Kamis, 23 Nov 2017 01:28

Rp5 Triliun Warisan Soekarno dari Bank Gaib ternyata Uang Palsu

SIMALUNGUN (utamanews.com)
Oleh: John
Minggu, 06 Agu 2017 16:16
Dibaca: 453 kali
Humas Polres Simalungun
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK, MH, saat memaparkan tersangka dan barang bukti uang palsu
Aparat Kepolisian Resor Simalungun, Polda Sumatera Utara, berhasil mengungkap peredaran uang palsu, dengan modus dapat menggandakan uang dari bank gaib.

Informasi diperoleh dari Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK, MH, peristiwa dugaan tindak pidana pemalsuan uang tersebut diketahui dan ditemukan di rumah HBD di Kecamatan Silau Kahean Kabupaten Simalungun. 

"Pelakunya AA alias Ahua, 44 tahun, warga Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, dan HS, 28 tahun, warga Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Mereka melakukan tindak pidana tersebut bersama dua orang rekannya yang sampai saat ini masih dilakukan pencarian," tutur Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Damos C Aritonang SIK, Kasubbag Humas AKP J Sinaga, dan Kanit Jatanras Sat Reskrim Iptu Zikri M SIK., saat press release di Kantor Sat Reskrim Polres Simalungun, kemarin.

Kapolres Simalungun memaparkan, aksi tersebut diketahui berawal pada Maret 2017, dimana seorang warga bernama Sugiono didatangi seorang laki-laki yang bernama Wak Lembek dan menanyakan apakah ada orang yang mampu mengangkat uang dari bank gaib.

Sugiono menjawab ada, kemudian mempertemukan Wak Lembek dengan pelaku AA alias Ahua di rumah pelaku, bermaksud untuk menyampaikan maksud Wak Lembek perihal mengangkat uang dari bank gaib di Negeri Tongah.

Setelah dijelaskan, pengertian bank gaib tersebut adalah bahwa di dalamnya ada terdapat uang Soekarno yang jumlahnya sebanyak Rp5 triliun dan diperlukan berbagai persyaratan seperti bunga, kain putih, dan minyak yang secara keseluruhan diperkirakan sebesar Rp3.000.000.

Mendengar hal tersebut, Ramlan alias Rom, 54 tahun, karyawan PTPN III Silau Dunia, warga Paribuan Kabupaten Simalungun, percaya dan istrinya HBD, 50 tahun, menyanggupi dengan menyerahkan uang sesuai dengan persyaratan yang disebutkan pelaku.

Keesokan harinya Wak Lembek mengatakan kepada Ahua, bahwa bank gaib berada di rumah Supardi. Saat dilakukan ritual pengangkatan yang saat itu disaksikan Wak Lembek, Ramlan, dan istrinya HBD, tidak berhasil. Namun pelaku Ahui tidak kehilangan akal, ia mengatakan syaratnya yaitu uang sebesar Rp2.500.000. HBD kembali menyanggupinya dengan menyerahkan kembali uang tersebut.

Pelaku kembali melakukan aksi ritualnya, namun tetap tidak berhasil memenuhi permintaan dari para korbannya. Korban sudah merasa tertipu karena telah mengalami kerugian secara bertahap sampai sebesar Rp60.000.000, karena sebelumnya pelaku mengaku dapat menggandakan uang mencapai Rp6,7 miliar.

Karena tidak dapat memenuhi permintaan korbannya, pelaku Ahua mulai ketakukan dan meminta pertolongan kepada temannya HS untuk mencarikan orang yang dapat mencetak uang palsu.

HS bersama dengan dua temannya D, melakukan pencetakan uang palsu. Setelah tercetak, uang palsu tersebut diserahkan kepada Ramlan dan istrinya HBD dengan cara memasukkan ke dalam kamar korban.

Sebelumnya pelaku berpesan kepada kedua korban bahwa sesuai dengan syarat uang tersebut belum dapat diambil, namun karena penasaran, Ramlan dan istrinya HBD masuk ke dalam kamarnya dan menemukan uang ratusan ribu sebanyak 15 lembar.

HBD yang saat itu mempunyai hutang kepada temannya Wita Tani, langsung membayarkan sebesar Rp200.000. Namun Wita Tani curiga dan mengembalikan uang itu.

Setelah diketahui tentang peristiwa uang palsu tersebut, pihak Kepolisian langsung menyelidikinya dan mengamankan kedua pelaku bersama barang bukti berupa 1 unit printer PIXMA warna putih dan 15 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah ke Polres Simalungun.

"Terhadap kedua pelaku dijerat dengan Pasal 36 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar," pungkas Kapolres.

Editor: Budi

T#g:378gaibupal
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Nov 2017 18:14

    Dugaan penipuan, CV. Indra Sakti Dilaporkan GAIB ke Polres Kota Tanjung Balai

    Akibat merasa ditipu oleh pihak CV. Indra Sakti melalui perumahan Villa Panola Residence, Husni Syahputra beserta para Korban lainnya dengan didampingi Gabungan Aktivis Independen Bersatu (GAIB) menda

  • Senin, 28 Agu 2017 17:38

    Polsek Medan Kota amankan uang palsu 50 juta rupiah dari Petisah

    Sebanyak 50 juta rupiah palsu diamankan oleh Polsek Medan Kota dari Pasar Petisah.

  • Sabtu, 19 Agu 2017 08:59

    Kiki alias Siti Nuraidah Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus First Travel

    Polda Metro Jaya telah menetapkan adik bos First Travel, Kiki Hasibuan atau Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka. Siti menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umrah First Travel.

  • Rabu, 16 Agu 2017 14:36

    Polri dan Kemenag Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

    Pihak Kepolisian dan Kementerian Agama membentuk Posko Pengaduan untuk menerima laporan dari para calon jamaah umrah yang telah menjadi korban agen perjalanan First Travel.

  • Rabu, 09 Agu 2017 19:49

    Merasa Ditipu Kepala Desa, Ratusan Warga Pekubuan Mengadu ke Polisi

    SR alias Man, Kepala Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat diadukan ke polisi oleh warganya, Rabu (9/8/2017).

  • Senin, 17 Jul 2017 15:47

    Rekayasa dirampok, ternyata supir grab gadaikan mobil Rp40 juta

    Pengemudi taksi online grab, Ali Usman, 41 tahun, warga jalan Malaka gang Saudara kelurahan Pandan Hilir, Medan Perjuangan, buat heboh.

  • Sabtu, 08 Jul 2017 20:48

    Ngeri, Hendak nagih hutang malah kehilangan motor

    Apes, hendak menagih hutang, Mila Fitria, 17 tahun, malah kehilangan sepeda motor. Kejadian ini berlangsung sekitar sebulan yang lalu, tepatnya, Rabu (14/6/2017), sekitar pukul 20.00 wib.Waktu itu, Mi

  • Jumat, 07 Jul 2017 16:17

    Diduga mengaku PNS pada calon mertua, boru Saragih malah berakhir di penjara

    Entah sudah takdir atau memang karena kebodohan, status palsu (berbohong) yang dilakoni oleh ER boru Saragih (ERS) terhadap calon mertuanya malah terbongkar secara tragis bahkan menjadi viral dan dike

  • Kamis, 06 Jul 2017 20:06

    Awen gadaikan mobil Avanza rental senilai Rp11 juta

    Rusdi alias Awen, 33 tahun, warga jalan Karya Rakyat, Sei Agul, Medan Barat menggadaikan mobil Ny. HNS, 35 tahun, warga jalan Seroja, Medan Sunggal, senilai Rp11 juta. Ironisnya uang hasil gadai tersebut habis dipakai berjudi.

  • Selasa, 20 Jun 2017 17:00

    Wagub DKI Terpilih Kembali Diperiksa Polisi

    Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, kembali mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penggelapan tanah senilai Rp8 miliar di Curug, Tangerang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak