Jumat, 22 Sep 2017 18:41

Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 24 Agu 2017 07:54
Dibaca: 256 kali
Dok
Tiga tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook saat diamankan Polisi
Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Informasi diperoleh, MFT, pria 43 tahun, ditangkap pada 21 Juli 2017 di Koja, Jakarta Utara, sementara SRN, wanita 32 tahun, ditangkap pada 5 Agustus 2017 di Cianjur Jawa Barat, dan JAS, pria 32 tahun, ditangkap pada 7 Agustus 2017 di Pekanbaru, Riau.


Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para pelaku menyiapkan proposal berisi materi untuk disebar, dan ini kemudian diserahkan pada pihak pemesan untuk disetujui disebar.

"JAS selaku ketua grup Saracen berperan sebagai perekrut anggota, melalui daya tarik berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan atau trend di media sosial. Materi ini berupa kata-kata, narasi maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lain," tuturnya, Rabu (23/8).

Disebutkan bahwa JAS juga memiliki kemampuan di bidang informasi teknologi dan bisa memulihkan akun anggotanya yang diblokir. Ia juga membuat akun anonim sebagai pengikut grup dan berkomentar yang juga provokatif di setiap unggahan mereka.

Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS kerap berganti nomor ponsel untuk membuat akun Facebook anonim.

Sementara itu, peran tersangka MFT yakni berperan di bidang media informasi. Ia menyebar ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit.

MFT juga membagikan ulang unggahan di Grup Saracen ke akun Facebook pribadinya.Terakhir, tersangka SRN merupakan koordinator grup Saracen di wilayah.

Sama dengan MFT, SRN juga mengunggah konten berbau ujaran kebencian dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan JAS.

"Hasil digital forensik menunjukkan bahwa grup Saracen menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA, di antaranya yaitu grup Facebook SARACEN NEWS, SARACEN CYBER TEAM, SARACENNEWS.COM dan sejumlah grup lainnya yang menggunakan nama yang menarik bagi netizen untuk bergabung. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan grup SARACEN berjumlah 800.000 akun," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:fitnahhoax
Berita Terkait
  • Senin, 18 Sep 2017 00:28

    Tengku Erry: Kalau Jiwa Kita Sehat, Penyakit SMS Pun Hilang

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi jalan santai mengitari komplek perkantoran dan pergudangan kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang bersama ribuan masyarakat, Minggu (17/9/2017) pagi. Kegiatan olah

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Senin, 28 Agu 2017 06:58

    Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

    Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

  • Kamis, 24 Agu 2017 20:34

    Kapolri Apresiasi Keberhasilan Kapolrestabes Medan

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Besar Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan atas keberhasilan menangkap provokator ujara

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:14

    Terbongkar, sindikat penyebar fitnah bayaran di Facebook

    Polisi berhasil membongkar siapa di balik sindikat penyebar fitnah di media sosial Facebook, dengan nama "Saracen". Dalam kasus ini, Polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Senin, 21 Agu 2017 20:53

    Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah

    Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.

  • Senin, 21 Agu 2017 16:23

    Postingan ini seret Muhammad Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah ke penjara

    GUE BELUM MASUK PENJARA. GUE MASIH AMAN DAN SENTOSA DAN KENAPA PENDUKUNG JOKOBABIHOK GAK JAUH DARI KATA 'LGBT', PECANDU, DOYAN SEKS DAN PENGEDA." GUE JANJI GUE AKAN MENJATUHKAN NAMA JOKO BER

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak