Minggu, 25 Feb 2018 06:46

Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 24 Agu 2017 07:54
Dibaca: 437 kali
Dok
Tiga tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook saat diamankan Polisi
Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Informasi diperoleh, MFT, pria 43 tahun, ditangkap pada 21 Juli 2017 di Koja, Jakarta Utara, sementara SRN, wanita 32 tahun, ditangkap pada 5 Agustus 2017 di Cianjur Jawa Barat, dan JAS, pria 32 tahun, ditangkap pada 7 Agustus 2017 di Pekanbaru, Riau.


Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para pelaku menyiapkan proposal berisi materi untuk disebar, dan ini kemudian diserahkan pada pihak pemesan untuk disetujui disebar.

"JAS selaku ketua grup Saracen berperan sebagai perekrut anggota, melalui daya tarik berbagai unggahan yang bersifat provokatif menggunakan isu SARA sesuai perkembangan atau trend di media sosial. Materi ini berupa kata-kata, narasi maupun meme yang tampilannya mengarahkan opini pembaca untuk berpandangan negatif terhadap kelompok masyarakat lain," tuturnya, Rabu (23/8).

Disebutkan bahwa JAS juga memiliki kemampuan di bidang informasi teknologi dan bisa memulihkan akun anggotanya yang diblokir. Ia juga membuat akun anonim sebagai pengikut grup dan berkomentar yang juga provokatif di setiap unggahan mereka.

Untuk menyamarkan perbuatannya, JAS kerap berganti nomor ponsel untuk membuat akun Facebook anonim.

Sementara itu, peran tersangka MFT yakni berperan di bidang media informasi. Ia menyebar ujaran kebencian dengan mengunggah meme maupun foto yang telah diedit.

MFT juga membagikan ulang unggahan di Grup Saracen ke akun Facebook pribadinya.Terakhir, tersangka SRN merupakan koordinator grup Saracen di wilayah.

Sama dengan MFT, SRN juga mengunggah konten berbau ujaran kebencian dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan JAS.

"Hasil digital forensik menunjukkan bahwa grup Saracen menggunakan beberapa sarana untuk menyebarkan ujaran kebencian berkonten SARA, di antaranya yaitu grup Facebook SARACEN NEWS, SARACEN CYBER TEAM, SARACENNEWS.COM dan sejumlah grup lainnya yang menggunakan nama yang menarik bagi netizen untuk bergabung. Hingga saat ini diketahui jumlah akun yang tergabung dalam jaringan grup SARACEN berjumlah 800.000 akun," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:fitnahhoax
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 10:20

    Mari Jaga Rapat Redaksi Tim Medsos dari Godaan Setan Terkutuk

    Konten fitnah maupun hoax atau bohong lahir dari pikiran pendek. Tim sukses hanya memenangkan kandidatnya tanpa memikirkan kepentingan nasional.

  • Senin, 19 Feb 2018 04:19

    Djarot Minta Pendukung Berkampanye Dengan Santun

     Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus berboncengan sepeda motor menuju dan pulang dari Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) d

  • Minggu, 18 Feb 2018 14:18

    Komunikonten Gelar Diskusi Publik Cegah Kampanye Hitam dan Isu SARA di Pilkada

    Pilkada Serentak 2018 bukan hanya ujian berdemokrasi, tapi juga ujian dalam berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria di Jakarta, Minggu (18/2

  • Sabtu, 17 Feb 2018 16:17

    Djarot: "Itu Kepala Kerbau"

     Cagubsu Djarot Saiful Hidayat mengajak semua pihak agar mendukung Pilkada damai yang santun dan beradab.Djarot mengaku sudah mendapat banyak informasi adanya pihak-pihak yang mengembangkan isu S

  • Jumat, 09 Feb 2018 21:49

    Gubernur Minta Insan Pers Sumut Ikut Luruskan Informasi Hoax Dan Hasutan

    Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama tokoh-tokoh Pers Sumut hadir pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo, di kawasan Danau Cimpago dan Pantai Pada

  • Jumat, 19 Jan 2018 15:49

    Peran Masyarakat Melawan Kampanye Hitam

    Memasuki masa-masa Pilkada dan Pilpres terdapat banyak berita-berita yang tidak benar atau pun berita hoax yang disebarkan di berbagai media, terutama media online. Seperti yang baru saja beredar

  • Rabu, 17 Jan 2018 06:27

    Partai ini komit lawan hoax

    Dinilai berpotensi merusak nilai demokrasi Indonesia dalam Pilkada serentak 2018, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkomitmen melawan kampanye hitam.

  • Minggu, 14 Jan 2018 17:14

    Daftar di Pilgub Sumut, Djarot Langsung Diserang Kampanye Hitam

    Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat langsung mendapat serangan black campaign sesaat setelah mendaftar di KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

  • Rabu, 03 Jan 2018 03:23

    Istana tanggapi "Pidato Presiden di Stadion Utama Senayan"

    Sejak kemarin, berita bohong atau hoax, tersebar luas di sosial media. Hoax ini berisikan pidato Presiden Jokowi tentang adanya ancaman terhadap kondisi keamanan di Tanah Air dari sejumlah kelompok ma

  • Jumat, 15 Des 2017 12:05

    Tahun Baru dan Upaya Menjauhi Ujaran Kebencian

    Antusiasme dalam menyambut momen pergantian tahun sangat terlihat, baik anak-anak, remaja atau kaum muda, maupun orang dewasa. Pergantian tahun seakan menjadi hari besar yang ditunggu-tunggu oleh masy

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak