Sabtu, 20 Jan 2018 18:22

YPDT desak Polres Samosir Tahan Pelaku Penganiayaan Aktifis Lingkungan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Rabu, 30 Agu 2017 08:20
Dibaca: 353 kali
Dok
YPDT

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menghendaki kasus yang menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat ditindak tegas pelakunya secara hukum sebab pengabaian terhadap tindakan penganiayaan dan pengeroyokan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Pernyataan ini disampaikan Drs. Maruap Siahaan, MBA, dan Andaru Satnyoto, S.IP, M.Si., masing- masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dalam siaran persnya, Selasa (29/08/2017). 

Disebutkan, tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, dan 'penyanderaan' terhadap Jhohannes Marbun sebagai Sekretaris Eksekutif YPDT dan Sebastian Hutabarat sebagai Wakil Ketua YPDT Perwakilan Toba Samosir, terjadi pada Selasa pagi (15/8/2017) di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dalam pernyataannya, YPDT meminta agar para pelaku tindakan kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, intimidasi dan 'penyanderaan, harus segera ditangkap dan diproses hukum di pengadilan.

Selain itu, YPDT mengecam keras dan menyesalkan tindakan sekelompok orang yang melakukan pelanggaran HAM tersebut di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. 

"Tidak sepantasnya mereka melakukan hal tersebut karena kedua aktivis tersebut hanya datang berkunjung ke tambang penggalian batu yang ada di desa tersebut dan diterima dengan baik serta berdialog dengan Jautir Simbolon, pimpinan di tambang tersebut," sebut YPDT dalam rilisnya. 

Diuraikan, oleh karena dialog diantara mereka terjadi silang pendapat, kedua aktivis lingkungan hidup ini lebih mengambil sikap menghentikan dialog dan pamitan secara damai serta bersalaman dengan Jautir Simbolon dan beberapa teman lainnya yang mengikuti diskusi. 

Ketika sekitar jarak 10 meter kedua aktivis tersebut berjalan, tiba-tiba mereka memanggil kembali. Karena keduanya tidak mau berdialog lagi, sekelompok orang di pertambangan tersebut menghalang-halangi kepergian mereka. Di saat itulah terjadi peristiwa tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, dan pengeroyokan terhadap kedua aktivis tersebut. Bahkan menurut kesaksian Jhohannes Marbun, Sebastian Hutabarat sempat mendapatkan pelecehan seksual dengan memeloroti celananya dan 'disandera' tanpa alasan yang jelas.

Menurut YPDT, sepatutnya Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut dijadikan tersangka dan harus segera ditangkap serta diproses secara hukum.

YPDT juga meminta dan mendesak Kapolres Kabupaten Samosir, AKBP Donald Simanjuntak, dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan, dan memproses secara hukum, Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut. 

"Setidaknya mereka telah melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan sebagaimana diatut dalam Pasal 351 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 KHUP, serta pengeroyokan di Pasal 170 KUHP juga pelecehan seksual pada Pasal 289 sampai Pasal 296 KUHP maupun dengan ketentuan hukum lainnya yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas YPDT.

YPDT menghendaki agar setiap individu, kelompok, dan lembaga apapun tidak boleh melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap siapa pun dalam menjalankan profesi dan kegiatannya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup guna pelestarian lingkungan hidup karena dijamin oleh Undang-Undang dan konstitusi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Diingatkan juga bahwa perjuangan untuk perbaikan lingkungan hidup tidak akan berhenti karena intimidasi dan kekerasan, penyalahgunaaan kekuasaan oleh segelintir orang.

YPDT menyebut kedua aktivis tersebut telah membuat laporan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Samosir dengan LP/117/VIII/SAM/SPKT.

Editor: Budi

T#g:aniayaSamosirYPDT
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Jan 2018 09:34

    GMKI Medan Soroti Terulangnya Bentrokan Supir Driver Online dan Angkot

    Kerusuhan yang terjadi pada Jumat, 12 Januari 2018, di Simpang Pos Medan, antara supir angkutan berbasis aplikasi dengan supir angkutan konvensional, adalah dampak dari belum mampunya Pemko Medan dala

  • Jumat, 12 Jan 2018 14:32

    Gadis 6 Tahun Koma, Diduga Akibat Dianiaya Ibunya

    Siti Aminah, 6 tahun, warga desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara dianiaya oleh Aldi Pratama dan Yusma Delima Rambe yang merupakan orangtua korban.Akibatnya, sang bocah m

  • Selasa, 19 Des 2017 12:19

    Polisi tangkap pelaku pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap YKD

    Jajaran kepolisian dari Polsek Kutalimbaru Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan percobaan pembunuhan terhadap YKD, 34 tahun.

  • Jumat, 15 Des 2017 19:05

    Tragis, Yanti nyaris tewas diperkosa pria yang baru dikenal lewat Medsos

    Seorang wanita berusia 34 tahun, YKD alias Y, warga jalan Nasional, Medan Denai ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka akibat benda tajam dan tumpul di perkebunan jagung di Dusun V Sei Menciri

  • Rabu, 13 Des 2017 09:43

    Pacaran di tempat sepi, Siswi SMA dipaksa adegan syur, direkam lalu 'digilir' perampok

    Bunga (18 tahun), siswi SMA di Kotaagung, Lampung, mengalami pemerkosaan akibat pacaran di daerah sunyi di pantai Pekon Ketapang Limau, Tanggamus, Minggu (3/12) sekitar pukul 13.00 WIB.Kejadian ini be

  • Senin, 11 Des 2017 13:01

    Dituduh Menganiaya, Wilson: Itu Fitnah

    Direktur PT. Delada Agroma Samudera (DAS) Kristian Halim atau yang biasa dipanggil Wilson membantah telah melakukan penganiayaan terhadap Suar Natal Waruwu salah seorang pimpinan organisasi di Kota Gu

  • Kamis, 07 Des 2017 19:07

    Majelis Hakim TUN Medan Menangkan Gugatan YPDT

    "Thanks God! YPDT melalui Tim Litigasi memenangkan Perkara No 76". Demikian ungkapan ekspresi gembira Deka Saputra Saragih, S.H., M.H. saat mengabari Tim Litigasi Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) la

  • Sabtu, 18 Nov 2017 17:28

    DJ Karaoke DBlues Dikeroyok Sekelompok Preman

    Dalam kondisi babak belur Rio Sinulingga (27) pria yang ngekos di Jln Iskandar Muda Medan mendatangi Polsekta Medan Helvetia, Sabtu (18/11) pagi. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai Disk Jokey

  • Sabtu, 04 Nov 2017 09:44

    Grebek Narkoba, Kanit II Sat Narkoba Polres Deli Serdang Nyaris Disamurai

    Tim gabungan Polres Deli Serdang menggerebek dan menggeledah tiga rumah warga di Dusun V, Desa Pisang Pala, Kecamatan Galang, Jumat (3/11/2017).Dalam penggerebekan yang langsung dipimpin Kapolres Deli

  • Selasa, 24 Okt 2017 12:54

    Penggugat pertanyakan Batas Kabupaten di Danau Toba dalam Sidang TUN Medan

    Sidang Tata Usaha Negara (TUN) di PTUN Medan kembali dilanjutkan, Senin (23/10/2017). Sidang ini antara Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) sebagai Penggugat melawan Kepala Badan Pelayanan Perijinan Te

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak