Sabtu, 19 Agu 2017 10:45

Polda Sumut: Akun Facebook Surya Hardyanto Putarbalikkan Fakta dan sebar Hoax

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 29 Jun 2017 11:29
Dibaca: 1.449 kali
Capture
Pernyataan Polda Sumut atas berita hoax akun facebook Surya Hardyanto
Netizen pengguna facebook dibuat heboh oleh pernyataan sebuah akun facebook bernama Surya Hardyanto, yang menyatakan "...bahwa peristiwa di Mapolda itu karena masalah utang piutang dan pembunuh dan korban sama-sama non muslim. Warga di sekitar Mapolda saja heran, kenapa berita di TV jadi terkait masalah teroris.. Waallahu a'lam."

Tulisan itu dibuat oleh akun tersebut pada 27 Juni sekitar pukul 20.55 wib. 

Menanggapi hal ini Polda Sumut menyatakan bahwa Akun Facebook Surya Hardyanto membuat berita bohong dan memutar balikkan fakta.

Kabid Humas Polda Sumut menyatakan bahwa terkait adanya berita bohong di akun facebook terkait penyerangan terduga teroris ke Pos Jaga Polda Sumut yang mengakibatkan anggota Polri an. Ipda Anumerta Martua Sigalingging meninggal dunia, sama sekali tidak benar, dan hoax. 

"Hasil penyelidikan di TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut," terang Kabid Humas Polda Sumut, Kamis (29/6).

Polisi telah dapat menyimpulkan bahwa para pelaku merupakan kelompok teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta merencanakan aksi teror lanjutan.

"Pemilik akun ini (Surya Hardyanto) memutar balikkan fakta sebenarnya," tegas Kabid Humas.

Ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan, tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban, bahkan mereka tidak saling mengenal, bagaimana ada masalah utang piutang.

"Di dalam akun ini disebutkan kalau pembunuh dan korban sama sama non muslim, itu juga BERITA BOHONG, karena para pelaku di KTP-nya tercantum Muslim," ungkapnya. 

Hal tersebut tidak terbantahkan lagi karena seorang pelaku yang ditembak mati oleh Polisi juga dimakamkan di kuburan Islam di Medan.

"Apa yang disampaikan pemilik akun adalah HOAX dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi yang sebenarnya," tegas Rina.

"Tim Cyber Crime Direskrimsus Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang memutar balikkan fakta tersebut," pungkas Rina.

Namun hingga kini, belum jelas apakah yang bersangkutan sudah diamankan atau belum, karena alamat rumah, identitas kerja, alamat sekolah anak dan nomor telepon pribadi terduga penyebar hoax itu masih jelas terpampang di akun facebooknya. Namun, status hoax yang sudah tersebar dan banyak 'dicapture' para pengguna facebook tersebut sudah dihapus.

Mari kita tunggu keseriusan Polisi memberantas hoax.

Editor: Sam

T#g:isisMartua Sigalingginghoax
Berita Terkait
  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Rabu, 02 Agu 2017 15:51

    TNI dan Ulama waspadai Sel-sel tidur teroris

    Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, peran Ulama dalam upaya merebut hingga mempertahankan Kemerdekaan tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti, I

  • Minggu, 30 Jul 2017 12:20

    Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

    Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar

  • Sabtu, 22 Jul 2017 04:12

    Perang melawan teroris harus "all out"

    Kita sebagai bangsa sudah sepakat dan sepaham bahwa ancaman terorisme dan radikalisme menjadi musuh utama bagi eksistensi bangsa ini ke depan, bahkan ancaman terorisme juga sudah disepakati secara glo

  • Jumat, 14 Jul 2017 14:34

    Pengamat: Simpatisan ISIS jangan sampai kurang makan

    Makarim Wibisono, Mantan Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengimbau masyarakat tidak menjauhi simpatisan gerakan militan negara Islam (ISIS) yang ada di Indonesia.

  • Kamis, 13 Jul 2017 12:43

    Berita Media Online asal Siantar ini ternyata Hoax

    Berita di salah satu media online berjudul "Gawat..!! Seorang Warga Kritis di Cekoki Miras Oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan", yang diupload pada hari Rabu (12/7/2017) sekira puk

  • Rabu, 12 Jul 2017 11:42

    Istri Pakar IT Alumni ITB benarkan tersangka yang ditangkap adalah pelaku pembacokan

    Aparat Kepolisian yang tergabung dari Polda Metro Jaya dan tim Polres Kota Depok serta Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap dua pelaku pembacokan Hermansyah pakar IT ITB di tol Jagorawi.

  • Senin, 10 Jul 2017 09:10

    ISIS resmi dikalahkan dan diusir dari Mosul, Irak

    Setelah hampir 9 (sembilan) bulan terlibat dalam perang kota, akhirnya pasukan militer Irak berhasil melepaskan Mosul dari cengkeraman ISIS.

  • Senin, 10 Jul 2017 08:20

    The Research on the Image of the Caliphate Ideological and Political Doctrine and HTI by SMRC

    Various analysis tend to conclude the Caliphate ideological and political doctrine is the political system to be implemented by ISIS in Syria and Iraq now.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak