Jumat, 19 Jan 2018 16:10
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

Pengajar di Pesantren ini lampiaskan kebencian pada NKRI dengan membakar Merah Putih

BOGOR (utamanews.com)
Oleh: Budi
Sabtu, 19 Agu 2017 09:09
Dibaca: 218 kali
Tribratanews.com/Humas Polres Bogor
Barang bukti saat dipaparkan di Polres Bogor, Provinsi Jawa Barat
Aparat Kepolisian dari Polres Bogor, Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial MS, 25 tahun, karena melakukan pembakaran umbul-umbul merah putih HUT Kemerdekaan RI ke-72, di Kecamatan Tamansari, Kamis (17/8/2017).

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading, mengatakan, penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat yang melihat terjadinya pembakaran umbul-umbul pada Rabu (16/8/2017) sekitar pukul 20.30 Wib.

"Saat masyarakat meneriaki dan menegur pelaku pembakaran, pelaku berjalan dan masuk menuju salah satu pesantren di Tamansari. Selanjutnya masyarakat yang melihat kejadian tersebut melapor ke pihak Kepolisian," ujarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Bogor segera melakukan penyelidikan, namun saat petugas tiba di lokasi sudah banyak masyarakat yang berkumpul.

"Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti main hakim sendiri, Polres Bogor menerjunkan Sat Sabhara untuk melakukan pengamanan di pesantren tersebut," ungkap Kapolres.

Pengamanan terkait setelah perayaan hari kemerdekaan, masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Tamansari berkumpul dan melakukan aksi demonstrasi di pesantren tersebut.

Aparat beserta tokoh masyarakat dan tokoh agama kemudian melakukan komunikasi dan mediasi dengan pihak pesantren, sehingga pelaku pembakaran umbul-umbul dapat diamankan.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi, kepolisian akhirnya menetapkan satu orang pelaku pembakaran yakni seorang laki-laki berinisial MS, oknum pengajar dan staff di pesantren tersebut," kata AKBP Dicky.


Terkait motif, pelaku mengaku dirinya tidak setuju dengan NKRI (anti NKRI) dan menganggap bahwa umbul-umbul tersebut adalah representasi NKRI. Pelaku melampiaskan kebenciannya dengan cara membakar umbul-umbul tersebut.

"MS masih ada kaitannya dengan salah satu pelaku teror, tapi masih kita dalami. Intinya yang jelas pelaku menolak NKRI," kata AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 66 nomor 24 tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dan Atau Pasal 406 KUHP dan 187 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Editor: Sam

T#g:PesantrenRadikalteroris
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Des 2017 23:23

    Bantu 149 Pesantren, Fakta Besarnya Perhatian Tengku Erry

    Pemberian bantuan untuk 149 pesantren se-Sumatera Utara (Sumut) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dinilai sebagai momentum sekaligus catatan sejarah besarnya perhatian Gubernur Sumatera Utara (

  • Senin, 11 Des 2017 19:01

    Densus Tangkap 4 Terduga Teroris dari Riau

    Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Kepolisian Republik Indonesia melakukan penangkapan terhadap empat terduga teroris di berbagai wilayah di Provinsi Riau.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat

  • Sabtu, 09 Des 2017 16:29

    Seorang terduga teroris ditangkap Densus 88 di Surabaya

    Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menangkap seorang terduga teroris di Jalan Ampel Kembang Nomor 25 Surabaya, Sabtu, (9/12/2017).Kapolres Pelabuhan Tanju

  • Minggu, 03 Des 2017 20:03

    Tengku Erry Hadiri HAUL Syekh HAD Syarief Alam di Deli Serdang

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menghadiri peringatan Haul (ulangtahun) ke-15 Guru Saidi Syekh HAD Syarief Alam di Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis Tanjung Morawa, Deli Serdang, Mingg

  • Kamis, 23 Nov 2017 08:53

    Waspada Model Serangan ISIS

    Meskipun tidak seintens tahun-tahun sebelumnya, pergerakan kelompok radikal dan ekstrimis Islamic State of Syria and Iraq atau yang dikenal dengan ISIS masih terus mencari pandangan publik dengan mela

  • Minggu, 12 Nov 2017 09:21

    Teroris bakar habis Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat

    Seluruh bangunan Mako Polres Dharmasraya Polda Sumatera Barat dan rumah serta mobil dinas Kapolres hangus terbakar dini hari tadi, Minggu (12/11/2017).Informasi beredar petugas berhasil menembak mati

  • Jumat, 10 Nov 2017 05:20

    KASAU: Faktor Ekonomi dan Kemiskinan Tidak Selalu Jadi Penyebab Aksi Terorisme

    Faktor ekonomi dan kemiskinan tidak selalu menjadi alasan utama munculnya aksi aksi terorisme maupun gerakan radikalisme di manapun termasuk Indonesia.

  • Senin, 23 Okt 2017 17:23

    Perguruan Tinggi se-DKI Deklarasi Lawan Radikalisme

    Radikalisme saat ini tidak asing lagi bagi kita. Berbicara radikalisme, pandangan kita akan langsung mengarah pada segala tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang atau Ormas tertentu.Meny

  • Senin, 16 Okt 2017 17:56

    Tengku Erry: Stop Radikalisme Masuk Kampus

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mendukung aksi kebangsaan Perguruan Tinggi melawan radikalisme masuk kampus.

  • Jumat, 06 Okt 2017 06:36

    Pesantren yang ajarkan kebencian, bukan Pesantren khas Indonesia

    "Negara ini adalah NKRI, bukan negara Islam. Maka NU ataupun Pondok Pesantren Lirboyo tidak akan menolak perbedaan yang ada di Indonesia. Perbedaan adalah sunatullah, fitrah. Dengan itu juga, seluruh

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak