Selasa, 24 Jul 2018 00:51
  • Home
  • Opini
  • Industri Pariwisata Taput Mulai Bangkit di Tangan Nikson Nababan

Industri Pariwisata Taput Mulai Bangkit di Tangan Nikson Nababan

Tarutung (utamanews.com)
Oleh: Charles Sihombing/Wartawan UtamaNews
Jumat, 08 Des 2017 23:41
Humas Pemprovsu
Bupati Taput Drs Nikson Nababan mendampingi Presiden Jokowi saat peresmian Bandara Internasional Silangit, di Taput, 24 Nopember 2017.

Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dengan ibukota Tarutung identik dengan sebutan Kota Wisata Rohani, karena di Siatas Barita berdiri kokoh dan megah Salib Kasih, yang digambarkan sebagai tonggak sejarah penyebaran agama Kristen di wilayah Tanah Batak. Kabupaten Taput berdiri sejak 5 Oktober 1945. Kabupaten Tapanuli Utara terdiri dari 15 kecamatan dan 241 desa serta 12 kelurahan. 

 

Pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah pada 6 Maret 2014, mayoritas masyarakat Kabupaten Taput memilih pasangan Nikson Nababan dan Mauliate Simorangkir yang mengusung jargon "perubahan" menjadi Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk masa jabatan 2014-2019. Dan, kemudian pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini, secara resmi mengemban amanah setelah dilantik Gubernur Sumatera Utara pada 16 April 2014.

 

Dengan tanggung jawab untuk membangun Kabupaten Tapanuli Utara, maka disusunlah Visi, yakni "Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan, Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta Daerah Wisata". Visi ini dinilai sangat relevan dengan kondisi Tapanuli Utara saat itu, yang memang membutuhkan pembangunan sektor tersebut sebagai prioritas. 

 

Dengan mengacu visi tersebut, maka tentunya disusun pula Misi yang hendak dicapai, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Jangka Panjang, yang selanjutnya diterjemahkan melalui berbagai program kerja melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Taput.

 

Sejak dilantik, kepemimpinan Bupati Nikson Nababan telah menapaki usia yang ke 3 (tiga) tahun, tentunya telah menorehkan berbagai capaian kinerja dalam berbagai sektor. Beberapa sektor prioritas menjadi perhatian penuh seperti upaya meningkatkan sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, rohani, pariwisata, infratruktur khususnya jalan.  Mengulas berbagai capaian dalam berbagai sektor pembangunan tersebut, tentunya harus dapat dituangkan dengan berbagai indikator dan perbandingan, serta didukung dengan data dan fakta. 

 

Pada kesempatan ini, mengacu pada visi yang telah ditetapkan tersebut, tanpa mengesampingkan berbagai capaian keberhasilan pada sektor lain, maka secara khusus akan disampaikan 3 (tiga) tahun capaian kinerja Bupati Nikson Nababan memimpin Tapanuli Utara khususnya dalam pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata.Mengulas secara keseluruhan capaian kinerja Bupati Nikson Nababan dalam berbagai sektor selama tiga tahun menakhodai Kabupaten Tapanuli Utara, sepertinya tidak akan cukup untuk dituangkan dalam tulisan singkat ini. Sektor Pariwisata menjadi menarik untuk diulas, karena hampir cukup lama sektor ini sepertinya tidak memiliki geliat yang berkembang. Identik dengan Daerah Wisata Iman, namun dalam kenyatannya, pengembangan secara lebih serius, terlihat di era Nikson Nababan memimpin Taput.

 

Memang, Salib Kasih sudah tersohor cukup lama, namun melihat perkembangannya yang jalan di tempat, tentu menjadi hal yang sangat miris dan butuh perhatian serius. Selain itu, objek wisata lainnya, juga tidak kalah memiliki nilai jual yang sangat bagus di industri pariwisata. Sebut saja, Air Soda, Huta Ginjang, Pemandian Air Panas Sipoholon, dan masih banyak lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi di lokasi wisata tersebut, masih cenderung akibat kreatifitas warga setempat. 

 

Menggandeng dan memberdayakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Taput yang ex officio dipimpin isteri kepala daerah, menjadi salah satu strategi jitu Bupati Nikson Nababan untuk memperkenalkan Kabupaten Tapanuli Utara. Chemistry Bupati Nikson Nababan dan Ny Satika Simamora memperlihatkan adanya kesamaan visi dan misi untuk membangun Taput. Ny Satika Simamora dengan Dekranasda nya telah melakukan beberapa gebrakan yang gemilang dalam mengembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti industri kerajinan untuk menyokong pembangunan sektor pariwisata ini. Tercatat, berbagai jenis produk makanan ringan yang dikemas dengan apik telah berhasil diciptakan. Menggunakan merk "Kriuk Ta", produk ini sudah mulai banyak beredar di pasaran. Kemudian produk "Sira Bumbu", untuk produk bumbu dapur dalam kemasan. 

 

Terobosan lain yang dilakukan dalam mengenalkan Tapanuli Utara hingga ke dunia internasional, yakni dengan mengikutsertakan produk ulos yang dimodifikasi dengan melibatkan designer terkenal. Kreatifitas produk ini telah ditampilkan pada pagelaran Asian Model Festival, Indonesian Fashion Week dan Jakarta Fashion Week. Tidak dapat dipungkiri, strategi ini tentunya didorong oleh niat untuk mengembangkan daerah yang penduduknya di beberapa desa yang masih bergelut dengan kerajinan Tenun Ulos sebagai mata pencaharian pokok. Namun demikian, tentunya tidak semudah yang dibayangkan, perlu keseriusan dan kesinambungan pembangunan untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

Hal ini menjadi menarik, karena Kabupaten Tapanuli Utara, khususnya Kota Tarutung sudah sejak lama dikenal sebagai Kota Wisata Rohani. Artinya, perlu menjadi perhatian, program yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mewujudkan Taput sebagai daerah wisata.

 

Dengan ditetapkannya Danau Toba sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tentunya berdampak akan banyaknya upaya untuk menumbuhkan industri pariwisata di daerah yang berpenduduk 293.399 jiwa ini. (Taput dalam angka Tahun 2016). Sektor pariwisata, tentunya akan memberikan dampak yang signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila mampu ditumbuh kembangkan dan dikelola dengan baik. Status Kawasan Danau Toba serta dibentuknya Badan Otorita Danau Toba (BODT) oleh pemerintah pusat, akan menjadi peluang yang sangat terbuka bagi Kabupaten Taput menjadikan sektor pariwisata menjadi industri yang sangat menjanjikan sesuai visi yang ditetapkan.

 

Bupati Nikson Nababan meyakini, dengan dukungan BODT akan mendukung pembenahan sarana prasarana pariwisata di Kabupaten Taput. Karena itu, diperlukan adanya koordinasi dan sinergitas yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan badan otorita untuk saling membahu membangun industri pariwisata tersebut.

 

Sebagai langkah awal, pembenahan sarana dan prasaran pariwisata serta kegiatan promosi wisata, khususnya pengenalan berbagai objek wisata di wilayah Taput menjadi salah satu program yang harus diperhatikan saat ini. Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, telah menyusun terobosan dan berbagai program kerja untuk mewujudkan hal tersebut. Promosi objek wisata telah diupayakan, baik melalui promosi wisata dalam pameran di tingkat nasional dan regional.

 

Mengembangkan industri pariwisata, tentunya harus mempersiapkan beberapa komponen penting, seperti objek wisata, pelaku wisata dan kesiapan sarana dan prasarana. Selain itu, hal yang tidak kalah penting, yakni menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung kemajuan industri tersebut. 

 

Saat meresmikan penerbangan perdana rute internasional Bandara Internasional Silangit, pada 28 Oktober 2017 lalu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, salah satu poin penting dalam "menjual" objek wisata, khususnya Danau Toba harus didukung dengan akses. Keseriusan pemerintah pusat ini sangat membantu Pemkab Taput dengan melakukan sinkronisasi program kerja dengan pemerintah pusat. Akses menuju objek wisata, perlahan dibenahi. Keselarasan visi, diwujudkan dengan adanya dukungan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan status Bandara Silangit dan pembangunan sarana dan prasarana pendukung bandara. Salah satunya, tentunya dengan memberikan hibah areal bandara untuk dikembangkan pihak PT Angkasa Pura II.

 

Dalam proses menuju bandara bertaraf internasional, Bupati Nikson Nababan juga secara gigih melakukan komunikasi dengan pihak Angkasa Pura II dan Kementerian Perhubungan.Sebagaimana diketahui, salah satu upaya yang dilakukan, yakni ketika  Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si mengikuti rapat terkait progres Kesiapan Bandara Silangit menjadi Bandara Internasional didampingi Kadis Pariwisata Binhot Aritonang dan Kabag Pemerintahan Bontor Hutasoit, di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin, (12/6). Kesimpulan Rapat yang dipimpin oleh Dirut BP BOPDT Arie Prasetyo dan dihadiri perwakilan Kemenko Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian pariwisata dan beberapa Instansi yang terkait dengan pembangunan Bandara, menetapkan beberapa poin untuk segera ditindak-lanjuti oleh Instansi terkait sebelum peresmian Bandara yang direncanakan dilakasanakan pada bulan September tahun ini. Pada kesempatan tersebut Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si mengatakan sangat mendukung segala upaya dalam percepatan persiapan Bandara Internasional dan siap melakukan relokasi lahan, meminta BOPDT agar mempercepat penyampaian RT/RW ke Gubernur Sumut serta beberapa hal lainnya sebagai terkait kesiapan Bandara Silangit dan kondisi Muara yang diusulkan sebagai pintu gerbang.

 

"Saya menilai jarak tempuh Bandara Silangit-Muara sangat dekat sehingga Muara layak sebagai pintu masuk menuju Pariwisata Danau Toba," kata Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan pada kesempatan tersebut.

 

Pantang menyerah, terkait status lahan bandara yang masih dipersoalkan, Bupati Nikson Nababan berjuang keras dalam pengembangan Bandara Silangit. Menjadi bandara bertaraf internasional tentunya akan membuka akses yang lebar bagi para wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Tapanuli Utara. 

 

Dalam perencanaan dan pelaksanaan pengembangan sektor pariwisata sebagaimana tertuang dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Taput, disebutkan berbagai upaya promosi dan memasarkan objek wisata di Tapanuli Utara. Terobosan mengembangkan destinasi wisata terus diluncurkan. Hal ini akan lebih tepat sasaran dengan melakukan sinkronisasi dengan program pengembangan wisata yang dilaksanakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. 

 

Harus diakui, dalam mengembangkan pariwisata di Tapanuli Utara saat ini, masih harus mempersiapkan akses dan sarana prasarana pendukung. Artinya, industri pariwisata akan bisa berkembang dengan adanya akses ke lokasi wisata yang mudah, murah dan tidak sulit di akses. Suatu pekerjaan rumah yang sangat berat yang harus dipikul Bupati Nikson Nababan dalam mengembangkan sektor ini, perlahan namun pasti terus menggeliat. Bukan rahasia umum lagi, kondisi infrastruktur jalan dan jembatan, masih merupakan persoalan yang harus ditanggulangi. Melihat kondisi ini, promosi dan pemasaran wisata yang dilakukan tidak akan berjalan maksimal karena, wisatawan akan mempertimbangkan kemudahan yang diperoleh ketika mengunjungi objek wisata tersebut.

 

Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan menyadari betul kondisi ini. Karena itu, dalam berbagai kesempatan, dia selalu meminta jajarannya, untuk membenahi kondisi infrastruktur ini. Hal ini dimaksud, agar wisatawan tertarik dan jumlah wisatawan meningkat. Selain itu, disadarinya, mengembangkan industri pariwisata di Tapanuli Utara tidak dapat hanya mengandalkan ketersediaan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Berbagai upaya lobi-lobi dan proposal permohonan ke pemerintah pusat harus dilakukan. 

 

Sebagaimana data yang tersaji pada Dinas Pariwisata Taput, terdapat banyak objek wisata yang tersebar di 8 kecamatan di Taput. Untuk Kecamatan Tarutung, terdapat objek wisata Aek Sigeaon, Pemandian Air Soda, Pemandian Air Panas Tamaro, Gua boru Natumandi, Tugu Durian, Tugu Sisingamangaraja, Sopo Partungkoan, Gereja Dame dan Tugu Nommensen serta Kantor Pusat HKBP di Pearaja. Di Kecamatan Adian Koting, terdapat Monumen Munson-Lyman dan Agro wisata perkebunan jeruk. Terdapat Air Terjun Sarulla di Kecamatan Pahae. Kemudian, Agrowisata Perkebunan Jeruk di Parmonangan. Sementara di Kecamatan Sipoholon terdapat Pemandian Air Panas Sipoholon dan Seminarium HKBP. Kecamatan Siborong borong terkenal dengan wisata dan olah raga lomba pacuan kuda dan Bandara Internasional Silangit. 

 

Untuk wisata pantai terdapat di Kecamatan Muara, yakni Pantai Bariba Ni Aek, Pulau Sibandang, panorama Hutaginjang dan Kota Muara. Selain Salib Kasih yang dimiliki Kecamatan Siatas Barita, masih terdapat beberapa objek wisata lainnya, yakni Agrowisata Perkebunan Jeruk Hutanamora, Agrowisata budidaya lebah dan Agrowisata peternakan dan pemerahan sapi di Hutanamora, Agrowisata Kebun Salak (Parsalakan), Panorama Rura Silindung, Tugu Pomparan Guru Mangaloksa dan Rumah Kapal Danau Tiberias.

 

Pemkab Taput melalui Dinas Pariwisata dalam "Tourism Guidance Booklet" Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, telah memuat beberapa objek wisata yang sangat potensial untuk berkembang.

 

Perlahan tapi pasti, Bupati Nikson Nababan melalui Organisasi Perangkat Daerah terkait, telah memberikan sentuhan, dalam menghidupkan kembali bisnis wisata di daerah yang memiliki luas sekitar 3.793,71 km persegi ini (Hasil Pemetaan, SP2010)Beberapa objek wisata yang bernilai jual dan sudah mulai mendapat pembenahan tersebut, yakni :


A. Salib Kasih.

Salib Kasih sudah menjadi ikon Tapanuli Utara, dan Kota Tarutung khususnya. Sebuah bangunan monumental untuk mengenang jasa Missionaris DR IL Nommensen, dalam menyebarkan agama Kristen di wilayah Tapanuli. Dibangun sekitar Oktober 1993 dengan jarak tempuh sekitar 7 km dari Kota Tarutung, objek wisata ini sudah sangat "familiar" bagi para penganut Agama Kristen. Setiap hari Minggu, di lokasi ini digelar ibadah pada pukul 09.00 Wib s/d 15.00 Wib. Dengan areal yang sangat luas, di lokasi ini juga kerap dilaksanakan perayaan keagamaan seperti Paskah dan Natal. Keunggulan objek wisata ini,juga menampilkan panorama Kota Tarutung bagi para pengunjung. Dan hal menarik lainnya, walaupun Missionaris DR IL Nommensen identik dengan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), namun dalam kenyataannya, objek wisata ini sangat ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai denominasi gereja.

 

Belum lama, Bupati Nikson Nababan melakukan pembenahan beberapa hal prioritas sehingga Salib Kasih semakin ramai dikunjungi dan semakin siap menerima kunjungan wisatawan. Menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Bupati Nikson Nababan mewujudkan pembangunan rumah pohon, taman bunga dan buah, taman margasatwa, khususnya kelinci serta menata lampu sepanjang jalan menuju objek wisata tersebut sehingga semakin megah. Selama ini yang luput dari perhatian seperti fasilitas bermain anak-anak kembali dibenahi. Tidak ketinggalan titik lokasi "selfie" yang saat ini sedang trend di berbagai objek wisata.

 

B. Pantai Muara

Kecamatan Muara merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yang bersentuhan langsung dengan Danau Toba. Di daerah ini terdapat Pantai Baribani Aek dan Pantai Sitanggor sebagai objek unggulan. Dalam strategi mengembangkan kawasan Muara sebagai gerbang masuk wisatawan ke Tapanuli Utara, dalam pertemuan dengan beberapa pihak kementerian terkait, Bupati Nikson Nababan mengusulkan pengembangan dermaga kapal di Muara. Bahkan, untuk percepatan pengembangannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah melakukan peninjauan ke Muara. Selain potensi pantai sebagai lokasi wisata, Muara direncanakan akan ditata sebagai pelabuhan kapal pesiar, yang melayani wisata di Danau Toba. Bupati Nikson Nababan menyampaikan gagasan tersebut pada rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba dengan beberapa kementerian, seperti Kemenko Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kemen Perhubungan dan Badan Pelaksana BODT, di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (13/11). "Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak dalam mempersiapkan Muara sebagai pintu gerbang menuju Danau Toba," ucap Bupati.

 

Selain usulan tersebut, dalam kepeduliannya dalam membangun Taput, Bupati Nikson Nababan menyampaikan beberapa usulan lainnya dalam pengembangan pembangunan Muara, diantaranya, peningkatan status jalan rute Silangit-Muara menjadi Jalan Nasional serta pembukaan jalur Pantai Barat-Timur sehingga Taput  menjadi daerah lintasan.

"Taput sangat berharap dukungan Bapak/Ibu sekalian dalam mewujudkan beberapa usulan tersebut sehingga Pariwisata Danau Toba dapat berkembang dengan pesat," ujar Bupati Nikson Nababan pada rapat tersebut. Lebih lanjut disebutkan, Rakor tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Menteri Perhubungan ke Danau Toba beberapa waktu lalu, untuk membahas kesiapan Muara sebagai pintu gerbang menuju Pariwisata Danau Toba.Merespon permintaan Bupati Nikson Nababan, Asisten Deputi Bidang Pelayaran, Perikanan dan Pariwisata, Kemenko Kemaritiman meminta agar semua pihak terkait mampu bergerak cepat agar pembangunan pelabuhan Muara dapat terealisasi pada tahun 2018.Senada, perwakilan Kemenhub juga menjelaskan rencana Tata Kelola ulang kota/pelabuhan Muara dan mengatakan perlu adanya transportasi darat Silangit-Muara.

 

C. Pulau Sibandang

Kabupaten Tapanuli Utara memiliki pulau terbesar kedua di Danau Toba setelah Pulau Samosir, yakni Pulau Sibandang. Berbagai upaya juga sudah makin giat diluncurkan di daerah ini guna mengembangkan sektor wisata. Pulau ini juga dikenal sebagai Pulau Mangga. Disebut demikian, karena sebagian besar penduduk setempat memiliki kebun mangga, dan mangga yang berasal dari pulau ini sangat khas karena rasanya yang sangat manis. Jika dijelajahi lebih lanjut, di pulau ini ditemukan banyak potensi kaldera, yang merupakan hasil letusan gunung api Toba jutaan tahun yang lalu. Diketahui, bahwa masyarakat Pulau Sibandang masih memelihara dan memegang teguh adat Batak. Artinya, objek wisata ini menawarkan gambaran perkampungan dan aktivitas suku Batak zaman dahulu, yang saat ini mungkin sudah mulai susah ditemukan. Sebagai hunian, masih berdiri kokoh rumah khas Batak. Potensi ini juga salah satunya yang digali Pemkab Taput, karena konsep homestay dengan rumah daerah yang khas sangat diminati wisatawan manca negara. Selain itu, Dinas Pariwisata Taput juga semakin gencar mempromosikan banyaknya tugu-tugu marga dan makam keluarga yang dibangun dengan ornamen Batak. Keunikan lainnya yang dimiliki pulau ini, yakni lokasi "Parhundulan Raja Raja Najolo", yang dipercayai sebagai tempat pertemuan para raja-raja dahulu kala, untuk membicarakan dan membahas penyelesaian persoalan yang muncul saat itu. Tempat ini memiliki latar belakang sebuah pohon yang cukup besar dan terlihat seperti ada dua pohon. Padahal, pohon kedua tersebut merupakan akar gantung dari pohon induk.

 

Menyadari besarnya potensi yang dimiliki Pulau Sibandang, Bupati Nikson Nababan mengatakan,  Pulau Sibandang adalah sebuah pulau kecil yang kita miliki, dengan keindahan alam yang sangat luar biasa dan pepohonan yang rindang dan menghijau, pohon mangga yang terkenal dari Pulau Sibandang semakin menambah daya tarik yang indah dan menyejukkan. Ini akan kita poles dan maksimalkan sebagai tujuan wisata bagi wisatawan lokal maupun internasional.

 

D. Pemandian Air Soda 

Objek wisata ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tapanuli Utara. Bagaimana tidak, diyakini pemandian Air Soda, hanya terdapat di dua lokasi di Dunia, salah satunya di Parbubu, Tarutung, Indonesia. Diyakini, air soda sebagai lokasi pemandian mempunyai khasiat yang memberikan kesegaran. Memang dalam pengembangannya, pemandian air soda merupakan milik perorangan. Namun demikian, dalam hal ini, Pemkab Taput terus berperan untuk mempromosikan objek wisata ini. Kedepan, perlu dipersiapkan suatu konsep pengelolaan sehingga lokasi ini dapat lebih berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

 

E. Kawasan Hutaginjang

Objek wisata Hutaginjang, selain sebagai destinasi wisata juga merupakan lokasi yang sering digunakan para penggemar olah raga Paralayang. Ketinggian daerah ini yang berada sekitar 200 m diatas permukaan air Danau Toba. Hutaginjang terletak sekitar 32 km dari Kota Tarutung, dan sekitar 10 km dari Bandara Internasional Silangit. Selain menyuguhkan panorama Danau Toba, di lokasi ini mulai berkembang dengan adanya penjualan souvenir dan tempat bersantai. Kondisi ini tentunya masih membutuhkan perhatian lebih lanjut, karena itu Bupati Nikson Nababan terus mendorong instansi terkait untuk menyusun strategi yang lebih tepat dalam mengembangkan daerah ini. Di areal ini juga terdapat Bukit Taber, yang dalam arti sebenarnya yakni Tapanuli Bersinar. Monumen yang dibangun oleh yayasan yang terdiri dari berbagai lapisan elemen masyarakat dari berbagai daerah yang mempunyai kesamaan misi, yakni melayani sesama. Patung dua telapak tangan yang mengatup menjadi ciri khas Bukit Taber.

 

F. Monumen Munson-Lyman

Munson-Lyman merupakan dua missionaris asal Amerika yang berjasa dalam penyebaran agama Kristen di Tapanuli Utara jauh sebelum DR IL Nommensen tiba. Monumen ini dibangun untuk mengenang betapa besarnya pengorbanan yang dilakukan kedua missionaris tersebut, untuk mengenalkan agama Kristen di Tanah Batak. Dengan latar belakang sejarah tersebut, monumen ini menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik. Terletak di daerah persawahan, tepatnya di Lobu Pining, Kecamatan Adian Koting, monumen ini hanya berjarak sekitar 17 km dari ibukota kabupaten. Mengandung nilai spritual yang tinggi, di lokasi ini juga kerap dilakukan ibadah di ruang ruang doa yang telah disediakan. Para peziarah juga menggunakan areal monumen untuk menggelar kebaktian. 

 

G. Kantor Pusat HKBP Pearaja

Sungguh menarik, bahwa pusat administrasi salah satu Gereja Kristen Protestan etnis Batak yang disebut dengan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berada di sebuah kabupaten, yakni di Tapanuli Utara. Di tempat inilah, jemaat dan Gereja HKBP yang tersebar di seluruh penjuru dunia dikendalikan. Pearaja hanya berjarak sekitar 1 km dari ibukota kabupaten, Tarutung. Sejarah mencatat, bahwa penyerahan lahan oleh Raja Pontas Lumbantobing, yang kemudian berdiri gereja, menjadi cikal bakal keberadaan Kantor Pusat HKBP ini. Kompleks kantor pusat ini tertata dengan sangat asri, dan mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi dalam riwayat perkembangan HKBP.

 

H. Gereja Dame, Sait Ni Huta dan Seminarium Sipoholon.

Sangatlah tepat memang, Kota Tarutung disebut sebagai Kota Wisata Iman. Di Kota ini terdapat banyak monumen-monumen yang menjadi saksi perkembangan agama Kristen di wilayah tersebut. Gereja Dame merupakan gereja pertama yang berdiri di Tanah Batak di Tahun 1864. Walau sudah sangat tua, Gereja ini masih cukup kokoh karena cukup terawat dan terjaga. Diberi nama dengan Gereja Dame, karena berada di Huta Dame (Desa Damai-red), yakni sebuah desa yang dibangun Missionari IL Nommensen. Berjarak hanya sekitar 2 km, dari Kota Tarutung, objek wisata ini juga ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.

 

Jejak Missionari DR IL Nommensen di wilayah Tapanuli Utara dapat juga dilihat di Seminarium HKBP, di Sipoholon. Selain menyebarkan agama Kristen, DR IL Nommensen juga memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah Tapanuli. Seminarium ini, pertama kali digunakan sebagai tempat pendidikan teologi untuk para calon pendeta.

 

I. Rumah Kapal Danau Tiberias

Masih di lereng bukit Siatas Barita, terdapat objek wisata rohani nan unik. Patung Yesus dengan tangan terbuka akan menyambut wisatawan yang mengunjungi tempat ini. Disebut Rumah Kapal, karena objek wisata ini dibangun dalam bentuk kapal sebagaimana tertulis dalam Alkitab. Ini menjadi salah satu bagian dari objek wisata rohani yang menjadikan Kota Tarutung menjadi sangat religius.

 

J. Objek Wisata Alam

Selain kaya akan objek wisata religi, Kabupaten Tapanuli Utara juga dilimpahi dengan panorama alam yang luar biasa. Air Terjun Sarulla misalnya, yang terletak di Desa Parsaoran Samosir, Kecamatan Pahae Jae. Air terjun ini memiliki ketinggian hingga 20 meter. Konsep pengembangan objek wisata ini, harus lebih digagas dengan ramah lingkungan, karena lokasinya yang masih relatif sangat asri. Bagi para wisatawan pencinta alam, objek wisata ini sangatlah tepat. Nuansa petualangan menuju lokasi air terjun memberikan tantangan tersendiri bagi para wisatawan petualang. Namun demikian, dalam perkembangannya, perlu disusun konsep pengembangan, sehingga air terjun ini bisa lebih dikenal dan menyedot banyak wisatawan.

 

Masih terdapat objek wisata pemandian Air Panas di Sipoholon. Diperkirakan, telah terdapat sekitar 20 unit usaha pemandian air panas di kawasan ini. Ini menunjukkan potensi industri ini sangat berpeluang besar. Sumber air panas yang bercampur uap air dan aroma belerang yang dialirkan kedalam kolam dan bak pemandian menjadi daya tarik tersendiri.

 

K. Objek Wisata Agrowisata dan Wisata Edukasi

Di beberapa kecamatan di Tapanuli Utara, diketahui terdapat beberapa objek wisata agro wisata. Daerah pertanian yang cukup luas dengan berbagai komoditipertanian dan perkebunan sangat tepat untuk dikembangkan menjadi lokasi agrowisata.  Desa Hutanamora telah berhasil dikembangkan menjadi salah satu desa agrowisata. Kreatifitas masyarakat setempat di bidang agrowisata, sudah sangat terlihat. Saat ini, telah terdapat dua konsep agrowisata di desa ini, yakni budidaya lebah dan pemerahan sapi. Disini dapat disaksikan, mulai dari budidaya lebah hingga menghasilkan madu dapat disaksikan dan secara keseluruhan dikelola secara tradisional. Tidak jauh dari lokasi budidaya lebah, terdapat peternakan sapi perahan. Konsep Agrowisata ini, mulai dimanfaatkan untuk memperkenalkan kepada anak-anak siswa/ siswi untuk mengetahui proses mendapatkan susu sapi.

 

Masih di bidang agrowisata, luasnya areal perkebunan jeruk di Desa Sisordak, Kecamatan Parmonangan dan di Desa Sitarealaman, Kecamatan Adian Koting menjadi salah satu potensi yang patut untuk terus dikembangkan. Demikian halnya dengan perkebunan nenas di Kecamatan Sipahutar.

Kondisi ini memperlihatkan, bahwa disamping sebagai daerah wisata rohani, konsep objek wisata lain, masih sangat terbuka lebar di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Karena itu, konsep pembangunan infrastruktur oleh Bupati Nikson Nababan, patut dipandang sebagai suatu keberhasilan dalam meletakkan pondasi pembangunan, khususnya dalam menunjang pembangunan sektor pariwisata. Tahapan inilah, yang saat ini masih sibuk dibenahi Pemkab Tapanuli Utara dengan maksud agar pengembangan kedepannya menjadi lebih mudah.

 

Untuk mewujudkan dan mengetahui proses lebih lanjut pengembangan wisata model agrowisata ini, beberapa waktu lalu, Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si dan Bupati Blitar Drs. H Rijanto, MM tandatangi Kesepatan Bersama (MoU) tentang Kerjasama Pembangunan Daerah bertempat di Hotel Sentosa, Muara (Senin, 24/7). Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara mengatakan bahwa tujuan MoU ini dalam rangka menciptakan keterpaduan pembangunan antar kawasan dalam pengembangan industri berbasis lingkungan kepada masyarakat. "Suatu kebahagian besar ketika masyarakat Taput mampu memperoleh ilmu bagaimana cara mengembangkan Agro Wisata seperti yang dilaksanakan di Blitar," ucap Bupati.

Bupati Taput memaparkan bagaimana pelaksanaan program 'One Village on Product' dalam perwujudan Destinasi Pariwisata Danau Toba serta berbagai upaya dalam pencapaian visi, seperti sektor pertanian, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur jalan.

 

"Terima-kasih atas kunjungan Bapak Bupati H. Rijanto beserta rombongan, semoga hubungan baik ini tetap berlanjut demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara dan masyarakat Blitar," akhir sambutan Bupati Drs. Nikson Nababan, M.SiSelanjutnya, dalam sambutan Bupati Blitar mengatakan bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi yang sangat besar dan yakin kerja keras Bupati Nikson Nababan akan membuahkan hasil yang besar dalam memberikan kesejahteraan masyarakat Taput.

 

"Saya bangga dan salut kepada sahabat saya Bapak Nikson Nababan sebagai pemimpin Tapanuli Utara yang melakukan segala upaya demi pelaksanaan pembangunan daerah ini, semoga cita-cita mulia Bapak dapat terkabul hingga priode berikutnya," ujar H. Rijanto yang dilanjutkan dengan penandatangan MoU dan pertukaran cendera mata dan diakhiri dengan ramah tamah.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Blitar bersama rombongan terlebih dahulu mengunjungi beberapa lokasi diantaranya pertemuan dengan kelompok tani Kakao di Desa Parsaoran Nainggolan Kec Pahae Jae, Pabrik Kopi Joko Silangit Siborong-borong, Wisata Hutaginjang, Desa Papande Kecamatan Muara. Dalam beberapa kunjungan tersebut rombongan Bupati Blitar juga berbagi pengalaman dan pencerahan kepada masyarakat bagaimana pengembangan sumber daya alam/pertanian/kerajinan dan kebudayaan menjadi sebuah agro wisata untuk meningkatkan perekonomian.

 

Selain agrowisata, konsep wisata edukasi juga sudah dipersiapkan Bupati Nikson Nababan. Mengunjungi Kampung Coklat di Batu, Malang beberapa waktu lalu, Bupati Nikson mengajak investor untuk berinvestasi konsep wisata edukasi di Taput. Saat bertemu dengan Kholid Mustofa sebagai pemilik usaha yang terletak di Desa Plosorejo, Kademangan, Kabupaten Blitar, Bupati Nikson menggali bagaimana memberikan pelayanan kepada para pengunjung serta upaya pengembangan bisnis. Bupati Taput Nikson Nababan pun berharap agar Kholid Mustofa berkenan mengunjungi bahkan menjadi investor di Tapanuli Utara.


"Pemkab Tapanuli Utara akan memberikan jaminan kenyamanan dan kemudahan bagi para investor untuk membuka usaha. Saya berharap ilmu yang dimiliki Kholid Mustofa dapat ditranfer sehingga Taput memiliki lokasi wisata seperti ini," ujar Nikson Nababan.

Pengembangan industri pariwisata, tidak dapat dipisahkan dengan kuliner yang menjadi bagian dari bisnis tersebut. Tapanuli Utara dikenal memiliki panganan khas, yang layak dipasarkan menjadi bagian dari wisata kuliner. Sebut saja, Kacang Sihobuk, Kue Talam, Ombus ombus dan Kue Putu.

 

Sejauh ini, Kacang Sihobuk sudah sangat tersohor sebagai salah satu produk oleh-oleh khas Tapanuli Utara. Berbagai gerai pedagang kacang ini tersebar di sepanjang Jalan Lintas Sumatera di kawasan Sipoholon. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dalam perkembangannya sudah melakukan pembinaan dan pemberian bantuan dalam mengembangkan produk ini guna menyokong sektor wisata. 

 

Sudah menjadi suatu tradisi bagi wisatawan, usai menikmati wisata rohani di Kota Tarutung, maka akan diakhir dengan membeli oleh oleh berupa Kacang Sihobuk, Kue Putu, Kue Talam atau Ombus Ombus di Kota Siborong-borong. Peluang inilah yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Kuliner menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi suatu objek wisata.

 

Industri Pariwisata juga harus didukung dengan akomodasi dan transportasi yang memadai. Harus diakui keberadaan Bandara Internasional Silangit telah memberikan akses yang luar biasa mudah, baik bagi para wisatawan maupun bagi putera/ puteri daerah Tapanuli Utara untuk mengunjungi kampung halamannya. Dengan tingginya arus kunjungan ini, para investor sudah melirik bisnis akomodasi atau perhotelan sebagai salah satu lahan investasi. Saat ini, di sekitaran Bandara Silangit, telah berdiri dengan megah beberapa hotel dengan fasilitas yang memadai.

 

Peluang lain yang semakin terbuka lebar dan berkaitan dengan industri pariwisata ini, adalah industri rumah tangga berupa kerajinan souvenir. Perlahan, peluang ini semakin dilirik oleh warga Tapanuli Utara.

 

Memang, dalam proses pengembangan industri wisata ini tentunya membutuhkan waktu dan tidak dapat "disulap" begitu saja. Namun patut diapresiasi, upaya yang dilakukan Bupati Nikson Nababan dalam menggali lebih dalam potensi yang dimiliki Kabupaten Tapanuli Utara untuk selanjutnya dikembangkan. 

 

Banyaknya potensi dan sumber daya alam yang masih sangat terbuka untuk dikembangkan di industri pariwisata sebagaimana dituangkan tentang gambaran umum objek wisata tersebut, tentu saja membutuhkan perjuangan dan keseriusan dalam pengembangannya. Sangatlah tepat, upaya yang perlu untuk diperlihatkan. Besar kecilnya, upaya yang dilakukan Pemkab Taput merupakan suatu bagian dari perjalanan untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan. 

 

Tiga tahun memimpin Kabupaten Tapanuli Utara, sebenarnya masih terlalu cepat untuk mengharapkan kesuksesan dalam berbagai bidang, termasuk sektor pariwisata tersebut. Namun, patut diapreasiasi, upaya yang telah dilakukan dan niat yang diusung dalam membawa kemajuan di Bona Pasogit. 

 

Seperti dikemukakan sebelumnya, walau masih relatif singkat memimpin Tapanuli Utara, berbagai prestasi yang ditorehkan tidak dapat dikesampingkan. Misalnya, kemampuan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), lewat Bupati Nikson Nababan, meraih dua penghargaan sekaligus pada Rapat Sinergi bertajuk mewujudkan Pengelolaan Keuangan yang Kredibel dan Akuntabel, di Convention Hall Hotel Santika Dyandra Medan,  Selasa (31/10).

 

Adapun penghargaan yang diraih, yakni kategori Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas Laporan dan Pengelolaan Keuangan sesuai aturan dan norma keuangan dan Penghargaan Pemda terbaik dari 5 (lima) Pemda terbaik dari 34 Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara H. Tengku Erry Nuradi didampingi Kepala BPK Perwakilan Sumatera Utara Vincentia Moly Ambar Wahyuni dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumut.

 

Rapat Kordinasi Pemerintah Daerah Sumatera Utara  Tahun 2017 ini, dirangkai dengan kegiatan Launching E-Medan, Penandatanganan MOU,  pemberian penghargaan atas opini WTP, penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik dan Satker serta UAPPAW Terbaik. 

 

Penghargaan teranyar yang baru baru ini yang diraih Bupati Nikson Nababan, dapat menjadi salah satu tolak ukur, bagaimana tingginya upaya dan terobosan yang dilakukan dalam membangun Tapanuli Utara. Berkat terobosannya lewat Program Pasar lelang Komoditi Pertanian dan Program Jaminan Harga, telah menghantarkan Nikson Nababan sebagai salah satu penerima penghargaan Bupati Entrepreneur Award 2017 tingkat Asean.

 

Penghargaan Bupati Entrepreneur Award 2017 tersebut, diserahkan oleh Robert C Walcott, Executive Director Kellogg Innovation Network (KIN) yang bekerja sama dengan Markplus Inc dalam forum KIN ASEAN ke-8 di Ballroom Pasific Palace Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, (6/12). Melalui Program Pasar lelang Komoditi Pertanian dan Program Jaminan Harga tersebut, Bupati Nikson Nababan dinilai telah berhasil melakukan suatu terobosan baru untuk peningkatan kesejahteraan petani di Tapanuli Utara. Usai menerima penghargaan, dalam siaran pers Pemkab Taput, Nikson Nababan mengatakan, "Dengan adanya Anugerah ini akan semakin meningkatkan semangat juang dalam mewujudkan Visi dan Misi sehingga Tapanuli Utara kelak akan menjadi daerah yang mandiri, termasuk juga dalam pengembangan pariwisata."

 

Berbagai potensi objek wisata yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara, sudah sepantasnya daerah ini menjadi destinasi wisata yang baru dan unggul di Indonesia. Seluruh objek wisata di atas masih dalam kendali pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara. Artinya, pengelolaan dan pengembangan obyek wisata masih mengandalkan insentif dari pemerintah daerah, yang dalam perkembangannya dengan perijinan dari pemerintah daerah dapat dikelola oleh pihak swasta serta masyarakat. Beragamnya jenis obyek wisata di Tapanuli Utara dapat menjadi potensi dan investasi ekonomi yang besar di masa yang akan datang, baik itu bagi pemerintah, swasta maupun masyarakat sekitar, namun tentu saja dibutuhkan berbagai kebijakan proteksi yang tepat agar selalu tercipta kesinambungan diantara stakeholder terkait, mengingat saat ini sudah ada Badan Otorita Danau Toba.

 

Menilik kembali visi "Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan, Lumbung Sumber Daya Manusia yang berkualitas serta Daerah Wisata", Bupati Nikson Nababan menyadari bahwa keseluruhan itu dapat terwujud dengan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan instansi terkait kepada para pelaku usaha industri pariwisata, tentunya menjadi salah satu program pokok. Para pelaku industri pariwisata ini, diajak untuk benar benar memahami konsep Sapta Pesona sehingga dapat bersaing dengan daerah wisata lainnya di Indonesia.

 

Slogan 3S (Senyum, Sapa dan Salam), terus dikumandangkan, karena memang diyakini, bahwa pola tersebut akan membantu dalam memberikan kenyamanan dalam berbagai pelayanan masyarakat, termasuk pelayanan di bidang pariwisata. Pelayanan aparat pemerintah daerah dan pelayanan oleh pelaku usaha, sangatlah tepat apabila dapat menerapkan budaya Senyum, Sapa dan Salam tersebut. Keramahtamahan diakui masih perlu untuk terus ditingkatkan. Karakteristik masyarakat Tapanuli yang identik dengan watak dan karakter yang keras, harus dapat disesuaikan dengan permintaan industri pariwisata. Hal ini sebenarnya, bukanlah suatu hal yang sulit, apabila telah didukung dengan kualitas sumber daya manusia, khususnya sumber daya manusia pelaku usaha pariwisata. Selain itu, diakui, bahwa kerafian lokal merupakan salah satu potensi yang harus dijaga dan tidak boleh luntur oleh arus budaya yang dibawa para wisatawan. 

 

Dalam masa kepemimpinannya, Bupati Nikson Nababan dan jajarannya memberikan perhatian yang hampir merata kepada berbagai sektor pembangunan. Menelisik 3 (tiga) tahun capaian kinerja Bupati Nikson Nababan di sektor pariwisata, tentunya akan mendapat pandangan dan penilaian yang berbeda beda. Namun demikian, ketulusan dan niat untuk membangun tidak dapat dipungkiri telah dituangkan dengan sepenuh hati. Proses pembangunan itu butuh kesinambungan dan harus melalui tahapan tahapan tertentu. Kelebihan dan kekurangan tentunya suatu hal yang lumrah, namun patut diapresiasi capaian kinerja yang ditorehkan tersebut. Optimisme harus terus ditumbuhkan dalam membangun Kabupaten Tapanuli Utara, tantangan dan hambatan harus mampu dikelola dengan baik, sehingga menjadi cambuk untuk berbuat lebih lagi dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan warga Tapanuli Utara.

Melalui tulisan ini, disampaikan pesan bahwa niat dan optimisme harus selalu dijaga dalam mendongkrak pembangunan sektor pariwisata di Taput, dan hal inilah yang kerap ditunjukkan Bupati Nikson Nababan selama 3 (tiga) tahun memimpin Kabupaten Tapanuli Utara.

Editor: Robi

Sumber: Tulisan ini mengikuti Lomba Karya Tulis Pariwisata Taput 2017

T#g:
Komentar Pembaca

Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak