Selasa, 19 Jun 2018 02:03
Iklan Paslon Paluta

Terbongkar, sindikat penyebar fitnah bayaran di Facebook

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 24 Agu 2017 07:14
Facebook
Salah satu grup facebook Saracen
Selamat Puasa Paluta
Polisi berhasil membongkar siapa di balik sindikat penyebar fitnah di media sosial Facebook, dengan nama "Saracen". Dalam kasus ini, Polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Menurut AKBP Susatyo Purnomo, Kepala Sub Bagian Operasi Satuan Tugas Patroli Siber pada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, grup Saracen mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan dengan imbalan uang mencapai puluhan juta rupiah.

Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi.

"Mereka ini menerima pesanan jasa membuat dan punya inisiatif itu. Saling membutuhkan," ujar AKBP Susatyo Purnomo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Susatyo mengatakan, sindikat tersebut membutuhkan biaya untuk membuat website, menyewa hosting dan sebagainya dalam membesarkan grup tersebut. Bahkan, mereka memiliki website sendiri untuk memposting berita-berita pesanan tersebut melalui Saracennews.com.

Media tersebut memposting berita-berita yang tidak sesuai dengan kebenarannya, tergantung pesanan.

"Untuk itu banyak sekali pencemaran nama baik, yaitu kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, dan sebagainya," kata Susatyo.

Hingga kini, masih didalami siapa saja yang memesan konten atau berita untuk diunggah di grup maupun situs Saracen.

Sementara itu, Kepala Subdit I Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pihak pemesan.

"Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta (rupiah)," kata Irwan.

Bahkan, anggota grup tersebut sudah menyiapkan konten yang akan mereka publikasikan. Konten tersebut baru akan diunggah jika ada pemesan yang membayar.

Mereka memilki ribuan akun untuk memposting meme atau tulisan berbau ujaran kebencian dan SARA.

"Dalam kesehariannya mereka memproduksi yang akan mereka tawarkan," kata Irwan.

Editor: Budi

T#g:Saracenfacebookfitnah
Berita Terkait
  • Jumat, 08 Jun 2018 11:38

    Kombatan Desak Polda Sumut Tangkap Penyebar Fitnah Djarot

    Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan) Sumatera Utara kembali mendesak pihak Polda Sumut untuk mengusut tuntas pelaku penyebar fitnah dan Hoax terhadap calon Gubernur

  • Selasa, 10 Apr 2018 05:40

    Bola Liar Isu "Pengibulan" di Tahun Politik

    Menjelang tahun politik, berbagai manuver dilakukan oleh para politisi untuk meraih simpati masyarakat. Dari isu yang remeh temeh sampai menjadi substansial terus diputar hingga menjadi sebuah perbinc

  • Kamis, 08 Mar 2018 15:38

    Jangan Mudah Terprovokasi Berita Oleh Kelompok Cyber Army

    Baru-baru ini polisi menangkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang merupakan sindikat penyebar ujaran kebencian serta berita hoaks. Para pelaku yang tergabung dengan kelompok MCA ini ditangkap di te

  • Selasa, 06 Mar 2018 10:46

    Polisi: Muslim Cyber Army dan Saracen Saling Terhubung

    Aparat kepolisian mulai menemukan garis merah keterkaitan pihak-pihak yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoax tentang penyerangan ulama dan kebangkitan PKI di media sosial.Berdasarkan penelusuran,

  • Rabu, 13 Des 2017 08:43

    Mustaqim Zamili, dkk Laporkan Dugaan Penghinaan Oleh PM ke Polisi

    Beredarnya statement oknum PPK KEC OOU berinisial PM, di sosial media berbuntut panjang.

  • Rabu, 15 Nov 2017 03:55

    Bijak Menyikapi Pembangunan di Era Presiden Jokowi

    Negara kurang ini, negara kurang itu. Banyak hal yang menjadi tuntutan kita kepada Negara. Hal ini menjadi wajar apabila didasari oleh motif kepentingan bangsa dan negara. Namun, apa kita sudah bersyukur dengan kondisi yang ada saat ini?

  • Sabtu, 14 Okt 2017 10:14

    Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

    Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau SARA dan ujaran kebencian akan kembali terjadi pada Pilpres 2019.

  • Senin, 18 Sep 2017 00:28

    Tengku Erry: Kalau Jiwa Kita Sehat, Penyakit SMS Pun Hilang

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi jalan santai mengitari komplek perkantoran dan pergudangan kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang bersama ribuan masyarakat, Minggu (17/9/2017) pagi. Kegiatan olah

  • Minggu, 10 Sep 2017 08:00

    Polisi telusuri aktifitas rekening grup Saracen 2014-2017

    Mabes Polri menelusuri aliran dana pada rekening milik Saracen, kelompok yang diduga telah menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian bermuatan SARA, selama empat tahun terakhir."Saracen masih dal

  • Rabu, 30 Agu 2017 16:30

    Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 nyatakan tindakan Saracen haram

    Majelis Ulama Indonesia(MUI) menyatakan bahwa tindakan sindikat penyebar berita bohong atau "hoax" Saracen di media sosial melanggar syariah dan haram sebagaimana Fatwa MUI.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak