Jumat, 21 Sep 2018 08:16
  • Home
  • Opini
  • GMNI: Hentikan Sesat Pikir Guru Besar, Atas Sikap Kepada Ketua MK

GMNI: Hentikan Sesat Pikir Guru Besar, Atas Sikap Kepada Ketua MK

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Andi Junianto Barus, Ketua Bidang Politik dan Keamanan, DPP GMNI.
Jumat, 02 Mar 2018 20:32
Dok Pribadi
Andi Junianto Barus

Dunia Pendidikan Tinggi tidak pernah lepas dari masalah, terutama sekali bagi kehidupan mahasiswa di dalam kampus. Issue komersialisasi dunia pendidikan, pengekangan terhadap wacana kritis dan tindakan progresif mahasiswa sehingga dapat berujung pada tindakan represif dari pihak kampus dan pihak keamanan. Di samping itu, maraknya praktik-praktik deideologisasi Pancasila di dalam kampus melalui program kelas yang cepat, padat namun tak akurat tanpa membangun nalar kritis, kreatif dan inovatif bagi mahasiswa. Pelarangan menyampaikan aspirasi kritis di dalam kampus, pelarangan berorganisasi menjadi bagian daripada nasib buruk mahasiswa.

Lebih parahnya lagi, dari keadaan yang terjadi di dalam kampus dan dialami oleh mahasiswa itu tidak terlepas dari UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi maupun peraturan lain yang memiliki orientasi neoliberalisme. Sehingga, kampus yang semangatnya menjadikan mahasiswa sebagai komoditas, serasa menerima angin segar dan segera membuat peraturan turunan untuk menindas dan menghisap mahasiswa. Ironi, mahasiswa yang semestinya di persiapkan menjadi intelektual yang berkepribadian dan menjunjung nilai kebangsaan dan kerakyatan, dibiarkan harus menjerit kesakitan dengan sistem pendidikan yang menyiksa jiwa dan pikiran.

Dalam situasi dan kondisi seperti ini, seharusnya para Guru Besar hadir memberikan konsep dan melayangkan protes kepada negara (pemerintah) bahwa proses belajar dan mengajar di dalam kampus melalui peraturan yang tidak memanusiakan dan tidak mencerdaskan serta tidak memajukan dunia Pendidikan tinggi perlu dicabut dan diganti dengan peraturan yang humanis dan bertanggungjawab berdasarkan kepentingan nasional dan cita cita proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.

Akan tetapi, sikap Guru Besar yang meminta Ketua MK mundur, dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki semestinya fokus terhadap perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan. Sebab, apabila terlalu memusatkan perhatian terhadap persoalan tersebut, guru besar dapat dianggap keliru dan sesat pikir. 

Ketua MK, dan atau Hakim MK lainnya harus berkomunikasi dengan semua pihak yang dianggap menjadi penting demi tegaknya konstitusi dan Pancasila. GMNI menganggap sikap yang tendensius dan tidak substansial itu merendahkan martabat para Guru Besar. 

Mahkamah Konstitusi, sebagai The Guardian Of Constitution dan The Guardian of Ideologi (Pancasila), telah hadir tidak hanya menjaga marwah konstitusi, kedudukan Pancasila dalam proses pengujian UU Terhadap UUD 1945 pun menjadi berwibawa. Untuk itu, MK di bawah kepemimpinan Arief Hidayat bahkan dirinya sendiri dapat dianggap bermasalah apabila ternyata terjadi praktik korupsi, memutuskan suatu undang-undang tidak bersumber, berdasarkan dan bernalarkan Pancasila.

Dengan demikian kami, DPP GMNI menduga, dorongan dan permintaan Arief Hidayat mundur disebabkan oleh, pertama, ada upaya dari bebarapa pihak tidak bertanggungjawab untuk menyukseskan misi gelap dalam sebuah UU yang akan diputuskan. 

Kedua, ada motif politik tertentu yang tidak bertanggungjawab. Ketiga, selain tidak representasi guru besar seluruh Indonesia, para guru besar tersebut disinyalir terhubung dengan institusi maupun komunitas kapitalisme global.

Maka, demi kepentingan mahasiswa dan nama baik dunia pendidikan tinggi, DPP GMNI menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Meminta Guru besar agar lebih fokus kepada pembangunan konsep pendidikan tinggi yang bersumber daripada Pancasila dan bermuara pada kepentingan nasional serta cita cita proklamasi 17 Agustus 1945.

2. Meminta Guru Besar agar bersama dengan mahasiswa meminta pemerintah untuk mencabut peraturan-peraturan yang mengangkangi demokratisasi kampus.

3. Mendesak ketua MK agar tetap fokus pada Tugas pokok dan fungsinya, serta kerja-kerja kelembagaannya.

4. Mendesak ketua MK agar segera menyatakan secara tegas komitmen kebangsaan dan kenegarawanannya kepada seluruh rakyat Indonesia, demi kepentingan bangsa dan negara Republik Indonesia.

5. Meminta kepada DPR RI dan seluruh Parpol, serta menghimbau agar berkomitmen menjaga dan memastikan MK sebagai The Guardian of Constitution dan The Guardian of Ideology (Pancasila)

Demikian. Terimakasih
Merdeka...!!!

A.n 
Ketua Umum DPP GMNI

Editor: Sam

T#g:GMNIKonstitusi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 14 Sep 2018 06:54

    Ketua GMNI UNIMED: Pergerakan Di Era Milenial Harus Improvisasi Zaman Now

    Tema Kepemimpinan Di Era Milenial di Seminar ini tidak hanya berbicara leadership dan karakter saja, tetapi juga dituntut harus memiliki yang namanya ilmu pengetahuan. Karena di era milenial, pemimpin

  • Sabtu, 08 Sep 2018 17:18

    DPD GMNI Sumut dan DPC GMNI Se-Sumut dorong Pelaksanaan Kaderisasi Berintegritas

    Seluruh Pengurus DPD dan 5 dari 11 DPC GMNI Se-Sumut mengikuti Rapat Kerja yang diselenggarakan di Sekretariat DPD GMNI Sumut jalan Kejaksaan No 6 Medan, Sabtu (08/09/2018). Kelima DPC tersebut antara

  • Sabtu, 01 Sep 2018 19:01

    Sukses!!! Pleno Pertama DPD GMNI Sumut terlaksana dengan baik

    Pleno Pertama DPD GMNI Sumut dihadiri oleh seluruh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sumatera Utara, yang dilaksanakan di Sekretariat DPD GMNI Jln. Kejaksanaan No 6, Kota Medan.Ketua DPD GMNI

  • Selasa, 26 Jun 2018 16:46

    DPK GMNI UNIMED Gelar Dialog Publik Bertema Soekarno

    Bulan Juni merupakan bulan yang sangat bersejarah bagi kaum Nasionalis, karena pada bulan Juni, Bung Karno sebagai The Founding Father Republik Indonesia dilahirkan dan wafat, begitu juga dengan Panca

  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Minggu, 24 Jun 2018 11:04

    GMNI Sumut: Pilih Pemimpin berdasarkan Rekam Jejaknya!

    Menjelang berlangsungnya Pemilihan Gubernur & Wakil Gubernur Sumut Pada Rabu 27 Juni 2018 mendatang, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumut meminta masyarakat untuk memilih pemimpin ber

  • Rabu, 06 Jun 2018 10:36

    Vivere Pericoloso Solusi Menjaga Keutuhan NKRI

    "Ketika aku lahir, saat itu bukan hanya awal dari hari yang baru, tetapi juga awal dari abad yang baru."

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:32

    Peringati Hari Pancasila, GMNI Kota Medan Gelar Aksi di Tugu SIB

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Medan menggelar aksi dalam memperingati Hari Pancasila di Bundaran SIB kota Medan, Jumat (1/6/2018). Aksi ini menyampaikan bahwa pentingnya Pancasila untuk kesatuan dan persatuan bangsa.

  • Sabtu, 02 Jun 2018 10:02

    GMNI Pematangsiantar membumikan Pancasila melalui Teater

    DPC GMNI Pematangsiantar mengadakan kegiatan teater dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 73 tahun yang lalu. Kegiatan teater ini meliputi pembacaan puisi, teatrikal sidang BPUPKI dala

  • Jumat, 01 Jun 2018 20:31

    Pancasila Sebagai Pedoman Kehidupan Bangsa Indonesia

    Pancasila ialah dasar Falsafah Negara atau Ideologi Negara atau dengan arti lain Pedoman Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bagi seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa sansekerta

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak