Sabtu, 25 Nov 2017 07:01

Peretas Situs Resmi Dewan Pers Indonesia Ditangkap

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Sabtu, 10 Jun 2017 04:20
Dibaca: 281 kali
tribratanews
Tersangka saat dipaparkan oleh Tim Siber Mabes Polri
Tim siber Mabes Polri berhasil mengamankan AS, 28 tahun, di Jalan Ir Soekarno 20 Grogol Kwarasan Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. AS diduga telah meretas situs lembaga Dewan Pers Indonesia www.dewanpers.or.id.

Demikian disampaikan Kasubdit 2 Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji, SH, SIK, MH., di Jakarta, Jumat (9/6/2017)

"Penangkapan AS berdasarkan laporan Syariful, 45 tahun yang merupakan PNS di lembaga Dewan Pers pada tanggal 03 Juni 2017," ujar Kombes Pol Himawan.

Pelapor menjelaskan bahwa website Dewan Pers telah berulangkali diretas. Pada saat pertama diretas tanggal 26 Maret 2017, yang kedua tanggal 31 Mei 2017, dan diketahui website Dewan Pers kembali di-deface, sehingga IT Dewan Pers melakukan perbaikan kembali pada Script Dewan Pers.

"Selanjutnya tanggal 31 Mei 2017 Pukul 08.00 Wib., hacker melakukan serangan kembali dan tanggal 31 Mei 2017 Pukul 08.30 Wib tim IT Dewan Pers meminta bagian Idhostinger untuk menonaktifkan panel hosting Dewan Pers. Atas pengrusakan tersebut telah menimbulkan rusaknya Website Dewan Pers," ujarnya.

"Pelaku diamankan saat berada di hotel, tepatnya di Hotel Griya Surya Jalan Ir Soekarno 20 Grogol Kwarasan Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah," ungkap Kombes Pol Himawan.

Lebih lanjut dijelaskan dari penangkapan pelaku, petugas menyita 2 (dua) buah Handphone merk Samsung 1 (satu) buah Notebook merk Lenovo 1 (satu) buah Modem VIVO model WM31.

Kombes Pol Himawan mengungkapkan pengrusakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan mengubah suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

"Karena kejahatanya, tersangka dikenakan pasal 50 Jo pasal 22 huruf b Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan atau Pasal 46 ayat (1) ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 30 ayat (1) ayat (2) ayat (3), Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 406 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama 8 (delapan) tahun," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:Himawan Bayu Ajicybercrimehacker
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Nov 2017 03:51

    Registrasi SIM Card Menjamin Keamanan Digital Masyarakat

    Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. 

  • Senin, 21 Agu 2017 20:53

    Ternyata penghina Presiden Jokowi melalui Facebook itu remaja putus sekolah

    Muhammad Farhan Balatif, 18 tahun, pelaku penghinaan terhadap Presiden RI melalui facebook dengan akun Ringgo Abdillah dan Raketen Warnung, ternyata remaja putus sekolah.

  • Minggu, 30 Jul 2017 10:10

    Kombes Pol Dr Tornagogo Sihombing pimpin penggerebekan rumah mewah di Bali

    Polri bersama Kepolisian Tiongkok menggerebek rumah mewah di Bali. Tindakan ini dilaksanakan oleh Satgasus Bareskrim Polri, dibackup Tim Satgas CTOC Polda Bali bersama Kepolisian Tiongkok, dan dipimpi

  • Jumat, 28 Jul 2017 19:18

    Kena embargo, diduga Korea Utara cari uang dengan meretas

    Badan Keamanan Keuangan Korea Selatan (FSI), seperti dikutip Reuters, menyatakan bahwa Korea Utara berada di balik pencurian siber senilai 81 miliar dolar AS dari bank sentral Bangladesh.

  • Minggu, 11 Jun 2017 18:21

    Bagaimana bentuk Ransomware di masa depan?

    Ransomware identik dengan tindak kejahatan ekonomi dunia maya. Penjahat siber memperoleh jarahan hingga mencapai US$1 miliar berdasarkan uang yang masuk ke dompet Bitcoin yang berhubungan dengan ranso

  • Senin, 05 Jun 2017 22:25

    Badan Siber Dibentuk, Pakar harap tak ada lagi peretasan situs pemerintah

    Pratama Persadha, Ketua Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC) berharap situs pemerintah lebih aman sejak keberadaan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

  • Rabu, 31 Mei 2017 12:31

    Awas penipuan modus baru, Kode transaksi dari XL

    Kejahatan dunia maya makin canggih. Sejumlah modus kejahatan siber terus bermunculan untuk menipu pengguna internet, khususnya pelanggan belanja online. Modus terbaru adalah dengan cara menelepon korb

  • Rabu, 24 Mei 2017 16:44

    Pembentukan Deputi VI Intelijen Siber BIN Dinilai Positif

    Hari jadi ke-71 Badan Intelijen Negara (BIN), menjadi momentum berdirinya Deputi VI Bidang Intelijen Siber.

  • Rabu, 17 Mei 2017 08:27

    Polri dan Polisi Interpol Tiongkok Amankan 78 Imigran Gelap Asal Tiongkok dan Taiwan

    78 imigran gelap asal Tiongkok dan Taiwan diamankan Reskrimsus Polda Sumut yang bekerja sama dengan Mabes Polri dan Interpol Tiongkok.

  • Minggu, 14 Mei 2017 19:04

    Ini upaya Menkominfo terkait penyebaran ransomeware WannaCrypt

    2 rumah sakit di Indonesia menjadi korban serangan ransomeware WannaCrypt atau disebut juga WannaCry. Agar instansi pemerintah tidak mengalami hal serupa, Menkominfo telah menginformasikan ke seluruh kementerian untuk melakukan antisipasi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak