Kamis, 17 Jan 2019 23:14
  • Home
  • Opini
  • Belajar Dari Pilkada Jakarta: Perlunya Kedewasaan Masyarakat Menghadapi Tahun Politik

Belajar Dari Pilkada Jakarta: Perlunya Kedewasaan Masyarakat Menghadapi Tahun Politik

Medan (utamanews.com)
Oleh: Adi Ginanjar, Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)
Jumat, 12 Jan 2018 17:22
Int
Ilustrasi

Tahun 2017 adalah tahun-tahun dimana terjadi banyak sekali peristiwa-peristiwa yang menghebohkan. Peristiwa yang paling sering dan mudah dijumpai adalah merebaknya isu-isu SARA yang perlahan menjadikan Indonesia terkotak-kotak. Isu-isu SARA ini menyebar dengan cepat dan menjadi buah bibir secara luas di Indonesia karena di zaman digital ini informasi bisa menyebar dengan menggunakan berbagai sosial media. 

Banyaknya aksi-aksi yang mengatasnamakan agama belakangan adalah bukti nyata bahwa isu-isu ini kemudian dapat dijadikan alat penggerakan massa.

Entah apa yang menjadi penyebab isu-isu semacam ini merebak beberapa tahun belakangan, padahal bila ditilik lebih ke belakang tak pernah ada isu-isu SARA yang sebesar ini. Hal ini kemudian menstimulus pertanyaan, Mengapa muncul dengan mendadak dan melibatkan massa dalam jumlah besar? Isu ini mulai masif dan menyebar luas sejak Pilkada DKI Jakarta setahun silam yang kemudian menimbulkan pertanyaan soal maksud dan tujuannya. 



Dengan kata lain, kemungkinan ada yang memanfaatkan dan isu-isu semacam ini dan sengaja untuk disebarluaskan secara masif dengan motif politik yang secara tidak langsung menimbulkan kerugian bagi pemerintah. Kerugian tersebut meliputi aspek finansial dan terganggunya program-program pemerintah karena pergerakan massa yang masif ini tentunya akan membuat pemerintah menyiapkan perhatian khusus dan anggaran pengamanan yang tak sedikit. Selain itu, dampak dari isu-isu SARA ini adalah kembali digunakannya politik sektarian atau politik identitas berbasis agama sebagai referensi publik dalam politik elektoral.

Tak hanya sampai disitu, isu-isu yang muncul telah cukup meresahkan masyarakat dan telah menjadi perdebatan publik dengan berbagai spekulasi yang menyebabkan terjadinya konflik horizontal. Eksploitasi agama dalam kepentingan politik telah menggiring terciptanya sentimen SARA yang berujung pada kebencian, kekerasan dan bahkan radikalisme sehingga berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Hal ini tentunya harus dan wajib segera dihentikan agar tak mengganggu kepentingan nasional.


Bersiap menghadapi tantangan 2018

Jika memang benar isu-isu SARA yang merebak beberapa tahun belakangan memiliki tujuan politik praktis, kita sebagai warga negara Indonesia harus waspada terhadap hal ini mengingat 2018 adalah tahun politik. Tahun 2018 adalah tahun politik, di mana pemberitaan akan banyak dihiasai oleh berita-berita politik dan kooptasi kepentingan, mobilisasi massa dan kekerasan juga dimungkinkan terjadi karena dampak dari pemberitaan dan cara kerja jurnalis di lapangan. Jika ditahun sebelumnya yang pilkada di satu daerah saja bisa sebesar ini, maka tentunya ada kekhawatiran di tahun politik ini akan terjadi sesuatu yang lebih besar mengingat pesta politik akan dilakukan di 17 provinsi secara serentak.

Kita harus belajar dari tahun-tahun politik sebelumnya, dimana hegemoni kepentingan politik telah membuat banyak masyarakat umum dan para jurnalis menjadi bimbang di persimpangan jalan. Sehingga tidak sedikit orang yang terseret dalam arus keberpihakan dan kepentingan politik dan hal ini sangat menguntungkan pihak-pihak tertentu yang berkepentingan. Dampak nyatanya adalah maraknya perdebatan-perdebatan di dunia maya yang tak lain dan tak bukan mengangkat isu SARA. Dalam perdebatan ini, tak jarang juga ada oknum yang juga menjelek-jelekkan pemerintah sehingga makin nyata bahwa banyak orang yang dimanfaatkan untuk tujuan politik dalam hal ini. 

Keberhasilan politik sektarian dalam Pilgub DKI Jakarta besar kemungkinan akan direplikasi dalam Pilkada di wilayah lain. Pilkada serentak Juni 2018 nanti juga tak bisa dipungkiri secara tak langsung akan terkait dengan Pileg dan Pilpres 2019. Hal ini karena, secara umum banyak parpol yang mengusung bakal calon kepala daerah akan memandang kemenangan Pilkada ini sebagai fondasi untuk sukses dalam Pileg dan Pilpres 2019. Semakin banyak menguasai kepala daerah dianggap langkah strategis parpol guna mobilisasi suara dalam pemilu, karena dengan jabatan kepala daerah kapasitas untuk mobilisasi dukungan elektoral lebih maksimal. Hal tersebut tentunya berkemungkinan menjadikan di tahun politik 2018 ini akan lebih marak dan masif isu-isu SARA bermuatan politik ini.


Tahun 2018 bukan hanya tahun politik

Di tahun 2018 ini sebenarnya tak hanya milik politik saja, melainkan akan ada perhelatan ASIAN Games 2018. Sukses atau tidaknya ASIAN Games ini akan menjadi tolok ukur dan acuan penilaian masyarakat dunia khususnya Asia mengenai kualitas Indonesia sebagai tuan rumah. Selain itu, Asian Games ini sebenarnya dapat dijadikan momentum untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia Internasional guna mendongkrak sektor pariwisata dan juga menarik minat para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Hal tersebut tentunya akan sangat bertolak belakang jika masyarakat Indonesia hanya berkutat dengan isu-isu SARA. Seharusnya masyarakat Indonesia jangan mau terkotak-kotak oleh isu semacam ini. Perhelatan ASIAN Games yang juga akan dihelat di tahun 2018 ini tentunya akan lebih baik jika didukung oleh masyarakat Indonesia secara luas. Jika perhelatan ini berlangsung lancar, baik, maksimal dan diramaikan dengan antusias tinggi oleh masyarakat Indonesia tentunya akan memberi citra positif bagi Indonesia di mata Dunia. Dukungan dari masyarakat Indonesia itu tak hanya untuk pemerintah sebagai penyelenggara, tetapi juga para atlet yang nantinya akan unjuk gigi pada perhelatan ini. Setiap doa dan dukungan moril bagi para atlet juga pastinya akan meningkatkan dan mengobarkan semangat meraih prestasi dan mengharumkan nama Indonesia pada perhelatan ini.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus sadar dan waspada serta jangan mau termakan oleh isu-isu yang bersifat SARA dan berpotensi memecah persatuan. Masih banyak hal-hal positif yang bisa dilakukan daripada hanya berfokus pada pengkotak-kotakan akibat isu SARA, yakni salah satunya adalah membantu mensukseskan ASIAN Games 2018. Sudah waktunya bersifat dingin terhadap isu-isu berbau SARA dan mulai membuka mata guna membantu memajukan Indonesia walau hanya dilakukan melalui handphone. Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan padamu, tapi tanyakan pada dirimu apa yang kau berikan bagi negara ini. Jika saat ini para atlet Indonesia bersiap untuk mengikuti ASIAN Games dan berupaya menjuarainya agar nama Indonesia harum, maka paling tidak mari kita dukung mereka dan pemerintah sebagai penyelenggara ASIAN Games agar nama baik Indonesia tetap terjaga.

Editor: Sam

T#g:SARA
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 07 Jan 2019 19:27

    Kisaran Heboh, Sepasang Insan Tewas Ditembak Dalam Keadaan Bugil Di Hotel

    Masyarakat kota Kisaran kabupaten Asahan Sumatera Utara, khususnya yang berada di sekitar Hotel Central, Jalan Sei Gambus, Kecamatan Kisaran Barat, mendadak heboh, Senin (7/1/2019).Pasalnya diketahui

  • Selasa, 06 Nov 2018 04:06

    Polemik Kampanye dan #SaveMukaBoyolali

    Respon dari masyarakat Boyolali atas pidato yang disampaikan oleh Capres Prabowo menimbulkan trending topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Pasalnya pesan yang disampaikan oleh Prabowo berk

  • Kamis, 25 Okt 2018 00:25

    Danramil Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Kesatuan Di Tengah Keberagaman

    Danramil 0824/26 Jelbuk Kapten Inf Wahyudi Triko Irianto, Staf Dinsos Jember Farihul Mashudi, Kasi PMD Kec Jelbuk Teguh S, menjadi narasumber dalam Saresehan dengan thema "Keserasian Harmoni Dalam Keb

  • Minggu, 23 Sep 2018 20:23

    Akibat 'bad news is good news', media dinilai prioritaskan berita konflik

    Media di Indonesia terutama media siber atau berbasis internet, kerap kali menjadikan isu keberagaman sebagai berita utama.

  • Senin, 17 Sep 2018 19:47

    Mahasiswa Asahan Tolak Deklarasi Neno Warisman di Kisaran

    Seratusan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Asahan (AMAN) Cinta NKRI berunjukrasa di Tugu Juang Bambu Runcing Kisaran dan Mako Polres Asahan, Senin siang (17/9/2018). Massa menolak keha

  • Jumat, 31 Agu 2018 08:31

    Bupati Deli Serdang Tinjau Persiapan Hari Aksara Internasional tingkat Nasional

    Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati H Zainuddin Mars, Sekdakab Darwin Zein dan para Pimpinan OPD terkait meninjau langsung kesiapan di lokasi pelaksanaan Peringatan Hari Aksara

  • Rabu, 13 Jun 2018 20:23

    Djarot dan Sihar Terbahak-bahak Dengar Guyonan Syamsul Arifin

    Dato' Seri H Syamsul Arifin SE berbincang santai dengan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, saat ketiganya bertemu dalam silaturahmi di kediaman Djarot, jalan RA Kartini Medan, Selasa (12/6/

  • Selasa, 22 Mei 2018 13:32

    Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Kuini, Kisaran Naga

    Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap FIN alias I (20 tahun), dari kamar kos-kosan di jalan Kuini Lk. I Kel. Kisaran Naga Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan, Senin siang (21/5/2018).Kasat Res Nar

  • Selasa, 03 Apr 2018 00:33

    JR Saragih Ajak Pendukungnya Menangkan Djarot-Sihar

    JR Saragih memutuskan untuk mengarahkan dukungan kepada calon Gubernur Sumatera Utara pasangan Djarot-Sihar Sitorus. JR Saragih mengajak seluruh lembaga pemenangan jargon Semangat Baru Sumut untuk bek

  • Minggu, 18 Mar 2018 07:18

    Cegah Politisasi SARA & Hoax Pada Pilkada 2018

    Belakangan ini penyalahgunaan isu SARA kerap digunakan, utamanya dalam politik di Indonesia. Oknum dan kelompok-kelompok pemilik kepentingan seringkali mempolitisasi SARA sebagai alat untuk memecah be

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak