Jumat, 19 Jan 2018 16:33

Petugas temukan 4 ekor burung Cendrawasih Papua "tak bertuan" di Kualanamu

DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Iyus
Sabtu, 12 Agu 2017 18:12
Dibaca: 320 kali
Dok
Burung Cendrawasih kiriman dari Surabaya saat diamankan di Bandara Kualanamu

Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisea Apoda) dari Surabaya, di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu. 

Informasi diperoleh pada Sabtu (12/8/2017), penggagalan penyuludupan empat ekor Burung Cendrawasih ini pada Kamis (10/8/2017) berawal dari kecurigaan petugas Balai Karantina Pertanian berupa kotak dari Surabaya dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 979 saat pemeriksaan di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, petugas pun melakukan pemeriksaan lebih teliti. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan ada burung yang ditaruh di dalam ruang dengan sekat yang sangat rapat.

Karena tidak dilengkapi sertifikat karantina selanjutnya petugas mengamankan kotak tersebut yang terdapat tulisan nama pengirim Arick Surabaya dan penerima Awaludin Medan. 

Ditunggu hingga pukul 21.00 Wib, pemilik atau penerima tidak kunjung datang. Selanjutnya kotak berisi burung ini pun diamankan ke Kantor Karantina Pertanian.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Hafni Zahra kepada wartawan mengatakan saat isi kotak dibuka ternyata isinya adalah empat ekor burung Cendrawasih. 

"Karantina akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Burung Cendrawasih dibawa ke Kantor Karantina untuk dilakukan tindakan karantina," kata Hafni Zahra.

Dia menerangkan Burung Cendrawasih yang dilindungi diperlakukan sangat tidak baik karena dimasukkan dalam satu kotak bersekat dengan ukuran yang tidak sesuai dan layak untuk transportasi hewan hidup.

"Burung Cendrawasih merupakan hewan yang dilindungi dan terancam punah termasuk dalam appendix II CITES. Burung Cendrawasih sudah dimasukkan dalam daftar list merah (red list) IUCN yang bertujuan untuk menetapkan standar daftar spesies dan penilaian konservasinya," terangnya.

Hafni Zahra menjelaskan Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua terancam punah di alamnya. Dirinya pun mengajak masyarakat untuk terus melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan. 

"Diharapkan masyarakat tidak memperjualbelikan satwa dilindungi dan melaporkan kepada petugas untuk memastikan hewan dan tanaman yang dibawa melalui bandara atau pelabuhan sehat dan layak," harapnya. 

Editor: Herda

T#g:CendrawasihIlegalPapua
Berita Terkait
  • Senin, 15 Jan 2018 17:15

    Kapuspen TNI: TNI Kirim Satgas Kesehatan KLB Asmat

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan 53 personel Tim Medis yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam rangka menanggulangi wabah penyakit di Kabup

  • Senin, 08 Jan 2018 10:58

    Kapoldasu Cek Kesiapan Pengamanan Pendaftaran Pasangan Edy-Ijeck ke KPU

    Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw melaksanakan pengecekan kesiapan pengamanan di kantor KPU Provinsi Sumut, dalam rangka Pendaftaran Balon Pasangan Gubernur & Wagub Pilkada Sumut 2018,

  • Senin, 08 Jan 2018 12:18

    Orang Asli Papua Apresiasi Pembangunan Tanah Papua oleh Jokowi

    Kemajuan pembangunan dan perubahan di tanah Papua yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya Jokowi-JK menggugah rasa kebahagiaan masyarakat Papua.

  • Senin, 25 Des 2017 12:05

    HMI Ikut Amankan Ibadah Natal di Jayapura

    Kami hidup di Papua saling menjaga, saling toleransi, dan sikap inilah yang terus kami jaga. Tiap tahun kami dari HMI selalu turun ke jalan untuk membantu umat Nasrani yang sedang merayakan malam kudu

  • Senin, 25 Des 2017 00:15

    Bakamla RI Amankan Kapal Pengangkut 7.320 Liter Minuman Keras

    KAL Tidore I-14-11 yang tergabung dalam Operasi Patroli rutin Bakamla RI berhasil mengamankan KMN MJ yang didapati mengangkut 305 galon minuman keras (Miras) atau setara dengan 7.000 liter di Perairan

  • Kamis, 21 Des 2017 14:21

    Menelaah Pembangunan di Tanah Papua

    Tanah Papua atau yang juga dikenal sebagai negeri cenderawasih merupakan satu dari sekian banyak provinsi di Indonesia yang berada tepat di sebelah timur mata angin. Tak banyak masyarakat yang tinggal

  • Kamis, 21 Des 2017 10:01

    Bakamla RI Tinjau Hasil Operasi Penyapuan Rumpon di Perairan Seram

    Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) dan Kepala Zona Kamla Timur Bakamla RI Vetty Viona Salakay, S.H., M.Si. beserta jajaran Satgas 115 melaksanakan peninja

  • Senin, 11 Des 2017 18:41

    AMPTPI Sulut Tuntut Freeport & MIFEE Ditutup

    Sekitar 60 orang demonstran yang berasal dari elemen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se-Indonesia (AMPTPI Sulut) melakukan aksi unjuk rasa di Universitas Sam Ratulangi Kota Manado, Senin (1

  • Rabu, 06 Des 2017 23:46

    Stop Retorika HAM, Saatnya Fokus Pada Pembangunan Papua

    Menjelang peringatan Hari Kebesaran Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1 Desember, beberapa masyarakat Papua kembali dibuat bergejolak. Kali ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sebel

  • Selasa, 05 Des 2017 20:15

    Ada Bongkar Muat Barang Di Luar Wilayah Kepabeanan, BRANTAS Demo DPRD Tanjung Balai

    Barisan Rakyat Anti Penindasan (BRANTAS) Tanjung Balai berunjukrasa di Bundaran PLN dan Gedung DPRD Jalan Yos Sudarso Kota Tanjung Balai menuntut dihentikannya kegiatan bongkar muat barang di luar dar

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak