Selasa, 11 Des 2018 04:01

Tekan Potensi Tipikor, Bupati Kepulauan Selayar Minta Kades Berhati-Hati

Sulawesi (utamanews.com)
Oleh: Fadly Syarif
Senin, 05 Feb 2018 10:35
Fadly Syarif
Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali

Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Muh. Basli Ali meminta segenap jajaran kepala desa di wilayah Kecamatan Bontosikuyu untuk betul-betul dapat memanfaatkan anggaran desa sesuai dengan mekanisme dan peruntukannya.

Ia mengingatkan para kepala desa untuk tidak mencoba-coba melakukan praktek penyalahgunaan dana desa. Pernyataan ini dilontarkan Basli Ali, Minggu, (4/2/2018) siang, menyusul kasus hukum yang menimpa dua orang mantan kepala desa di wilayah Kecamatan Bontosikuyu atas dugaan penyalahgunaan dana desa. 

Basli menandaskan, pihaknya tidak sungkan-sungkan memberhentikan sementara kepala desa yang ketahuan melakukan praktek penyalahgunaan anggaran di desanya.

Komitmen pemberhentian sementara terhadap kepala desa yang melakukan penyimpangan dana desa telah dibuktikan Muh. Basli Ali melalui pemberhentian sementara kepala Desa Pamatata, Kecamatan Bontomate'ne yang diduga kuat tersangkut kasus penyimpangan dana desa.

Terkait akan hal tersebut, Muh. Basli Ali meminta bantuan kerjasama Kapolsek, Danramil, Danpos, dan Babinsa di masing-masing desa untuk bersama-sama mengawasi pemanfataan dana desa. 



Bantuan pengawasan serupa diharapkan dapat dilakukan oleh Camat, ketua, dan anggota BPD di masing-masing wilayah desa. Anggota BPD diingatkan untuk tidak diam dan berpangku tangan serta melakukan upaya pembiaran terhadap terjadinya potensi penyalahgunaan dana desa.

Pernyataan ini diungkapkan Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Basli Ali dalam kesempatan menyampaikan sambutan lisan pada rangkaian acara syukuran proyek pembangunan bendungan Lanta Pumangka, di Dusun Bontoala, Desa Harapan, Kecamatan Bontosikuyu.

Lebih lanjut Basli mengingatkan para camat dan BPD untuk berhati-hati. Pasalnya, proses hukum tindak pidana korupsi penyelewengan dana desa tidak hanya membidik kepala desa. Akan tetapi, penyidikan mulai mengarah dan membidik camat, pimpinan dan anggota BPD yang dengan sengaja melakukan pembiaran terhadap kemungkinan terjadinya peluang penyalahgunaan anggaran desa.

Dalam kaitan itu, ia meminta peran camat, anggota BPD, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan proses pengawasan dan melaporkan potensi penyalahgunaan dana desa di atas nilai lima puluh juta rupiah kepada Bupati.

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar itu menegaskan komitmennya untuk langsung memberhentikan kepala desa yang dilaporkan tersangkut kasus dugaan penyelewengan dana desa di atas nilai lima puluh juta rupiah.

"Kepala desa yang dengan sengaja mencoba-coba melakukan praktek penyelewengan dana desa akan langsung diberhentikan dan dicopot sementara dari jabatannya. Kepala desa yang telah dicopot dan atau diberhentikan sementara dari jabatannya baru akan diangkat kembali dan direhabilitasi nama baiknya, jika dia mampu mengembalikan serta menutupi kerugian negara yang diakibatkan oleh tindakan praktek penyalahgunaan dana desa", tegas Basli Ali di hadapan jajaran tim Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan anggota DPRD Kepulauan Selayar.
Editor: Tommy

T#g:ADDKorupsiSelayar
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 09 Des 2018 13:49

    Hari Anti Korupsi Sedunia 2018, Ketua KAMP Paluta: Korupsi adalah kejahatan luar biasa

    Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 9 Desember, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Pemuda Padang Lawas Utara (KAMP Paluta), Parsatuan Siregar ST angkat bica

  • Kamis, 06 Des 2018 07:56

    Merasa Tersinggung, Adik Bupati Labura Tampar Kades Gunung Melayu

    Kejadian sangat mengejutkan, diduga akibat merasa tersinggung, adik Bupati Labura berinisial DS, menampar Kades Gunung Melayu Kecamatan Kualuh Selatan pada Selasa (4/12/2018).Kejadian penamparan dan a

  • Senin, 12 Nov 2018 13:12

    Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Kadis PU Deli Serdang Diringkus Kejatisu

    Tim Intel Kejati Sumatera Utara (Sumut) bersama Kejari Deliserdang menangkap mantan Kepala Dinas PU Deliserdang, Faisal di kediamannya Jalan Yos Sudarso Ware House Nomor 313, Kelurahan Mekar Sentosa,

  • Rabu, 31 Okt 2018 22:31

    Soal Dugaan Korupsi Rp 33,336 Milyar, Mahasiswa Demo Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu

    Puluhan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kabupaten Labuhanbatu menggelar Aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (31/10/2018). Walaupun dalam guyuran hujan deras d

  • Selasa, 09 Okt 2018 10:09

    Dinas PMD Minta Dokumen pada Kepala Desa Se-Labura Sesuai Surat KPK

    Menindak lanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 356/6739/SJ tanggal 5 September 2018 perihal Pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2018, Dinas PMD Labuhanbatu Utara (Labura),

  • Rabu, 03 Okt 2018 08:03

    Terkait Dana Desa, Kepala Desa Diktator, Kepala Dusun Mengundurkan Diri

    Satu per satu Kepala Dusun di Desa Negeri Lama Seberang mengundurkan diri dari jabatannya. Seperti pengakuan Kepala Dusun Blok III Desa Negeri Lama Seberang bernama Irma, 45 tahun, yang mengataka

  • Sabtu, 29 Sep 2018 18:19

    LSM Pelopor Desak Inspektorat Labuhanbatu Percepat Pemeriksaan Dugaan Korupsi Dinkes Rp 33.336 M

    Diminta kepada Inspektorat Pemkab Labuhanbatu sebagai Badan Pengawasan, supaya segera secepatnya melakukan pemeriksaan terkait pelimpahan Kejaksaan Negeri Labuhanbatu tentang kasus laporan dugaan peny

  • Kamis, 27 Sep 2018 15:17

    Kepala Dusun Minta Kapolres Labuhanbatu Periksa Kades Negeri Lama Seberang

    Oknum pejabat Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Ahmat Ahyar Ritonga, telah melakukan "Penipuan" dan "Pembohongan" kepada para Guru mengaji dan Kepala Dusun d

  • Selasa, 25 Sep 2018 08:35

    Diduga Korupsi ADD TA 2018, Kepala Dusun dan Guru Mengaji Adukan Kepala Desa di Labuhanbatu

    Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Ahmad Ahyar, 50 tahun, akan dilaporkan oleh Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang, Abdul Rahman Nst, 53 tahun,

  • Senin, 27 Agu 2018 11:17

    Kajari Rantau Prapat Enggan Dikonfirmasi Soal Dugaan 10 Pejabat Dinkes Labuhanbatu

    10 orang oknum pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu telah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Labuhanbatu sekitar 2 bulan yang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak