Selasa, 24 Okt 2017 14:23

YPDT desak Polres Samosir Tahan Pelaku Penganiayaan Aktifis Lingkungan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Rabu, 30 Agu 2017 08:20
Dibaca: 249 kali
Dok
YPDT

Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) menghendaki kasus yang menimpa Jhohannes Marbun dan Sebastian Hutabarat ditindak tegas pelakunya secara hukum sebab pengabaian terhadap tindakan penganiayaan dan pengeroyokan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Siapa pun pelakunya harus segera ditangkap dan diproses secara hukum.

Pernyataan ini disampaikan Drs. Maruap Siahaan, MBA, dan Andaru Satnyoto, S.IP, M.Si., masing- masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) dalam siaran persnya, Selasa (29/08/2017). 

Disebutkan, tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, dan 'penyanderaan' terhadap Jhohannes Marbun sebagai Sekretaris Eksekutif YPDT dan Sebastian Hutabarat sebagai Wakil Ketua YPDT Perwakilan Toba Samosir, terjadi pada Selasa pagi (15/8/2017) di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Dalam pernyataannya, YPDT meminta agar para pelaku tindakan kekerasan pemukulan, penganiayaan, pengeroyokan, intimidasi dan 'penyanderaan, harus segera ditangkap dan diproses hukum di pengadilan.

Selain itu, YPDT mengecam keras dan menyesalkan tindakan sekelompok orang yang melakukan pelanggaran HAM tersebut di Desa Silimalombu, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. 

"Tidak sepantasnya mereka melakukan hal tersebut karena kedua aktivis tersebut hanya datang berkunjung ke tambang penggalian batu yang ada di desa tersebut dan diterima dengan baik serta berdialog dengan Jautir Simbolon, pimpinan di tambang tersebut," sebut YPDT dalam rilisnya. 

Diuraikan, oleh karena dialog diantara mereka terjadi silang pendapat, kedua aktivis lingkungan hidup ini lebih mengambil sikap menghentikan dialog dan pamitan secara damai serta bersalaman dengan Jautir Simbolon dan beberapa teman lainnya yang mengikuti diskusi. 

Ketika sekitar jarak 10 meter kedua aktivis tersebut berjalan, tiba-tiba mereka memanggil kembali. Karena keduanya tidak mau berdialog lagi, sekelompok orang di pertambangan tersebut menghalang-halangi kepergian mereka. Di saat itulah terjadi peristiwa tindak kekerasan pemukulan, penganiayaan, dan pengeroyokan terhadap kedua aktivis tersebut. Bahkan menurut kesaksian Jhohannes Marbun, Sebastian Hutabarat sempat mendapatkan pelecehan seksual dengan memeloroti celananya dan 'disandera' tanpa alasan yang jelas.

Menurut YPDT, sepatutnya Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut dijadikan tersangka dan harus segera ditangkap serta diproses secara hukum.

YPDT juga meminta dan mendesak Kapolres Kabupaten Samosir, AKBP Donald Simanjuntak, dan Kapolda Sumatera Utara agar segera menangkap, menahan, dan memproses secara hukum, Jautir Simbolon dan beberapa orang anak buahnya yang melakukan pelanggaran HAM tersebut. 

"Setidaknya mereka telah melakukan perbuatan tindak pidana penganiayaan/pemukulan sebagaimana diatut dalam Pasal 351 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 KHUP, serta pengeroyokan di Pasal 170 KUHP juga pelecehan seksual pada Pasal 289 sampai Pasal 296 KUHP maupun dengan ketentuan hukum lainnya yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas YPDT.

YPDT menghendaki agar setiap individu, kelompok, dan lembaga apapun tidak boleh melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap siapa pun dalam menjalankan profesi dan kegiatannya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup guna pelestarian lingkungan hidup karena dijamin oleh Undang-Undang dan konstitusi yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Diingatkan juga bahwa perjuangan untuk perbaikan lingkungan hidup tidak akan berhenti karena intimidasi dan kekerasan, penyalahgunaaan kekuasaan oleh segelintir orang.

YPDT menyebut kedua aktivis tersebut telah membuat laporan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Samosir dengan LP/117/VIII/SAM/SPKT.

Editor: Budi

T#g:aniayaSamosirYPDT
Berita Terkait
  • Selasa, 24 Okt 2017 12:54

    Penggugat pertanyakan Batas Kabupaten di Danau Toba dalam Sidang TUN Medan

    Sidang Tata Usaha Negara (TUN) di PTUN Medan kembali dilanjutkan, Senin (23/10/2017). Sidang ini antara Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) sebagai Penggugat melawan Kepala Badan Pelayanan Perijinan Te

  • Rabu, 18 Okt 2017 10:28

    Diduga Karena Kritiki Kinerja Kades, Warga Dipukuli

    Muhammad Paisal Hasibuan mengalami aksi pemukulan, di desa Pagar Gunung, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara, Selasa (17/10/2017)."Saat musyawarah desa saya mengkritiki kinerja dari kep

  • Minggu, 08 Okt 2017 15:28

    Diduga rekan maling, pemuda ini tewas dimassa di masjid Al Ikhlas Medan Johor

    Apes, seorang pemuda berusia 20-25 tahunan, yang belum diketahui identitasnya, tewas dimassa di pelataran masjid  Al Ikhlas Kelurahan Pangkalan Mansur Kecamatan Medan Johor, subuh tadi, Minggu (8

  • Kamis, 05 Okt 2017 18:05

    Kembali, Mobil Dinas Ketua Panwaslu Langkat Dibakar OTK

    Hingga kini misteri terbakarnya mobil dinas Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Langkat Aidil Fitri, masih belum terkuak. Apakah memang dibakar dengan muatan politik atau dendam pribadi terhadap Aidil.Ai

  • Selasa, 03 Okt 2017 10:33

    Polsek Pandan Bekuk Penganiaya Wartawan

    Tim intel dan Reskrim Polsek Pandan amankan penganiayaan wartawan mingguan, Aminuddin Zega (55) di Kantin KPU Tapteng yang terjadi hari Jumat (29/9) lalu. Kurang dari 3 x 24 jam, AS, warga Sarudik, ya

  • Minggu, 10 Sep 2017 09:50

    Rusak tanaman dan ancam bunuh tetangga, Polsek Sunggal tangkap Jepri Sitepu

    Polsek Sunggal menangkap Jepri Sitepu, 24 tahun, warga jalan Serasi, gang Gereja Desa Medan Krio, Sunggal.

  • Sabtu, 02 Sep 2017 21:42

    Aniaya Ibu Muda, Pria ini diamankan Polsek Sunggal

    Welli Roki Amos, pria berusia 22 tahun, diamankan Petugas Polsek Sunggal dengan sangkaan melakukan penganiayaan terhadap ibu rumah tangga berusia 32 tahun, Selasa sore (15/8).Informasi dihimpun, penga

  • Selasa, 29 Agu 2017 22:19

    Polisi amankan 29 warga Purba Pargodung Humbahas

    Polres Humbahas mengamankan 29 warga yang terlibat penganiayaan terhadap operator alat berat escavator di lokasi penambangan batu Dolok Sipalaki. milik CV. Mitra Pardomuan, Selasa siang (29/8/2017).

  • Senin, 21 Agu 2017 17:13

    Ditreskrimsus Polda Sumut minta keterangan pelapor

    Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitResKrimSus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) meminta keterangan pelapor terkait dugaan pencemaran air Danau Toba oleh PT Aquafarm Nusantara dan PT

  • Senin, 14 Agu 2017 09:04

    Erry Apresiasi Samosir Hadirkan Konser Musik Internasional

    Duet artis asal Austria Hermann Delago dan Nadine Beiler membawakan lagu Batak dalam even Samosir Music International yang digelar di Open Air Stage Tuk Tuk Siadong, Sabtu (12/8/2017) malam, mampu memukau ribuan penonton.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak