Kamis, 19 Jul 2018 16:17

Polri kembali berduka, Polda Sumut diserang teroris di hari Lebaran

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Minggu, 25 Jun 2017 21:25
Personel penjagaan Markas Polda Sumut yang terdiri dari petugas gabungan Brimob, Sabhara dan Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sumut berhasil melumpuhkan 2 orang terduga teroris yang melakukan penyerangan pada pos penjagaan pintu 3.

Penyerangan teror yang tidak terduga tersebut terjadi pada Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku diduga masuk dengan cara melompat pagar dan kemudian melakukan penyerangan dengan menggunakan pisau.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, saat penyerangan berlangsung, anggota Brimob yang berjaga di Pintu 2 yang juga merupakan pintu masuk VIP sebanyak 14 orang dengan sigap langsung melakukan penyerangan balik dengan menembak pelaku. Begitu pula dengan 9 orang personel Sabhara langsung membantu meringkus kedua orang terduga teroris tersebut.

"Satu orang pelaku meninggal dunia di tempat terkena luka tembakan dan satu orang berhasil dilumpuhkan hidup-hidup. Namun akibat penyerangan tersebut, satu Anggota jaga pos 3 dari Yanma, Aiptu M Sigalingging, harus gugur dalam tugas dengan luka tusuk dan sobek di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan di kamar pos jaga," jelas Irjen Pol Rycko.

Pada saat kejadian, lanjut Irjen Pol Rycko, pos penjagaan di pintu 3 dijaga oleh 4 orang anggota Yanma, 2 orang dipenjagaan, sedangkan 2 orang lainnya melakukan patroli.

"Dua orang yang sedang berada di penjagaan tersebut adalah Aiptu M Sigalingging dan Brigadir E Ginting. Sebelum kejadian, Aiptu M Sigalingging minta izin istirahat di ruang jaga kepada Brigadir Ginting, sementara Brigadir Ginting berjaga dan jalan di depan penjagaan," tutur Irjen Rycko.

Tak menyangka, Brigadir E Ginting mendengar suara ribut di kamar penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada didalam kamar tempat Aiptu M Sigalingging istirahat dan terjadi keributan.

"Brigadir Ginting kemudian mendatangi kamar dan terjadi perkelahian sambil mengancam dengan pisau. Akibat perkelahian tersebut, mengakibatkan Aiptu M Sigalingging tertusuk pisau yang dibawa oleh pelaku. Brigadir E. Ginting lalu lari berteriak meminta bantuan kepada anggota Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di pos Jaga 2," terangnya.

Lanjut Kapolda, anggota Brimob yang jaga langsung melakukan penyerangan dengan menembak pelaku sehingga satu orang pelaku meninggal dunia di tempat dan satu orang hidup.

Polda Sumut sendiri memiliki 2 pintu masuk dan 1 pintu keluar dan seluruhnya ditutup setelah jam 18.00 WIB. Pintu 1 (pintu masuk) sendiri dijaga oleh 9 orang personel Direktorat Sabhara, Pintu 2 (pintu masuk VIP) dijaga oleh 14 orang personel Sat Brimob, sementara Pintu 3 (pintu keluar) yang menjadi target penyerangan terduga teroris dijaga oleh 4 anggota Yanma.

"Identitas kedua pelaku terduga teroris sudah diketahui dan sedang dilakukan pendalaman serta pengembangan. Diduga pelaku berafiliasi dengan sel jaringan teroris ISIS," ungkapnya.

Selain melumpuhkan kedua orang terduga teroris, Polisi juga telah menyita barang bukti dari kedua orang terduga teroris yaitu 2 buah pisau dapur, linggis serta bensin dan korek yang sempat hendak digunakan oleh para terduga teroris untuk membakar pos penjagaan tersebut.

Kapolda Sumut sendiri memerintahkan kepada seluruh jajaran Polda Sumut untuk tidak lengah selama pengamanan lebaran dan tetap meningkatkan pengamanan markas.

"Polda Sumut tetap fokus pada pengamanan markas, selain melaksanakan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik lebaran," ujar Kapolda Sumut.

Editor: Sam

T#g:teroris
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Jul 2018 13:17

    Panglima TNI: Cyber Narcoterorism Gunakan Dunia Maya Biayai Terorisme

    Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, telah muncul kelompok baru yaitu "Cyber Narcoterorism" yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menya

  • Selasa, 10 Jul 2018 17:10

    Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

    Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara. Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.

  • Jumat, 08 Jun 2018 04:08

    Panglima TNI: Radikalisme Berujung Pada Tindakan Terorisme

    Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar, sebagai warga negara Indonesia harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian

  • Minggu, 03 Jun 2018 08:33

    Rektor Tak Sangka Ada Teroris Di Kampus Unri

    Prof. Dr Aras Mulyadi, Rektor Universitas Riau (Unri), sangat tidak menduga adanya tindakan terkait teror di kampus universitas negeri di Kota Pekanbaru, Riau itu."Universitas Riau sangat menyayangkan

  • Kamis, 31 Mei 2018 13:31

    Pancasila Menyatukan Keberagaman Kita

    Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai banyak bahasa, budaya, suku ,kepercayaan dan semua itu disatukan oleh Pancasila sebagai pendoman bagi warga negara Indonesia dengan semboyannya adalah

  • Selasa, 29 Mei 2018 01:29

    BEM NUS Dukung Kapolri & BIN Berantas Terorisme Sampai ke Akarnya

    Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-NUS) Wilayah Sumatera meminta dan mendukung langkah Kapolri dan BIN untuk memberantas teroris hingga ke akarnya.Hal ini disampaikan Kordinator BEM NUS Wilayah

  • Minggu, 27 Mei 2018 14:27

    Bersatu Melawan Aksi Terorisme

    Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tert

  • Minggu, 20 Mei 2018 11:00

    Polres Nias Selatan Deklarasi Anti Terorisme

    Polres Nias Selatan menggelar deklarasi anti terorisme yang dirangkai dengan buka puasa bersama puluhan anak anak yatim, di Aula Mapolres Nias Selatan, Jumat sore (18/05).

  • Jumat, 18 Mei 2018 15:18

    Insiden Surabaya, Momentum Bangsa Indonesia Untuk Memiliki Satu Musuh Bersama

    Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabay

  • Kamis, 17 Mei 2018 15:17

    Teror Bom Surabaya dan Urgensi Revisi UU Terorisme

    Setelah kasus serangan narapadina terorisme di Mako Brimob, berita tentang terorisme datang dari Surabaya. Publik digegerkan dengan aksi satu keluarga yang meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja. Mi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak