Selasa, 19 Jun 2018 19:46
Iklan Paslon Paluta
  • Home
  • Opini
  • GMNI: Hentikan Sesat Pikir Guru Besar, Atas Sikap Kepada Ketua MK

GMNI: Hentikan Sesat Pikir Guru Besar, Atas Sikap Kepada Ketua MK

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Andi Junianto Barus, Ketua Bidang Politik dan Keamanan, DPP GMNI.
Jumat, 02 Mar 2018 20:32
Dok Pribadi
Andi Junianto Barus
Selamat Puasa Paluta

Dunia Pendidikan Tinggi tidak pernah lepas dari masalah, terutama sekali bagi kehidupan mahasiswa di dalam kampus. Issue komersialisasi dunia pendidikan, pengekangan terhadap wacana kritis dan tindakan progresif mahasiswa sehingga dapat berujung pada tindakan represif dari pihak kampus dan pihak keamanan. Di samping itu, maraknya praktik-praktik deideologisasi Pancasila di dalam kampus melalui program kelas yang cepat, padat namun tak akurat tanpa membangun nalar kritis, kreatif dan inovatif bagi mahasiswa. Pelarangan menyampaikan aspirasi kritis di dalam kampus, pelarangan berorganisasi menjadi bagian daripada nasib buruk mahasiswa.

Lebih parahnya lagi, dari keadaan yang terjadi di dalam kampus dan dialami oleh mahasiswa itu tidak terlepas dari UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maupun peraturan lain yang memiliki orientasi neoliberalisme. Sehingga, kampus yang semangatnya menjadikan mahasiswa sebagai komoditas, serasa menerima angin segar dan segera membuat peraturan turunan untuk menindas dan menghisap mahasiswa. Ironi, mahasiswa yang semestinya di persiapkan menjadi intelektual yang berkepribadian dan menjunjung nilai kebangsaan dan kerakyatan, dibiarkan harus menjerit kesakitan dengan sistem pendidikan yang menyiksa jiwa dan pikiran.

Dalam situasi dan kondisi seperti ini, seharusnya para Guru Besar hadir memberikan konsep dan melayangkan protes kepada negara (pemerintah) bahwa proses belajar dan mengajar di dalam kampus melalui peraturan yang tidak memanusiakan dan tidak mencerdaskan serta tidak memajukan dunia Pendidikan tinggi perlu dicabut dan diganti dengan peraturan yang humanis dan bertanggungjawab berdasarkan kepentingan nasional dan cita cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Akan tetapi, sikap Guru Besar yang meminta Ketua MK mundur, dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki semestinya fokus terhadap perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan. Sebab, apabila terlalu memusatkan perhatian terhadap persoalan tersebut, guru besar dapat dianggap keliru dan sesat pikir. 

Ketua MK, dan atau Hakim MK lainnya harus berkomunikasi dengan semua pihak yang dianggap menjadi penting demi tegaknya konstitusi dan Pancasila. GMNI menganggap sikap yang tendensius dan tidak substansial itu merendahkan martabat para Guru Besar. 

Mahkamah Konstitusi, sebagai The Guardian Of Constitution dan The Guardian of Ideologi (Pancasila), telah hadir tidak hanya menjaga marwah konstitusi, kedudukan Pancasila dalam proses pengujian UU Terhadap UUD 1945 pun menjadi berwibawa. Untuk itu, MK di bawah kepemimpinan Arief Hidayat bahkan dirinya sendiri dapat dianggap bermasalah apabila ternyata terjadi praktik korupsi, memutuskan suatu undang-undang tidak bersumber, berdasarkan dan bernalarkan Pancasila.

Dengan demikian kami, DPP GMNI menduga, dorongan dan permintaan Arief Hidayat mundur disebabkan oleh, pertama, ada upaya dari bebarapa pihak tidak bertanggungjawab untuk menyukseskan misi gelap dalam sebuah UU yang akan diputuskan. 

Kedua, ada motif politik tertentu yang tidak bertanggungjawab. Ketiga, selain tidak representasi guru besar seluruh Indonesia, para guru besar tersebut disinyalir terhubung dengan institusi maupun komunitas kapitalisme global.

Maka, demi kepentingan mahasiswa dan nama baik dunia pendidikan tinggi, DPP GMNI menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Meminta Guru besar agar lebih fokus kepada pembangunan konsep pendidikan tinggi yang bersumber daripada Pancasila dan bermuara pada kepentingan nasional serta cita cita proklamasi 17 Agustus 1945.

2. Meminta Guru Besar agar bersama dengan mahasiswa meminta pemerintah untuk mencabut peraturan-peraturan yang mengangkangi demokratisasi kampus.

3. Mendesak ketua MK agar tetap fokus pada Tugas pokok dan fungsinya, serta kerja-kerja kelembagaannya.

4. Mendesak ketua MK agar segera menyatakan secara tegas komitmen kebangsaan dan kenegarawanannya kepada seluruh rakyat Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia.

5. Meminta kepada DPR RI dan seluruh Parpol, serta menghimbau agar berkomitmen menjaga dan memastikan MK sebagai The Guardian of Constitution dan The Guardian of Ideology (Pancasila)

Demikian. Terimakasih
Merdeka...!!!

A.n 
Ketua Umum DPP GMNI

Editor: Sam

T#g:GMNIKonstitusi
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Jun 2018 10:36

    Vivere Pericoloso Solusi Menjaga Keutuhan NKRI

    "Ketika aku lahir, saat itu bukan hanya awal dari hari yang baru, tetapi juga awal dari abad yang baru."

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:32

    Peringati Hari Pancasila, GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Tugu SIB

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Medan menggelar aksi dalam memperingati Hari Pancasila di Bundaran SIB kota Medan, Jumat (1/6/2018). Aksi ini menyampaikan bahwa pentingnya Pancasila untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:02

    GMNI Pematangsiantar membumikan Pancasila melalui Teater

    DPC GMNI Pematangsiantar mengadakan kegiatan teater dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 73 tahun yang lalu. Kegiatan teater ini meliputi pembacaan puisi, teatrikal sidang BPUPKI dala

  • Jumat, 01 Jun 2018 20:31

    Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Bangsa Indonesia

    Pancasila ialah dasar Falsafah Negara atau Ideologi Negara atau dengan arti lain Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sansekerta

  • Minggu, 27 Mei 2018 20:37

    DPC GMNI Pematangsiantar gelar PPAB

    Dalam menjalankan kaderisasi mewujudkan pemuda yang berkualitas, dan berintegritas, DPC GMNI Pematangsiantar menggelar PPAB (Pekan penerimaan Anggota Baru), di Bukit Hermon, Jumat-Minggu (25-27/5/2018

  • Senin, 14 Mei 2018 18:34

    GMNI Medan: Teror Bom adalah upaya memecah belah bangsa

    Belum lagi hilang dari ingatan, beberapa hari yang lalu kekejian para napi teroris di Mako Brimob. Minggu sekitar Pukul. 07.30 wib masyarakat dikejutkan kembali dengan berita, 3 Rumah Ibadah Gereja di

  • Rabu, 02 Mei 2018 19:52

    Hardiknas: Antara Ekspektasi dan Realita

    Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia seolah tidak ada habisnya.

  • Rabu, 21 Mar 2018 14:11

    DPC GMNI Medan Sosialisasikan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Jalanan

    Dalam perayaan Dies Natalis GMNI Ke 64, dan Semarak Pekan Marhaenis II, DPC GMNI Kota Medan melaksanakan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Jalanan, di Simpang Lampu Merah Jln.Gaperta Ujung M

  • Senin, 12 Mar 2018 06:02

    GMNI Pematangsiantar ajak anak-anak pengungsi Sinabung bermain dan beri bantuan alat sekolah

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Pematangsiantar mengantarkan langsung bantuan ke korban pengusi Sinabung, hari Minggu, 11 Maret 2018. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk ke

  • Kamis, 01 Mar 2018 10:11

    Panen Raya, Wujud Nyata Dukungan DPC GMNI Labuhanbatu terhadap Nawacita Presiden Jokowi

    Di areal lahan perjuangan seluas +/- 65 Ha yang sempat berstatus lahan sengketa antara Kelompok Tani dan Pengusaha Takoseng, (28/2), dilaksanakan kegiatan Panen Raya.Panen raya di dusun III Desa Sei B

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak