Sabtu, 25 Nov 2017 06:42

Polda Sumut: Akun Facebook Surya Hardyanto Putarbalikkan Fakta dan sebar Hoax

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 29 Jun 2017 11:29
Dibaca: 1.636 kali
Capture
Pernyataan Polda Sumut atas berita hoax akun facebook Surya Hardyanto
Netizen pengguna facebook dibuat heboh oleh pernyataan sebuah akun facebook bernama Surya Hardyanto, yang menyatakan "...bahwa peristiwa di Mapolda itu karena masalah utang piutang dan pembunuh dan korban sama-sama non muslim. Warga di sekitar Mapolda saja heran, kenapa berita di TV jadi terkait masalah teroris.. Waallahu a'lam."

Tulisan itu dibuat oleh akun tersebut pada 27 Juni sekitar pukul 20.55 wib. 

Menanggapi hal ini Polda Sumut menyatakan bahwa Akun Facebook Surya Hardyanto membuat berita bohong dan memutar balikkan fakta.

Kabid Humas Polda Sumut menyatakan bahwa terkait adanya berita bohong di akun facebook terkait penyerangan terduga teroris ke Pos Jaga Polda Sumut yang mengakibatkan anggota Polri an. Ipda Anumerta Martua Sigalingging meninggal dunia, sama sekali tidak benar, dan hoax. 

"Hasil penyelidikan di TKP, identifikasi dan keterangan pelaku yang hidup, terungkap dengan jelas identitas mereka maupun motif mereka melakukan penyerangan terhadap Polda Sumut," terang Kabid Humas Polda Sumut, Kamis (29/6).

Polisi telah dapat menyimpulkan bahwa para pelaku merupakan kelompok teroris yang ingin merebut senjata api dinas Polri, serta merencanakan aksi teror lanjutan.

"Pemilik akun ini (Surya Hardyanto) memutar balikkan fakta sebenarnya," tegas Kabid Humas.

Ditambahkannya, dari hasil pemeriksaan, tidak ada hubungan antara pelaku penyerangan dengan anggota Polri yang menjadi korban, bahkan mereka tidak saling mengenal, bagaimana ada masalah utang piutang.

"Di dalam akun ini disebutkan kalau pembunuh dan korban sama sama non muslim, itu juga BERITA BOHONG, karena para pelaku di KTP-nya tercantum Muslim," ungkapnya. 

Hal tersebut tidak terbantahkan lagi karena seorang pelaku yang ditembak mati oleh Polisi juga dimakamkan di kuburan Islam di Medan.

"Apa yang disampaikan pemilik akun adalah HOAX dan berbahaya bagi masyarakat yang kurang paham terhadap informasi yang sebenarnya," tegas Rina.

"Tim Cyber Crime Direskrimsus Polda Sumut sedang melakukan penyelidikan terhadap pemilik akun yang memutar balikkan fakta tersebut," pungkas Rina.

Namun hingga kini, belum jelas apakah yang bersangkutan sudah diamankan atau belum, karena alamat rumah, identitas kerja, alamat sekolah anak dan nomor telepon pribadi terduga penyebar hoax itu masih jelas terpampang di akun facebooknya. Namun, status hoax yang sudah tersebar dan banyak 'dicapture' para pengguna facebook tersebut sudah dihapus.

Mari kita tunggu keseriusan Polisi memberantas hoax.

Editor: Sam

T#g:isisMartua Sigalingginghoax
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Nov 2017 08:53

    Waspada Model Serangan ISIS

    Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kelompok radikal dan ekstrimis Islamic State of Syria and Iraq atau yang dikenal dengan ISIS masih terus mencari pandangan publik dengan mela

  • Selasa, 21 Nov 2017 03:51

    Registrasi SIM Card Menjamin Keamanan Digital Masyarakat

    Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. 

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:54

    Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Menyikapi Informasi Media Sosial

    Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas

  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:23

    Undangan Panglima TNI di Akun Twitter Ulama Lover ! "HOAX"

    Beredarnya undangan resmi yang mengatasnamakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di akun twitter Ulama Lover ! beserta video yang menggunakan profil Puspen TNI, untuk berkumpul di Monas (DKI)

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Senin, 28 Agu 2017 06:58

    Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

    Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:54

    Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

    Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak