Selasa, 24 Jul 2018 00:43
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

BOGOR (utamanews.com)
Oleh: Budi
Sabtu, 19 Agu 2017 09:09
Tribratanews.com/Humas Polres Bogor
Barang bukti saat dipaparkan di Polres Bogor, Provinsi Jawa Barat
Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat yang melihat terjadinya pembakaran umbul-umbul pada Rabu (16/8/2017) sekitar pukul 20.30 Wib.

"Saat masyarakat meneriaki dan menegur pelaku pembakaran, pelaku berjalan dan masuk menuju salah satu pesantren di Tamansari. Selanjutnya masyarakat yang melihat kejadian tersebut melapor ke pihak Kepolisian," ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Bogor segera melakukan penyelidikan, namun saat petugas tiba di lokasi sudah banyak masyarakat yang berkumpul.

"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti main hakim sendiri, Polres Bogor menerjunkan Sat Sabhara untuk melakukan pengamanan di pesantren tersebut," ungkap Kapolres.

Pengamanan terkait setelah perayaan hari kemerdekaan, masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Tamansari berkumpul dan melakukan aksi demonstrasi di pesantren tersebut.

Aparat beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama kemudian melakukan komunikasi dan mediasi dengan pihak pesantren, sehingga pelaku pembakaran umbul-umbul dapat diamankan.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi, kepolisian akhirnya menetapkan satu orang pelaku pembakaran yakni seorang laki-laki berinisial MS, oknum pengajar dan staff di pesantren tersebut," kata AKBP Dicky.


Terkait motif, pelaku mengaku dirinya tidak setuju dengan NKRI (anti NKRI) dan menganggap bahwa umbul-umbul tersebut adalah representasi NKRI. Pelaku melampiaskan kebenciannya dengan cara membakar umbul-umbul tersebut.

"MS masih ada kaitannya dengan salah satu pelaku teror, tapi masih kita dalami. Intinya yang jelas pelaku menolak NKRI," kata AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 66 nomor 24 tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dan Atau Pasal 406 KUHP dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Editor: Sam

T#g:PesantrenRadikalteroris
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Jul 2018 13:17

    Panglima TNI: Cyber Narcoterorism Gunakan Dunia Maya Biayai Terorisme

    Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, telah muncul kelompok baru yaitu "Cyber Narcoterorism" yaitu kelompok yang menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menya

  • Selasa, 10 Jul 2018 17:10

    Peran Media Massa Dalam Memberantas Aksi Terorisme di Indonesia

    Terorisme merupakan musuh dunia yang tidak mengenal batas wilayah dan undang-undang suatu negara. Aksinya dapat terjadi di negara mana saja yang mereka targetkan, tidak terkecuali di negara Indonesia tercinta.

  • Jumat, 08 Jun 2018 16:48

    Staf Khusus Menrisetdikti: Tidak Ada Radikalisme dari Kampus

    Tidak ada radikalisme dari kampus, yang ada, orang-orang berpikir radikal masuk ke kampus-kampus mencari teman untuk menyamakan pemahaman tersebut.

  • Jumat, 08 Jun 2018 04:08

    Panglima TNI: Radikalisme Berujung Pada Tindakan Terorisme

    Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar, sebagai warga negara Indonesia harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian

  • Selasa, 05 Jun 2018 01:05

    Radikalisme Dapat Dicegah Melalui Kepedulian Masyarakat

    Radikalisme dapat dicegah melalui kepedulian warga masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya dan mau membuka wawasan serta mengembangkan cara berpikir dengan seluas-luasnya, karena didalam Al Qur&acir

  • Minggu, 03 Jun 2018 08:33

    Rektor Tak Sangka Ada Teroris Di Kampus Unri

    Prof. Dr Aras Mulyadi, Rektor Universitas Riau (Unri), sangat tidak menduga adanya tindakan terkait teror di kampus universitas negeri di Kota Pekanbaru, Riau itu."Universitas Riau sangat menyayangkan

  • Kamis, 31 Mei 2018 13:31

    Pancasila Menyatukan Keberagaman Kita

    Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai banyak bahasa, budaya, suku ,kepercayaan dan semua itu disatukan oleh Pancasila sebagai pendoman bagi warga negara Indonesia dengan semboyannya adalah

  • Kamis, 31 Mei 2018 08:31

    HIMMAH Tebing Tinggi Ajak Generasi Muda Perangi Terorisme

    Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak generasi muda untuk berperan aktif perangi aksi terorisme di Indonesia.

  • Selasa, 29 Mei 2018 01:29

    BEM NUS Dukung Kapolri & BIN Berantas Terorisme Sampai ke Akarnya

    Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM-NUS) Wilayah Sumatera meminta dan mendukung langkah Kapolri dan BIN untuk memberantas teroris hingga ke akarnya.Hal ini disampaikan Kordinator BEM NUS Wilayah

  • Minggu, 27 Mei 2018 14:27

    Bersatu Melawan Aksi Terorisme

    Terorisme identik dengan kekerasan. Tindakan teroris menyebabkan keresahan, rasa takut di tengah masyarakat, melukai atau mengancam kehidupan, kebebasan, atau keselamatan orang lain dengan tujuan tert

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak