekerasan, serta penemuan forum di twitter bernama 'al Busyro' yang pada 10 April 2015 menyebarkan seruan bahwa mereka masih membutuhkan banyak ksatria media yang memiliki keahlian di semua bidang, termasuk analis, desainer, editor video, dan lain-lain.

Pendanaan
Sebagian kelompok teror menggunakan internet sebagai sumber dan sarana pendanaan aktivitas teror. Beberapa metode yang dilakukan dengan menjadikan internet sebagai media pendanaan antara lain: (a) permohonan bantuan langsung semisal melalui situs web, media sosial, chat room, dan lainnya dengan menyampaikan permohonan donasi dari pendukungnya, (b) e-commerce yakni menjadikan media internet sebagai sarana toko online dengan menawarkan buku, audio, merchandise, dan barang lainnya kepada para pendukungnya, (c) eksploitasi pembayaran online semisal membobol kartu kredit, peretasan situs investasi dan lainnya, (d) penipuan permohonan donasi secara legal kepada organisasi kemanusian.

Latihan
Dalam perkembangan terakhir, internet juga banyak digunakan oleh kelompok teroris sebagai tempat latihan. Sudah banyak situs, blog, dan media sosial yang menyebarkan panduan praktis baik dalam bentuk buku, video, maupun audio. Salah satu contoh akun blogspot 'Al Anshar007' pada tahun 2013 yang menyebarkan pelatihan komputer untuk mujahid dan mujahidah terkait dengan kegiatan dan perilaku tindak terorisme. Bahkan yang paling parah, sempat ditemukan buku dan modul dalam bentuk e-book di situs Scribd.com yang berjudul "Kursus Peledakan dan Pelaksanaan Training Peledakan."

Perencanaan 
Internet juga dapat dimanfaatkan oleh kelompok teroris sebagai sarana komunikasi untuk menyusun perencana pada setiap aksinya. Melalui internet, kelompok teroris acapkali menyusun strategi, target serangan, dan lainnya, dengan menggunakan kode dan pesan-pesan rahasia.

Cyber Attack
Serangan siber merupakan salah satu bentuk serangan yang merujuk pada unsur kesengajaan melalui jaringan komputer kepada jaringan yang dijadikan target semisal menyerang sIstem komputer, server, penyebaran virus, malware, dan ancaman siber lainnya.

Editor: Sam

T#g:internetmedsosteroris
Berita Terkait
  • Minggu, 12 Nov 2017 09:21

    Teroris bakar habis Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat

    Seluruh bangunan Mako Polres Dharmasraya Polda Sumatera Barat dan rumah serta mobil dinas Kapolres hangus terbakar dini hari tadi, Minggu (12/11/2017).Informasi beredar petugas berhasil menembak mati

  • Jumat, 10 Nov 2017 05:20

    KASAU: Faktor Ekonomi dan Kemiskinan Tidak Selalu Jadi Penyebab Aksi Terorisme

    Faktor ekonomi dan kemiskinan tidak selalu menjadi alasan utama munculnya aksi aksi terorisme maupun gerakan radikalisme di manapun termasuk Indonesia.

  • Selasa, 17 Okt 2017 20:17

    Di Era Globalisasi, Komunikasi dan Informasi Sangat Dibutuhkan Masyarakat

    Pemberdayaan KIM (kelompok informasi masyarakat) sangat penting karena dapat membantu memberikan informasi, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi segala aspek pembangunan. KIM

  • Senin, 04 Sep 2017 11:54

    Aiptu O. Daeli, PS. Kanit Binmas Polsek Sirombu, diberi penghargaan

    Salah Seorang dari 16 Personil Polres Nias yang mendapat Reward/Penghargaan dari Kapolres Nias adalah Aiptu O. Daeli Ps. Kanit Binmas Polsek Sirombu yang juga Mantan Ps. Paur Humas Polres Nias.Aiptu O

  • Sabtu, 19 Agu 2017 09:09

    Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

    Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

  • Jumat, 11 Agu 2017 09:31

    Panglima TNI Tinjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penanggulangan Terorisme di Anambas

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi meninjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penangg

  • Kamis, 03 Agu 2017 15:12

    Hadapi terorisme, perlukah libatkan TNI?

    Presiden Joko Widodo melalui Menkopolhukamdan Kemenkum HAM saat ini sedang intens melakukan pembahasan terkait revisi RUU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan DPR-RI.

  • Selasa, 01 Agu 2017 20:21

    Grup Facebook K2AM Rayakan HUT Ke-8

    Hari ini 1 Agustus 2017, genap sudah Delapan tahun usia grup Koyok-Koyok Anak Medan (K2AM). Grup yang berada di media sosial Facebook ini tetap eksis dan terjaga kekompakannya walaupun dihuni oleh ber

  • Rabu, 02 Agu 2017 15:51

    TNI dan Ulama waspadai Sel-sel tidur teroris

    Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, peran Ulama dalam upaya merebut hingga mempertahankan Kemerdekaan tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti, I

  • Minggu, 30 Jul 2017 18:00

    Policy to block access Telegram : Efforts to tackle radical and terrorist propaganda

    Indonesia on Friday (14/7) blocked access to the encrypted messaging service Telegram, citing concerns that it was being used to spread "radical and terrorist propaganda" in the world's largest M

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak