Selasa, 17 Okt 2017 14:47

Repdem Sumut laporkan FX. Arief Poyuono ke Polisi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Jumat, 04 Agu 2017 15:44
Dibaca: 233 kali
Dok
Pengurus Repdem saat membuat laporan polisi di Polda Sumut, Jumat (4/8).

Pengurus Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Sumut menilai statemen Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, FX. Arief Poyuono yang menyebut PDI-Perjuangan merupakan partai mirip PKI beberapa waktu lalu, sebagai upaya pembunuhan karakter terhadap partai tersebut.

"Kami menyakini ada upaya sistematis untuk melakukan pembunuhan karakter kepada PDI Perjuangan," tutur Sekretaris Repdem, Risky Alfa Risy Siregar bersama kuasa hukum Repdem Sumut Zulkifli Lumbangaol di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut, jalan SM Raja Medan, Jumat pagi, (4/8).

Kedatangan Risky ke Polda Sumut pagi tadi untuk membuat laporan polisi terkait ucapan Arief Poyuono.

Risky mengatakan pernyataan Arief Poyuono itu dinilai sangat melukai hati kader, organisasi sayap partai dan simpatisan. Sebab, PDI Perjuangan merupakan partai yang dikenal sebagai partai masyarakat kecil.

"Kami buat laporan atas statement wakil ketua Umum Gerindra, bahwasanya PDI-Perjuangan sama dengan PKI. Menurut kami sebagai kader dan sayap partai, ini telah melukai hari rakyat Indonesia, bukan hanya kader PDI Perjuangan," kata Risky.

"Tindakan Poyuono itu pantas diproses secara hukum," tukasnya.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan adanya pelaporan itu. Ia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu sesuai hukum yang berlaku.

"Benar, SPKT Polda sudah terima pengaduan itu, dan akan diteruskan ke Ditreskrimum untuk diproses, dengan terlebih dahulu memeriksa saksi-saksi dan akan kita gelar kasusnya apakah bisa dilanjutkan atau tidak," jelasnya.

Editor: Budi

T#g:fitnahGerindraPDIPRepdem
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Okt 2017 10:14

    Isu SARA dan Hate Speech Ancam Pilpres 2019

    Bercermin pada pelaksanaan Pilpres 2014, maraknya penyebaran isu yang berbau SARA dan ujaran kebencian akan kembali terjadi pada Pilpres 2019.

  • Minggu, 08 Okt 2017 15:18

    Partai Gerindra Masih Buka Pintu Calon Alternatif di Pilgub Jabar 2018

    Sodik Mudjahid, Ketua DPP Gerindra, mengatakan bahwa pihaknya kemungkinan  akan membuka pintu bagi pasangan calon alternatif, yang lebih kuat dengan pasangan lama yakni Dedi Mizwar dan Ahmad Syai

  • Senin, 18 Sep 2017 00:28

    Tengku Erry: Kalau Jiwa Kita Sehat, Penyakit SMS Pun Hilang

    Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi jalan santai mengitari komplek perkantoran dan pergudangan kargo Bandara Kualanamu, Deliserdang bersama ribuan masyarakat, Minggu (17/9/2017) pagi. Kegiatan olah

  • Selasa, 12 Sep 2017 09:52

    Proyek pengecoran di kota Medan terkesan bahayakan pengguna jalan

    Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Medan sepertinya belum jauh dari keluhan.

  • Sabtu, 09 Sep 2017 12:39

    Trimedya Panjaitan: Kalau tidak punya modal ya tidak usah maju

    Trimedya Panjaitan, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berpesan agar kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak membebani para kandidat kepala daerah yang akan bertarung. "Kader janga

  • Selasa, 29 Agu 2017 14:19

    DPRD Medan heran, harga kontrak Ruko Pemko di Petisah cuma Rp2 juta per tahun

    Sengketa melibatkan aset Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang kerap dimenangkan pihak lain, menimbulkan dugaan Pemko Medan kurang serius mempertahankan aset, dan bahkan tidak tertutup kemungkinan berkon

  • Kamis, 24 Agu 2017 20:34

    Kapolri Apresiasi Keberhasilan Kapolrestabes Medan

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Besar Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan atas keberhasilan menangkap provokator ujara

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:54

    Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

    Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:14

    Terbongkar, sindikat penyebar fitnah bayaran di Facebook

    Polisi berhasil membongkar siapa di balik sindikat penyebar fitnah di media sosial Facebook, dengan nama "Saracen". Dalam kasus ini, Polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Senin, 21 Agu 2017 20:53

    Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah

    Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak