Selasa, 21 Nov 2017 11:38

Petugas temukan 4 ekor burung Cendrawasih Papua "tak bertuan" di Kualanamu

DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Iyus
Sabtu, 12 Agu 2017 18:12
Dibaca: 235 kali
Dok
Burung Cendrawasih kiriman dari Surabaya saat diamankan di Bandara Kualanamu

Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisea Apoda) dari Surabaya, di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu. 

Informasi diperoleh pada Sabtu (12/8/2017), penggagalan penyuludupan empat ekor Burung Cendrawasih ini pada Kamis (10/8/2017) berawal dari kecurigaan petugas Balai Karantina Pertanian berupa kotak dari Surabaya dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 979 saat pemeriksaan di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, petugas pun melakukan pemeriksaan lebih teliti. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan ada burung yang ditaruh di dalam ruang dengan sekat yang sangat rapat.

Karena tidak dilengkapi sertifikat karantina selanjutnya petugas mengamankan kotak tersebut yang terdapat tulisan nama pengirim Arick Surabaya dan penerima Awaludin Medan. 

Ditunggu hingga pukul 21.00 Wib, pemilik atau penerima tidak kunjung datang. Selanjutnya kotak berisi burung ini pun diamankan ke Kantor Karantina Pertanian.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Hafni Zahra kepada wartawan mengatakan saat isi kotak dibuka ternyata isinya adalah empat ekor burung Cendrawasih. 

"Karantina akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Burung Cendrawasih dibawa ke Kantor Karantina untuk dilakukan tindakan karantina," kata Hafni Zahra.

Dia menerangkan Burung Cendrawasih yang dilindungi diperlakukan sangat tidak baik karena dimasukkan dalam satu kotak bersekat dengan ukuran yang tidak sesuai dan layak untuk transportasi hewan hidup.

"Burung Cendrawasih merupakan hewan yang dilindungi dan terancam punah termasuk dalam appendix II CITES. Burung Cendrawasih sudah dimasukkan dalam daftar list merah (red list) IUCN yang bertujuan untuk menetapkan standar daftar spesies dan penilaian konservasinya," terangnya.

Hafni Zahra menjelaskan Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua terancam punah di alamnya. Dirinya pun mengajak masyarakat untuk terus melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan. 

"Diharapkan masyarakat tidak memperjualbelikan satwa dilindungi dan melaporkan kepada petugas untuk memastikan hewan dan tanaman yang dibawa melalui bandara atau pelabuhan sehat dan layak," harapnya. 

Editor: Herda

T#g:CendrawasihIlegalPapua
Berita Terkait
  • Senin, 20 Nov 2017 23:00

    Panglima TNI: Pembebasan Sandera di Papua Dilaksanakan Secara Senyap dan Teliti

    Hasil kerja sama yang baik antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing telah berhasil menyelamatkan ratusan

  • Minggu, 12 Nov 2017 03:02

    Membangun Tanah Papua ala Jokowi

    Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat. Padahal jika dilihat lebih dalam, sumber kekayaan alam yang di tanah Papua begitu banyak dan jika dikelola dengan baik pas

  • Jumat, 10 Nov 2017 04:50

    Panglima TNI: Bebaskan Warga Sipil Dengan Persuasif Melalui Negosiasi

    Dalam menangani masalah penyanderaan warga sipil di Kampung Kimbely dan Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, TNI akan melakukannya dengan cara persuasif melalui negosiasi sehingga jan

  • Senin, 06 Nov 2017 10:46

    Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 Tinggalkan Merauke

    Komandan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap Merauke Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P, selaku Wakil Komandan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 mele

  • Rabu, 01 Nov 2017 16:01

    Koptan Mandiri Laporkan Oknum Polisi Diduga Pelaku Perambahan dalam Kawasan Hutan

    H. M. Wahyudi, SST, MKes Ketua Koperasi Tani Mandiri menuturkan adanya oknum anggota Polisi yang bertugas di wilayah Sat Polres Tanjung Balai diduga telah melakukan Perambahan dalam kawasan hutan Regi

  • Kamis, 26 Okt 2017 17:08

    Field Trip Di Raja Ampat, Tengku Erry Minta Pemda tidak abaikan PRB

    Gubsu Tengku Erry Nuradi meminta agar Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dapat diselaraskan dan diintegrasikan dalam berbagai aktivitas pembangunan daerah di Sumatera Utara."Saya berharap pemerintah dae

  • Rabu, 25 Okt 2017 20:25

    Sumut Terpilih Tuan Rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2018

    Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpilih sebagai tuan rumah Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2018. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan para stakeholder kebencanaan yang d

  • Jumat, 20 Okt 2017 11:50

    Tim Ekspedisi NKRI Berikan Pengobatan Gratis & Lestarikan Alam Papua Selatan

    Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 Subkorwil-2/Mappi kembali melakukan pengobatan massal di Distrik Nambioman Bapai kampung Ima pada Selasa (18/10).Sebanyak 250

  • Rabu, 18 Okt 2017 17:18

    Mencatat Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK

    Tak terasa, kabinet kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah bergulir hampir tiga tahun. Apabila diibaratkan sebuah babak, kehidupan pemerintahan mantan Walikota So

  • Selasa, 17 Okt 2017 18:17

    Ribuan Pelamar Ikuti Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Bakamla RI

    Berdasarkan hasil kelulusan seleksi administrasi CPNS Bakamla RI Tahun 2017 yang telah diumumkan pada 29 September lalu, sebanyak 2315 pelamar yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikut

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak