Selasa, 19 Jun 2018 19:50
Iklan Paslon Paluta

Poldasu berhasil amankan 11 dari 76 mobil dari komplotan Nova Zein

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Selasa, 13 Mar 2018 06:43
Dok
Kombes Pol Andi Rian saat memaparkan tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumut, Senin (12/3).
Selamat Puasa Paluta

Tak berapa lama setelah penangkapan Nova Zein (NZ), otak pelaku dugaan penipuan dan penggelapan puluhan unit mobil, Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Poldasu) terus melakukan pengembangan kasus yang cukup menjadi atensi masyarakat tersebut. 

Hasilnya, 4 lagi kaki tangan tersangka berhasil dibekuk dari sejumlah daerah, termasuk di Kota Banda Aceh. Ironisnya, dari keempat tersangka baru ini, dua diantaranya termasuk dua oknum anggota Polri.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Andi Rian Djajadi dalam keterangannya mengatakan, seluruh perkembangan kasus ini bisa diungkap pihaknya dalam 10 hari terakhir.

"Setelah kita berhasil menangkap NZ sebagai tersangka utama penipuan dan penggelapan beserta dua orang stafnya U dan C, berhasil kita petakan kasus ini setelah penyidik melakukan penyelidikan sampai ke Aceh, Sumatera Barat dan Riau. Apalagi ada dua kaki tangan NZ yang sudah kita amankan termasuk HTP alias Pulungan," ucap Andi Rian kepada wartawan, Senin (12/3/2018).

Lewat proses penyelidikan itu, kata Andi, 4 orang tersangka lagi berhasil dibekuk.

"Tersangka terbaru yang kita amankan antara lain Andika (AN) ditangkap di Banda Aceh, Jefri ditangkap di kawasan Sei Mencirim, Dedi Aceh ditangkap di Tembung dan Norman (NO) ditangkap di Serdangbedagai. Sangat kita sayangkan, ada oknum anggota (Polri) yang terlibat yaitu tersangka AN, anggota Bid Propam Polda Aceh dan NO bertugas di Polres Sergai," terangnya.

Dari penangkapan empat tersangka, kata Andi lagi, pihaknya kembali menyita 7 unit mobil yang kini diamankan sebagai barang bukti. "Yang kita sita itu antara lain 4 unit mobil Toyota Fortuner VRZ, 2 unit Toyota Innova dan 2 unit Toyota Avanza," jelasnya.

Dengan demikian, sambungnya, saat ini sudah 11 unit mobil yang disita penyidik. "Berdasarkan 10 LP yang masuk ke kita, 8 terkait mobil, dan 2 lagi terkait uang dengan tersangka NZ. Jadi, total seluruh mobil yang menjadi objek kejahatan komplotan ini totalnya sebanyak 76 unit. 11 unit sudah kita sita, kini 65 unit lagi yang belum ditemukan", ujarnya.

Lebih jauh, mantan Kapolres Tebingtinggi ini juga turut merinci peranan masing-masing tersangka dalam jaringan NZ.

"Dari hasil penyelidikan dan konfrontir masing-masing tersangka, diketahui peran mereka masing-masing. Tersangka dari NZ ke HTP alias Pulungan disalurkan 20 sampai 30 unit kendaraan roda empat. Kemudian dari NZ ke AN dan Jefri, disalurkan 18 unit", sebutnya seraya menjelaskan hingga kini penyidik masih terus bekerja di lapangan untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.

Dalam kasus ini juga, Andi Rian mengimbau kepada masyarakat yang terlibat dalam kepemilikan mobil objek kejahatan atau pernah berhubungan dengan tersangka, untuk berkoordinasi dengan penyidik.

"Ya kami minta supaya kooperatif. Kan repot nanti kalau harus dikejar-kejar petugas baru mengaku," pungkasnya.
Editor: Erickson

T#g:378Nova Zein
Berita Terkait
  • Selasa, 22 Mei 2018 14:22

    Lion Air "Polisikan" 9 Pilot & 1 Karyawan

    Lion Air Group menyampaikan keterangan resmi mengenai sembilan (9) penerbang (pilot) serta satu (1) karyawan yang ditahan Polisi karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum sesuai ketentuan sebaga

  • Rabu, 03 Jan 2018 11:03

    Mengaku Kasi Intel Kajari, Pria Ini Peras Kadis Perkim Sergai

    Danil Harahap, 35 tahun, warga Dusun 3 Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah, dan Wira Surya, 31 tahun, warga dusun 9 desa Pirdaus kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), harus m

  • Senin, 18 Des 2017 22:58

    Dandim 0824: Masyarakat Agar Waspada Terhadap Penipu yang Catut Nama Saya

    Berbagai aksi penipuan akhir-akhir ini cukup marak dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, bahkan sering dengan mencatut nama pejabat untuk mengelabui mangsanya.Seperti yang terjadi kepada

  • Rabu, 29 Nov 2017 11:19

    Mirip modus penipuan Umroh First Travel, Polres Binjai Ciduk Pasutri dari Medan

    HR dan IR, pasangan suami istri (Pasutri) yang tinggal di Kota Medan, diamankan petugas Sat Reskrim Polres Binjai karena diduga terlibat penipuan umroh."Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka mend

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:14

    Dugaan penipuan, CV. Indra Sakti Dilaporkan GAIB ke Polres Kota Tanjung Balai

    Akibat merasa ditipu oleh pihak CV. Indra Sakti melalui perumahan Villa Panola Residence, Husni Syahputra beserta para Korban lainnya dengan didampingi Gabungan Aktivis Independen Bersatu (GAIB) menda

  • Sabtu, 19 Agu 2017 08:59

    Kiki alias Siti Nuraidah Hasibuan ditetapkan sebagai tersangka kasus First Travel

    Polda Metro Jaya telah menetapkan adik bos First Travel, Kiki Hasibuan atau Siti Nuraidah Hasibuan sebagai tersangka. Siti menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana calon jamaah umrah First Travel.

  • Rabu, 16 Agu 2017 14:36

    Polri dan Kemenag Buka Posko Pengaduan Korban First Travel

    Pihak Kepolisian dan Kementerian Agama membentuk Posko Pengaduan untuk menerima laporan dari para calon jamaah umrah yang telah menjadi korban agen perjalanan First Travel.

  • Rabu, 09 Agu 2017 19:49

    Merasa Ditipu Kepala Desa, Ratusan Warga Pekubuan Mengadu ke Polisi

    SR alias Man, Kepala Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat diadukan ke polisi oleh warganya, Rabu (9/8/2017).

  • Minggu, 06 Agu 2017 16:16

    Rp5 Triliun Warisan Soekarno dari Bank Gaib ternyata Uang Palsu

    Aparat Kepolisian Resor Simalungun, Polda Sumatera Utara, berhasil mengungkap peredaran uang palsu, dengan modus dapat menggandakan uang dari bank gaib.

  • Senin, 17 Jul 2017 15:47

    Rekayasa dirampok, ternyata supir grab gadaikan mobil Rp40 juta

    Pengemudi taksi online grab, Ali Usman, 41 tahun, warga jalan Malaka gang Saudara kelurahan Pandan Hilir, Medan Perjuangan, buat heboh.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak