Rabu, 25 Apr 2018 14:07

Petugas temukan 4 ekor burung Cendrawasih Papua "tak bertuan" di Kualanamu

DELI SERDANG (utamanews.com)
Oleh: Iyus
Sabtu, 12 Agu 2017 18:12
Dok
Burung Cendrawasih kiriman dari Surabaya saat diamankan di Bandara Kualanamu

Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan menggagalkan penyelundupan empat ekor Burung Cendrawasih Kuning Besar (Paradisea Apoda) dari Surabaya, di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu. 

Informasi diperoleh pada Sabtu (12/8/2017), penggagalan penyuludupan empat ekor Burung Cendrawasih ini pada Kamis (10/8/2017) berawal dari kecurigaan petugas Balai Karantina Pertanian berupa kotak dari Surabaya dengan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 979 saat pemeriksaan di Lini 1 Terminal Kargo Bandara Kuala Namu.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, petugas pun melakukan pemeriksaan lebih teliti. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan ada burung yang ditaruh di dalam ruang dengan sekat yang sangat rapat.

Karena tidak dilengkapi sertifikat karantina selanjutnya petugas mengamankan kotak tersebut yang terdapat tulisan nama pengirim Arick Surabaya dan penerima Awaludin Medan. 

Ditunggu hingga pukul 21.00 Wib, pemilik atau penerima tidak kunjung datang. Selanjutnya kotak berisi burung ini pun diamankan ke Kantor Karantina Pertanian.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Hafni Zahra kepada wartawan mengatakan saat isi kotak dibuka ternyata isinya adalah empat ekor burung Cendrawasih. 

"Karantina akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Burung Cendrawasih dibawa ke Kantor Karantina untuk dilakukan tindakan karantina," kata Hafni Zahra.

Dia menerangkan Burung Cendrawasih yang dilindungi diperlakukan sangat tidak baik karena dimasukkan dalam satu kotak bersekat dengan ukuran yang tidak sesuai dan layak untuk transportasi hewan hidup.

"Burung Cendrawasih merupakan hewan yang dilindungi dan terancam punah termasuk dalam appendix II CITES. Burung Cendrawasih sudah dimasukkan dalam daftar list merah (red list) IUCN yang bertujuan untuk menetapkan standar daftar spesies dan penilaian konservasinya," terangnya.

Hafni Zahra menjelaskan Burung Cendrawasih yang merupakan burung khas Papua terancam punah di alamnya. Dirinya pun mengajak masyarakat untuk terus melindungi keanekaragaman hayati Indonesia dari kepunahan. 

"Diharapkan masyarakat tidak memperjualbelikan satwa dilindungi dan melaporkan kepada petugas untuk memastikan hewan dan tanaman yang dibawa melalui bandara atau pelabuhan sehat dan layak," harapnya. 

Editor: Herda

T#g:CendrawasihIlegalPapua
Berita Terkait
  • Rabu, 11 Apr 2018 17:41

    Komitmen Pemerintah Terhadap Pembangunan Papua

    Era Jokowi menjadi era pembangunan, sebagaimana yang dituturkan dalam kebijakan pemerintahannya. Pembangunan infrastruktur ini tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga menyasar daerah pedalaman Papua

  • Selasa, 27 Mar 2018 17:17

    Dandim 0824 Terima Audensi Siswa-siswi SMAN 1 Jember

    Bertempat di ruang kerja Komandan Kodim 0824, Senin (26/03/2018), Komandan Kodim Letkol Inf Arif Munawar menerima audensi Siswa-siswi SMAN 1 Jember yang mendapat tugas sekolah untuk mewawancarainya.Be

  • Senin, 26 Mar 2018 04:46

    Merawat Toleransi Di Papua Lewat Musyawarah

    Belakangan ini berita mengenai polemik pembangunan menara masjid Al-Aqsha masih hangat diperbincangkan. Hal ini karena pembangunannya menimbulkan protes dari PGGJ atau persekutuan gereja-gereja Jayapu

  • Selasa, 13 Mar 2018 11:33

    5 Tahun Tidak Pernah Laksanakan Upacara Bendera

    Upacara bendera bukan sekedar seremonial belaka yang selalu dilaksanakan setiap hari Senin dalam mengawali kegiatan dalam satu minggu. Namun dibalik makna upacara bendera itu sendiri tersimpan tujuan

  • Jumat, 09 Mar 2018 20:29

    Satgas Pamtas Yonif 121/MK Laksanakan "Jumat Bersih"

    Satgas Pamtas Yonif 121/MK yang dikomandoi oleh Perwira Teritorial (Pater) Satgas Lettu Inf Elias Sinaga dan segenap anggota Pos Kotis di Pir IV Desa Wonorejo Distrik Mannem Kabupaten Keerom melaksana

  • Jumat, 23 Feb 2018 18:23

    PPRC TNI Siap Digerakkan ke Berbagai Wilayah NKRI

    Tantangan tugas TNI ke depan tidak semakin ringan dihadapkan dengan fenomena global yang menghadirkan berbagai bentuk ancaman kedaulatan negara. Hal ini menuntut kesiapsiagaan Pasukan Pemukul Reaksi C

  • Kamis, 22 Feb 2018 19:42

    Pembentukan Markas Komando Pasmar 3 di Sorong Masih Tahap Proses

    Sampai saat ini, proses pembentukan dan pengorganisasian Markas Komando Pasmar 3 Korps Marinir yang berlokasi di Kabupaten Biak, Sorong, masih tahap proses dan terus berjalan untuk segera diajukan kep

  • Selasa, 20 Feb 2018 09:00

    Sugiat Santoso Pertanyakan Integritas KPU, Natalius Pigai: Adili KPU Sumut

    Komisioner Komnas HAM 2012-2017 Natalius Pigai mengangkat persoalan tahapan Pilgub Sumut, dan mempertanyakan keputusan KPU Sumut menyatakan bakal Paslon JR Saragih-Ance Tidak Memenuhi Syarat (TMS) men

  • Selasa, 13 Feb 2018 14:03

    TNI Jajaran Korem 083/Baladhika Jaya Kirim Bantuan Untuk Asmat

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) jajaran Komando Resort Militer (Korem) 083/Baladhika Jaya Kodam V/Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Asmat yang terkena wab

  • Kamis, 08 Feb 2018 13:08

    Satgaskes TNI Lakukan Screening Radang Telinga Siswa SMPN 2 Agats

    Tim dokter dan paramedis Satgaskes TNI di bawah pimpinan Mayor Ckm dr. Junicko Sacrifian Anoraga, Sp.THT melakukan screening radang telinga tengah kronik (congek) atau Otitis Media Supuratif Kronik (O

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak