Selasa, 24 Apr 2018 19:43

YPDT desak Polres Samosir Tahan Pelaku Penganiayaan Aktifis Lingkungan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Rabu, 30 Agu 2017 08:20
Dok
YPDT

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menghendaki kasus yang menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat ditindak tegas pelakunya secara hukum sebab pengabaian terhadap tindakan penganiayaan dan pengeroyokan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Pernyataan ini disampaikan Drs. Maruap Siahaan, MBA, dan Andaru Satnyoto, S.IP, M.Si., masing- masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dalam siaran persnya, Selasa (29/08/2017). 

Disebutkan, tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, dan 'penyanderaan' terhadap Jhohannes Marbun sebagai Sekretaris Eksekutif YPDT dan Sebastian Hutabarat sebagai Wakil Ketua YPDT Perwakilan Toba Samosir, terjadi pada Selasa pagi (15/8/2017) di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dalam pernyataannya, YPDT meminta agar para pelaku tindakan kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, intimidasi dan 'penyanderaan, harus segera ditangkap dan diproses hukum di pengadilan.

Selain itu, YPDT mengecam keras dan menyesalkan tindakan sekelompok orang yang melakukan pelanggaran HAM tersebut di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. 

"Tidak sepantasnya mereka melakukan hal tersebut karena kedua aktivis tersebut hanya datang berkunjung ke tambang penggalian batu yang ada di desa tersebut dan diterima dengan baik serta berdialog dengan Jautir Simbolon, pimpinan di tambang tersebut," sebut YPDT dalam rilisnya. 

Diuraikan, oleh karena dialog diantara mereka terjadi silang pendapat, kedua aktivis lingkungan hidup ini lebih mengambil sikap menghentikan dialog dan pamitan secara damai serta bersalaman dengan Jautir Simbolon dan beberapa teman lainnya yang mengikuti diskusi. 

Ketika sekitar jarak 10 meter kedua aktivis tersebut berjalan, tiba-tiba mereka memanggil kembali. Karena keduanya tidak mau berdialog lagi, sekelompok orang di pertambangan tersebut menghalang-halangi kepergian mereka. Di saat itulah terjadi peristiwa tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, dan pengeroyokan terhadap kedua aktivis tersebut. Bahkan menurut kesaksian Jhohannes Marbun, Sebastian Hutabarat sempat mendapatkan pelecehan seksual dengan memeloroti celananya dan 'disandera' tanpa alasan yang jelas.

Menurut YPDT, sepatutnya Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut dijadikan tersangka dan harus segera ditangkap serta diproses secara hukum.

YPDT juga meminta dan mendesak Kapolres Kabupaten Samosir, AKBP Donald Simanjuntak, dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan, dan memproses secara hukum, Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut. 

"Setidaknya mereka telah melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan sebagaimana diatut dalam Pasal 351 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 KHUP, serta pengeroyokan di Pasal 170 KUHP juga pelecehan seksual pada Pasal 289 sampai Pasal 296 KUHP maupun dengan ketentuan hukum lainnya yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas YPDT.

YPDT menghendaki agar setiap individu, kelompok, dan lembaga apapun tidak boleh melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap siapa pun dalam menjalankan profesi dan kegiatannya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup guna pelestarian lingkungan hidup karena dijamin oleh Undang-Undang dan konstitusi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Diingatkan juga bahwa perjuangan untuk perbaikan lingkungan hidup tidak akan berhenti karena intimidasi dan kekerasan, penyalahgunaaan kekuasaan oleh segelintir orang.

YPDT menyebut kedua aktivis tersebut telah membuat laporan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Samosir dengan LP/117/VIII/SAM/SPKT.

Editor: Budi

T#g:aniayaSamosirYPDT
Berita Terkait
  • Kamis, 19 Apr 2018 18:19

    Ibu Negara Nikmati Keindahan Danau Toba Dari Kapal Rumah Batak

    Ibu Negara Ny Hj Iriana Joko Widodo menikmati keindahan Danau Toba dari atas kapal wisata berbentuk rumah adat Batak. Didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Evi Diana Erry, Iriana bersama rombongan Organisasi

  • Kamis, 12 Apr 2018 14:02

    Anak Berstatus Pelajar Babak Belur Dihajar Satpam Kebun PT. Smart Tbk Padang Halaban

    Lokasi Perkebunan PT. Smart,Tbk Padang Halaban yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat Kecamatan Aek Kuo menjadikan perkebunan ini rawan akan potensi pencurian. Seperti yang terjadi pada Rabu (11/

  • Sabtu, 07 Apr 2018 06:47

    Gara-gara Uang Rp4000 untuk Air Isi Ulang, Boru Lubis Kritis Ditikam

    Faktor ekonomi kerap menjadi pemicu tindak pidana. Hal ini kembali dialami oleh Miwarti Lubis (48), yang menjadi korban penikaman suaminya sendiri, Subandi (50) warga Dusun II, Desa Bintang Meriah, Ke

  • Senin, 02 Apr 2018 11:21

    Ketua Panwascam Susua Nias Selatan Dilempar Batu

    Ketua Panwascam Susua yang bernama Fauduli Laia dilempar batu oleh orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motornya, di daerah Susua, antara desa Hilimbowo dan Hilidanayao, pada Selasa (27/3) sore.I

  • Kamis, 08 Mar 2018 08:28

    Go-Jek Medan Tolak Konfirmasi Wartawan Terkait Pemukulan Terhadap Konsumen

    Pihak manajemen aplikasi jasa angkutan online Go-Jek menolak memberi klarifikasi pasca kejadian pengroyokan para sopir terhadap pimpinan redaksi media cetak di Medan pada Selasa (6/3).Beberapa jurnali

  • Rabu, 07 Mar 2018 06:57

    Dituduh order fiktif, 20-an Driver Go-Car aniaya Pemred Koran terbitan Medan

    Pimpinan Redaksi Harian Orbit Teuku Yudhistira menjadi bulan-bulanan sopir taksi online (taksol) Go-Car, Selasa (6/3). Yudhistira dikeroyok di Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.&nb

  • Kamis, 01 Mar 2018 18:21

    Dugaan Kekerasan Terhadap Pelajar SMA, Kasatreskrim: Belum Cukup Alat Bukti

    AKP A. Tarigan, Kasatreskrim Polres Nias Selatan (Nisel), mengaku pihaknya belum memiliki alat bukti yang cukup untuk melanjutkan penyelidikan dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oknum guru NH terha

  • Kamis, 01 Mar 2018 05:21

    Oknum Guru SMA di Nias Diduga Lakukan Kekerasan Pada Siswa

    Kasus kekerasan terhadap murid kembali terjadi di lingkungan pendidikan. Kali ini terjadi di SMA Negeri 1 Amandraya, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Oknum guru berinisial NH diduga melaku

  • Rabu, 21 Feb 2018 10:21

    Komnas Anak: Tobasa Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Anak

    Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Toba Samosir (To

  • Rabu, 31 Jan 2018 18:31

    Pasca Dianiaya Ibunya, Kondisi Siti Aminah Mulai Membaik

    Kondisi kesehatan Siti Aminah Nasution (6 tahun), korban penganiayaan oleh ibu kandung dan bapak tirinya kini mulai membaik. Sebelumnya Siti sempat tidak sadarkan diri dan mengalami trauma.Bukhori Nas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak