Jumat, 24 Nov 2017 18:06

Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 24 Agu 2017 07:54
Dibaca: 366 kali
Dok
Tiga tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook saat diamankan Polisi
Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Informasi diperoleh, MFT, pria 43 tahun, ditangkap pada 21 Juli 2017 di Koja, Jakarta Utara, sementara SRN, wanita 32 tahun, ditangkap pada 5 Agustus 2017 di Cianjur Jawa Barat, dan JAS, pria 32 tahun, ditangkap pada 7 Agustus 2017 di Pekanbaru, Riau.


Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para pelaku menyiapkan proposal berisi materi untuk disebar, dan ini kemudian diserahkan pada pihak pemesan untuk disetujui disebar.

"JAS selaku ketua grup Saracen berperan sebagai perekrut anggota, melalui daya tarik berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan atau trend di media sosial. Materi ini berupa kata-kata, narasi maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lain," tuturnya, Rabu (23/8).

Disebutkan bahwa JAS juga memiliki kemampuan di bidang informasi teknologi dan bisa memulihkan akun anggotanya yang diblokir. Ia juga membuat akun anonim sebagai pengikut grup dan berkomentar yang juga provokatif di setiap unggahan mereka.

Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS kerap berganti nomor ponsel untuk membuat akun Facebook anonim.

Sementara itu, peran tersangka MFT yakni berperan di bidang media informasi. Ia menyebar ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit.

MFT juga membagikan ulang unggahan di Grup Saracen ke akun Facebook pribadinya.Terakhir, tersangka SRN merupakan koordinator grup Saracen di wilayah.

Sama dengan MFT, SRN juga mengunggah konten berbau ujaran kebencian dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan JAS.

"Hasil digital forensik menunjukkan bahwa grup Saracen menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA, di antaranya yaitu grup Facebook SARACEN NEWS, SARACEN CYBER TEAM, SARACENNEWS.COM dan sejumlah grup lainnya yang menggunakan nama yang menarik bagi netizen untuk bergabung. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan grup SARACEN berjumlah 800.000 akun," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:fitnahhoax
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Nov 2017 03:51

    Registrasi SIM Card Menjamin Keamanan Digital Masyarakat

    Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. 

  • Rabu, 15 Nov 2017 03:55

    Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi

    Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan kita kepada Negara. Hal ini menjadi wajar apabila didasari oleh motif kepentingan bangsa dan negara. Namun, apa kita sudah bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini?

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:54

    Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Menyikapi Informasi Media Sosial

    Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas

  • Sabtu, 14 Okt 2017 10:14

    Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

    Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau SARA dan ujaran kebencian akan kembali terjadi pada Pilpres 2019.

  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:23

    Undangan Panglima TNI di Akun Twitter Ulama Lover ! "HOAX"

    Beredarnya undangan resmi yang mengatasnamakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di akun twitter Ulama Lover ! beserta video yang menggunakan profil Puspen TNI, untuk berkumpul di Monas (DKI)

  • Senin, 18 Sep 2017 00:28

    Tengku Erry: Kalau Jiwa Kita Sehat, Penyakit SMS Pun Hilang

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi jalan santai mengitari komplek perkantoran dan pergudangan kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang bersama ribuan masyarakat, Minggu (17/9/2017) pagi. Kegiatan olah

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Senin, 28 Agu 2017 06:58

    Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

    Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

  • Kamis, 24 Agu 2017 20:34

    Kapolri Apresiasi Keberhasilan Kapolrestabes Medan

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Besar Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan atas keberhasilan menangkap provokator ujara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak