Selasa, 24 Okt 2017 14:38
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

BOGOR (utamanews.com)
Oleh: Budi
Sabtu, 19 Agu 2017 09:09
Dibaca: 181 kali
Tribratanews.com/Humas Polres Bogor
Barang bukti saat dipaparkan di Polres Bogor, Provinsi Jawa Barat
Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat yang melihat terjadinya pembakaran umbul-umbul pada Rabu (16/8/2017) sekitar pukul 20.30 Wib.

"Saat masyarakat meneriaki dan menegur pelaku pembakaran, pelaku berjalan dan masuk menuju salah satu pesantren di Tamansari. Selanjutnya masyarakat yang melihat kejadian tersebut melapor ke pihak Kepolisian," ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Bogor segera melakukan penyelidikan, namun saat petugas tiba di lokasi sudah banyak masyarakat yang berkumpul.

"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti main hakim sendiri, Polres Bogor menerjunkan Sat Sabhara untuk melakukan pengamanan di pesantren tersebut," ungkap Kapolres.

Pengamanan terkait setelah perayaan hari kemerdekaan, masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Tamansari berkumpul dan melakukan aksi demonstrasi di pesantren tersebut.

Aparat beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama kemudian melakukan komunikasi dan mediasi dengan pihak pesantren, sehingga pelaku pembakaran umbul-umbul dapat diamankan.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi, kepolisian akhirnya menetapkan satu orang pelaku pembakaran yakni seorang laki-laki berinisial MS, oknum pengajar dan staff di pesantren tersebut," kata AKBP Dicky.


Terkait motif, pelaku mengaku dirinya tidak setuju dengan NKRI (anti NKRI) dan menganggap bahwa umbul-umbul tersebut adalah representasi NKRI. Pelaku melampiaskan kebenciannya dengan cara membakar umbul-umbul tersebut.

"MS masih ada kaitannya dengan salah satu pelaku teror, tapi masih kita dalami. Intinya yang jelas pelaku menolak NKRI," kata AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 66 nomor 24 tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dan Atau Pasal 406 KUHP dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Editor: Sam

T#g:PesantrenRadikalteroris
Berita Terkait
  • Senin, 23 Okt 2017 17:23

    Perguruan Tinggi se-DKI Deklarasi Lawan Radikalisme

    Radikalisme saat ini tidak asing lagi bagi kita. Berbicara radikalisme, pandangan kita akan langsung mengarah pada segala tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang atau Ormas tertentu.Meny

  • Senin, 16 Okt 2017 17:56

    Tengku Erry: Stop Radikalisme Masuk Kampus

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mendukung aksi kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme masuk kampus.

  • Jumat, 06 Okt 2017 06:36

    Pesantren yang ajarkan kebencian, bukan Pesantren khas Indonesia

    "Negara ini adalah NKRI, bukan negara Islam. Maka NU ataupun Pondok Pesantren Lirboyo tidak akan menolak perbedaan yang ada di Indonesia. Perbedaan adalah sunatullah, fitrah. Dengan itu juga, seluruh

  • Kamis, 31 Agu 2017 11:41

    Radikalisme dalam Spektrum Politik

    Radikalisme dan deradikalisasi merupakan dua istilah politik yang muncul dalam penanganan gerakan terorisme saat ini.

  • Senin, 28 Agu 2017 22:58

    Tengku Erry: Liga Santri cari Bibit Sepakbola Handal dari Pesantren

    Gubsu Tengku Erry Nuradi resmi membuka Liga Santri Nusantara 2017, Region Sumatera III di kompleks Pondok Pesantren, Islamic Center Jalan Williem Iskandar Medan, Sabtu (26/8/2017).

  • Jumat, 11 Agu 2017 09:31

    Panglima TNI Tinjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penanggulangan Terorisme di Anambas

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi meninjau Latihan Pasukan Khusus TNI Penangg

  • Sabtu, 05 Agu 2017 12:05

    Pelantikan pengurus DPW Ikatan Pesantren Indonesia di Sumut

    Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI) melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW IPI) Sumut dan DPD IPI Kabupaten/Kota se-Sumatera pada Jum'at malam 4/8), di Hotel Madani jalan Sisi

  • Kamis, 03 Agu 2017 15:03

    Babinsa Beri Wawasan Kebangsaan pada Santri Ponpes Al Ikhlas

    Pondok Pesantren (Ponpes) masih menjadi salah satu pilihan dalam pembinaan dan pendidikan anak di Kabupaten Jember. Hal tersebut terbukti dengan adanya sekitar 350 Pondok Pesantren yang tersebar di wilayah Kabupaten Jember.

  • Kamis, 03 Agu 2017 15:12

    Hadapi terorisme, perlukah libatkan TNI?

    Presiden Joko Widodo melalui Menkopolhukamdan Kemenkum HAM saat ini sedang intens melakukan pembahasan terkait revisi RUU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan DPR-RI.

  • Rabu, 02 Agu 2017 15:51

    TNI dan Ulama waspadai Sel-sel tidur teroris

    Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini, peran Ulama dalam upaya merebut hingga mempertahankan Kemerdekaan tidak bisa dihilangkan dalam catatan sejarah Kemerdekaan Indonesia. Hal ini terbukti, I

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak