Kamis, 19 Okt 2017 19:48

Parah, 2 Sekolah di Bekasi tolak Vaksin Rubella

Bekasi (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 06 Agu 2017 21:06
Dibaca: 287 kali
Ist
Bayi berusia setahun asal kota Medan ini menderita tidak bisa mendengar dan berbicara akibat terjangkit virus Rubella.
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, melalui Dinas Kesehatan, meminta klarifikasi atas peristiwa penolakan dua sekolah swasta yang dihuni kalangan siswa keluarga mampu atas program nasional Imunisasi Campak-Rubella 2017.

"Tim di lapangan sempat kesulitan untuk masuk ke sekolah pada Rabu (2/8) siang. Padahal mereka ingin menyampaikan surat alasan tidak mau mengikuti program itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi, di Bekasi, Kamis (3/8/2017).

Menurut dia, kedatangan petugas Dinas Kesehatan Kota Bekasi sempat ditolak oleh dua sekolah swasta yang enggan berpartisipasi pada program vaksinasi pemerintah pusat sejak Selasa (1/8). 

Dugaan pihaknya, kalangan orang tua siswa masih ragu dengan keaslian dan kehalalan vaksin yang ditawarkan pemerintah, apalagi beberapa waktu lalu marak vaksin palsu yang dibuat oleh warga Kota Bekasi.

Kusnanto mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk menjembatani persoalan ini. "Informasi terakhir yang saya dapat. Mereka kemungkinan mau mengikuti program vaksinasi ini. Tapi kita masih menunggu konfirmasi langsung dari pihak sekolah," katanya.

Kusnanto mengungkapkan, sosialisasi ini telah dilaksanakan sejak Januari 2017 lalu. Pihak sekolah kerap diundang bahkan petugas dinas bertandang ke sekolah-sekolah untuk memberitahu adanya program vaksinasi ini.

"Dua sekolah yang menolak itu sebetulnya belum mendapat giliran vaksinasi. Masih ada waktu untuk meyakinkan mereka mengikuti program ini," katanya.

Dia mencatat sebanyak 658.563 anak yang tengah disasar untuk mengikuti program imunisasi ini dengan target 95 persen anak ikut serta. "Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, yaitu Agustus dan September," ujarnya.

Editor: Budi

Sumber: Warta Ekonomi

T#g:BekasiRubellaVaksin
Berita Terkait
  • Jumat, 04 Agu 2017 10:14

    Kodim 0824 Kawal dan Sukseskan Imunisasi Measles Rubella

    Bertempat di berbagai Posyandu maupun Puskesmas dan sekolah-sekolah di seluruh wilayah jajaran Kodim 0824 Jember, sejak beberapa minggu yang lalu, telah dilaksanakan pemberian imunisasi measles rubell

  • Jumat, 04 Agu 2017 09:14

    Kadis Kesehatan kecewa, Orangtua bayi penderita Rubella tolak alat medis dari rumah sakit

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Agustama, mengaku sangat kecewa dan prihatin dengan sikap orangtua pasien bayi penderita virus rubella yang menolak diberi alat bantu dengar (ABD) saat

  • Jumat, 28 Jul 2017 09:18

    Ketua DPC Gerindra Kota Bekasi Didesak Mundur

    Sejumlah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kota Bekasi menyatakan kekecewaannya terhadap Ketua DPC Partai Gerindra, Ibnu Hadjar Tanjung.

  • Kamis, 27 Jul 2017 22:17

    Pengamat Sebut Duet Maut Anggawira-Herkos di Kota Bekasi

    Peta politik Pilkada Bekasi 2018 mulai mengerucut. PKS-Gerindra Kota Bekasi kemungkinan akan koalisi. Bahkan diprediksi, Gerindra mengusung Walikota, sementara PKS akan mendapat posisi Wakil Walikota.

  • Selasa, 02 Agu 2016 14:36

    Harkopnas 2016 di Kota Bekasi, Pemerataan Ekonomi Melalui Koperasi

    Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan bahwa dengan berkoperasi maka bisa memberikan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Bahkan, dengan pemerataan ekonomi tersebut mampu memp

  • Jumat, 29 Jul 2016 06:45

    Tuntaskan Kasus Vaksin Palsu

    Oleh: Abdullah Aljawi S.K.M *)Kasus vaksin palsu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab saat ini menjadi perbincangan dan membuat kehebohan di kalangan masyarakat. Kasus ini juga

  • Selasa, 26 Jul 2016 07:06

    Palas Aman dari Vaksin Palsu

    Merebaknya isu beredarnya vaksin palsu di sejumlah daerah di tanah air selama beberapa bulan terakhir, tentu saja menimbulkan keresahan dan kekhawatiran sejumlah kalangan masyarakat di daerah Kabupate

  • Kamis, 30 Jun 2016 08:17

    BPOM siapkan lima tim investigasi Vaksin Palsu di Medan

    Menyikapi temuan vaksin palsu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Medan membentuk tim untuk mengawasi peredaran vaksin palsu. "Kita sudah membentuk lima tim dari BPOM Medan, kita turunka

  • Rabu, 29 Jun 2016 08:32

    Komisi E DPRDSU Imbau Pemerintah Tunda Program Vaksinasi

    Ketua Komisi E DPRDSU yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Syamsul Qadri Marpaung menghimbau pemerintah untuk sementara waktu menunda program vaksinasi terhadap anak. "Saya sud

  • Rabu, 29 Jun 2016 08:28

    IDI Sumut setuju pemalsu vaksin dihukum mati

    Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Sumatera Utara (IDI Sumut) setuju desakan pelaku pembuat vaksin palsu dihukum mati. Pihaknya menegaskan secara tidak langsung, pelaku sudah membunuh generasi muda bang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak