Jumat, 22 Sep 2017 18:37

Soal Sengketa Tanah, Kelompok Tani di Asahan Minta Perhatian Jokowi

Asahan (utamanews.com)
Oleh: SM
Minggu, 17 Sep 2017 19:07
Dibaca: 58 kali
Dok
Targun Sinaga, Ketua KT 6 Saroha, di Bandar Pasir Mandoge, Asahan

Sengketa tanah antara masyarakat Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dengan perusahaan perkebunan swasta, PT Jaya Baru Pratama (JBP), hingga saat ini masih terus berlanjut. 

Padahal, Ombudsman Republik Indonesia, melalui suratnya Nomor : 0409/SRT/1153.2014/HN.49/Tim.5/V/2015 tanggal 18 Mei 2015, yang ditujukan kepada Kelompok Tani (KT) Saroha Desa Sei Kopas, dengan jelas menyatakan bahwa PT JBP belum memiliki HGU (Hak Guna Usaha). 

Penegasan Ombusdman ini didasarkan dari klarifikasi yang dilakukannya ke Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini sudah disampaikan Targun Sinaga, Ketua KT 6 Saroha, di Bandar Pasir Mandoge, Asahan, Kamis (14/9/2017), terkait adanya undangan mediasi dari Camat Bandar Pasir Mandoge, Jutawan Sinaga, ke KT yang dipimpinnya.

"Masalah ini bermula saat masuknya PT Aceh Mekar dan PT Persada Raya ke Desa Sei Kopas, pada tahun 1986 yang kemudian tanpa kami ketahui perusahaan ini berganti nama jadi PT. Jaya Baru Pratama. Awalnya, kami sudah mengusahai tanah yang disebut mereka sebagai miliknya, pada tahun 1980. Entah bagaimana, datanglah Pangulu desa kami saat itu, Israel Sitorus, meminta kami untuk meninggalkan tanah kami karena akan dikuasai oleh perusahaan tersebut. Namun kami menolak permintaan Pangulu (Kepala Desa-red). Dan karena kami menolak, kami diusir secara paksa oleh Pangulu itu yang dibantu oleh polisi dan tentara serta centeng-centeng perusahaan itu," kenang Targun, ayah empat anak, yang saat ini berusia 57 tahun, dengan mata berkaca-kaca, Minggu (17/9).

Targun yang turut didampingi enam orang pejuang awal tanah tersebut yakni, Tiurma Br Sitorus, Tiomsi Br Sitorus, Tiodor Br  Sitorus, Nurmi Br Sitorus, Sainim Br Sinaga, dan Pintaomas Br Simbolon, serta anggota KT 6 Saroha lainnya menyebutkan bahwa tanah seluas 62 hektar yang mereka pertahankan itu, adalah tanah yang dikuasai keluarga.

Perjuangan ini, sambungnya, sudah berlangsung lama. "Karena kami memang takut saat itu dipaksa dan diancam oleh Pangulu dan kelompoknya, kami terpaksa meninggalkan tanah kami itu. Tahun 2004, kami ambil kembali tanah kami itu. Tapi perusahaannya sudah ganti jadi PT Jaya Bangun Pratama. Hal ini kami lakukan sebab tidak pernah kami menerima ganti apapun terhadap tanah kami itu," terangnya.

Ia mengakui bahwa saat pengambilan kembali tanah itu sempat terjadi bentrok berulangkali. Bahkan ada beberapa anggotanya yang ditangkap pihak kepolisian saat itu akibat saling lapor antara masyarakat KT dengan pihak PT JBP, dan ada sampai di pengadilan.

Soal alas hak yang dimiliki KT yang dipimpinnya, Targun mengatakan bahwa tanah itu sudah mereka kuasai selama puluhan tahun. "Banyak tanaman yang sudah kami panen saat itu karena itu perladangan kami. Di atasnya saat itu kami tànam gambiri, durian, mangga, rambutan, rambung, maupun padi. Tapi semuanya didoser perusahaan tanpa ada kami siberikan ganti apapun," ungkapnya.

Tahun 2006 sampai 2007, tambahnya, KT sudah punya Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Camat saat itu. "Ada sekitar 18 SKT yang sudah kami peroleh dengan luas sekitar 20-an hektar," terangnya.

Sekarang, katanya lagi, kami mulai mendapat panggilan dari pihak Polres Asahan atas nama pelapor Herman Ali. "Padahal, tak ada satupun warga masyarakat di Sei Kopas mengenalnya,"ucapnya.

Targun dan KT 6 Saroha berharap agar masalah yang dihadapi kelompoknya, dapat menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. "Kami masyarakat desa sangat takut dengan panggilan-panggilan dari pihak Polres Asahan ini. Tak tahu kami, entah apa salah kami. Kami mohon supaya Pak Jokowi dapat membantu penyelesaian masalah kami secepatnya," pungkasnya. 

Editor: Budi

T#g:AsahanJokowikonflik
Berita Terkait
  • Selasa, 19 Sep 2017 15:59

    Diduga Serobot Tanah Warga, Hima Palas Riau Somasi PT. PHG

    Diduga telah melakukan penyerobotan lahan masyarakat di Desa Parapat, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), atas nama Amaran Hasibuan, Himpunan Mahasiswa (Hima) Palas melakukan somasi terhad

  • Senin, 18 Sep 2017 08:38

    LPM Unimed Dampingi Pengusaha Mikro di Asahan untuk Inovasi Produk

    Keberadaan usaha mikro sangat penting khususnya dalam menopang perekonomian nasional. Peran strategis usaha miko tersebut tidak diragukan lagi terutama kemampuan usaha mikro tersebut untuk mempertahan

  • Minggu, 17 Sep 2017 11:17

    Kangen Cucu, Jokowi: Saya Juga Manusia Biasa

    Menutup hari yang penuh dengan kepadatan acara, Presiden Joko Widodo mengajak cucu kesayangannya, Jan Ethes untuk bermain berbagai wahana kereta di pusat perbelanjaan Solo Paragon, Sabtu malam, 16 Sep

  • Minggu, 10 Sep 2017 18:10

    11 Alat Berat Gasak Lahan Pertanian Koptan Cinta Dapat-Langkat

    Masyarakat dusun Cinta Dapat, Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat-Sumut, menduga ada orang kuat di belakang aksi pengusuran lahan Cinta Dapat, bahkan ada indikasi oknum pengurus juga terlib

  • Minggu, 10 Sep 2017 16:00

    Jokowi akan resmikan tol Jombang-Mojokerto

    Presiden Jokowi bertolak menuju Provinsi Jawa Timur, Minggu siang, (10/9), untuk meresmikan jalan tol Jombang-Mojokerto.

  • Minggu, 10 Sep 2017 07:40

    Jokowi: Baru 46 dari 126 juta lahan yang sudah ada sertifikatnya

    Presiden Jokowi mengemukakan, di seluruh tanah air ini ada 126 juta yang harus disertifikatkan, sekarang baru kurang lebih 46 juta, sehingga masih kurang banyak sekali. Ia menyebutkan, di kabupat

  • Kamis, 07 Sep 2017 06:17

    Bulan Ini, 2 Seksi Tol Medan-Binjai Dioperasionalkan

    Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sudah mulai rampung. Bahkan ditargetkan dalam bulan ini untuk seksi 2 yakni Helvetia-Sei Semayang dan seksi 3 Sei Semayang-Binjai akan diresmikan dan dioperasionalka

  • Selasa, 05 Sep 2017 17:15

    Konflik Sekolah Taman Siswa Sawit Seberang, Satpol PP Bongkar Paksa

    Satuan Polisi Pamong Praja akhirnya membongkar gembok sekolah Taman Siswa di Kecamatan Sawit Seberang, Sumatera Utara, Selasa (5/9/2017).

  • Senin, 04 Sep 2017 07:24

    Jokowi: Indonesia Berkomitmen Bantu Atasi Krisis Kemanusiaan di Myanmar

    Presiden Jokowi menyesalkan terjadinya aksi kekerasan di Rakhine State, Myanmar. 

  • Selasa, 29 Agu 2017 22:19

    Polisi amankan 29 warga Purba Pargodung Humbahas

    Polres Humbahas mengamankan 29 warga yang terlibat penganiayaan terhadap operator alat berat escavator di lokasi penambangan batu Dolok Sipalaki. milik CV. Mitra Pardomuan, Selasa siang (29/8/2017).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak