Sabtu, 25 Nov 2017 07:00

Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Senin, 21 Agu 2017 20:53
Dibaca: 462 kali
Dok
Tersangka (baju tahanan) saat dipaparkan oleh Kapolda Sumut dan jajaran, Senin (21/8).
Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.

Hal ini ditegaskan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho SIK di sela-sela pemaparan kasus yang menyita perhatian nasional tersebut di Mapolda Sumut, siang tadi, Senin (21/8/2017).

"Pelaku sudah putus sekolah, kelas 2 dia keluar dari salah satu SMK di kota Medan," ujar Kapolrestabes tanpa merinci dimana tersangka sebelumnya bersekolah.

Dinyatakan juga bahwa orangtua dari pelaku tidak mempunyai pekerjaan tetap alias pengangguran. 

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw menyatakan bahwa tujuan tersangka menghina Presiden dan Kapolri adalah agar orang lain terprovokasi membenci Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian atau institusi Kepolisian RI dan selanjutnya mendapatkan dukungan atau pengikut dari pengguna facebook atau twitter.

"Tersangka dengan tanpa hak membobol keamanan jaringan WiFi tetangganya, kemudian menggunakan jaringan tersebut tanpa melakukan pembayaran untuk mendapatkan akun facebook, twitter dan email. Selanjutnya tersangka mengedit gambar Presiden dan Kapolri dan menambahkan gambar bagian tubuh hewan, sehingga bermuatan penghinaan," jelas Kapolda Sumut. 

Bukan itu saja, tambahnya, tersangka kemudian menyebarkan hasil editan tersebut ke media sosial.

Berikut kata-kata tidak pantas yang diposting pelaku Muhammad Farhan Balatif:

GUE BELUM MASUK PENJARA. GUE MASIH AMAN DAN SENTOSA DAN KENAPA PENDUKUNG JOKOBABIHOK GAK JAUH DARI KATA 'LGBT', PECANDU, DOYAN SEKS DAN PENGEDA." GUE JANJI GUE AKAN MENJATUHKAN NAMA JOKO BERUK DI PILPRES 2019, "JOKOWI ADALAH ANAK PKI 100%, GUE BINGGUNG KATA APA YANG PANTAS DIALAMATKAN UNTUK SIJOKOBABI."

Selain itu, Muhammad Farhan Balatif, juga memposting "HASIL DIDIKAN TITO ANJING KARNAVIAN", "POLISI BANCI, KENAPA GUE BELUM DITANGKAP? INI BUKTI BAHWA POLISI CUMA SEEKOR ANJING GILA HAHAHA, GUE BEBAS MENGHINA JOKOWI DAN TITO KARNAVIAN KARENA UU IT CUMA OMONG KOSONG BAGI GUE."

Dalam waktu dekat ini, remaja putus sekolah ini akan mendekam di dalam penjara. Namun polisi belum akan menutup kasusnya, karena curiga mengapa remaja putus sekolah dan orangtua yang pengangguran ini bisa punya 2 laptop dan 2 HP Android serta kemampuan untuk membobol password WiFi tetangganya. Adanya tersangka baru dalam kasus ini masih cukup besar.

Editor: Budi

T#g:Muhammad Farhan Balatiffitnahhacker
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Nov 2017 03:55

    Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi

    Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan kita kepada Negara. Hal ini menjadi wajar apabila didasari oleh motif kepentingan bangsa dan negara. Namun, apa kita sudah bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini?

  • Sabtu, 14 Okt 2017 10:14

    Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

    Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau SARA dan ujaran kebencian akan kembali terjadi pada Pilpres 2019.

  • Senin, 18 Sep 2017 00:28

    Tengku Erry: Kalau Jiwa Kita Sehat, Penyakit SMS Pun Hilang

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi jalan santai mengitari komplek perkantoran dan pergudangan kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang bersama ribuan masyarakat, Minggu (17/9/2017) pagi. Kegiatan olah

  • Kamis, 24 Agu 2017 20:34

    Kapolri Apresiasi Keberhasilan Kapolrestabes Medan

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Besar Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan atas keberhasilan menangkap provokator ujara

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:54

    Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

    Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:14

    Terbongkar, sindikat penyebar fitnah bayaran di Facebook

    Polisi berhasil membongkar siapa di balik sindikat penyebar fitnah di media sosial Facebook, dengan nama "Saracen". Dalam kasus ini, Polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Senin, 21 Agu 2017 16:23

    Postingan ini seret Muhammad Farhan Balatif alias Ringgo Abdillah ke penjara

    GUE BELUM MASUK PENJARA. GUE MASIH AMAN DAN SENTOSA DAN KENAPA PENDUKUNG JOKOBABIHOK GAK JAUH DARI KATA 'LGBT', PECANDU, DOYAN SEKS DAN PENGEDA." GUE JANJI GUE AKAN MENJATUHKAN NAMA JOKO BER

  • Jumat, 04 Agu 2017 15:44

    Repdem Sumut laporkan FX. Arief Poyuono ke Polisi

    Pengurus Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumut menilai statemen Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, FX. Arief Poyuono yang menyebut PDI-Perjuangan merupakan partai mirip PKI beberapa waktu lalu, s

  • Jumat, 28 Jul 2017 19:18

    Kena embargo, diduga Korea Utara cari uang dengan meretas

    Badan Keamanan Keuangan Korea Selatan (FSI), seperti dikutip Reuters, menyatakan bahwa Korea Utara berada di balik pencurian siber senilai 81 miliar dolar AS dari bank sentral Bangladesh.

  • Sabtu, 08 Jul 2017 19:58

    Sebelum Kaesang, Muhammad Hidayat Simanjuntak sasar para pejabat Bekasi

    Ternyata laporan polisi yang dibuat oleh Muhammad Hidayat Simanjuntak, 52 tahun, dalam tahun ini saja sudah mencapai 60 kali.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak