Jumat, 19 Jan 2018 02:40

Mewaspadai Difteri Pada Anak

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Effendy, Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)
Senin, 18 Des 2017 15:48
Dibaca: 71 kali
solusi sehat.com
Ilustrasi
Beberapa hari terakhir, Indonesia dikagetkan dengan maraknya orang terserang penyakit difteri. Difteri disebabkan infeksi bakteri corynebacterium diphtheriae dan biasanya mempengaruhi selaput lendir hidung dan tenggorokan. Biasanya, difteri menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar getah bening membengkak dan lemas. Tetapi, ciri difteri yang khas adalah munculnya pseudomembran atau selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah jika dilepaskan.Hal ini yang menyebabkan rasa sakit saat menelan, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening, dan pembengkakan jaringan lunak di leher yang disebut bullneck. Sumbatan ini bisa menghalangi jalan napas, menyebabkan harus berjuang untuk bisa bernapas. 

Difteri juga bisa menyebabkan komplikasi yang seriusdimana selama fase awal penyakit atau bahkan berminggu-minggu kemudian, pasien mungkin mengalami detak jantung yang tidak normal, yang dapat menyebabkan gagal jantung. Komplikasi yang paling parah dari difteri adalah obstruksi pernapasan yang diikuti oleh kematian.

Menyebarluasnya penyakit difteri ini menimbulkan keresahan di masyarakat Indonesia. Semakin meluasnya wabah difteri, juga membuat Kementerian Kesehatan akhirnya menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Status KLB merupakan respons darurat yang diberikan oleh pemerintah dalam mengklarifikasi dan menanggulangi wabah penyakit baik menular maupun tidak menular dalam kurun waktu tertentu.


Masyarakat Indonesia tak perlu panik 

Ditetapkannya penyebaran penyakit difteri sebagai KLB atau kejadian luar biasa oleh pemerintah bukanlah tanpa tindakan nyata lainnya. Pemerintah yang diwakili Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan ada 3,5 vial vaksin difteri yang tersedia saat ini. Ia menilai jumlah vaksin cukup banyak untuk masyarakat karena satu vial vaksin dapat diberikan kepada 8-10 orang.

Tak hanya sampai disitu, pemerintah juga telah menggenjot PT Bio Farma agar meningkatkan produksi vaksin difteri untuk persediaan pada 2018 dimana PT Bio Farma adalah produsen vaksin terbesar nomor 4 di dunia. Pemerintah juga belakangan telah melakukan vaksinasi serentak di tiga provinsi Indonesia guna menekan jumlah penderita difteri.


Faktor non-medis dan pandangan masyarakat

Di luar faktor medis, sejumlah hal di bawah ini juga menjadi penyebab tidak langsung meningkatnya penyebaran penyakit difteri di masyarakat.

1. Banyak orang tua tidak suka terhadap efek yang ditimbulkan oleh imunisasi DPT terhadap anak seperti suhu badan anak menjadi panas.

2. Lingkungan padat dan jumlah anggota penghuni rumah yang banyak ikut menyebabkan pola penularan difteri lebih cepat.

3. Berita vaksin palsu yang merebak pada Juni 2016 walau telah ditangani oleh Kementerian Kesehatan dengan cara vaksinasi ulang di daerah beredarnya vaksin palsu masih mempengaruhi pandangan sebagian masyarakat terhadap fungsi vaksin.

4. Pendidikan rendah orang tua sangat mempengaruhi perilaku dan tingkat pengetahuan mereka tentang cara hidup sehat dan bersih serta manfaat pemberian imunisasi bagi anaknya.

5. Kurangnya gaya hidup sehat dan bersih yang ditanamkan di sekolah membuat banyak anak sekolah ketularan difteri di sekolah.

6. Adanya pandangan sebagian masyarakat bahwa vaksin itu haram walau hal tersebut telah diklarifikasi oleh pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia.

7. Adanya pandangan bahwa kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap tubuh individu. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya dan bergaya hidup sehat, sehingga tidak perlu imunisasi.


Pentingnya peran orang tua dalam kasus ini

Terkait meningkatnya kasus difteri di beberapa tempat, orangtua sebaiknya mengenali gejala awal penyakit ini. Gejala awal difteri bisa tidak spesifik, yakni:
1. Demam tidak tinggi
2. Nafsu makan menurun
3. Lesu
4. Nyeri menelan dan nyeri tenggorok
5. Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah

Walau begitu, ada tanda khas pasien mengalami difteri yang bisa dilihat dari tenggorokannya, yakni ditandai berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck. Jika pada diri anak terdapat ciri-ciri seperti itu, maka orang tua jangan hamya diam tak melakukan apa apa. Orang tua harus memberi perhatian khusus dan segera memeriksakan anaknya.
Bagi orang tua yang pada anaknya tidak ada indikasi penyakit difteri ini, maka alangkah baiknya memperhatikan keseharian sang anak. Jangan biarkan anak jajan sembarangan karena makanan yang tak sehat berpotensi membuat anak sakit. Orang tua harus mau sedikit repot dengan membuatkan sang anak bekal makanan yang sehat baik untuk ke sekolah maupun bermain dengan temannya. Paling tidak dengan membuatkan anak makan, orang tua bisa memastikan kehigienisan makanan tersebut. 

Sehingga anak dapat terhindar dari berbagai penyakit yang tentunya tak diinginkan. Oleh karena itu sebagai orang tua yang baik, mari jaga anak-anak kita sebaik-baiknya karena merekalah aset bangsa. Jangan takut dan ragu bila anak terindikasi terkena suatu penyakit untuk segera pergi merujuk ke dokter, karena lebih cepat ditanganinya suatu penyakit akan lebih baik.

Editor: Sam

T#g:Difteriuneg2Wabah
Berita Terkait
  • Senin, 15 Jan 2018 17:15

    Kapuspen TNI: TNI Kirim Satgas Kesehatan KLB Asmat

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan 53 personel Tim Medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam rangka menanggulangi wabah penyakit di Kabup

  • Selasa, 19 Des 2017 21:49

    Di Sidimpuan Wabah Difteri Belum Ditemukan

    Merebaknya wabah difteri menjadi kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) yang ditangani pemerintah lewat Dinas kesehatan di masing-masing daerah yang terjangkit. Di Kota Padangsidimpuan, selama 2017 wabah bak

  • Senin, 18 Des 2017 13:18

    Pemkab Deli Serdang Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit Difteri

    Pasca Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meningkatkan kewaspadaan.Plt Kepala Dinas Keseha

  • Selasa, 12 Des 2017 04:02

    Retribusi Telah Dibayar, Kadis PMPTSP Diduga Tahan IMB Perumahan Sampurna Indah

    Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Labuhanbatu Paruhuman Daulay dituding menahan IMB perumahan Sempurna Indah.Tudingan itu disampaikan perwakilan perumahan Sempurn

  • Jumat, 10 Nov 2017 04:09

    Menelfon saat Tugas, Perawat RSGM Lubuk Pakam Diistirahatkan

    Sebuah tayangan video perawat dari Rumah Sakit Grand Medistra (RSGM) Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, ramai diperbincangkan di media sosial. Sebab, perawat yang sedang menangani pasien itu t

  • Rabu, 25 Okt 2017 16:55

    Ditimpa Pohon Karet, Warga Minta PTPN III Tebang Pohon

    Masyarakat meminta pohon Karet yang merunduk dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, yang terletak di sepanjang pinggiran Jalan Gunting Saga-Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kab. Labura, a

  • Selasa, 24 Okt 2017 18:54

    Panglima TNI: Pertama Kali WHO Percayakan Internasional Conferrence kepada TNI

    Untuk pertama kalinya Worlds​ Health Organization (WHO) memadukan kegiatan militer dan sipil, guna membicarakan upaya mewujudkan ketahanan kesehatan global dalam rangka kerja sama antar negara,

  • Rabu, 18 Okt 2017 13:18

    Kabid Bina Marga PU & PR Paluta Bantah sebut "Semua Kontraktor Maling"

    Kabid Bina Marga Dinas PU & PR Paluta membantah dan menyatakan tidak pernah mengeluarkan pernyataan "Semua Kontraktor Maling''.

  • Jumat, 13 Okt 2017 10:53

    Kasipem Medan Marelan: Ciptakan budaya antri agar dapat dilayani dengan baik

    Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Medan Marelan​, Juli, mengakui bahwa dalam menjalankan tugas ingin menciptakan budaya antri. Sehingga seluruh masyarakat dalam mengurus berbagai andministrasi

  • Kamis, 05 Okt 2017 11:35

    Pengerjaan Paket Proyek Rp3,5 M Diduga Milik Sekretaris DPD Partai, Amburadul

    Pengerjaan proyek peningkatan jalan yang disebut sebut milik Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Padang Lawas sebesar  Rp. 3,5 M lebih, berukuran 4 M x

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak